Highlight:

Tangerang New Industry City, kota modern berskala global di pinggiran Jakarta

Tangerang New Industry City (TNIC)

Tampilan Tangerang New Industry City (TNIC) di Google Maps

MENELUSURI Google Maps merupakan salah satu aktivitas favorit saya di waktu senggang. Banyak hal atau tempat-tempat menarik yang saya ketahui berkat layanan satu ini. Misalnya ketika “mengeksplorasi” Tangerang belum lama ini, saya baru tahu ternyata di sana tengah dibangun sebuah kota baru bernama Tangerang New Industry City (TNIC).

Melihat dari Google Maps, TNIC tampak begitu ikonik dengan bundaran besar di dekat pintu masuk area perumahan. Bundaran ini begitu besar. Jalan yang mengelilinginya terdiri dari 5 lajur, sangat lebar sekali. Sedangkan jalan-jalan yang berujung ke bundaran ini berupa boulevard yang masing-masing sisi jalannya terdiri atas 4 lajur.

Sebagai gambaran betapa besarnya bundaran ini, dalam layar laptop 14″ punya saya tampilan monumen ini di Google Maps seukuran uang koin Rp1.000. Sementara bangunan dalam kompleks perumahan di dekatnya bahkan tampak lebih kecil dari kursor tetikus.

Luar biasa! Saya tentu saja jadi penasaran siapa yang punya ide membangun sebuah kota industrial baru di Tangerang seluas ini. Dari Google Maps, saya pun berpindah ke mesin pencarian Google. Saya ketikkan “Tangerang New Industry City” di kolom pencarian, lalu menekan tombol Enter.

Voila! Rupanya saya yang kudet alias kurang update. TNIC ini ground breaking pada Desember 2016 lalu, dan sejak itu pembangunannya dikebut tanpa kenal waktu. Sebagaimana terlihat di Google Maps, kawasan ini sudah berisi dua kompleks perumahan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti sport center dan business center juga sudah tegak berdiri.

Kawasan ini dikelola oleh perusahaan perencana, pengembang, dan operator kota industri baru berskala internasional asal Tiongkok: China Fortune Land Development (CFLD) Co. Ltd. Di Indonesia, perusahaan yang salah satu kantor operasionalnya berlokasi di Singapura ini masuk melalui PT CFLD Indonesia.

Sebelum masuk ke Indonesia dengan Tangerang New Industry City, dan kemudian Karawang New Industry City (KNIC) yang mulai digarap pertengahan 2019 lalu, CLFD telah berpengalaman membangun kota-kota industri baru di berbagai negara.

Nhon Trach New Industry City di Vietnam, serta Gu’An New Industry City dan Jiashan New Industry City di Tiongkok, adalah proyek-proyek kota industri baru berskala internasional lainnya garapan CLFD. Kota Gu’An dan Jiashan sudah dapat dilihat bangunan fisiknya, sedangkan Nhon Trach bersama-sama Tangerang dan Karawang masih dalam proses penyelesaian.

Secara keseluruhan, portofolio CFLD tersebar di 80 wilayah di seluruh dunia. Tak hanya negara berkembang, proyek CFLD juga merambah negara maju. Seperti misalnya di San Fransisco, New York, Boston, dan Chicago (Amerika Serikat); Jerman, Finlandia, Rusia, juga Israel. Di Asia, CFLD telah menancapkan kukunya di Jepang dan Korea Selatan.

Proyek-proyek garapan CFLD sejauh ini telah menyumbang US$ 39,3 miliar atau setara Rp 557,2 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB), menarik 2.000 perusahaan untuk turut mengisi ruang-ruang dalam kota yang dikembangkan, serta menghasilkan investasi kumulatif sebesar US$ 72,9 miliar (sekitar Rp 1.033 triliun).

Dari kegiatan bisnis globalnya, CFLD mengantongi aset senilai US$ 59,7 miliar (sekitar Rp 847 triliun). Tak heran bila Forbes Global mengganjar pencapaian tersebut dengan memasukkan perusaan pengembang ini ke dalam daftar Brand Finance Global 500 dan The World’s Largest Public Companies List, keduanya di tahun 2019.

Tangerang New Industry City (TNIC)

Denah rancangan Tangerang New Industry City (TNIC). FOTO: cfldi.com

Kota Berskala Global

Jika diperhatikan, terdapat satu kesamaan di antara kota-kota industri baru garapan CLFD. Hal tersebut adalah, kota-kota di atas dibangun tak jauh dari ibukota negara. Misalnya Nhon Trach New Industry City yang terletak di dekat pintu masuk Ring Road 3 di Ho Chi Minh City, ibukota Vietnam.

Sementara Gu’An New Industry City terletak sekitar 50 km di selatan pusat kota Beijing, ibukota Republik Rakyat Tiongkok. Adapun Jiashan New Inudstry City memang tidak terletak dekat Beijing, namun hanya berjarak 50 km dari kota Shanghai yang merupakan pusat industri.

Pola ini pula yang diterapkan di Indonesia. Tangerang dipilih karena berjarak sangat dekat dengan ibukota Jakarta. Kelak, ketika ibukota resmi pindah ke Kalimantan, Jakarta masih akan berfungsi sebagai pusat bisnis yang jangkauan dapat meluas hingga daerah-daerah sekitarnya. Sehingga kawasan industrial seperti yang dibangun CFLD di Tangerang maupun Karawang tetap menawarkan prospek menarik.

Tangerang New Industry City berjarak 20km dari Bandara Soekarno Hatta, membuat para pebisnis yang tinggal dan berkantor di sini dapat lebih mudah untuk bepergian lintas daerah atau bahkan lintas negara. Kota baru ini juga hanya berjarak 31km dari Central Business District (CBD) di Ciledug, Kota Tangerang.

Tangerang sendiri merupakan salah satu pusat ekonomi Indonesia dengan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar. Karenanya TNIC diproyeksikan sebagai kota komersial sekaligus pusat entertainment terbesar di barat Jakarta, yang menawarkan sentra-sentra bisnis, fasilitas komersial, hingga tempat-tempat hiburan.

Bagi yang hobi belanja, CFLD telah menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan pengembang pusat perbelanjaan asal Singapura. Kemitraan ini akan menyulap lahan seluas 7,6 ha di kawasan TNIC menjadi pusat perbelanjaan modern berskala internasional.

Tak hanya itu, CFLD juga menginginkan TNIC sebagai kota pusat inovasi, tempat lahirnya berbagai penemuan dan kreasi baru. Untuk mencapai target tersebut, CFLD International (Indonesia) berkomitmen untuk memfasilitasi berdirinya institusi-institusi pendidikan di kawasan kota yang mereka bangun.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan penanda-tanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Raffles Education Corporation, penyelenggara pendidikan level internasional asal Singapura. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun pusat pendidikan di tingkat Asia Tenggara, dan itu bertempat di Tangerang New Industry City.

Dalam kerja sama ini, Raffles Education Corporation akan menghadirkan sebuah pre-school dan college yang dikelola sendiri oleh Raffles. Di samping itu, Raffles juga bakal menggandeng pihak ketiga untuk mengadakan kelas-kelas tambahan seperti kelas musik, dansa, serta seni dan drama.

Melihat penampakan Tangerang New Industry City yang belum sepenuhnya selesai digarap melalui Google Maps, saya sudah dibuat berdecak kagum. Saya tak dapat membayangkan bakal seperti apa kota industri baru di Tangerang ini bila kelak proses pembangunan telah 100%.

Satu hal yang pasti, keberadaan kota industri baru ini memberi nilai lebih bagi pengembangan kawasan hunian di area sekitarnya. Satu contoh, sebuah pengembang properti yang menggarap perumahan di lokasi tak jauh dari TNIC, dalam materi promosinya menggunakan kalimat “Gateway to Tangerang New City”.

Referensi:

  • cfldi.com/new-industry-cities/tangerang
  • rei.or.id/newrei/berita-cfld-indonesiasamanea-kolaborasi-bangun-kota-industri-di-tangerang.html
  • industri.kontan.co.id/news/cfld-kerjasama-dengan-samanea-bangun-pusat-perbelanjaan-di-tangerang
  • thejakartapost.com/news/2017/03/30/clfd-to-launch-maiden-real-estate-project-in-indonesia.html
  • gessindonesia.com/news-center/news/raffles-education-partners-cfld-international-set-educational-hubs-s-e-asia
  • properti.kompas.com/read/2019/10/09/130000321/raksasa-china-garap-ribuan-hektar-kawasan-industri-pinggiran-jakarta
  • ekonomi.bisnis.com/read/20190508/47/919984/pengembang-singapura-kembangkan-pusat-belanja-di-tangerang-new-industry-city
  • artikel.rumah123.com/cfld-dan-samanea-berkolaborasi-bangun-pusat-perbelanjaan-di-tangerang-new-industry-city-51221
Beri tip untuk blog ini
About Bung Eko (40 Articles)
Let's blog with happiness :)

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: