Highlight:

Tips memilih hadiah tahun baru nan praktis dan bermanfaat

TAHUN baru 2021 Masehi sudah datang. Ada satu hal yang seringkali membuat bingung pada momen seperti ini. Yap! Memilih bingkisan untuk diberikan kepada keluarga, sahabat, kolega, maupun karyawan. Apakah kamu juga mengalaminya? Berikut tips memilih hadiah tahun baru nan praktis dan bermanfaat versi saya.

Di sebagian besar belahan dunia, memberi hadiah adalah sebuah kebiasaan baik yang telah lama dilakukan. Beberapa malah menjadikannya sebagai semacam tradisi turun-temurun. Sehingga tidak lengkap rasanya merayakan sesuatu tanpa bertukar hadiah pada kerabat, sahabat, dan siapa pun yang dikenal.

Momen yang dipilih untuk berkirim hadiah pada umumnya adalah perayaan hari besar tertentu. Bagi kalangan umat Islam, misalnya, pemberian hadiah biasa dilakukan pada saat merayakan Hari Raya Idul Fitri setiap 1 Syawal tahun Hijriah.

Adapun di kalangan orang China, bingkisan hadiah baik berupa barang maupun amplop berisi uang (angpao) akan membanjir saat peringatan Imlek alias Tahun Baru China. Demikian pula di Barat, di mana orang-orang Eropa dan Amerika menjadikan momen pergantian tahun Masehi sebagai ajang bersuka-ria dan saling berbagi hadiah.

Seperti halnya banyak pengaruh Barat lain, perayaan tahun baru Masehi dengan segala pernak-perniknya turut pula dilakukan di Indonesia. Event ini selalu dilakukan secara besar-besaran di banyak kota, menjadi acara resmi pemerintah setempat. Bahkan disiarkan langsung oleh stasiun televisi.

Tradisi memberi hadiah tahun baru pun turut menular di Indonesia, utamanya di kalangan masyarakat perkotaan. Motifnya bisa bermacam-macam. Dari hanya sekedar berbagi kebahagiaan, hingga meluapkan emosi maupun ekspresi yang terkadang tak mampu kita ucapkan dengan kata-kata.

Di kalangan pengusaha, saling memberi hadiah di tahun baru adalah upaya untuk mempererat hubungan bisnis. Juga untuk membangun reputasi di kalangan kolega dengan memberi hadiah yang dapat menentukan nilai diri si pengusaha. Kepada para karyawan, memberi hadiah menunjukkan bahwa si pengusaha adalah sosok perhatian dan pemurah.

Memilih hadiah tahun baru

Memilih Hadiah Tahun Baru

Meski berselubung maksud baik, memilih hadiah bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan. Seringkali malah membikin repot. Dalam artian, kita musti sangat berhati-hati ketika memilih hadiah untuk seseorang. Selain perkara nilai, kita juga musti memperhatikan fungsi barang yang dijadikan hadiah.

Kesulitan bakal bertambah jika kita dihantui kekhawatiran kalau-kalau hadiah yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan calon penerima. Bercampur aduklah perasaan antara menyesal telah membuat orang kecewa dan menyayangkan pembelian yang terasa mubazir.

Yang diberi hadiah mungkin tidak menunjukkan raut kecewa, apalagi terang-terangan mengatakan barangnya tidak dibutuhkan. Tapi kalau lama setelah kita memberi hadiah dan barang itu tak kunjung digunakan, kita tahu telah salah memilihkan hadiah untuknya.

Kalau harga barang tersebut tidak seberapa mungkin tidak terlalu menyesal ya. Tapi kalau harganya terbilang wow, ya tentu dapat dimaklumi kalau kemudian ada rasa penyesalan. Bukankah uangnya lebih baik dibelikan barang lain?

Sering mengalami yang seperti ini kan?

Maka dari itu, generasi sekarang lebih suka memilih cara aman bin praktis. Alih-alih barang, hadiah diberikan dalam bentuk mentah: uang. Jadi suka-suka yang menerima hadiah mau dipakai untuk membeli apa hadiah uang tersebut. Dapat lebih menyesuaikan kebutuhan.

Ada yang memberi dalam bentuk uang tunai, seperti tradisi bagi angpao saat Imlek di kalangan orang China. Ada pula yang uangnya ditransfer ke rekening. Lalu opsi lain yang juga banyak dipilih adalah bagi-bagi voucher belanja.

Sodexo Gift Pass voucher

Sodexo Pass, Hadiah yang Pas

Menyebut voucher belanja, saya jadi teringat Sodexo. Ini perusahaan asal Prancis yang bergerak terutama di bidang layanan hospitality. Dengan karyawan berjumlah total nyaris 500.000 orang pada 2019, Sodexo telah berkembang di 80 negara termasuk Indonesia.

Kalangan shopaholic tentunya sudah akrab dengan nama ini. Sebab Sodexo memiliki tiga jenis voucher: Sodexo Gift Pass, Sodexo E-Pass, dan Sodexo Discount Pass. Kesemuanya dapat dipakai berbelanja di outlet merek-merek ternama. Mulai dari outlet pakaian branded di mal-mal besar, restoran-restoran top, toko-toko online, sampai minimarket.

Sebagai blogger yang pernah mengikuti berbagai lomba, beberapa kali saya melihat voucher belanja Sodexo senilai tertentu sebagai salah satu hadiah bagi pemenang. Dan beberapa blogger kenalan saya sempat terang-terangan lebih suka memenangkan hadiah voucher tersebut alih-alih barang.

Saya juga begitu. Ketika mengikuti sebuah lomba blog, seringkali incaran saya adalah hadiah uang tunai atau voucher. Walaupun itu berarti saya hanya akan menjadi pemenang hiburan. Alasannya simpel saja, karena hadiah begitu yang dapat begitu lentur disesuaikan dengan kebutuhan saya.

Demikian pula dengan Sodexo, yang voucher-nya dapat ditukarkan di belasan ribu outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Rinciannya, Sodexo telah bekerja sama dengan 370 merchant dengan 18.800 outlet. Dengan mitra sebanyak ini, kita sebagai pemegang voucher jadi punya pilihan produk maupun jasa yang sangat beragam.

Mau berbelanja sembako di minimarket? Bisa banget. Mau jajan hedon di KFC, Burger King, Ichiban Crepes, atau Rice Bowl? Bisa juga. Mau menginap di hotel dan liburan? Agen wisata Dwidaya Tour dan Mentari Wisata, serta Maxone Hotel dan Hotel Ciputra, menerima pembayaran menggunakan voucher Sodexo lho.

Sodexo merchants

Ingin membeli buku incaran di Gramedia? Bisa bayar pakai voucher Sodexo. Bahkan andaipun kamu tidak berencana pergi kemana-mana atau tidak sedang ingin membeli apa-apa, voucher Sodexo dapat ditukarkan dengan pulsa telepon dan token listrik PLN. Banyak pilihan, bukan?

Satu poin menarik lagi, kita sebagai pemesan dapat mempersonalisasi voucher Sodexo. Misalnya untuk hadiah tahun baru nanti, kita dapat mencantumkan ucapan “Selamat Tahun Baru 2021” pada voucher. Ditambahi sebentuk kata mutiara atau doa, maka voucher jadi terkesan lebih spesial bagi penerimanya.

Bagi pengusaha, ini bisa jadi sarana branding karena logo dan nama perusahaan atau merek tertentu dapat diterakan ke atas voucher. Di luar momen tahun baru, kita dapat menyiapkan voucher dengan tulisan “Best Employee of the Month” sebagai hadiah bagi karyawan terbaik. Atau anugerah-anugerah lainnya.

Tak cuma personalisasi tulisan, nominal voucher juga dapat ditentukan sesuka kita lho. Misalnya saya hendak memberi hadiah ke seorang kenalan yang begitu keranjingan pada Wiro Sableng. Saya bisa memesan voucher dengan nominal Rp212.212, angka yang identik dengan pendekar rekaan almarhum Bastian Tito tersebut.

Oya, hampir terlupa. Selain voucher fisik kini Sodexo juga menyediakan e-voucher alias voucher elektronik. Meski berbeda bentuk, tapi sama-sama dapat dibelanjakan di banyak merchant dan outlet. Cara mempergunakannya cukup dengan memasukkan kode yang tertera pada e-voucher tersebut.

E-voucher Sodexo dapat dibelanjakan secara offline maupun online, yakni di toko-toko online yang telah bekerja sama. Dengan demikian kamu dapat tetap mempergunakan voucher tersebut sekalipun tak ingin atau tak boleh keluar rumah akibat pandemi Covid-19 yang belum juga reda.

Gimana, masih bingung memilih hadiah tahun baru? Sudah, kasih voucher belanja Sodexo saja. Kunjungi laman resmi Sodexo untuk informasi lebih lengkap mengenai pemesanan voucher dan penggunaannya.

Semoga bermanfaat.

Petualangan Pendekar Kayangan
About Eko Nurhuda (393 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> blogger menyukai ini: