//go.padstm.com/?id=80509&t=iframe“RAJIN menabung pangkal kaya.” Masih ingat dengan kalimat bijak yang diajarkan guru kita di Sekolah Dasar ini? Ada juga kalimat bijak lain yang masih berhubungan dengan tabung-menabung, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”

Maksudnya, jangan pedulikan seberapa sedikit uang yang ditabung, yang penting teruslah menabung secara rutin. Lama-lama, uang di tabungan akan bertambah banyak.

Pertanyaan saya sederhana saja, benarkah dengan rajin menabung kita bakal kaya? Logika sederhana kita bakal langsung mengatakan “ya”.

Ilusi Bunga Bank

Celengan: Lebih aman daripada tabungan di bank?
Kita tentu sama tahu kalau menabung di bank akan mendapat bunga. Saya tidak tahu berapa rate bunga tabungan ataupun deposito di bank dewasa ini, tapi yang jelas semua bentuk tabungan mendapat bunga sehingga bisa dipastikan jumlahnya bakal bertambah. Kalau tabungan tersebut tidak pernah diambil, tapi sebaliknya terus-menerus ditambah secara rutin, maka jumlah tabungan akan terus berlipat-ganda berkat sistem bunga berbunga.

Anggap saja Bung punya uang sebanyak Rp10.000.000 dan menabungnya di bank dalam bentuk deposito. Untuk deposito berjangka 1 tahun, Bung memperoleh bunga 8%. Memakai hitung-hitungan sederhana saja kita sudah tahu, setahun kemudian uang Bung akan bertambah menjadi Rp10.800.000. Pertanyaannya saya ulangi, apakah Bung bertambah kaya dibuatnya?

Kalau hanya melihat dari angka rupiah di tabungan yang semula Rp10.000.000 kemudian menjadi Rp10.800.000 setahun kemudian, memang Bung bertambah kaya. Tabungan Bung bertambah Rp800.000 dan itu berarti Bung bertambah kaya. Tapi coba lihat realita yang kita hadapi bersama, maka Bung akan tahu bahwa bertambahnya Rp800.000 ke dalam tabungan sama sekali tidak membuat Bung bertambah kaya. Kok bisa?

Nominal Bertambah, Tapi Nilai Berkurang
“…meskipun uang Bung bertambah Rp800.000 tapi Bung cuma bisa membeli bakso sebanyak 1.542 mangkuk atau 124 mangkuk lebih sedikit!”Saya beri contoh mudah. Kebetulan saya suka bakso, maka contohnya adalah harga semangkuk bakso yang dibandingkan dengan jumlah uang yang Bung punya.

Setahun lalu, pada saat menyetorkan tabungan ke bank, harga bakso masih Rp6.000/mangkuk. Dengan uang Rp10.000.000 Bung bisa membeli sekitar 1.666 mangkuk bakso. Setahun kemudian, pada saat tabungan bertambah menjadi Rp10.800.000 karena bunga, harga bakso sudah naik menjadi Rp7.000/mangkuk (cuma naik Rp1.000!). Sekarang coba hitung berapa banyak bakso yang bisa Bung beli dengan uang yang sudah bertambah banyak itu. Jangan kaget, meskipun uang Bung bertambah Rp800.000 tapi Bung cuma bisa membeli bakso sebanyak 1.542 mangkuk atau 124 mangkuk lebih sedikit!

Pertanyaannya saya ulangi sekali lagi, apakah Bung bertambah kaya? Kalau dihitung berdasarkan jumlah barang yang bisa Bung beli, menabung di bank rupanya tidak membuat Bung bertambah kaya. Benar tabungan Bung bertambah setahun kemudian, tapi jumlah barang yang bisa Bung beli dengan uang yang sudah bertambah itu malah semakin sedikit. Lucu, bukan?

Silakan disimpulkan sendiri-sendiri.

About these ads