Highlight:

Berapa lembar saham yang dibutuhkan agar dapat dividen Rp 100 juta per tahun?

AGAR dapat pensiun dengan mengandalkan penghasilan hanya dari dividen saham, tentunya kita musti mempunyai penghasilan pasif dari dividen yang jumlahnya minimal setara biaya hidup. Pertanyaannya, berapa lembar saham yang dibutuhkan agar mendapat dividen yang mencukupi biaya hidup?

Posting ini boleh dibilang versi ringkas dari tulisan sebelumnya, Merancang program pensiun dengan dividen saham. Bisa juga disebut sebagai lanjutan maupun pelengkapnya.

Bedanya, bila dalam posting tersebut contoh perhitungan menggunakan angka dividen rata-rata 10 tahunan, di sini kita akan menggunakan data pembayaran dividen terkini sebagai patokan.

Oya, tulisan ini sebetulnya merupakan pengembangan dari jawaban saya di Quora. Di sana, penanya menanyakan berapa lembar saham BRI yang diperlukan agar mendapat dividen Rp 100 juta?

Karena saya menghindari saham bank, maka di sini kita ganti dengan perusahaan lain. Perusahaan apa? Saya akan memakai salah satu emiten dalam portofolio saya sebagai contoh, yakni PT Puradelta Lestari (DMAS), yang beberapa waktu lalu baru saja membagikan dividen (gambar di bawah).

Dividen DMAS Mei 2020

Jadi, berapa lembar saham DMAS yang kita perlukan agar mendapat dividen Rp 100 juta? Dan pertanyaan turunannya adalah, berapa banyak uang yang musti disiapkan sebagai modal? Untuk mengetahui jawabannya kita pakai pembagian dividen DMAS yang baru lalu dan juga harga saham terbarunya sebagai dasar perhitungan.

Tahun ini, atau lebih tepatnya untuk tahun buku 2019, DMAS membagikan dividen sebesar total Rp42 per lembar. Pembagian dividen tersebut dibagi dua kali, yakni sebesar Rp21 sebagai dividen interim pada Desember 2019, sedangkan sisanya Rp21 lagi pada bulan Mei 2020 ini (gambar di atas).

Untuk menghitung berapa lembar saham DMAS yang diperlukan agar mendapat dividen Rp 100 juta, tinggal bagi saja angka-angkanya: Rp100.000.000 / Rp42 = 2.380.952,38. Kira-kira sebanyak itulah yang harus kita miliki agar mendapat dividen Rp 100 juta setahun dari saham DMAS.

Yap, kita butuh saham DMAS sebanyak DUA JUTA TIGA RATUS DELAPAN PULUH RIBU SEKIAN lembar. Karena perhitungan saham adalah lot yang terdiri atas 100 lembar saham, maka jumlah tersebut jika digenapkan menjadi 2.381.000 lembar atau 23.810 lot.

Lalu, berapa modal yang dibutuhkan untuk membeli saham DMAS sebanyak 2.381.000 lembar atau 23.810 lot itu?

kota-deltamas

Kota Deltamas, salah satu proyek kebanggaan PT Puradelta Lestari, Tbk. (DMAS) yang menghuni portofolio saya.

Untungnya, saham DMAS tengah anjlok saat ini. Anjlok sangat dalam, bersamaan dengan IHSG dan juga bursa saham dunia yang tengah melorot sejak beberapa bulan terakhir. Januari 2020 lalu harganya masih berada di kisaran Rp290-an selembar. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat, 15 Mei 2020, lalu harga saham DMAS ditutup pada angka Rp129.

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan kedua, tinggal kalikan saja Rp129 dengan jumlah saham DMAS yang dibutuhkan, yakni sebanyak 2.381.000 lembar. Hasilnya adalah Rp307.149.000 (TIGA RATUS TUJUH JUTA SERATUS EMPAT PULUH SEMBILAN RIBU RUPIAH).

Kesimpulannya, kita membutuhkan 2.381.000 lembar saham DMAS senilai (saat ini) Rp 304,15 juta untuk mendapatkan dividen sebesar Rp 100 juta setahun.

Ingat, ini belum termasuk fee sekuritas + pajak atas transaksi pembelian saham ya yang totalnya berkisar antara 0,15% hingga 0,20% per transaksi tergantung sekuritas yang dipakai. Sebagai contoh saya memakai Sekuritas Sinarmas, sehingga fee + pajak transaksinya 0,15%. Maka dalam rupiah fee + pajak tersebut senilai Rp460.723,5.

Baca juga: Pengalaman buka rekening saham Sinarmas Sekuritas lewat Stockbit

Tergantung Harga dan Kinerja

Jika dihitung-hitung, mendapatkan dividen sebesar Rp 100 juta dari investasi saham senilai Rp 307 juta terlihat menggiurkan. Itu artinya return yang didapat adalah 32,57%. Bandingkan dengan bunga yang ditawarkan oleh deposito maupun SBN. Dan itu bunga, alias riba bagi sebagian kalangan.

Tapi, ini memiliki setidaknya dua catatan. Pertama, return sebesar 32,57% tadi hanya mungkin didapat jika kita memegang saham DMAS di harga rata-rata sama dengan saat ini, yakni Rp129. Jika harga beli kita lebih mahal, ya persentasenya tidak sebesar itu.

Misalkan saya, yang sudah beli saham DMAS sejak September tahun lalu di harga antara Rp280-290. Lalu ketika harganya terus turun, menjelang cum date bulan lalu saya menambah porsi lagi di harga Rp180-an. Dari seluruh aksi beli tersebut, harga rata-rata saya adalah Rp244.

Dengan harga rata-rata Rp244, maka return saya adalah 17,2%. Sedangkan akhir tahun lalu saham DMAS sempat menyentuh angka tertinggi, yakni Rp340. Investor yang mendapatkan saham DMAS di harga itu nilai return-nya lebih kecil lagi, yakni 12,35%.

Kesimpulannya, harga beli saham menentukan besar kecilnya return atas dividen. Semakin rendah harga beli kita, maka bakal semakin tinggi nilai return di tahun-tahun mendatang. Jadi, timing untuk membeli sangat menentukan potensi return.

harga saham PT Puradelta Lestari, Tbk. (DMAS)

Grafik harga saham PT Puradelta Lestari, Tbk. (DMAS) dalam setahun terakhir. Terlihat puncak tertingginya adalah Rp340 pada 13 November 2019.

Catatan kedua, perusahaan tidak selalu membagi dividen senilai sama setiap tahun. Masih menggunakan contoh PT Puradelta Lestari, Tbk. alias DMAS, tahun ini merupakan kali pertama emiten grup Sinarmas membagi dividen jumbo. Sebelum-sebelumnya tidak sebesar ini, dan sangat boleh jadi tahun-tahun mendatang juga tidak sebesar ini.

Menilik historis pembagian dividen, untuk tahun buku 2018 yang dividennya dibagikan tahun 2019 DMAS membagikan Rp21. Tahun sebelumnya lagi, dividen DMAS total Rp13. Kemudian berturut-turut di tahun 2017 dan 2016 adalah masing-masing sebesar Rp15 dan Rp23.

Dividen diambil dari laba bersih perusahaan. Dan sebagaimana usaha pada umumnya, pendapatan emiten bisa sangat tidak menentu sehingga laba bersih pun ikut naik-turun. Turunannya, nilai dividen yang dibagikan naik-turun pula. Tahun ini Rp42, bisa jadi tahun depan kembali hanya Rp21 atau malah Rp13 seperti di tahun 2018.

Dengan demikian, dengan memegang saham DMAS sebanyak 2.381.000 lembar tadi belum tentu tahun depan kita mendapat dividen sebanyak Rp 100 juta seperti dicontohkan pada perhitungan di sini. Jika ternyata tahun depan DMAS hanya membagi dividen Rp13, berarti 2.381.000 lembar saham tadi hanya menghasilkan Rp30.953.000.

Bagaimana kalau malah tidak membagi dividen sama sekali? Batal dong pensiun dari dividen saham?

Tunggu dulu. Il y a toujours une solution, kata orang Prancis.

Don't put all your eggs in one basket

Solusinya?

Mengingat kemungkinan-kemungkinan seperti ini, sekaligus sebagai bentuk antisipasi, ingatlah kembali nasihat bijak dunia investasi berikut: don’t put all your eggs in one basket. Jangan investasikan seluruh dana kita pada satu saham saja. Sekali saham itu melorot kinerjanya, dividen kita pun ikut melorot jumlahnya.

Saran yang banyak diberikan para ahli investasi adalah: pecah dana ke dalam beberapa saham. Dalam kasus ini, jangan belikan saham DMAS semua. Alokasikan juga untuk membeli saham perusahaan lain, yang akan lebih baik lagi jika berada di sektor berbeda.

Karenanya kita disarankan untuk memantau banyak emiten. Di bursa saham Indonesia terdapat sekitar 700-an emiten, namun yang benar-benar dapat diandalkan dividennya (dalam artian rutin dibagi dan jumlahnya manusiawi) hanya sekitar 50-an.

Dari jumlah tersebut dapat disaring lagi sehingga tersisa 20 atau paling banyak 30 pilihan saham dari berbagai sektor. Dengan menyebar dana begini, ketika satu perusahaan pendapatannya menurun, masih ada perusahaan lain yang pendapatannya justru meningkat. Ketika dividen dari satu emiten nilainya menurun, ada dividen dari emiten lain yang nilainya meningkat. Sehingga secara total jumlah dividen yang diterima masih cukup untuk memenuhi biaya hidup.

Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan memindahkan investasi dari saham satu ke saham lain. Untuk ini kita musti rajin-rajin memantau laporan keuangan perusahaan tiap kuartal. Begitu terdapat indikasi penurunan kinerja yang berujung pada penurunan laba bersih, dan itu artinya dividen berpotensi bakal menurun, kita jual saham tersebut dan uangnya dibelikan saham lain yang lebih bagus kinerjanya.

Cara kedua baru-baru ini diterapkan oleh investor kakap Warren Buffet. Melihat suramnya masa depan dunia penerbangan akibat pengaruh penyebaran Covid-19, Buffet diberitakan menjual seluruh saham-saham perusahaan penerbangan dalam portofolio Berkshire Hathaway, perusahaan investasinya.

Sebagai penutup, semoga bermanfaat.

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (379 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

4 Comments on Berapa lembar saham yang dibutuhkan agar dapat dividen Rp 100 juta per tahun?

  1. Hermawan puji widhodho // Selasa, 22 September 2020 pukul 16.25 // Balas

    Assalamualaikum mas eko boleh minta nomer wa nya? Saya masih 17 tahun pengin belajar lebih jauh tentang saham makasih

    Suka

    • Walaikum salam.
      Wah, kita masih sama-sama belajar saham nih. Jadi, mungkin bahasa lebih tepat adalah berdiskusi ya. Silakan buka halaman Kontak Saya untuk mencari tahu cara terbaik berkomunikasi dengan saya secara personal.

      Suka

  2. Bapak menulis “namun yang benar-benar dapat diandalkan dividennya (dalam artian rutin dibagi dan jumlahnya manusiawi) hanya sekitar 50-an.”
    Bolehkah bapak menyebutkan nya, setidaknya sebagian Pak. Terimakasih sebelumnya.

    Suka

    • Hai, Pak Yazid. Terima kasih banyak sudah membaca posting ini.
      Untuk daftar emiten yang rutin berbagi dividen, sudah dibuatkan indeksnya oleh pihak BEI dan diperbaharui secara berkala. Bapak dapat memeriksa daftarnya pada indeks IDX High Dividend 20 di laman resmi BEI/IDX. Indeks ini sendiri mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi. Semoga membantu.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Hermawan puji widhodho Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: