Iklan
Highlight:

Tekno

Mengabadikan Kelezatan Pempek Pak Raden dengan ASUS ZenFone C

3 Maret 2017 // 38 Comments

LAHIR dan tumbuh besar di Palembang, saya memiliki ikatan emosional kuat dengan kota satu ini. Selalu ada harapan untuk bisa kembali lagi ke sana. Bukan cuma perkara nostalgia nan sentimentil, namun juga karena kangen berat dengan makanan-makanan khasnya yang menggugah selera, terutama pempek. Sewaktu kecil saya sangat terbiasa dengan teriakan, [lanjut...]

Tiga Tahun bersama Acer Aspire E1-422

10 Januari 2017 // 18 Comments

JANUARI 2017 ini tepat tiga tahun kebersamaan saya dengan laptop Acer Aspire E1-442. Laptop berwarna hitam yang telah banyak membantu saya dalam mengelola blog, menulis ratusan artikel ketika saya bekerja sebagai content writer, dan belakangan memproduksi seratusan lebih video untuk channel YouTube saya. Saya membeli laptop ini setelah laptop lama [lanjut...]

Eksplor Kota Tua Jakarta dengan ASUS Zenfone C

5 November 2016 // 18 Comments

DARI sekian tempat menarik di Jakarta, saya paling penasaran dengan Kota Tua. Alasan pertama adalah cerita yang membungkus kawasan tersebut. Sebagai eks siswa yang dapat nilai 10 dalam pelajaran Sejarah, saya sangat menyukai cerita-cerita masa lalu. Makanya bangunan-bangunan tua di Kota Tua seperti memiliki magnet bagi saya. Sayangnya, entah [lanjut...]

Mimpi Punya ASUS Vivo AiO V230IC untuk Wujudkan Grombyang TV

30 Juni 2016 // 2 Comments

SUDAH sejak lama saya dibuat tertarik sekali mendalami dunia audio visual. Terlebih setelah melihat perkembangan YouTube yang semakin lama semakin membuat ketar-ketir dunia pertelevisian. Butuh waktu lama memang melawan semua keraguan, tapi saya mantap menggantungkan impian untuk membangun sebuah production house skala kecil dan memproduksi [lanjut...]

Foto Bareng Pramugari Berhijab berkat Kamera Ponsel ASUS Zenfone C

5 Juni 2016 // 37 Comments

PENUMPANG pesawat Nam Air penerbangan Palembang-Jakarta pada 17 Mei 2016 siang itu sudah turun semua. Saya masih berpura-pura sibuk dengan tas di kursi yang kanan-kirinya telah kosong ditinggalkan. Mata saya melirik ke depan, kosong. Lalu lirikan beralih ke arah belakang pesawat. Ah, di sana dia rupanya! Saya tersenyum simpul, lalu menggendong tas [lanjut...]