Highlight:

Merancang program pensiun dengan dividen saham

Kantor PT Merck Tbk.

Tambah Modal dengan Dividen

Menabung Rp 2 juta secara rutin selama 20 tahun mungkin bakal terasa memberatkan bagi sebagian orang. Saya sendiri kalau harus menyisihkan sebanyak itu di masa-masa sekarang, harus rajin-rajin mengajak anak-istri puasa Daud. Bukan lagi puasa Senin-Kamis, tapi puasa Daud yang sehari makan lalu sehari berikutnya puasa.

Tapi, di sinilah menariknya membeli saham yang rajin membagikan dividen. Meski hanya memiliki 1 lot (100 lembar) pun, kita tetap berhak mendapatkan dividen jika memang sudah tiba waktu pembagian dividen. Misalnya yang belum lama ini membagi dividen adalah PT Puradelta Lestari, Tbk., perusahaan pengembang kawasan Deltamas yang kode sahamnya DMAS.

Saham DMAS sudah saya koleksi sejak tahun lalu, jadi saya ikut kecipratan dividen kali ini (gambar di bawah). Karena saya rajin menambah jumlah kepemilikan DMAS, dividen yang saya terima kali ini nomimalnya lebih besar dari tahun lalu. Seorang teman saya yang cuma pegang 2 lot saham DMAS pun tetap dapat dividen, dan dia senang bukan main sewaktu mengabari saya.

Nah, penghasilan dari dividen seperti ini ini dapat kita jadikan tambahan modal untuk menambah kepemilikan saham pilihan kita. Di tahun-tahun awal penghasilan dari dividen jangan dibelanjakan dulu. Sebaiknya tanamkan juga uang tersebut untuk membeli saham lagi sehingga semakin cepat kita mencapai target.

Jika dimisalkan dalam tulisan ini kita musti mengumpulkan 235.700 lembar saham MERK, gunakan uang dari dividen untuk membeli saham MERK lagi. Dengan demikian mulai tahun kedua modal kita adalah Rp 2 juta sebulan PLUS dividen yang dibagikan perusahaan.

Dengan tambahan dari dividen, waktu yang kita perlukan untuk mengumpulkan 235.700 lembar saham MERK tidak lagi 20 tahun, tapi bakal lebih cepat. Bisa jadi 15 tahun, bisa juga terpangkas jadi 10 tahun.

Coba saja kita hitung untuk mengetahui perbedaannya.

Dividen DMAS Mei 2020

Sebagai patokan, kita gunakan Rp1.146/tahun yang merupakan nominal rata-rata dividen yang dibagikan MERK dalam 10 tahun terakhir, sebagai dividen yang akan selalu kita terima selaku pemegang saham. Atau genapkan ke bawah menjadi Rp1.000 untuk memudahkan perhitungan.

Karena setiap bulan kita menyisihkan Rp 2 juta untuk membeli saham MERK, dalam setahun terkumpullah dana Rp 24 juta. Jika kita berhasil membeli di harga incaran, yakni Rp2.000 selembar, maka uang sebanyak itu akan menghasilkan 12.000 lembar saham MERK.

Ketika tahun depan MERK membagikan dividen, yang kita andaikan sebesar Rp1.000 per lembar saham, maka kita berhak mendapatkan dividen sejumlah 12.000 x Rp1.000 = Rp12.000.000. Atau jumlah bersih yang kita terima sebesar Rp10.800.000 setelah dipotong pajak dividen 10%.

Dengan demikian, di tahun kedua modal kita menjadi Rp 24 juta dari hasil menabung Rp 2 juta/bulan selama setahun, ditambah Rp 10,8 juta dari dividen. Total sebesar Rp34.800.000, dan jika kembali dapat membeli saham MERK di harga incaran (yakni Rp2.000/lembar), uang sebanyak ini menghasilkan 17.400 lembar saham baru.

Sekarang kita tambahkan jumlah sahamnya, 12.000 lembar yang dibeli di tahun pertama ditambah 17.400 lembar yang dibeli di tahun kedua. Totalnya adalah 29.400 lembar alias 294 lot.

Mari kita hitung berapa potensi dividen berikutnya. Masih diandaikan nominal dividen adalah Rp1.000, maka total dividen yang kita terima di tahun kedua adalah 29.400 x Rp1.000 = Rp29.400.000. Atau jumlah bersih setelah dipotong pajak menjadi Rp26.460.000.

Ulangi ritmenya, tambahkan uang dari dividen tadi dengan tabungan bulanan dan belikan lagi saham MERK untuk menambah kepemilikan. Maka di tahun ketiga kita mempunyai modal baru sebesar Rp26.460.000 + Rp24.000.000 = Rp50.460.000. Dan bila dibelikan saham baru dengan harga incaran, yakni Rp2.000/lembar, kita akan mendapatkan tambahan 25.200 lembar saham MERK lagi.

Dengan demikian di tahun ketiga kita sudah mengumpulkan saham MERK sebanyak total 54.600 lembar, dengan potensi dividen bersih sebesar Rp49.140.000. Apa yang terjadi jika kita terus mengulangi pola di atas?

Berikut saya buatkan ilustrasi dalam bentuk tabel:

ilustrasi dividen saham

Lihat, jika pola ini terus dilakukan bertahun-tahun (dengan catatan semua angka sesuai asumsi), maka pada tahun ke-10 kita bahkan sudah melampaui target. Ketika itu, jumlah dividen bersih yang diperoleh sebesar Rp 306 juta, alias surplus Rp 64 juta dari target Rp 242 juta per tahun. Dan dari 20 tahun, ternyata target tersebut sudah terpenuhi dalam 10 tahun.

Apakah Cara Ini Mungkin Dilakukan?

Terlihat begitu menjanjikan di atas kertas, apakah hitung-hitungan ini mungkin dilakukan? Well, saya harus jujur mengatakan bahwa perhitungan dalam posting ini penuh dengan asumsi. Terutama pada bagian harga saham incaran yang dipatok Rp2.000, dan nominal dividen yang diandaikan selalu Rp1.000.

Pertama, nominal dividen.
Pada Desember 2018, MERK membagikan dividen interim sebesar Rp2.565 per saham dari keuntungan tahun buku 2018. Dividen interim ini kemudian diputuskan sebagai dividen final. Harga saham saat cumulative date, atau hari terakhir pembelian agar pemilik saham berhak mendapat dividen, adalah Rp7.300. Dengan demikian, nilai dividen setara 35,13% harga saham.

Dividen sebesar itu mungkin tidak akan didapat tahun ini. Perhitungan laba bersih untuk tahun buku 2019 menunjukkan laba per saham (earning per share, EPS) MERK hanya berkisar Rp170. Jika memakai dividend payout ratio tahun lalu sebagai patokan, yakni 80% dari laba bersih, maka nilai dividen tahun ini kemungkinan hanya sebesar Rp140/saham.

Artinya, nominal dividen bisa naik-turun atau juga turun-naik sesuai kinerja perusahaan. Karenanya untuk perhitungan ini saya memakai angka rata-rata, yakni dengan cara menghitung total dividen yang pernah diberi dalam rentang 2010-2019, lalu membaginya dengan angka 10 yang merupakan jumlah tahun dalam periode tersebut. Didapatlah Rp1.146.

Namun demikian, mengingat investasi saham adalah investasi jangka panjang, keuntungannya akan lebih terasa setelah kita memegang sebuah saham dalam jangka waktu lama. Semakin lama, semakin baik hasilnya. Tentu dengan catatan jika kita memilih perusahaan yang tepat dan menguntungkan.

Masih kita gunakan MERK sebagai contoh. Andaikan tahun ini hanya membagi dividen Rp140 sesuai estimasi saya, dengan harga incaran Rp2.000 itu artinya dividen yield sebesar 7%. Yield sebesar ini sebetulnya sudah terhitung sangat bagus untuk ukuran IHSG. Tapi, akan saya beritahu bagian yang lebih bagus lagi.

Riwayat harga saham PT Merck Tbk

Jika kita simpan saham MERK hingga 10 tahun ke depan, lalu katakanlah setiap tahun perusahaan selalu membagikan dividen dengan yield 7%, lihat apa yang terjadi.

Andaikan dalam 10 tahun ke depan harga saham MERK melonjak menjadi Rp20.000/lembar. Dan di saat itu MERK membagikan dividen dengan yield juga 7% dari harga sahamnya, maka nominal dividennya adalah sebesar Rp1.400.

Catat baik-baik, dividend yield 7% ini hitungan bagi yang membeli sahamnya di tahun 2030, seharga Rp20.000/lembar. Bagaimana dengan kita yang memiliki saham MERK sejak 2020 dengan harga Rp2.000?

Untuk menghitungnya mudah saja. Tinggal bagi saja nilai dividen dengan harga saham, lalu dikali 100. Maka, dividend yield untuk kita yang menyimpan saham MERK selama 10 tahun adalah Rp1.400/Rp2.000 = 70%.

Sebagai kesimpulan, walaupun saat ini kelihatannya dividen yang kita dapat kecil nilainya, namun 10 tahun ke depan bisa jadi sangat besar jika dibandingkan dengan harga beli kita. Jadi, kalaupun dengan membeli saham MERK saat ini kita tidak mendapat dividen Rp1.000, seperti yang diasumsikan dalam perhitungan di atas, mungkin saja 5 atau 10 tahun lagi angka tersebut jadi kenyataan.

Kedua, harga saham.
Apakah mungkin harga saham MERK akan terus Rp2.000 seperti yang diandaikan dalam perhitungan di sini? Tentu saja tidak. Pada 2 Januari 2020 lalu harga saham MERK Rp2.900, sedangkan pada 23 Maret 2020 harganya Rp1.255.

Dalam rentang 10 tahun terakhir, harga tertinggi saham MERK adalah Rp11.750 pada 17 Mei 2013. Ini harga yang disesuaikan dengan aksi stock split (pemecahan saham) dengan rasio 1:20 pada Desember 2015. Adapun harga asli di hari itu dengan mengabaikan stock split adalah 20 kali lipatnya, yakni Rp235.000.

Itu sebabnya saya bilang membeli saham di harga incaran adalah hal yang mudah, tapi juga bukan tidak mungkin. Karena harga saham selalu naik-turun, kita musti punya kesabaran tinggi untuk menunggu harga berada di titik terendah, baru memasukkan dana yang sudah dikumpulkan untuk membeli saham tersebut.

Dengan membeli saham pada saat harganya berada di titik terendah seperti inilah kita akan mendapat dividend yield yang bagus di tahun-tahun mendatang.

Untuk mengakhiri uraian panjang ini, dua hal yang harus dilakukan adalah: (1) memilih perusahaan yang baik dan menguntungkan di mana kita akan menempatkan uang sebagai investasi, lalu (2) tunggu dengan sabar sampai harganya mencapai titik terendah baru lakukan pembelian. Itulah kunci penting dari merancang program pensiun dengan dividen saham versi saya.

Semoga bermanfaat.

SANGKALAN:

  1. Penyebutan saham MERK hanya sebagai contoh perhitungan, bukan merupakan anjuran untuk membeli.
  2. Angka-angka yang disajikan di atas hanyalah estimasi, asumsi, dan perkiraan, yang meskipun diolah dari data dan historis saham bersangkutan, namun bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai patokan pasti.
Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (368 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

1 Trackback / Pingback

  1. Berapa lembar saham yang dibutuhkan agar dapat dividen Rp 100 juta per tahun? – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: