Tag

, , ,

Siapa tak kenal radio? Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang tidak kenal dengan alat komunikasi yang banyak diklaim oleh sejumlah penemu ini. Meskipun jaman sudah berubah, teknologi sudah sedemikian canggih, tetap saja radio eksis. Buktinya, di kota Jogja saja sampai saat ini ada lebih dari 20 stasiun radio. Di kota sekecil Pemalang saja ada sekitar 6-7 stasiun radio.

Buat saya sendiri, radio adalah satu-satunya sarana hiburan yang saya kenal sejak SD sampai menginjak bangku kuliah. Maklum, saya terlahir dalam keluarga yang hidup serba pas-pasan, jadi cuma bisa beli radio untuk rengeng-rengeng (ini bahasa Indonesia-nya apa ya?). Radio yang sangat akrab dengan keluarga saya adalah radio tripleks berbentuk kotak merek National. Ibu saya membeli radio tersebut ketika saya kelas 1 SMP, dan masih saya pakai sampai saya merantau ke Jogja.

Sayangnya, semenjak punya alat hiburan lebih canggih (televisi, VCD player, komputer, dan walkman), radio tersebut tidak lagi terurus. Setelah berulang kali pindah kos, radio kesayangan saya itu terabaikan dan entah hilang di mana. Kini, setiap kali konek internet dan mendengarkan radio online, saya selalu terbayang-bayang radio bersejarah itu.

Sambil mengenang radio kesayangan saya yang sudah tidak ada, yuk kita kilas balik perkembangan radio.

NEXT >> Radio Marconi, tahun 1895

About these ads