Highlight:

Day trading vs swing trading, manakah yang lebih baik dalam menghasilkan keuntungan dari saham?

Grafik pergerakan harga saham Sido Muncul

Grafik pergerakan harga saham Sido Muncul sepanjang pertengahan Juni-Juli 2020. GAMBAR: Tangkapan layar Stockbit

Skenario B: Trading Mingguan

Sekarang kita bandingkan dengan yang frekuensi trading-nya lebih jarang karena target keuntungan yang dipatok lebih tinggi. Bukan 2% per transaksi, melainkan 10% per transaksi. Untuk memenuhi target 40% sebulan, maka dalam skenario ini kita sebagai trader melakukan transaksi mingguan alias cukup sepekan sekali.

Masih kita gunakan saham DUIT sebagai contoh. Karena kita sudah mempelajari chart pergerakan harga saham ini, kita prediksi pekan depan bakal naik. Agar potensi keuntungan lebih maksimal, kita incar harga terendah yang biasa ditawarkan saat jam penutupan bursa di hari Jumat.

Oke, jadi kita beli saham DUIT pada harga Rp500 di hari Jumat. Uang Rp1.000.000 tadi kita belikan semua, sehingga menghasilkan 20 lot. Untuk transaksi pembelian ini kita terkena fee 0,15%, dalam rupiah nilainya Rp1.500.

Oya, di sini kita andaikan rekening dana investor (RDI/RDN) tidak cuma berisi sejuta. Sehingga untuk fee tidak perlu memotong modal, alias uang sejuta tadi bisa seluruhnya dibelikan saham incaran.

Sesuai prediksi, harga saham DUIT melonjak sejak Senin pekan berikutnya. Sampai kemudian harganya mencapai Rp550. Karena sudah sesuai target, kita pun take profit. Seluruh 20 lot tadi dijual, sehingga menghasilkan uang Rp550 x 2.000 = Rp1.100.000.

Untuk transaksi penjualan ini kita terkena fee 0,25%, sehingga nilainya adalah 0,25% x Rp1.100.000 = Rp2.750. Dengan demikian total fee jual-beli adalah Rp1.500 + Rp2.750 = Rp4.250

Berapa keuntungan bersihnya? Tinggal kurangi saja Rp100.000 tadi dengan total fee jual-beli, sehingga didapatlah angka: Rp100.000 – Rp4.250 = Rp95.750.

Untuk mengetahui total profit dalam sebulan, kalikan angka tersebut dengan 4 yang merupakan rata-rata jumlah pekan dalam sebulan. Demikian pula dengan total fee bulanan, kita kalikan Rp4.250 dengan 4 sehingga didapatlah angka Rp17.000 alias 1,7% dari modal.

Rangkuman Skenario B:
Modal: Rp1.000.000
Keuntungan bersih per pekan: Rp95.750 (9,575%)
Keuntungan bersih dalam sebulan: 4 x Rp95.750 = Rp383.000 (38,3%)
Total fee per transaksi (pekan): Rp4.250
Total fee dalam sebulan: 4 x Rp4.250 =Rp17.000

Grafik pergerakan harga saham Sido Muncul

Grafik pergerakan harga saham Sido Muncul sepanjang tahun 2020. GAMBAR: Tangkapan layar Stockbit

Skenario C: Trading Bulanan

Setelah melihat Skenario A dan Skenario B, sudah tergambar ya mana yang total fee-nya lebih besar. Juga secara keuntungan mana yang jumlahnya lebih banyak. Tapi, mari kita bandingkan pula dengan Skenario C di mana trader-nya hanya bertransaksi sekali sebulan dengan target 40%.

Masih membeli saham DUIT di harga Rp500. Karena targetnya adalah 40%, maka saham tersebut baru akan dijual kalau harganya mencapai Rp700. Sebelum harga itu tercapai akan terus disimpan. Rentang waktu targetnya adalah sebulan, yang kita prediksi bakal tercapai jika berdasarkan analisa teknikal.

Karena ini sedang berandai-andai, kita andaikan saja harga saham DUIT benar-benar naik dari Rp500 ke Rp700 dalam sebulan. Maka dijuallah seluruh 20 lot (2.000 lembar) yang ada dalam portofolio, menghasilkan uang sebanyak Rp1.400.000 belum dipotong fee.

Berapakah total fee-nya? Mari kita hitung bersama.

Fee beli = 0,15% x Rp1.000.000 = Rp1.500
Fee jual = 0,25% x Rp1.400.000 = Rp3.500
Total fee = Rp5.000, atau 0,5% dari modal.

Kaget? Tunda dulu kagetnya, karena kita belum menghitung keuntungan bersih setelah dihitung fee jual-beli. Penjualan Rp1.400.000 dikurang modal Rp1.000.000 hasilnya adalah Rp400.000. Inilah keuntungan kotor.

Kemudian Rp400.000 dikurang fee jual-beli sebesar total Rp5.000, maka didapatlah keuntungan bersih di angka Rp395.000. Persentase keuntungan dibanding modal adalah 39,5%.

Rangkuman Skenario C:
Modal: Rp1.000.000
Keuntungan bersih dalam sebulan: Rp395.000 (39,5%)
Total fee per transaksi (bulan): Rp5.000
Total fee dalam sebulan: 1 x Rp5.000 =Rp5.000

Head to Head

Bagaimana, sudah semakin mendapat gambaran mana yang tingkat profitabilitasnya lebih besar dan pula mana yang membayarkan total fee lebih banyak? Ini belum ditambahkan satu faktor lagi yang sebetulnya paling memegang peranan dalam tingkat profitabilitas: Konsistensi mencetak profit.

Kita tidak boleh melakukan banyak kesalahan dalam transaksi saham. Semakin jarang melakukan kesalahan yang menyebabkan kerugian (loss, cutloss), maka semakin menggelembunglah keuntungan yang dapat dikantongi. Atau kalau terpaksai melakukan kesalahan dan merugi, batasi kerugiannya agar berjumlah kecil.

Baca juga: Saham pertama yang memberi tiga pelajaran penting pada saya

Dari ketiga skenario di atas, manakah kira-kira yang mempunyai potensi melakukan kesalahan lebih besar? Apakah yang bertransaksi 20 kali dalam sebulan, atau yang bertransaksi empat kali sebulan, atau yang cuma sekali sebulan?

Silakan jawab di dalam hati masing-masing. Atau mau jawab di kolom komentar juga boleh, agar dapat menjadi bahan diskusi.

Sekali lagi saya ulangi pernyataan sebelumnya bahwa bagi saya baik trading harian maupun mingguan, bulanan, bahkan tahunan sama-sama baik, sepanjang hasil akhirnya adalah mencatatkan keuntungan. Meraih profit. Selebihnya tinggal disesuaikan saja dengan kondisi masing-masing, baik ketersediaan waktu, kecukupan modal, juga kesiapan psikologis.

Dari segi waktu, misalnya. Kalau kamu punya waktu untuk memantau pergerakan harga saat jam bursa, dari 09.00-11.30 WIB untuk Sesi I dan 13.30-15.00 WIB untuk Sesi II, maka day trading bisa dilakukan. Tapi kalau tidak, entah karena harus masuk kerja atau kuliah/sekolah, maka sepertinya swing trading yang cocok.

Demikian pula dengan faktor modal. Day trade akan lebih sulit dilakukan jika modalmu terlalu jumbo, terlebih pada saham-saham dengan kapitalisasi kecil. Pilihannya adalah membagi modal tersebut separuh untuk day trading, lalu separuhnya lagi untuk swing trading atau bahkan investasi tahunan demi mengincar dividen.

Baca juga: Merancang program pensiun dengan dividen saham

Faktor psikologis ini juga tak kalah penting diperhatikan. Pergerakan harga saham secara harian begitu volatil, naik-turun tidak karuan tergantung pemilik uang yang tengah “bermain” di belakangnya. Saham yang dibeli seharga Rp500 semenit lalu, bisa jadi langsung amblas menjadi Rp490 pada menit berikutnya.

Karena setiap gaya dan strategi trading saham memiliki tuntutan psikologis berbeda, maka tidak semua orang cocok dengan setiap jenisnya. Kenali dirimu dan pilihlah strategi yang sesuai agak saat trading lebih mengedepankan logika ketimbang emosi.

Sebagai penutup, saya buatkan sebuah tabel yang meringkas komparasi ketiga skenario di atas secara lebih ringkas. Semoga bermanfaat.

TRADING HARIAN TRADING MINGGUAN TRADING BULANAN
Modal Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000
Target profit 2% x 20 10% x 4 40% x 1
Fee transaksi Rp4.050 x 20 Rp4.250 x 4 Rp5.000 x 1
Total profit Rp400.000 (40%) Rp400.000 (40%) Rp400.000 (40%)
Total fee Rp81.000 (8,1%) Rp17.000 (1,7%) Rp5.000 (0,5%)
Profit bersih Rp319.000 (31,9%) Rp383.000 (38,3%) Rp395.000 (39,5%)

CATATAN: PT Duta Inti Transportama, Tbk. alias DUIT di atas hanyalah nama fiktif.

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (373 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: