Highlight:

Berapa dividen yang didapat jika punya saham senilai Rp 2 miliar?

Berburu dividen saham

INI lanjutan dari berkhayal punya uang Rp 5 miliar yang saya tulis beberapa hari lalu. Kalau misal dari uang sebanyak itu, yang Rp 2 miliar ditanamkan ke saham, berapa sih dividen yang didapat tiap tahun?

Pada saat itu saya tuliskan, proporsi terbesar akan saya tanamkan di saham. Yakni sebanyak Rp 2 miliar. Tujuannya adalah agar seterusnya kebutuhan hidup sehari-hari tercukupi dari dividen saja,

Yang belum familiar dengan dunia investasi saham mungkin jadi bertanya-tanya. Memang seberapa besar sih potensi pendapatan dividen itu? Memang bisa ya kita hidup sepenuhnya mengandalkan dividen?

Well, saya pribadi sih menjadi itu sebagai cita-cita. Atau sebut saja impian. Jalan menuju ke sana sedang saya rintis sejak medio 2019 lalu. Dan kalau saja uang Rp 2 miliar itu beneran ada, wah, saya sudah bisa pensiun dini sejak sekarang.

Baca juga: Merancang program pensiun dengan dividen saham

Mari kita lanjutkan berkhayal. Meski hanya sebuah khayalan, saya yakin sekali ini ada manfaatnya. Siapa tahu kelak beneran punya duit sebanyak itu, kita sudah tahu apa yang sebaiknya dilakukan.

Studi kasus: dividen PTBA

Sebagai contoh, di sini saya akan mengandaikan kita membelanjakan uang sebesar Rp 2 miliar tadi untuk membeli saham PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA). Ingat, ini sekedar contoh saja. Bukan saran untuk membeli sahamnya ya.

Alasan saya menjadikan PTBA sebagai contoh, ini perusahaan tambang yang sudah saya kenal sejak kecil sewaktu di Palembang. Dulu saya sering melihat rangkaian kereta api barang melintas membawa batu bara. Kata bapak saya, itu batu bara hasil tambang Bukit Asam.

Tapi bagi saya pribadi PTBA memang layak dijadikan saham dividen sih. Ini perusahaan BUMN, keuangannya selalu bagus, rutin bagi dividen, dan yang paling menggiurkan: harganya sedang murah-murahnya sekarang.

Mumpung sekarang lagi diskon, kalau beneran ada duitnya Rp 2 M yakin deh bakal saya habiskan semuanya untuk mungutin saham PTBA sekenyang-kenyangnya. Kapan lagi?

Misal itu duit Rp 2 M dibelikan saham PTBA (sekali lagi ini cuma contoh ya, bukan saran membeli)β€”pas posting ini ditulis harga penutupannya Rp2.340 (per Jumat, 13/08/2021), maka Rp 2 M bakal dapet 854.700 lembar. Atau sama dengan 8.547 lot.

Menilik riwayat dividen PTBA, berikut yang dibayarkan pada pemegang saham selama 5 tahun terakhir. Ya, cukup 5 tahun terakhir saja sebagai referensi:

  • 2021: Rp74,69439
  • 2020: Rp326,46459
  • 2019: Rp339,63101
  • 2018: Rp318,521
  • 2017: Rp285,5

Total dividen adalah Rp1.344,81099 selama lima tahun terakhir.

Sekarang kita cari angka rata-rata dividen PTBA per tahun. Maka total dividen tadi dibagi 5. Hasilnya adalah Rp268,962198 per tahun.

Berikutnya mari kita hitung dividend yield-nya. Tentu saja ini cuma perkiraan ya, karena yang dihitung kan dividen lampau. Ke depan bisa jadi angka serta potensinya berbeda. Bisa naik, bisa juga turun.

Saya pribadi meyakini peluang dividen PTBA untuk naik itu cukup terbuka mengingat …. Nggak jadi deh, nanti dikira pompom saham PTBA, hehehe.

Balik ke perhitungan, kalau kita beli saham PTBA di harga Rp2.340 per lembar, dan rataan dividen tahunan adalah Rp268,962198, maka dividend yield-nya adalah:

(Rp268,962198 / Rp2.220) x 100% = 12,115%

Artinya, duit Rp 2 M tadi berpotensi kasih dividen tahunan sebesar Rp242.300.000–atau sederhanakan saja jadi Rp 242 juta–setiap tahun. Atau Rp 20 juta per bulan.

Meski harus ditulis tebal kalau ini masih bersifat potensi, bukan sesuatu yang pasti, tapi tetap saja gurih kan ya? Yeah, thanks to euforia pada segala macam digital-digitalan dan tech-tehch-an yang sedang ramai di bursa.

Okelah, Rp 20 juta per bulan tidak terlalu besar bagi sebagian orang. Tapi, seiring bertumbuhnya perusahaan, angka itu bisa terus tumbuh pula. Jangan lupakan juga potensi capital gain, karena harga PTBA masih terhitung rendah sekarang.

Satu-satunya yang diperlukan setelahnya adalah bersabar. Jadikan waktu sebagai sahabat.

Baca juga: Berapa lembar saham yang dibutuhkan agar dapat dividen Rp 100 juta per tahun?
Warren Buffet stock quote

Bagaimana kalau malah boncos?

Etapi kan kalau dibeliin saham nanti bakalan turun harganya? Duitnya berkurang dong, nggak Rp 2 miliar lagi? Kalau nanti floating loss-nya lebih gede dari dividen, kan malah rugi kita?

Nggak mau, ah!

Eh, Bambang! Harga saham itu kalau nggak naik, ya turun. Kalau nggak turun, ya naik. Nah, waktu terbaik untuk beli saham justru pada saat harganya sedang turun.

Tentu saja sebelum memutuskan beli kita harus cek dulu kondisi perusahaannya bagaimana. Kok harganya sampai turun kenapa. Apakah karena kinerjanya yang memang sedang stagnan, seperti Unilever (UNVR) sebagai contoh, atau sekadar sentimen pasar?

Kalau harganya turun karena “ulah” market, ya santuy aja. Semakin murah semakin bagus malahan. Kita tinggal punguuuuut terus sampai kenyang.

Kalau kita beli saham pas harganya sedang di bawah, nanti akan ada saatnya bakal naik lagi tuh. Duit yang Rp 2 M bakal berlipat-lipat malahan. Sambil menunggu harga naik–semisal pasang target kalau bagger dijual lagi, kita bisa menikmati dividen rutin.

Baca juga: Saham third-liner yang bikin saya merasakan bagger untuk pertama kali

Dividen tiap tahun dapat, cuan lebar dari selisih harga juga dapat. Malah dobel tuh.

Sebaliknya, kalau kita beli saham pas harganya sedang berada di pucuk (yang biasanya sama sekali nggak harum seperti merek teh kemasan), apalagi ketika sedang jadi idola semua orang, ya tinggal tunggu saja kapan saatnya harga saham tersebut bakal turun.

Kalau kamu beli di pucuk dan terlambat keluar, habis sudah uangmu dimakan market. Salah sendiri, perusahaan hobi bakar duit kok dibeli, hihihi.

Oya, ini kalau yang Rp 2 M tadi punya saya ya. Kalau punya orang lain ya terserah orangnya mau dibuat apa. πŸ˜€

Catatan: Posting ini merupakan pengembangan dari jawaban saya di Quora
Menulis di GoodNovel dan raih penghasilan ratusan USD!
About Eko Nurhuda (402 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: