Highlight:

Tips bepergian jarak jauh dengan mobil di masa pandemi

tips bepergian jarak jauh di masa pandemi

AKHIR Juli 2020 lalu saya membuat keputusan penting: memboyong keluarga ke Jambi! Alasan utamanya adalah semakin meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, termasuk Pemalang. Syukurlah, perjalanan darat dengan mobil sejauh 1.102,4 kilometer ini berlangsung aman dan nyaman. Berikut tips bepergian jarak jauh dengan mobil di masa pandemi versi saya.

Perjalanan panjang ini bermula dari kabar kepala desa di mana saya sekeluarga tinggal di Pemalang positif terjangkit Covid-19. Kalau kalian rajin mengikuti pemberitaan Covid-19 di tivi, pastilah pernah menyaksikan kabar mengenai seorang kepala desa di Pemalang yang meninggal akibat Covid-19. Desa tersebut adalah tetangga desa kami.

Nah, kepala desa kami sempat menjenguk almarhum semasa sakit. Saat itu almarhum belum diketahui mengidap Covid-19. Lazimnya menjenguk orang sakit, kepala desa kami melakukan kontak fisik dengan almarhum. Begitulah, begitu almarhum meninggal dan beritanya meledak, desa kami pun geger.

Rumah kepala desa ini dengan tempat tinggal kami hanya sepelemparan batu. Jujur saja saya dibuat ketar-ketir. Apalagi berikutnya terdengar kabar pemilik apotek langganan kami juga ikut terjangkit. Maka, begitulah. Memanfaatkan kondisi anak-anak yang masih melakukan pembelajaran daring, saya memboyong keluarga ke pelosok desa transmigrasi di Muaro Jambi.

Oya, pelonggaran PSBB di DKI Jakarta juga jadi faktor lain yang membuat saya mengambil keputusan ini. Sebab, untuk kami perjalanan 1.000+ km ini musti terbagi dua etape. Dari Pemalang saya sekeluarga naik travel ke Jakarta. Lalu dari Jakarta bergabunglah 2 adik, yang seorang sudah berkeluarga dengan anak satu, untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Jambi.



Dalam perjalanan Pemalang-Jakarta saya sempat khawatir kesulitan masuk ibukota. Kekhawatiran ini makin menjadi ketika travel menurunkan penumpang lain di kawasan Halim. Tepat di gang di mana penumpang tersebut turun, terpacak sebuah banner bertuliskan satu kalimat tegas dengan huruf besar-besar: “Selain warga dilarang masuk!”

Untunglah, rupanya di Palmerah di mana adik saya tinggal tidak begitu. Meski di beberapa titik kami melihat pos-pos penjagaan, tapi saya dapat masuk dan kemudian menginap semalam tanpa kesulitan.

Kekhawatiran kedua terbit saat kami hendak menyeberang di Merak. Saya khawatir diperlukan surat hasil rapid test bagi calon penumpang, yang mana kami semobil tidak memilikinya. Untunglah ketakutan saya tak jadi kenyataan. Kami dapat melenggang ke kapal feri tanpa pemeriksaan sama sekali, kecuali saat menunjukkan barcode tiket pada petugas di pintu masuk pelabuhan.

Begitu turun dari kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, mobil kami langsung masuk Tol Trans Sumatera yang membentang dari ujung selatan Lampung hingga mendekati Kota Palembang. Perjalanan berlangsung sangat lancar hingga kami tiba di rumah orang tua di Jambi.

Agar Bepergian Jarak Jauh Aman

Bepergian di era pandemi seperti ini tentu membutuhkan prasyarat khusus. Yang terpenting adalah wajib mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yang dianjurkan Pemerintah. Sekalipun mengendarai mobil sendiri di mana kontak dengan orang asing begitu minimal, namun protokol tersebut sebaiknya dipatuhi.

Inilah tips bepergian jarak jauh dengan mobil yang dapat saya bagikan:

1. Selalu Pakai Masker

Sejak berangkat dari Pemalang, saya dan anak-anak tidak sebentar pun melepas masker di wajah. Termasuk anak bungsu saya yang baru berusia 25 bulan. Kecuali saat makan dan minum, juga mengambil air wudhu, masker terus melekat bahkan saat kami terlelap di mobil.

2. Rajin Cuci Tangan

Saat hendak berangkat, botol hand sanitizer dan sebungkus tisu basah adalah dua benda yang paling dulu dimasukkan ke dalam tas oleh istri. Ya, kita musti rajin-rajin cuci tangan selama perjalanan. Terlebih jika memakai angkutan umum, seperti halnya kami yang menumpang travel untuk rute Pemalang-Jakarta.

Sebelum makan atau minum, cuci tangan. Sesudahnya juga. Sebelum makan di rest area jalan tol, meja dan kursi yang akan ditempati kami lap dengan tisu basah. Selepasnya, sebelum masuk kembali ke mobil kami mencuci seluruh bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian.

3. Minimalisir Kontak dengan Orang Lain

Ini agak sulit dilakukan jika menumpang kendaraan umum. Karenanya saya memilih travel, yang meski termasuk angkutan umum tapi jumlah penumpangnya terbatas. Terlebih travel yang saya tumpangi mengambil kebijakan hanya mengisi separuh dari kapasitas penumpang. Alhasil, sepanjang perjalanan tersebut saya hanya menemui pengemudi dan dua penumpang lain.

Untuk perjalanan Jakarta-Jambi, adik ipar yang mengemudikan mobil mau tidak mau harus beberapa kali kontak dengan orang lain. Saat mengisi bahan bakar, saat mengisi saldo kartu tol, saat menyerahkan tiket elektronik di Pelabuhan, juga saat memesan kopi untuk melawan kantuk. Tentu saja setelahnya ia mencuci bersih tangan dengan hand sanitizer.

4. Bawa Bekal Sendiri

Bepergian jauh sejarak seribu kilometer lebih tentunya membutuhkan beberapa kali istirahat untuk makan. Jika di masa normal kami singgah di rumah makan, baik rest area maupun restoran lain yang ditemui di jalan, maka kali ini kami memutuskan membawa bekal sendiri.

Selain lebih hemat, ini adalah satu cara untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Kami baru mampir ke sebuah restoran di rest area dekat Palembang karena bekal sudah habis. Hanya sekali itu dan kami sangat berhati-hati sekali.

5. Pakai Mobil yang Nyaman & Aman

Meski hanya duduk di sepanjang perjalanan, namun bepergian jauh tetap saja melelahkan. Apatah lagi jarak yang ditempuh 1.000+ km. Karenanya kita butuh mobil yang nyaman. Terpenting adalah kabinnya lega sehingga walau hanya duduk, setidaknya kita dapat menggerak-gerakkan kaki serta anggota lain secara leluasa.

Lalu faktor keamanan jauh lebih penting. Lebih banyak melintasi jalan tol membuat mobil kami lebih sering berada dalam kecepatan tinggi. Terlebih jalan tol Trans Sumatra masih begitu lengang. Kalau ditimpa apes–naudzubillahi min dzalik amit-amit jabang bayi, mobil yang oleng atau menabrak ketika tengah melaju kencang begitu dapat sangat membahayakan pengemudi juga penumpang.

Karenanya menggunakan mobil yang dilengkapi fitur keamanan memadai menjadi harga mati. Kita tak pernah tahu apa yang terjadi di sepanjang perjalanan. Lebih baik bersiap-siap ketimbang menyesal. Sedia payung sebelum hujan.

Toyota C-HR

Toyota C-HR, Mobil dengan 11 Fitur Keamanan

Coba luangkan waktu sebentar untuk googling, cari mobil dengan fitur keamanan super komplit. Maka Toyota C-HR bakal muncul di halaman pertama. Bukan apa-apa, terdapat begitu banyak fitur keamanan dalam mobil satu ini. Tidak tanggung-tanggung, C-HR memiliki 11 fitur keamanan sekaligus!

Sebagai gambaran seriusnya Toyota membuat C-HR sebagai mobil dengan tingkat keamanan tinggi, airbag-nya saja ada di 7 titik. Ketujuh SRS Airbag tersebut terletak di bagian pengemudi dan penumpang masing-masing sebuah, lalu masih ada satu airbag tambahan untuk melindungi lutut pengemudi, 2 airbag samping yang berada di sandaran bahu sopir dan penumpang, serta sepasang airbag tirai yang menutup seluruh area jendela samping.

Ditambah fitur Impact Absorbing Structure yang dapat meredam efek benturan dengan baik sehingga mengurangi risiko cidera penghuni kabin, keselamatan pengemudi dan penumpang mobil ini benar-benar berada pada prioritas utama.

Fitur keamanan lain yang sama menarik adalah Hill-start Assist Control (HAC). Dengan fitur HAC, sistem akan menjaga agar mobil tidak mundur saat berhenti di jalan menanjak. Masih ingat kan video mobil mundur di tanjakan yang beberapa waktu lalu sempat viral? Fitur HAC dalam mencegah kejadian seperti itu.

Kemudian ada pula Vehicle Stability Control (VSC), yakni sebuah fitur keamanan yang dapat membantu pengemudi mengendalikan mobil saat manuver kencang di jalan menikung nan licin. Fitur ini menjaga agar mobil tetap berada di racing line yang diinginkan pengemudi pada saat-saat demikian.

Lainnya boleh dibilang fitur standar namun tak kalah penting: Seatbelt Reminder System (SBR), Isofix dan top tether yang memudahkan pemilik mobil memasang bangku khusus anak kecil, Traction Control, Auto-Brake-Hold, Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, serta sistem rem dengan Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), dan Braking Assist (BA).

interior Toyota C-HR

Spesifikasi dan Harga Toyota C-HR

Di luar fitur keamanannya yang begitu lengkap, Toyota C-HR sangat menarik mata dengan desain eksteriornya yang sporty, stylish, elegan, serta memberikan kesan mewah. Desain mobil satu ini memiliki filosofi bentuk berlian. Gabungan SUV kompak dengan menggunakan nilai coupe yang diwujudkan seperti mobil hatchback, kesan utama dari tampilannya adalah kuat, nyaman, sekaligus kompak.

Melongok ke bagian mesin, Toyota C-HR menggunakan mesin 2ZR-FBE Dual VVT-i 4-silinder, 1.8 liter. Daya yang mampu dihasilkan oleh mesin ini mencapai sebesar 141 Ps pada 6.400 rpm. Adapun torsi puncaknya sebesar 171 Nm pada 4.000 rpm. Tambahan lagi, mesin tersebut menggunakan transmisi otomatis (CVT).

Lalu ada pula tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport. Mode Normal untuk mengendarai seperti biasa, Mode Sport untuk mendapatkan pengalaman berkendara nan menegangkan dengan kecepatan tinggi, adapun Mode Eco (dari kata economist) membuat mesin mengonsumsi bahan bakar lebih sedikit sehingga dapat menghemat biaya.

Berikut spesifikasi ringkas Toyota C-HR:

Dimensi: 4.360 mm (panjang), 1.795 mm (lebar), 1.565 mm (tinggi), 2.640 mm (wheelbase)
Suspensi: MacPherson strut (panjang), Double Wishbone (belakang)
Rem: Ventilated disc (depan), Solid Disc (belakang)
Mesin: 1.798 cc, In-line 4 Cylinders, 16 valve DOHC with VVT-i (intake)
Performa: 141 Ps/6.400 rpm (tenaga), 17.4 kgm/4.000 rpm (torsi)

Berikut ini harga Toyota C-HR di bulan September 2020:

Tipe Mobil Harga
Toyota C-HR 1.8 A/T Single Tone Rp511.050.000
Toyota C-HR 1.8 A/T Dual Tone Rp512.550.000
Toyota C-HR 1.8 HV A/T Single Tone Rp546.290.000
Toyota C-HR 1.8 HV A/T Dual Tone Rp547.790.000
Toyota C-HR HV Single Tone Rp546.290.000
Toyota C-HR HV Dual Tone Rp547.790.000

Info mengenai spesifikasi dan harga Toyota C-HR ini saya kutip dari laman Auto2000. Situs ini merupakan toko daring untuk penjualan mobil, suku cadang, dan aksesoris resmi Toyota di Indonesia. Karena resmi, Auto2000 yang berdiri sejak tahun 1975 dengan nama Astra Motor Sales, lalu pada 1989 berubah nama menjadi Auto2000, manajemennya ditangani langsung oleh PT. Astra International, Tbk.

Melengkapi versi website, terdapat pula aplikasi Auto2000 Mobile yang membuat pelanggan seolah mempunyai showroom sekaligus bengkel resmi Toyota dalam genggaman. Dengan aplikasi ini pelanggan dapat melakukan pembelian kendaraan baru, purna jual, suku cadang, aksesoris, serta Trade In dan pembelian mobil bekas (bekerjasama dengan Astra Auto Trust). Juga memungkinkan untuk memesan THS – Auto2000 Home Service, melacak status servis, hingga simulasi perhitungan pembiayaan mobil incaran.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

  • auto2000.co.id/berita-dan-tips/kupas-tuntas-fitur-safety-toyota-chr-hybrid-ini-bikin-makin-pengen-beli
  • toyota.astra.co.id/toyota-connect/news/daftar-fitur-safety-toyota-c-hr-hybrid-di-indonesia/
  • auto2000.co.id/tentang-kami
Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (379 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

7 Comments on Tips bepergian jarak jauh dengan mobil di masa pandemi

  1. Ayo Mas tuku 3, buat aku satu 🙂

    Suka

  2. Cakep Mas udah dilengkapi Vehicle Stability Control (VSC), cocok ya berkendara di dataran berkelok di Sumatera. Apalagi disediakan tiga mode berkendara, Eco bakalan manjain di jalanan. Keliling kota, mampir dulu ke Bukittinggi bisa ga? Kan irit haha.

    Suka

  3. Idaman banget nih, Mas. C-HR desainnya dinamis dan kekinian, luwes dan keren. Mesinnya irit tuh pakai 1.8 dan tenaganya tetap joss. Nabung dulu ah hehe. Toyota oh Toyota, mupeng dah 🙂

    Suka

  4. Toyota C-HR keren, Mas! Desain eksterior dan interior sama cakepnya. Toyota mesinnya bandel, terbukti dari Avanza yang digemari publik Indonesia. Mesin 1.8 bakalan irit tuh, gaskeun Jambi Pekalongan hehe….

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tips bepergian jarak jauh dengan mobil di masa pandemi – WordPress Mulerid adm
  2. Pengalaman (mau) ikut SPM Online dari pelosok desa transmigrasi – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: