Highlight:

5 Keuntungan Menabung Emas

GOLD is the real money. Begitu bunyi tagline satu toko emas yang sempat saya intip situsnya. Dan memang demikianlah adanya. Emas adalah sebenar-benarnya uang. Mata uang yang pada fisiknya memiliki nilai, bukan material tak berharga yang dianggap bernilai hanya karena dikeluarkan oleh instansi tertentu. Itu sebabnya menabung emas sangat disarankan.

Emas boleh dibilang merupakan instrumen investasi tertua dalam sejarah manusia. Logam mulia ini juga jadi mata uang andalan di masa terdahulu, jauh sebelum manusia menciptakan uang dari kertas dan logam-logam tak berharga.

Arkeolog yang melakukan penggalian di Turki menemukan koin emas yang diperkirakan berasal dari tahun 600 SM. Koin-koin tersebut diduga kuat beredar pada masa Kerajaan Lydia. Menurut catatan sejarawan Yunani kuno Herodotus, bangsa Lydia-lah yang pertama kali menggunakan koin emas dan perak sebagai mata uang.

Emas terus menjadi mata uang di masa-masa setelahnya. Satu riwayat menyebut koin emas (dan perak) dipakai pada era Rasulullah Muhammad SAW, dan terus digunakan pada masa kekhalifahan Islam hingga era kesultanan Islam di berbagai belahan dunia termasuk Nusantara.

Dalam Islam sendiri ketentuan nisab zakat harta ditentukan berdasarkan dinar yang terbuat dari emas murni. Di mana apabila seseorang mempunyai simpanan 20 dinar (88,8 gram emas) yang telah dimiliki selama setahun, maka ia wajib membayar zakat sebesar 2,5%. Sedangkan untuk dirham nisabnya sejumlah 200 keping.

Kini, emas menjadi salah satu instrumen tabungan favorit. Ini disebabkan harga emas cenderung terus naik dari tahun ke tahun. Well, sebenarnya bukan harga emasnya yang tambah mahal, melainkan uang kertasnya yang semakin jatuh nilainya.

Saya ingat betul, tahun 2005 saya beli sekeping emas murni produksi Antam seharga Rp1.250.000. Mudah sekali menghitung waktu itu harga emas Rp250.000 per gram. Coba bandingkan dengan harga sekarang, yang saat posting ini ditulis (31 Januari 2017) harganya di situs Antam Rp2.830.000. Harga per gram dibanderol sebesar Rp566.000.

Hmm, mengingat ini saya pun jadi ingin menyimpan emas lagi. Setidaknya ada lima alasan kenapa emas layak dijadikan sebagai tabungan. Apa saja?

Dinar dan dirham keluaran Islamic Mint Nusantara (IMN). FOTO: DinarFirst.com

1. Tabungan Sesuai Syariat
Mungkin terdengar sangat frontal, namun kalau bicara syariat Islam menyimpan emas merupakan tabungan paling syar’i. Meski tanpa embel-embel nama “syariah” sekalipun.

Maksud syar’i di sini adalah tabungan bebas riba. Kita menyimpan emas sebanyak 10 gram, misalnya, maka emas tersebut akan tetap sebanyak 10 gram dalam lima tahun ke depan. Tak bertambah satu ons pun. Menariknya, bila ditukarkan dengan rupiah kita bakal mendapat nilai yang lebih besar dari saat membeli emas tersebut. Ini terjadi karena rupiah yang pada dasarnya tak berharga mengalami penurunan nilai.

Berbeda dengan segala bentuk tabungan ribawi yang menjanjikan bunga. Kita simpan uang Rp10.000.000 dalam bentuk deposito selama lima tahun, misalnya. Dengan patokan suku bunga BCA yang sebesar 5% setahun, maka dalam lima uang tersebut bertambah menjadi Rp12.500.000. Tambahan Rp2.500.000 dari deposito tersebut adalah riba yang kita semua tahu hukumnya menurut syariat Islam.

Agar tabungan emas benar-benar sesuai syariat, perhatikan baik-baik batas-batas halal-haram dalam memperoleh emas tersebut. Jangan sampai kita melakukan pembelian yang tidak dibenarkan syariat sehingga transaksi emas menjadi haram.

2. Tahan Inflasi
Saya sebenarnya kurang suka memakai istilah ini, namun inilah yang paling dipahami. Secara mudah orang memahami harga emas semakin lama semakin mahal. Padahal yang terjadi adalah, emas tak pernah berubah nilainya. Sedangkan sistem ribawi pada uang fiat (uang yang terbuat dari kertas dan logam tak bernilai) membuat nilai uang tersebut terus merosot setiap waktu.

Tak cuma terhadap emas, uang fiat juga terus merosot nilainya bahkan terhadap komoditas lain. Maklum saja, memang pada dasarnya uang-uang tersebut tidak berharga. Ini yang kemudian kita sebut “harganya tambah mahal.” Istilah kerennya inflasi.

Masih ingat harga semangkuk bakso 10 tahun lalu? Tak usah jauh-jauh mundur sampai 10 tahun. Dua tahun lalu saya masih bisa makan bakso seharga Rp10.000/porsi. Sekarang? Di warung bakso langganan saya, seporsi sudah Rp13.000. Itu artinya naik 30% dalam dua tahun alias 15% per tahun. Wow!

Ilusi ini yang kemudian menimbulkan kesan harga emas kian mahal. Padahal tidak. Yang sebenarnya terjadi adalah emas terus bertahan nilainya, sedangkan uang fiat terus merosot. Sehingga nilai tukar emas dengan uang fiat 10 tahun ke depan akan sangat melonjak dibanding saat itu. So, inilah alasan kedua kenapa harus menyimpan emas.

3. Bebas Pajak
Bukan bermaksud tak mau membayar pajak, tapi ini tentu jadi keuntungan berikutnya dari menyimpan emas. Dengan demikian tabungan emas kita tetap utuh tanpa potongan apapun, kecuali kewajiban membayar zakat apabila telah mencapai nisab.

Emas dibebaskan dari pajak penghasilan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pajak Nomor 15/Pj/2011. Di dalam SK ini dijelaskan bahwa emas tidak dikenai pajak, berapa pun jumlah dan berat yang kita punya. Harap dicatat, emas yang dibebaskan pajaknya tersebut hanyalah emas batangan dan koin. Sedangkan emas berbentuk perhiasan tetap terkena pajak.

Sebenarnya sih emas tidak 100% bebas pajak. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 107/PMK.010/2015 yang terbit pada 8 Juni 2015, mengenakan PPh sebesar 0,45% dari harga jual emas batangan dan koin. Berita baiknya, pajak ini hanya dikenakan saat kita membeli emas.

4. Tidak Mudah Rusak
Emas merupakan logam tahan korosi, sehingga tidak mudah rusak sekalipun disimpan ribuan tahun. Ini dibuktikan dari penemuan koin-koin emas Romawi yang berangka tahun sebelum Masehi. Koin emas Romawi tersebut ditemukan dalam kondisi masih bagus dan jelas ornamennya.

Demikian halnya koin emas Kerajaan Lydia yang diperkirakan dibuat pada tahun 600 SM. Apatah lagi dinar-dinar era kekhalifahan Islam yang baru berusia ratusan tahun. Seperti dinar Khalifah Abdul Malik bin Marwan (646-705 M) dari Dinasti Umayyah pada foto kanan.

Perawatan emas juga terbilang mudah, atau malah tidak perlu perawatan sama sekali. Yang terpenting kita menyimpan emas di tempat yang baik dan aman. Kalau simpanan emas sudah banyak dan kita merasa khawatir mengenai keamanannya, disarankan untuk menyimpan di safe deposit box yang disewakan bank atau Pegadaian.

5. Sangat Cair
Sebutkan satu barang yang begitu mudah dijual kapanpun kita mau menjualnya. Ya, emas. Butuh uang mendesak saat ini juga? Tinggal keluarkan emas dan bawa ke toko emas, atau ke pedagang emas emperan dengan timbangannya yang khas itu. Kalau deal, saat itu juga uang tunai ada dalam genggaman.

Saya tidak menyebut Pegadaian di sini, sebab instansi satu ini memberlakukan bunga. Sekalipun menggunakan istilah lain dan besarnya “hanya” 1,15% per 15 hari, tetap saja itu bunga dan sebaiknya dihindari. Ingat prinsip dalam syariat berikut ini, “yang banyaknya memabukkan, sedikitnya juga haram.”

Tapi kan itu hukum untuk minuman keras?

Ya, logika hukumnya akan sama saja dengan riba. Yang 10% per tahun haram, maka 2,30% per bulan pun tetap saja haram. Bukankah riba diharamkan tanpa menyebut berapa persen nilainya? Jadi, kalau butuh uang tunai sebaiknya relakan saja emas simpanan untuk dijual.

Semoga bermanfaat!

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Gold
https://en.wikipedia.org/wiki/Lydia
https://zakat.or.id/bab-iii-nisab-dan-kadar-zakat/
https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html
https://muslim.or.id/24811-hukum-jual-beli-emas-secara-online.html
https://konsultasisyariah.com/12991-aturan-jual-beli-emas-dan-tukar-valas.html
http://www.logammulia.com/price_list.php?idbutik=5&idkat=2&tanggal=2017-01-31&iddesc=0001
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150618144017-85-60860/mulai-agustus-emas-batangan-kena-tambahan-pajak-045-persen/

Foto-Foto:
Foto 1: https://s.thestreet.com/files/tsc/v2008/photos/contrib/uploads/goldbarscoins_600x400.jpg
Foto 2: DinarFirst.org
Foto 3: Wikipedia.org

Iklan

About Eko Nurhuda (360 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

8 Comments on 5 Keuntungan Menabung Emas

  1. Insya Allah nggak rugi, Mas. Tuh, di atas dijabarin 5 keuntungannya πŸ™‚

  2. hmm menabung emas ya..perlu dipelajari dulu secara mendetail kelebihan dan kerugiannya..makasih infonya mas

  3. Saya nggak nyebut investasi emas ya, karena emas itu dalam Islam berperan sebagai mata uang sejati. Jadi istilah yang tepat menabung emas. Cuma karena sekarang pada make uang kertas, emas dijadikan sebagai komoditi.

  4. Ya jangan ditarok di rumah.

  5. Investasi emas dengan investasi tanah, lebih bagus mana Bung Eko?
    BTW, salam kenal ya… saya bisa mampir kesini dari blogstore uanglama punya Bung Eko tuh…. πŸ˜€

  6. Menarik tapi takut kalau emasnya dicolong kalp ditarok dirumah πŸ˜‚

  7. yap, sejak emas ditemukan inilah mata uang yang dipakai banyak kerajaan/kekaisaran/kesultanan. Sayangnya sekarang udah dijadiin komoditas, padahal emas adalah mata uang yang sebenar-benarnya.

  8. Investasi emas sudah ada dari jaman dulu ya mas, sampai saat ini juga masih banyak yg suka. Lha wong manfaatnya banyak gitu. Btw ibuku juga sukanya nabung perhasan hihihi

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: