Highlight:

Covid-19 bukan halangan mengembangkan dana di P2P Lending

Akseleran

JULI 2020 ini piutang saya untuk seseorang-yang-tidak-perlu-disebut-namanya genap berusia setahun. Saya jadi berandai-andai. Kalau saja dulu uang tersebut ditanamkan sebagai modal pendanaan di Peer to Peer (P2P) Lending, sudah berapa rupiah Imbal Hasil yang saya peroleh dalam 12 bulan ini. Sudahlah uangnya balik utuh, tiap bulan dapat bagi hasil pula. Lha kalo dipinjamkan ke orang begini?

Mohon maaf kalau saya curcol, nyolong-nyolong curhat. Pasalnya, nominal uang yang dipinjam di atas batas kerelaan saya untuk kehilangan. Dulu pun keputusan meminjamkan lebih ke emosional ketimbang rasional, yang kemudian diam-diam saya sesali. Jadi, ya begitulah, uang tersebut akan terus saya ingat-ingat sampai dibayar–entah kapan itu terjadi.

Faktor lain yang membuat saya teringat pada utang tersebut adalah merebaknya pandemi Covid-19. Di tengah situasi tidak pasti seperti sekarang, akan sangat baik jika kita punya cadangan biaya hidup selama beberapa bulan ke depan. Minimal setara biaya hidup 6 bulan, semakin banyak jumlahnya tentu semakin baik.

Sebagai contoh biaya hidup saya sekeluarga (berlima: saya dan istri beserta tiga anak) di Pemalang sini rata-rata Rp3.500.000 sebulan. Maka saya setidak-tidaknya musti punya cadangan kas sebesar 6 x Rp3.500.000, alias total Rp21.000.000.

Dana cadangan untuk biaya hidup ini sebagai bentuk jaga-jaga. Kita tidak benar-benar tahu seberapa parah dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap keuangan serta perekonomian negara ini, juga terhadap keberlangsungan perusahaan tempat mencari nafkah.

Bisa saja kelak sumber penghasilan kita tiba-tiba terganggu atau bahkan hilang, seperti yang telah dialami banyak orang lain sejak wabah ini merebak. Seperti ratusan karyawan kontrak sebuah maskapai penerbangan yang diberhentikan baru-baru ini. Atau seperti belasan ribu karyawan sebuah department store ternama yang gajinya dipangkas.

Kita tidak pernah tahu. Apa yang akan terjadi esok adalah misteri. Yang dapat kita lakukan hanyalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Andai saja hal yang tidak diinginkan itu terjadi, kita sudah punya dana cadangan hidup sampai mendapatkan sumber penghasilan baru.

Simpan dana cadangan tersebut dalam rekening bank sehingga dapat sewaktu-waktu ditarik. Boleh juga ditempatkan dalam tabungan berjangka, bahkan mengembangkannya di P2P Lending agar mendapatkan manfaat lebih baik.

Cara kerja peer-to-peer lending Akseleran

Mengembangkan Dana di P2P Lending

Pilihan yang menurut saya lebih menarik, dana tersebut dapat juga dimasukkan ke dalam instrumen pendanaan jangka pendek yang menawarkan bagi hasil di atas bunga deposito. Sebab, sayang juga sih kalau ada uang berlebih di atas Rp 10 juta hanya disimpan di bank.

Seperti yang telah saya singgung di awal, salah satu pilihannya adalah ditanamkan pada P2P Lending. Opsi ini akan membuat dana mengendap kita menjadi lebih produktif. Tak sekedar sebagai kas cadangan, tapi bahkan menjadi sumber pemasukan tambahan.

Ingat, di tengah semakin terbatasnya ruang gerak menyusul diterapkannya kebijakan PSBB, kita dituntut pandai-pandai melirik berbagai alternatif untuk mendapatkan extra income. Ketika kita tak bebas mencari side hustle seperti biasa, melalui P2P Lending kita dapat meminjamkan uang pada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dari sini kita mendapatkan bagi hasil.

Karena fungsi utamanya sebagai dana cadangan, maka jangan masukkan seluruh uang tersebut ke dalam pendanaan P2P Lending. Sisakan jumlah yang cukup untuk meng-cover biaya hidup 2-3 bulan dalam tabungan, barulah sisanya diputar agar mendapat manfaat ekonomi lebih baik.

Katakanlah saya punya dana cadangan Rp21.000.000. Dari jumlah tersebut saya bakal mengendapkan Rp6.000.000 dalam tabungan, dan memutar yang Rp15.000.000 lainnya dengan target imbal hasil 14%-21% per tahun. Bayangkan, uang Rp 15 juta tadi bakal beranak-pinak jadi lebih banyak dalam tempo 2-3 bulan.

Bagi saya ini potensi yang sangat menarik sekali!

Sebagai contoh coba kita buka laman Akseleran, salah satu perusahaan rintisan lokal di bidang financial technology yang menawarkan P2P Lending yang memberikan pinjaman produktif dengan menawarkan imbal hasil mencapai 21% per tahun, sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), adanya proteksi asuransi kredit serta hampir 98% produk pinjaman yang diberikan memiliki agunan. Sehingga mengembangkan dana di Akseleran akan aman dan menguntungkan.

Sebagai contoh Kampanye di bawah ini, salah satu CV pemasok bahan makanan dan minuman di Balikpapan.

Akseleran kampanye pendanaan

Salah satu contoh kampanye pendanaan di Akseleran yang sukses mengumpulkan pinjaman. Kampanye ini menawarkan bagi hasil 15% dalam tenor 2 bulan.

Untuk pinjaman senilai total Rp290.000.000 tersebut, peminjam menawarkan imbal hasil sebesar 15% per tahun. Tenornya pun terhitung singkat, hanya 2 bulan.Tenor yang ditawarkan untuk pemberi pinjaman atau meminjam dana adalah mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan.

Misalkan saya pinjamkan uang Rp 15 juta tadi ke kampanye ini. Maka pada September 2020, dana pokok yang saya pinjamkan sebesar Rp 15 juta akan kembali utuh plus tambahan imbal hasil yang sebesar 15% tersebut.

Duh, jadi ingat piutang yang sudah setahun belum juga dilunasi kan!

Oya, kita bisa menghitung estimasi imbal hasil yang bakal diperoleh dari sebuah kampanye pendanaan. Akseleran menyediakan semacam kalkulator di masing-masing halaman kampanye. Ini tentunya sangat membantu kita dalam mengambil keputusan, pendanaan mana yang lebih baik manfaatnya bagi kita.

Mari kita coba hitung.

Saya menemukan satu kampanye aktif yang diajukan oleh sebuah PT produsen cokelat di Bandung. Lihat laman kampanyenya di sini. Peminjam mengajukan pendanaan sebesar Rp 2 miliar dengan tenor 4 bulan, dan imbal hasilnya 14%. Bagi hasil dibayarkan setiap bulan, sedangkan pokok pinjaman dikembalikan pada akhir tenor.

Saya coba isikan Rp 15 juta pada kolom penghitung yang tersedia pada laman tersebut. Dan inilah estimasi jumlah total yang akan didapat dalam empat bulan ke depan. Pada akhir tenor, uang yang saya tanamkan tadi bakal bertumbuh menjadi Rp15.700.000.

Akseleran simulasi perhitungan bagi hasiil

Cuan Rp700.000 dalam tempo empat bulan, hanya dengan menanamkan uang pada sebuah usaha yang tengah membutuhkan tambahan modal. Sekali lagi, ini bagi saya potensi yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Yang lebih menariknya lagi, semua aktivitas tersebut dapat kita lakukan dari rumah lho. Sebagai sebuah fintech yang mengedepankan kepraktisan mengandalkan kemajuan teknologi, fitur-fitur Akseleran bisa dijalankan dalam genggaman tangan lewat aplikasi.

Mulai dari proses pendaftaran, mengisi dana, hingga melakukan pendanaan pada kampanye pilihan kita, seluruhnya cukup dilakukan dengan jempol tangan. Sama sekali tidak mengganggu aktivitas rutin, juga tidak menyita banyak waktu. Dengan demikian kita masih dapat beraktivitas seperti biasa.

Risiko Minim, Potensi Tinggi

“Ngomong-ngomong, Akseleran ini nggak bodong kan ya? Saya nggak mau taruh duit di sini, nanti bulan depan masuk tivi.”

Ini pertanyaan bagus. Untuk setiap urusan yang melibatkan uang, kita wajib mempelajari risiko terlebih dahulu baru bicara potensi. Jangan dibalik, atau bakal bernasib sama seperti ribuan orang korban penipuan institusi abal-abal yang kehilangan banyak uang. Dan masuk tivi.

Akseleran sendiri merupakan sebuah penyelenggara layanan fintech yang terdaftar serta berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lihat daftar Penyelenggara Fintech Terdaftar dan Berizin terbaru (per 30 April 2020) di laman OJK berikut ini. Akseleran yang bernaung di bawah PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia berada pada urutan ke-14.

Berdiri sejak Oktober 2017, dengan total karyawan 12 orang dan berkantor di kontainer, perkembangan Akseleran diceritakan dengan sangat gamblang oleh Eben Napitupulu, VP Sales Retail perusahaan, dalam blog pribadinya. Dua setengah tahun berselang, jumlah karyawan Akseleran sudah meningkat 10 kali lipat lebih, dengan kantor lebih nyaman di menara berkelas.

Akseleran skor TKB90

Akseleran memiliki skor TKB90 yang tinggi, menandakan bagusnya performa perusahaan dalam menagih pinjaman jatuh tempo.

Hingga kini, total dana yang telah disalurkan lebih dari Rp 1 triliun. Atau persisnya Rp1.290.658.416.600. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp379.897.517.868 di antaranya merupakan pendanaan yang dilakukan sepanjang semester I-2020 ini saja.

Dihitung-hitung, angka yang dicapai dalam 6 bulan pertama tahun 2020 tersebut setara 41,71% total dana yang disalurkan sepanjang Oktober 2017 hingga Desember 2019. Ini menunjukkan Akseleran semakin dipercaya baik oleh pemberi pinjaman (lender) maupun peminjam (borrower).

Indikator lain yang mendukung hal tersebut adalah angka TKB90 yang mencapai (saat tulisan ini dibuat) 96,33%. Angka tersebut dapat dilihat pada pojok kanan halaman. OJK mewajibkan setiap perusahaan P2P Lending untuk memperlihatkan angka TKB90 ini pada posisi tersebut, baik di web maupun aplikasi.

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P Lending seperti Akseleran dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo. Jika TKB90 tinggi, itu artinya tingkat kredit bermasalah (non performing loan, NPL) rendah.

Faktor pengaman lain yang meminimalisir risiko menanamkan uang di Akseleran adalah tersedianya agunan untuk setiap pinjaman. Lebih dari 98% nilai portofolio pinjaman Akseleran memiliki agunan. Bentuknya bermacam-macam, seperti capex financing, inventory financing, maupun invoice financing dan pre-ivoice financing.

Sebagai contoh produsen dan distributor cokelat di Bandung tadi. Untuk pinjaman sebesar Rp 2 miliar, peminjam mengagunkan 11 invoice terhadap perusahaan swasta distributor pangan dengan total nilai Rp 2,9 miliar. Agunan ini dapat dicairkan andai kata, amit-amit, peminjam gagal mengembalikan pinjaman sesuai waktu yang dijanjikan.

Proteksi asuransi menjadi lapis jaring pengaman berikutnya bagi pemberi pinjaman. Lender boleh tidur nyenyak dengan adanya perlindungan ini. Sebab jika terjadi kredit macet, penjamin akan memberi pengganti sebesar 85% dari nilai uang yang kita pinjamkan. Setidaknya kita tidak perlu khawatir kehilangan seluruh uang.

Ringkas kata, menurut saya mengembangkan uang via Akseleran terhitung minim risiko dengan potensi tergolong tinggi. Saya sendiri tengah memilih kampanye yang paling menguntungkan dari sekian yang menarik hati. Nanti akan saya buatkan posting lanjutan berisi pengalaman meminjamkan uang di Akseleran dan berapa imbal hasil yang didapat.

Keuntungan memberikan pinjaman di Akseleran

“Tapi, Mas, saya tidak punya uang Rp 15 juta. Sejuta pun bahkan tidak ada.”

Tidak masalah. Di Akseleran kita bahkan dapat meminjamkan dana mulai dari Rp100.000 saja kok. Kira-kira setara harga 5 cup boba, atau 3 mangkok Bakso Lapangan Tembak. Nggak perlu nunggu kaya dulu.

“Mmm, tapi sekarang Rp100.000 juga nggak punya.”

Ini rejeki namanya. Kalau kamu daftar Akseleran dan memasukkan kode referal saya AKSLEKO237829, maka kamu akan mendapatkan welcome bonus sebesar Rp100.000. Lumayan, bukan? Uang bonus ini dapat langsung dipinjamkan pada kampanye-kampanye yang masih aktif.

Jadi, nggak ada alasan lagi untuk tidak memulai sekarang. Unduh aplikasi Akseleran di Google Play Store (Android) atau Apple App Store (iOS), atau bisa juga mendaftar via web, lalu daftarkan dirimu. Siapkan KTP karena nanti harus difoto, juga berswafoto sembari memegang KTP, sebagai kelengkapan pendaftaran. Adapun NPWP bersifat opsional, kalau sudah punya tentu lebih bagus.

Jangan lupa, pada saat mendaftar isikan kode referal saya AKSLEKO237829 untuk mendapatkan bonus Rp100.000. Bonus ini harus segera dipinjamkan. Jika dalam 7 hari sejak mendaftar dan tidak dipinjamkan, maka bonus tersebut hangus. Hilang.

Yuk, bersama Akseleran kita Sambut New Normal dengan lebih ceria.

Kode referal Akseleran

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (379 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

4 Comments on Covid-19 bukan halangan mengembangkan dana di P2P Lending

  1. pencuri kode aka kangnoval // Kamis, 1 Oktober 2020 pukul 09.35 // Balas

    halo bang eko…ternyata masih ngeblog…dan aktif..senang masih bisa melihat teman ngeblog hehehe….

    Suka

    • Halo, Masbro. Gimana kabarnya?
      Ya, banyak kawan-kawan angkatan kita yang sudah tidak aktif lagi ngeblog. Tapi yang sejak awal emang ngeblog karena suka nulis, masih pada ngeblog juga sampai sekarang. Misalnya Bung Dendy Darin, Mbak Isnuansa, atau Kang AMSI yang malah sukses dengan personal branding sebagai pakar saham syariah.

      Suka

  2. lumayan sering aku dengar soal akseleran ini, secara konsep bisnisnya emang gampang dicerna 🙂

    Suka

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: