Highlight:

Tips membeli parfum pria sesuai kebutuhan tubuhmu

ADA satu pelajaran berharga yang saya dapat saat mendaftarkan anak sulung masuk SMP tahun ini. Apa pun profesi serta aktivitas kita sehari-hari, tampil prima saat berkumpul dengan orang banyak itu merupakan sebuah keharusan! Plus, semprotan parfum pria.

Selama ini saya terhitung cuek pada penampilan. Pikir saya, bukan orang kantoran ini. Tidak ada yang menuntut saya untuk selalu tampil rapi jali. Maka penampilan saya cenderung suka-suka. Niatnya sih, pengin terlihat kasual lagi santai.

Setelan pakaian yang biasa saya kenakan sehari-hari adalah kaos oblong dan celana pendek. Kalau harus keluar rumah, maka celana pendek berganti celana panjang atau sarung—tergantung tujuan kepergian saat itu.

Untuk alas kaki, selalunya saya mengenakan sendal. Tidak pernah bersepatu. Lagi-lagi tergantung ke mana perginya. Seringnya sih, cuma bersendal jepit merek Swallow. Namun terkadang juga pakai sendal kulit imitasi pemberian istri, yang harganya bikin saya merasa sayang menginjaknya.

Boro-boro memikirkan parfum! Paling banter saya hanya memakai deodoran di ketiak. Cukup sekali oles sehabis mandi, sudah. Sekadar bertujuan agar aroma tidak sedap yang biasa menguar dari area tersebut sedikit tertahan.

Namun proses pendaftaran putera sulung saya ke SMP baru-baru memberi pelajaran penting. Tampil prima dengan busana terbaik, termasuk dengan aroma tubuh wangi dan segar, adalah sebuah keharusan yang tidak boleh ditawar-tawar.

Apakah saya lantas jadi malu berpenampilan seperti sebelum-sebelumnya?

Alasannya bukan diri saya, melainkan anak. Saya sih, tetap cuek-cuek saja seperti biasa. Akan tetapi saya ingin putera saya merasa bangga saat didampingi sang ayah.

Karena itu saya musti benar-benar menjaga penampilan, terutama jika menghadiri acara di sekolahnya. Seperti pada foto di bawah ini, di mana saya dan istri mengantar anak daftar ulang di SMP pilihannya.

Wajib Pakai Parfum

Kalau soal pakaian, saya tidak terlalu pusing. Sebab, sebetulnya saya punya stok kemeja dan celana panjang lebih dari layak yang terhitung banyak. Banyak sekali malah.

Cuma ya karena itu tadi, saya merasa lebih nyaman memakai kaus oblong dan celana pendek. Jadilah kemeja dan celana panjang hanya teronggok di dalam lemari. Ada yang sampai bilangan tahun.

Demikian juga dengan alas kaki. Istri kerap membelikan sendal bagus-bagus, hanya saja saya merasa terlalu sayang memakainya untuk sehari-hari. Makanya kemana-mana cukup menggunakan sendal jepit karet.

Nah, kalau soal parfum, saya musti belajar banyak. Untunglah saya punya dua adik laki-laki yang sama-sama sudah memakai parfum sejak zaman masih SMA. Dari merekalah saya lantas banyak bertanya soal cara memilih dan membeli parfum pria.

Adik-adik saya itu juga sebetulnya tipe-tipe yang berpenampilan kasual. Namun mereka selalu wangi berkat memakai parfum khas pria. Tidak pernah ketinggalan. Bahkan walaupun seharian bakal di rumah saja, mereka tetap pakai parfum.

Lebih-lebih adik bungsu, yang sehabis mandi selalu menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Kebiasaan yang sering disaksikan putera saya saat kami mudik dan lantas sempat ditiru olehnya.

Dari adik-adik saya inilah kemudian saya mendapat tips berharga soal parfum. Tidak dapat sembarang pilih atau bakal gagal tampil keren. Membelinya pun musti berhati-hati supaya tidak terjebak mendapat barang tiruan atau banderol terlalu mahal.

Tips Membeli Parfum Pria

Mengutip penuturan adik-adik saya, ada beberapa hal yang musti diperhatikan baik-baik saat memilih parfum pria. Berikut beberapa poin pentingnya:

1. Kenali kondisi tubuh

Meski pada umumnya berkeringat lebih banyak, kondisi setiap laki-laki itu berbeda satu sama lain. Ada yang aliran keringatnya biasa-biasa saja, ada yang sangat banyak.

Termasuk juga aroma yang keluar bersama dengan keringat tersebut. Ada yang menguarkan aroma tajam menyengat, ada yang bahkan nyaris tidak berbau.

Maka dari itu perlu dicermati benar karakteristik dan kondisi tubuh masing-masing. Tujuannya adalah agar parfum yang dipilih sesuai dengan kita. Baik aromanya, maupun kadar alias tingkat konsentrasinya.

Untuk mengetahui apakah sebuah parfum cocok atau tidak, kita wajib mencobanya terlebih dahulu. Coba semprotkan ke tubuh dan cari tahu bagaimana wanginya saat telah bercampur aroma tubuh.

2. Ketahui kadar parfum yang sesuai

Meski sama-sama disebut parfum, tetapi setiap parfum memiliki tingkat konsentrasi berbeda-beda. Bahasa mudahnya, kadar campuran airnya tidak sama sehingga bakal membedakan kadar wangi tiap-tiap jenis.

Ada yang kadar konsentrasinya tinggi dan inilah yang benar-benar parfum. Biasanya disebut dengan istilah eau de parfum. Wanginya kuat dengan daya tahan paling lama. Sebanding dengan itu, umumnya harga jenis ini lebih tinggi pula.

Agak di bawah eau de parfum dengan kadar konsentrasi lebih sedikit disebut eau de toilette. Jenis ini wanginya masih cukup kuat serta dapat bertahan agak lama. Soal harga tentu di bawah jenis pertama.

Terakhir, yang paling rendah konsentrasinya adalah eau de cologne. Jenis ini kadar konsentrasinya paling rendah dengan daya tahan paling sebentar. Harganya bisa dipastikan termurah dari dua jenis sebelumnya.

Nah, setelah mengetahui karakteristik dan kondisi tubuh, barulah kita bisa memilih parfum yang sesuai kebutuhan. Apakah yang aroma kuat dan tahan lama? Atau cukup yang ringan dan hanya beberapa jam sudah pudar wanginya?

3. Sesuaikan dengan kepribadian

Jika sudah tahu jenis parfum seperti apa yang dibutuhkan, berikutnya tinggal memilih yang sesuai dengan kepribadian. Lebih tegasnya, aroma wangi yang menggambarkan kepribadian kita.

Pernah enggak bertemu seseorang entah di stasiun atau bandara dan kamu mengernyitkan kening saat mencium aroma parfumnya? Terus kamu langsung membatin, “Kok, orangnya begini tapi pakai parfum begitu, sih?”

Nah, itulah pentingnya memilih parfum sesuai dengan kepribadian. Sebab aroma parfum yang tepat dapat menegaskan kepribadian pemakainya.

Misalnya, untuk pria introvert yang sudah berumur seperti saya, serta tergolong romantis pada pasangan, pilihan paling tepat antara aroma woody atau floral. Aromanya segar, tetapi elegan.

Jika kamu tipe pria modern dan penuh gaya, aroma amber atau musky sepertinya cocok buatmu. Sedangkan bagi yang selalu aktif bergerak—entah berolah raga atau sangat sibuk dengan pekerjaan, coba pilih aroma dedaunan, aquatic atau citrus.

4. Sesuaikan dengan kesempatan dan aktivitas

Sebetulnya satu jenis parfum saja sudah cukup. Namun ada kalanya parfum pilihan kita kurang pas jika dipakai pada kesempatan berbeda. Misalnya antara suasana kantor dengan acara-acara lain selepas bekerja.

Parfum untuk olahraga, misalnya, tentu tidak pas jika dipakai untuk bekerja kantoran yang seharian penuh hanya duduk di belakang meja. Demikian sebaliknya, parfum untuk di dalam ruangan rasa-rasanya kurang pas digunakan saat beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu sebaiknya kita menyiapkan setidaknya dua jenis parfum berbeda. Masing-masing parfum dikenakan untuk kesempatan maupun aktivitas berbeda-beda pula.

Masih bingung memilih? Daftar parfum pria terbaik yang di-review oleh laman ceklist.id ini mungkin bisa membantu. Di sana dibahas sejumlah parfum berkualitas yang boleh jadi cocok buatmu.

Dari obrolan saya dengan adik-adik, saya menyimpulkan jika hal terpenting dalam memilih parfum adalah sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan terbalik, malah cenderung memilih merek-merek tertentu sebagai poin utama.

Jadi, fokuskan pencarian mula-mula pada kebutuhan kita. Apa pun mereknya, berapa pun harganya, kalau memang itu yang sesuai dengan kebutuhan kita, ya beli saja sudah.

Semoga bermanfaat.

About Eko Nurhuda (409 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: