Highlight:

Pengalaman cari dolar sebagai Social Media Evaluator (SME) di Lionbridge

Lionbridge Social Media Evaluator

SELASA, 27 Oktober 2020, lalu merupakan hari terakhir saya bekerja sebagai Social Media Evaluator (SME) di Lionbridge. Sebuah pekerjaan yang bagi saya kebangetan mudahnya, bisa dikerjakan sambil gegoleran di kasur, tidak butuh waktu lama, tidak perlu mikir keras, tapi penghasilan bulanannya lebih dari cukup kalau hanya untuk biaya hidup sekeluarga.

Kilas balik ke penghujung 2019, ketika itu saya tengah agak dibuat pusing karena pemasukan drop parah. Nominal bagi hasil iklan dari channel YouTube yang saya kelola, yang selama ini jadi andalan saya, semakin menurun dari waktu ke waktu. Pendek kata, tidak cukup lagi.

Baca juga: Hal yang paling saya syukuri di tahun 2019

Alhasil, saya pun kudu mencari sumber lain agar dapur tetap ngebul. Siang-malam, pagi-sore (udah kaya nama rumah makan di jalur Trans Sumatra pokoknya), saya searching dan googling ke sana-sini, mencari alternatif lain untuk menambah pemasukan yang terancam minus. Alhamdulillah, tak butuh waktu lama saya langsung menemukannya.

Awalnya saya menyortir 3-4 pekerjaan dari sekian peluang yang saya catat. Dari kandidat kuat tersebut tentu ada 1-2 yang jadi incaran saya. Namun, saya tidak bisa memilih semaunya to? Juga, saya tidak bisa mendapatkan semuanya. Jadi yang hanya bisa saya lakukan adalah mendaftar, selebihnya biarkan misteri bernama rejeki melakukan bagiannya.

Di antara situs pekerjaan lepas di mana saya mendaftarkan diri adalah Lionbridge. Ini rupanya perusahaan bonafid yang telah lama malang-melintang di bidangnya. Ada sekian banyak posisi yang ditawarkan waktu itu. Namun saya memilih yang menurut saya paling bagus kompensasinya: Social Media Evaluator atau biasa disingkat SME.

Di luar dugaan, meski jujur sangat berharap-harap, saya diterima. Saya jadi semakin merasa beruntung karena hanya beberapa saat setelahnya Lionbridge menutup lowongan SME untuk Evaluator asal Indonesia.

SME ini pekerjaan mudah pake banget. Sesuai namanya, tugas utama saya sebagai Evaluator adalah mengevaluasi konten di sosial media. Lebih tepatnya Instagram. Tidak semua konten, tentunya. Yang dievaluasi hanyalah konten-konten iklan.

Lionbridge jobs opening

Pokok penilaian adalah materi iklan, baik visual maupun teks, dan jasa atau produk yang ditawarkan pengiklan. Kita diminta memberi rating (yang opsi-opsinya sudah disediakan) beserta pendapat pribadi dalam bahasa Inggris mengapa memberi rating tersebut.

Saya bilang mudah karena kita diminta jujur dan apa adanya dalam memberi penilaian. Pandangan pribadi bahkan sangat dihormati, dan tidak masalah jika kita menilai berdasarkan keyakinan personal.

Misalkan saya beberapa kali memberi rating rendah untuk produk atau layanan yang sepengetahuan saya tidak sesuai syariat Islam. Adapun untuk iklan-iklan yang terindikasi modus online scam, saya tidak tedeng aling-aling memberi rating paling jelek.

Pada intinya, Instagram meminta Evaluator menilai iklan-iklan yang tayang di platform-nya, apakah sesuai dengan sederet norma yang ditetapkan perusahaan tersebut atau tidak.

Berkat pekerjaan ini saya jadi tahu kalau beberapa akun yang terindikasi sindikat penipuan online rupa-rupanya memasang iklan di Instagram. Yang paling banyak saya temui akun-akun yang menyaru akun resmi sebuah BUMN, atau menjual gadget dengan harga yang murahnya di luar akal sehat.

LESSON LEARNED: Penipu online saja usahanya begitu maksimal untuk mencari korban kejahatan, masakan saya yang (insya Allah) mencari nafkah di jalan halal kalah maksimal sih?

Dalam sehari kita diminta memberi rating pada maksimal 30 iklan. Maksimal lho ya, paling banyak. Dan dalam sepekan kita diminta memberi rating setidaknya sebanyak 5 hari. Waktunya bebas dari Sabtu ke Senin. Mau 5 hari berurutan atau loncat-loncat, yang penting dalam sepekan minimal 5 hari “masuk kerja”.

Kalau mau memberi rating setiap hari juga nggak masalah kok. Saya sendiri sedari awal langsung mencoba memberi rating setiap hari. Artinya, dalam sepekan saya total memberi rating pada rata-rata 210 iklan.

Saya hanya butuh waktu antara 30-45 menit untuk sekali me-rating. Dikali tujuh hari, dalam sepekan saya menghabiskan total 210-315 menit atau paling lama 5 jam 25 menit sepekan. Well, ini sih bukan pekerjaan part time namanya. Ini sih lebih tepatnya orang iseng dibayar.

Lonbridge payment in WorkMarket

Detail pembayaran upah dari Lionbridge di akun WorkMarket. Dari sini, setelah sebulan menunggu, upah dapat dicairkan ke PayPal maupun rekening bank.

Seberapa besar bayarannya?

Nah, ini dia topik menariknya. Ini juga yang dulu jadi alasan saya mengincar pekerjaan SME di Lionbridge sejak awal mengetahuinya. Sebab, dalam kalkulasi saya pekerjaan ini memberikan kompensasi lebih bagus dengan effort yang tak seberapa.

Ada dua jenis upah yang diterima seorang SME dari Lionbridge. Upah pertama adalah fee melakukan rating harian yang jumlahnya tetap setiap hari. Upah kedua dihitung berdasarkan jumlah iklan yang kita nilai. Semakin banyak iklan yang dinilai, jumlah pendapatan yang dihasilkan semakin bagus.

Namun, mohon maaf sekali, karena seingat saya dalam kontrak ada klausul yang melarang SME menyebutkan perihal ini secara terbuka, saya tidak dapat menyebutkan nominalnya. Saya memang telah lepas kontrak, namun saya rasa Lionbridge ingin menjaga kerahasiaan nominal tersebut. Jadi, saya tidak mau mengungkapnya di sini. Kalau ada yang penasaran boleh DM saja ke akun medsos saya.

Sebagai gambaran, penghasilan saya per bulan dari me-rating selama 7 hari sepekan dan sehari rata-rata 30 iklan, bagi saya lebih dari cukup untuk kebutuhan hidup sekeluarga. Satu keluarga kecil terdiri atas dua dewasa, dua anak, serta satu batita.

Oya, Lionbridge tidak langsung membayar upah ke kita, melainkan lewat WorkMarket. Ini situs marketplace pekerja lepas semacam Freelancer. Begitu diterima oleh Lionbridge, saya diminta mendaftarkan diri ke WorkMarket. Rupa-rupanya WorkMarket inilah yang menampung pendapatan saya sebelum boleh ditarik ke PayPal maupun rekening bank.

Fee dibayarkan setiap pekan, kalau belum berubah setiap hari Rabu. Adapun penghitungan jumlah hari kita melakukan rating dan jumlah iklan yang di-rating dilakukan setiap periode Senin-Minggu. Jadi, fee untuk pekan kemarin (Senin-Minggu, 19-25 Oktober 2020), misalnya, dibayarkan ke WorkMarket pada Rabu, 28 Oktober 2020 ini.

Dari WorkMarket, kita dapat menarik uang tersebut ke PayPal (recommended) ataupun rekening bank via wiretransfer. Cuma kita diminta menunggu hingga sebulan baru dana tersebut cair. Pembayaran saya untuk pekerjaan pekan lalu, contohnya, sudah masuk ke akun WorkMarket saya per hari ini. Namun saya baru dapat mencairkannya pada 28 November mendatang.

Bagaimana pendapat saya menjalani pekerjaan ini? Satu ungkapan pendek saja, luar biasa!

Saya menjalani tugas sebagai Social Media Evaluator (SME) di Lionbridge dengan senang hati. Dan tidak terasa setahun telah berlalu, kontrak saya pun habis. Kini waktunya mencari pekerjaan sampingan lain. Ya, dapur harus tetap ngebul.

Semangat, Bung!

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (386 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

5 Comments on Pengalaman cari dolar sebagai Social Media Evaluator (SME) di Lionbridge

  1. Makasih infonya mas. Kebetulan naru proses daftar. Sekalian mau tanya. Sy kan bru aja daftar buat lowongan SME ini di Lionbridge. Emang kt ga dapat email atau notif apa2 ya kl udah berhasil masuk submissionya? Dan brp lama ya kt nggu lolos apa tdk nya? Harap2 cemas jg takut tdk terkirim. Makasih

    Suka

    • Setelah isi formulir pendaftaran kita nggak akan dikasih pemberitahuan apa-apa, kecuali kalau diterima. Nanti kalau diterima, bakalan disuruh ikut semacam tes dulu. Kalau lulus tes, baru deh terima email lagi dan mulai kerja. Tapi dari ikut tes sampai dinyatakan lulus dan bekerja itu bisa sebulan sendiri waktu tunggunya.

      Kesimpulannya, kalau setelah isi form nggak ada kabar apapun dari Lionbridge sampai lebih dari 1-2 bulan, ya berarti nggak rejeki.

      Suka

  2. benar! setuju om.
    sangat2 kebangeten gampangnya, sangat banyak duitnya,
    kalau boleh tahu, berapa lama ya kontrak nya?
    oiya, ada saran untuk yang baru masuk
    selasa invoice masuk dari lionbridge ke workmarket, jumat masuk ke fastfunds kalo gak salah, dari fastfunds kalau mau dimasukkan ke workmarket, nunggu 30 hari, kalau mau diambil langsung boleh, kena potongan, 0,8/1$
    Dari workmarket saya kirim ke paypal, biasanya saya nunggu 3/4 x pembayaran baru saya kirim ke paypal, mengapa? karena per transaksi ada potongan 1$ , saving cost., sayang nya untuk pencairan fastfunds nya per transaksi (gabisa digabung, meminimalkan potongan). Bisa transfer ke rekening bank, tapi potongannya besar.
    Nah, dari paypal, kalo lebih dari 100$ setahu saya ga kena potongan, bayangin transaksi 4x dipotong 1$ per transaksi,
    abis itu dari paypal kirim deh ke rekening kita, biasanya senin/ selasa udah masuk.
    oiya, jumat langsung tarik aja kalau mau narik, sabtu minggu mereka libur, bank mereka di sono.
    TLDR : selasa invoice, jumat masuk dana, proses, senin/selasa gajian,cair.
    – Kemarin dapet notif job ambil foto dan video, rate nya lumayan.
    – Ngajak temen apply disini, kebanyakan bikin akun nya aja ga bisa, mau duitnya gamau usaha dikit :<

    Suka

    • Di Lionbridge kontrak SME itu maksimal 12 bulan (up to 12 month), jadi kalo mulai rating 1 November 2020, nanti terakhir kali dapet job 1 November 2021. Tentu dengan catatan kalo selama terikat kontrak kita nggak ngelanggar term yang bisa berakibat putus kontrak.

      Ditekuni aja, Masbro. Kalau untuk bujangan penghasilannya sangat lumayan sekali ini.

      Suka

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: