Highlight:

Karawang New Industry City, kawasan industri terpadu nan modern di tepi jalan tol Jakarta-Cikampek

Karawang New Industry City

APA yang terlintas di pikiranmu ketika mendengarkan nama Karawang? Yang pertama kali meloncat dari memori kebanyakan orang mungkin goyang Karawang, lalu deretan pabrik. Sedangkan yang masih pelajar atau mahasiswa akan menyebut Rengasdengklok. Satu yang rasanya belum banyak tahu adalah Karawang New Industry City (KNIC).

Sesuai namanya, Karawang New Industry City adalah sebuah kota industri baru yang tengah dikembangkan di Kabupaten Karawang. Lokasi persisnya adalah di Jalan Raya Trans Heksa, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat.

Berlokasi di persimpangan jalan antara Jakarta-Bandung, hanya sekitar 6,5 kilometer dari Rest Area KM 42 Tol Jakarta-Cikampek, KNIC menjadi kawasan industri ke-90 di Indonesia, serta yang ke-25 di Jawa Barat. Kota yang mulai dikembangkan sejak akhir 2017 ini dirancang sebagai sebuah kawasan industri terpadu berkonsep modern.

Satu yang bakal membedakan KNIC dengan kawasan industri sejenis, kota terpadu yang dibangun dengan gelontoran investasi sebanyak US$ 300 juta ini dirancang sebagai kawasan industri yang mengacu pada Era Industri 4.0. Hal ini mendapat apreasiasi khusus dari Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT.

“Kami mengapresiasi pembangunan KNIC ini, terlebih lagi sebagai kawasan industri yang diarahkan menuju kawasan industri 4.0,” demikian disampaikan Menperin dalam keterangan tertulis, usai menghadiri seremoni groundbreaking pembangunan kawasan untuk 6 mitra dan penyewa pada 20 Juni 2019 lalu.

Karawang New Industry City dirancang menghampar di lahan seluas 205 hektar. Kawasan ini akan dilengkapi dengan koneksi digital, serta ragam fasilitas dengan teknologi terkini yang dirancang khusus untuk industri otomotif, elektonik, pangan, dan bahan bangunan.

Kelak saat proyek ini rampung, pengembang KNIC memproyeksikan pihaknya dapat memberi kontribusi untuk pajak daerah sebesar US$ 12,5 juta per tahun. Menggunakan kurs saat tulisan ini ditulis, 14 Juli 2020, jumlah tersebut setara Rp 181,1 miliar (kurs Rp14.488,50/US$).

Karawang New Industry City groundbreaking ceremony 2019

Seremoni peletakan batu pertama pembangunan pabrik-pabrik global yang akan menempati Karawang New Industry City. Dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan disaksikan Bupati Kawarang Cellica Nurrachadiana, seremoni berlangsung pada 20 Juni 2019.

Pengembang Global Berpengalaman

Ngomog-ngomong, siapa sih pengembang di balik ide Karawang New Industry City ini?

Adalah China Fortune Land Development (CFLD International) yang menjadi pengembangan serta pengelola KNIC. CFLD International merupakan perusahaan pengembang skala global yang berasal dari Tiongkok. Penetrasi CFLD di Indonesia dilakukan melalui PT CFLD Indonesia Real Estate Development.

Pengembang ini mempunyai pengalaman yang panjang di negaranya. Di Tiongkok, CFLD International berhasil membangun kota-kota industri maupun kota wisata nan nyaman. Sebut saja Gu’An New Industry City dan Jiashan New Industry City yang sudah dapat dilihat bangunan fisiknya.

Di tingkat global, portofolio CFLD tersebar di 80 wilayah di seluruh dunia. Tak hanya negara berkembang seperti Indonesia dan Vietnam, proyek CFLD juga merambah negara maju. Seperti misalnya di Jerman, Finlandia, Rusia, Israel, juga sejumlah negara bagian di Amerika Serikat: San Fransisco, New York, Boston, dan Chicago.

Di Asia, CFLD telah menancapkan kukunya di dua negara superpower kawasan ini: Jepang dan Korea Selatan. Adapun Indonesia dipilih karena merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. CFLD melihat Indonesia mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan, misalnya:

  • Indonesia adalah anggota G20 yang berisi negara-negara besar nan maju di dunia.
  • Indonesia masih memiliki wilayah-wilayah potensial yang layak dikembangkan. Karawang dan Tangerang adalah dua di antaranya.
  • Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia memiliki keunggulan dalam hal jumlah tenaga kerja.
  • Ekonomi Indonesia masih jauh dari kata mapan, dengan kata lain masih ada banyak ruang untuk berkembang sehingga bakal sangat menguntungkan untuk investasi.

Secara keseluruhan, proyek-proyek garapan CFLD sejauh ini telah menarik 2.000 perusahaan untuk turut mengisi ruang-ruang dalam kota yang dikembangkan, menghasilkan investasi kumulatif sebesar US$ 72,9 miliar, serta menyumbang US$ 39,3 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dari seluruh kegiatan bisnisnya di tingkat global, CFLD International mengantongi aset senilai US$ 59,7 miliar. Tak heran bila Forbes Global mengganjar pencapaian tersebut dengan memasukkan perusaan pengembang ini ke dalam daftar Brand Finance Global 500 dan The World’s Largest Public Companies List, keduanya di tahun 2019.

Karawang New Industry City masterplan

New Industry City Kedua di Indonesia

Indonesia kebagian dua proyek New Industry City dari CFLD International. Proyek kota industri di Karawang merupakan yang kedua setelah Tangerang New Industry City (TNIC) yang telah terlebih dahulu digarap.

Pemilihan lokasi KNIC dan TNIC mengikuti pakem yang menjadi ciri CFLD dalam menempatkan proyek-proyek kota industrinya. Kota-kota garapan CFLD nyaris seluruhnya dibangun tak jauh dari ibukota negara di mana kota tersebut berada. Jaraknya selalu berada dalam kisaran di bawah 60 km.

Misalnya Nhon Trach New Industry City yang terletak di dekat pintu masuk Ring Road 3 di Ho Chi Minh City, ibukota Vietnam. Sedangkan Gu’An New Industry City terletak sekitar 50 km di selatan pusat kota Beijing, ibukota Republik Rakyat Tiongkok.

Jiashan New Inudstry City mungkin jadi pengecualian karena tidak terletak dekat Beijing. Namun kota industri satu ini hanya berjarak 50 km dari Shanghai, kota yang boleh dibilang merupakan ibukota industri Tiongkok.

Kita ketahui bersama, Tangerang dan Karawang berlokasi tak jauh dari Jakarta sebagai ibukota saat ini. Lokasi TNIC berjarak 38,5 km dari Istana Merdeka di Jakarta. Sedangkan lokasi KNIC berjarak sekitar 73,4 km dari pusat pemerintahan Indonesia tersebut. Kedua lokasi dapat dicapai dalam jarak tempuh kurang dari sejam mengendarai mobil.

Andaipun kelak pembangunan ibukota baru di Kalimantan selesai, Jakarta masih akan berfungsi sebagai pusat bisnis yang jangkauannya dapat meluas hingga daerah-daerah penyokong di sekitarnya. Itu artinya kawasan-kawasan industrial yang dibangun CFLD di Tangerang maupun Karawang tetap menawarkan prospek menarik.

Well, demikian ulasan saya mengenai Karawang New Industry City. Semoga proyek ini segera rampung sehingga banyak tenaga kerja yang terserap oleh perusahaan-perusahaan yang berlokasi di kawasan industri ini.

Referensi:

Beri tip untuk blog ini
About Bung Eko (44 Articles)
Let's blog with happiness :)

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: