Highlight:

Mau tahu rahasia sukses monetisasi YouTube? Saya bocorkan deh …

“BIKIN channel YouTube mah gampang, monetisasinya yang susah. Pake banget!” Pernah dengar ungkapan seperti itu? Kalau ada temanmu berkata begitu karena kanal YouTube-nya tak kunjung memenuhi syarat monetisasi, tunjukkan tulisan ini padanya. Karena di sini saya berbagai rahasia: cara promosi konten YouTube.

Peraturan terbaru dari YouTube memang memberi dua syarat yang terbilang susah sebelum sebuah channel dapat dimonetisasi. Syaratnya cuma dua sih sebetulnya, yaitu: (1) jumlah subscriber minimal 1.000, dan (2) jumlah total watch view selama minimal 4.000 jam.

Kalau sekedar cari subscriber mungkin masih terbilang mudah ya. Sekarang banyak kok grup-grup YouTube yang anggotanya nggak keberatan untuk saling subscribe. Kalau anggota grup itu 250, misalnya, cobalah bergabung dengan empat grup berbeda. Empat dikali 250 kan 1.000 tuh. Pas deh.

Syaratnya tentu saja jangan sampai di empat grup YouTube itu ternyata orang-orangnya sama. Empat L, lu lagi lu lagi alias itu-itu aja seperti di kebanyakan grup blogger. Sama saja bohong kalau itu mah.

Selain itu, sebagai YouTuber baru kamu nggak perlu terlalu khawatir. Kadar solidaritas di kalangan YouTuber pemula itu sangat tinggi lho. Seorang YouTuber pemula yang baru merintis sebuah channel, biasanya akan dengan sukarela subscribe ke channel rintisan lain yang ditemuinya.

Berbahagialah jika suatu saat kolom komentarmu ada yang meninggalkan kalimat-kalimat seperti, “Apinya sudah padam ya, Kak. Salam tempel balik.” Atau, “Tanda cinta sudah menempel permanen ya, Kak. Salkomsel.” Atau begini, “Lonceng sudah dibunyikan, tombol merah sudah berganti kelabu. Ditunggu kunjungan baliknya ya.”

Ya, itu tandanya channel-mu baru saja mendapatkan subscriber baru. Mereka yang meninggalkan komentar seperti itu biasanya berharap kunjungan serta subscribe balik. Jadi, jangan pernah hancurkan harapan mereka.

bungeko youtube

Bagaimana, mudah bukan kalau cuma menambah subscriber? Maka dari itu YouTube tidak mau kalah pintar. Dibuatlah syarat kedua yang terhitung lebih menguji kesabaran dan ketekunan: watch time minimal 4.000 jam!

Mari berhitung. Kalau kita breakdown angkanya, 4.000 jam itu sama dengan 240.000 menit atau 14.400.000 detik. EMPAT BELAS JUTA DETIK! Sudah terbayang seberapa banyak orang yang harus menonton videomu agar dapat memenuhi persyaratan ini?

Kita andaikan di channel-mu cuma ada satu video berdurasi 5 menit, dan setiap penonton selalu menyaksikannya sampai habis, maka untuk memenuhi syarat watch time videomu itu musti ditonton sebanyak 48.000 kali.

Bagaimana kalau ternyata pengunjung hanya menonton videomu selama semenit? Angka pengali yang dibutuhkan tentu saja semakin banyak. Agar dapat memenuhi syarat minimal watch time, videomu itu musti ditonton sebanyak 240.000 kali.

Katakanlah kamu rajin upload video baru, sepekan tiga kali sehingga dalam sebulan ada tambahan 12 video. Kita pakai rata-rata, anggap saja tiap bulan jumlah watch time seluruh video di channel-mu sebanyak sejam per hari. Itu artinya, kamu membutuhkan waktu 4.000 hari untuk memenuhi syarat minimal 4.000 jam.

Asal kamu tahu, 4.000 jam itu sama dengan 166,67 hari.

Selama itulah channel-mu harus terus mendulang watch view sejam per hari secara konsisten. Tanpa putus. Kalau sampai berkurang menjadi hanya 45 menit sehari, atau bahkan 30 menit sehari, ya berarti butuh waktu lebih lama.

Lelah? Putus asa? Lalu kamu jual kamera dan berhenti membuat video?

Tidak perlu begitu, Masbro dan Mbaksis. Sebab sekarang sudah hadir satu layanan yang dapat membantu channel YouTube-mu berkembang. Nggak perlu repot-repot ngemis view dengan promo spartan ke sana-sini. Cukup serahkan pada RajaView, sebuah layanan promosi konten persembahan PT Media Promosi Online.

Cara Mudah Promosi Channel YouTube

Kalau kamu butuh bantuan untuk mengejar target watch time, RajaView memberikan solusi jitu. Secara ringkas dapat dijelaskan, RajaView menyediakan layanan yang mempertemukan sebuah channel YouTube dengan calon penonton, yang bahkan bisa menjadi calon subscriber.

Cara kerjanya sangat sederhana sekali. Kamu cukup mendaftar, lalu memasang iklan di RajaView. Kok iklan? Ya, disebutnya sih iklan, tapi sebetulnya itu adalah video di channel-mu yang ingin kamu promosikan. Video-video yang ingin kamu genjot waktu penayangannya.

Nanti video-video tersebut akan ditonton oleh member-member RajaView. Yang menonton dijamin penonton sungguhan, penonton manusia, bukan robot. Setiap video tersebut akan ditonton selama waktu-waktu tertentu. Dan kamulah yang menentukan batasan waktu tonton videomu.

RajaView menetapkan beberapa jenis waktu tonton, mulai dari 5 detik hingga yang terlama 360 detik alias enam menit. Tentu saja semakin lama waktu tayangnya, semakin besar pula biaya pemasangan iklan yang harus kamu bayar. Lihat tabel:

DURASI PENAYANGAN BIAYA
5 detik Rp15,-
30 detik Rp30,-
60 detik Rp50,-
120 detik Rp75,-
240 detik Rp100,-
360 detik Rp125,-

Coba kita hitung-hitungan lagi. Katakanlah kamu memilih paket iklan 240 detik, yang tiap penayangan membutuhkan biaya Rp100. Berapakah “modal” yang dibutuhkan untuk mendapat 4.000 jam penayangan?

Kita samakan dulu bilangannya menjadi detik. Tadi sudah kita hitung, 4.000 jam sama dengan 14.400.000 detik. Maka tinggal kita bagi saja: 14.400.000 : 240 = 60.000. Ini artinya iklan/video kamu di RajaView harus tayang sebanyak 60.000 kali.

Oke, total biayanya berapa? Kalau sekali tayang Rp100, maka untuk menayangkan sebanyak 60.000 kali dibutuhkan biaya sebesar Rp6.000.000. ENAM JUTA RUPIAH.

Wow, banyak sekali!

bungeko YouTube channel

Ya, ini memang bukan nominal sedikit. Tapi percayalah ini sangat sepadan, worth it. Kamu bisa memenuhi persyaratan watch time dalam tempo sesingkat-singkatnya dan secara saksama. Begitu channel-mu memenuhi syarat monetisasi dan mendapat penghasilan, modal tersebut bakal balik kok.

Lalu kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa ada orang yang mau menonton videomu juga video-video dari channel YouTube lain di RajaView?

Kenapa tidak? Sebab si penonton mendapat imbalan dari RajaView. Setiap kali menonton videomu, orang-orang ini mendapat bayaran sekian puluh persen dari biaya yang kamu bayarkan.

Kalau kamu sudah kenal dunia make money online sejak awal 2000-an, saya jamin kamu bakal langsung teringat program periklanan serupa tapi tak sama. Dulu ada yang namanya paid to click, dibayar untuk mengeklik sebuah tautan yang menayangkan iklan.

Yang paling mirip dengan sistem RajaView adalah program paid to view, yang membayar orang untuk menonton tayangan iklan selama beberapa waktu. Di RajaView yang ditonton video YouTube, tentunya lebih asyik ketimbang nonton iklan.

Coba deh kamu perhatikan, sistem yang diciptakan RajaView ini menguntungkan semua pihak yang terlibat di dalamnya lho. Pemilik channel YouTube sebagai pengiklan, member yang menonton video pengiklan, dan RajaView sendiri.

Kamu sebagai YouTuber dapat dengan mudah dan cepat memenuhi syarat minimal watch time, member RajaView yang menonton videomu mendapat imbalan, dan RajaView sebagai pengelola platform mendapat bagian pula. Fair enough, huh?

Apakah RajaView Aman?

Kemudian timbul pertanyaan lagi. Kalau member RajaView dibayar untuk menonton videomu, bukankah bisa saja mereka berbuat curang demi mendapat penghasilan lebih banyak? Bayangkan, apa nggak enak coba cuma nonton video YouTube saja dibayar.

Untuk ini kamu tidak perlu khawatir. RajaView berkomitmen menjaga kepuasan advertiser dari siasat para viewer curang. Jika ada viewer yang ditengarai berbuat curang, misalnya menggunakan BOT atau cara lain untuk mengakali sistem, RajaView tidak segan-segan mengambil tindakan tegas: blacklist!

RajaView juga sangat memperhatikan hal-hal teknis agar channel-mu tak dikategorikan melakukan interaksi palsu. Misalnya terkait durasi penayangan iklan. Kepada pengiklan RajaView menekankan untuk memilih durasi yang tidak terlalu jauh dengan durasi video.

Kalau videomu sepanjang 10 menit, jangan pasang iklan 5 detik. Ini bakal mempengaruhi penilaian YouTube atas channel-mu. Ambillah durasi penayangan setidak-tidaknya 60 detik atau semenit. Lebih lama lagi tentulah lebih bagus.

RajaView juga menyarankan pengiklannya untuk memperhatikan kualitas video, baik secara teknis maupun isi konten. Setidak-tidaknya video yang diiklankan memiliki kualitas suara dan tampilan yang baik, bukan asal-asalan. Kalau videomu menarik, tidak menutup kemungkinan member RajaView menjadi subscriber.

Lihat deh, dari sini saja tergambar jelas bagaimana komitmen RajaView dalam membantumu mengembangkan channel. Motifnta tidak sekedar mengais keuntungan, tapi juga turut menuntunmu menjadi YouTuber yang lebih baik dari sebelumnya.

Kembali ke pertanyaan, apakah RajaView aman? Saya yakin kamu juga bakal menjawab bahwa RajaView aman dan dapat dipercaya untuk membantumu mengembangkan channel YouTube.

Semoga bermanfaat!

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (386 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

1 Trackback / Pingback

  1. Cuma nonton video YouTube dikasih uang? Begini caranya … – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: