Highlight:

Accelerated Mobile Pages (AMP) untuk meningkatkan SEO pada blog

AMP untuk meningkatkan SEO blog

SIAPAPUN yang sudah terbiasa mengelola website dan akrab dengan seluk-beluk masalah SEO, pastinya memahami bahwa saat ini Google “mewajibkan” mobile-friendly sebagai salah satu syarat agar sebuah website memiliki posisi lebih baik pada halaman hasil pencariannya. Satu cara mudah yang dapat digunakan untuk membuat website menjadi mobile friendly adalah dengan menggunakan Accelerated Mobile Pages untuk meningkatkan SEO.

Sebelumnya, tentu saja kita wajib mengetahui apa itu AMP, apa pengertian sebenarnya dari AMP, bagaimanakah cara kerja AMP itu sendiri untuk meningkatkan SEO pada website? Seberapa pentingkah AMP ini untuk website kita?

Berikut ini sedikit pembahasan mengenai Accelerated Mobile Pages untuk meningkatkan SEO yang perlu diketahui, dan mengapa blog kita memerlukan fitur AMP agar tampil lebih baik di mesin pencarian terpopuler saat ini: Google.

Penyedia web hosting murah di Indonesia klik disini

Pengertian AMP

AMP merupakan singkatan dari Accelerated Mobile Pages. AMP mulai diperkenalkan ke dunia maya terhitung belum terlalu lama, yaitu pada tahun 2016. Ini merupakan sebuah program open-source dari Google yang dirancang agar akses website menggunakan ponsel menjadi lebih cepat dan juga lebih efisien demi kenyamanan penggunanya.

Dalam laman resminya, Google menyebut kebanyakan pengguna perangkat mobile akan meninggalkan sebuah halaman situs yang waktu loading-nya lebih dari 3 detik. Sedangkan menurut hasil studi Think With Google, kebanyakan situs ketika diakses melalui perangkat mobile baru akan terbuka sepenuhnya dalam waktu rata-rata 19 detik.

Lambatnya akses situs di perangkat mobile ini meningkatkan angka bounce rate. Artinya, begitu menjumpai sebuah situs yang lamban, pengunjung memilih langsung pergi alih-alih terus membuka dan membaca halaman-halaman lain di situs tersebut.

Tingginya angka bounce rate berarti buruk bagi sebuah situs. Sistem Google akan menandai laman seperti ini sebagai tidak relevan dengan kata kunci yang diketikkan pengunjung ketika melakukan pencarian. Akibatnya tentu saja situs tersebut jadi susah tampil di halaman awal hasil pencarian.

Menyiasati hal ini, sekaligus melihat data mengenai semakin banyaknya akses internet melalui perangkat mobile, Google meluncurkan framework AMP sebagai solusi.

Mobile page speed vs bounce rate

Sebuah studi oleh Google menunjukkan bahwa semakin lamban sebuah situs diakses melalui perangkat mobile, semakin tinggi angka bounce rate-nya. Gambar: Think With Google

Cara Kerja AMP

Lalu, bagaimana sih cara kerja Accelerated Mobile Pages alias AMP itu sendiri?

Secara ringkas dapat dijabarkan bahwa AMP merupakan serangkaian kode HTML yang dirancang untuk membuat sebuah website memiliki halaman-halaman yang lebih ringan. Dengan demikian website tersebut dapat di-load dalam waktu yang jauh lebih cepat, tidak lebih dari 4 detik!

AMP akan me-render laman pada sebuah website menggunakan kode HTML yang sudah dioptimasi sebelumnya. Memanfaatkan kompresi berkas-berkas berukuran besar seperti gambar dan foto, serta memaksimalkan fungsi cache, AMP ciptaan Google menghadirkan laman yang irit data sehingga cepat diakses.

Karena ukuran datanya kecil, dengan menggunakan AMP akses ke sebuah website menjadi sebuah kombinasi sempurna antara kecepatan loading dan penghematan biaya.

Yang perlu diingat jika ingin AMP berjalan dengan baik ialah memastikan bahwa kita sudah menggunakan CSS yang lebih efisien, serta kode Javascript khas yang dikhususkan untuk AMP di library Javascript. Nantinya, agar AMP dapat bekerja secara maksimal, kita perlu memvalidasi AMP tersebut.

AMP Berpengaruh pada Hasil Pencarian?

Pertanyaan berikutnya, seberapa besar sih pengaruh penggunaan AMP pada hasil pencarian untuk situs kita?

Besar-kecilnya tentu membutuhkan pengujian terlebih dahulu. Namun menurut pengalaman, penggunaan AMP untuk meningkatkan SEO sangatlah memengaruhi hasil pencarian. Sebagian dari kita mungkin masih terus bertanya-tanya bagaimana bisa AMP memengaruhi halaman hasil pencarian mesin pencari (search engine result page, SERP). Apa bedanya?

Baca juga: 7 Cara membuat konten yang search engine friendly

Kuncinya terletak pada kemudahan akses dan kenyamanan pengguna. AMP menampilkan sebuah situs dengan tampilan carousel yang simpel namun fungsional. Hal ini dikarenakan AMP memang dirancang untuk memberikan user experience terbaik kepada pengunjung dalam membaca artikel yang muncul dalam halaman hasil pencarian.

Laman yang sudah dioptimasi untuk perangkat seluler menggunakan AMP biasanya ditandai dengan ikon petir di sebelah nama situs tersebut. Jadi, jika suatu saat menemukan situs dengan ikon ini ketika googling di ponsel, itu artinya laman tersebut mendukung fungsi AMP. Yang artinya, website tersebut lebih mudah diakses melalui perangkat apapun.

Keuntungan Menggunakan AMP

Membaca ulasan singkat di atas, rasanya sudah dapat dipahami dong ya keuntungan menggunakan AMP untuk meningkatkan SEO. Secara teknis, banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dengan memaksimalkan fungsi AMP. Yang harus dicatat, terdapat hubungan sangat signifikan antara kecepatan website, page views, dan peringkat situs kita di search engine.

Urut-urutannya kurang-lebih begini. Pengunjung senang mengakses situs yang mudah dibuka dari perangkat apapun, utamanya mobile seperti smartphone atau tablet. Karenanya situs jadi ramai pengunjung dan halaman-halaman situs lebih banyak dibaca. Ini membuat page views meningkat serta bounce rate dapat ditekan, yang kesemuanya merupakan skor baik di mata Google.

Meskipun berkali-kali mengubah algoritma, standar utama untuk pemeringkatan situs di halaman hasil pencarian Google pada dasarnya sama saja. Kuncinya pada seberapa sering situs kita dikunjungi ketika muncul dengan hasil pencarian tertentu. Karenanya, mudah-tidaknya situs kita diakses dari beragam perangkat turut memegang peranan penting.

Tentu saja ini juga berkaitan erat dengan konten blog kita. Sekalipun sudah mobile friendly dan tampilannya cantik, namun kalau kontennya tidak bagus rasanya bakal percuma. Coba deh kenali terlebih dahulu empat kuadran artikel blog untuk memetakan di posisi mana artikel-artikel blogmu selama ini.

Kembali ke soal AMP, hal lain yang tak kalah menarik adalah layanan ini mendukung adanya iklan. Bagi pemasang iklan, alias pemilik produk dan atau merek, ini menguntungkan karena iklan mereka ditampilkan di lebih banyak perangkat serta berpeluang dilihat lebih banyak orang. Artinya, pemasaran mereka dapat menjangkau pasar yang sangat luas tanpa batas.

Sedangkan bagi pengelola website, ini juga merupakan keuntungan karena kita tetap berpeluang mendapatkan penghasilan dari iklan yang dipasang. Tak peduli situs kita diakses menggunakan komputer meja, laptop, tablet, maupun smartphone, iklan tersebut bakal tetap ditayangkan sehingga meningkatkan pendapatan.

Cara setting AMP di WordPress.com

Setting AMP di WordPress.com sangat mudah, cukup dengan beberapa kali klik saja pada dasbor.

Aplikasi Mudah dengan Plugin

Bagi developer dan programmer, memahami serta mengaplikasikan AMP bukanlah perkara sulit. Namun, hal berbeda bisa terjadi pada kalangan awam. Termasuk di komunitas blogger yang tak semuanya memahami hal-hal teknis. Tapi, jangan khawatir. Jika kamu menggunakan WordPress, maka blogmu dapat dengan mudah mengaplikasikan AMP sehingga menjadi mobile friendly.

Bagi pengguna WordPress.com seperti blog ini, fitur AMP dapat diaktifkan dengan sangat mudah dengan satu-dua klik. Cukup buka menu Appearance atau Tampilan pada dasbor, kemudian pilih AMP pada deretan menu yang tampil setelahnya. Tinggal klik tombol untuk mengaktifkan fitur AMP, maka blog sudah dapat diakses dengan mudah melalui perangkat mobile.

Meski tampilannya sederhana dan standar, namun layanan gratis ini sudah sangat membantu. Jika kamu berlangganan paket Business atau eCommerce, kamu juga dapat menginstal plugin AMP sesuai kebutuhan. Menggunakan plugin tertentu, kamu dapat mendandani tampilan blogmu agar tampil lebih cantik di perangkat mobile.

Baca juga: 5 Cara cari uang dengan blog WordPress gratisan

Sedangkan bagi pengguna self-hosted WordPress.org, terdapat beberapa plugin Accelerated Mobile Pages untuk meningkatkan SEO yang dapat digunakan. Penggunaannya juga terhitung mudah. Tinggal unduh lalu instal plugin tersebut ke blog, lalu aktifkan. Beres deh.

Setidaknya ada tiga plugin AMP untuk WordPress yang direkomendasikan, yaitu:

  1. AMP for WordPress yang direkomendasikan untuk dipakai pada blog, website editorial, juga laman startup. Plugin AMP ini sangat cocok bagi pemilik blog masih awam dalam hal optimaliasasi AMP.
  2. AMP for WP yang merupakan plugin all in one dan dikenal luas karena keandalan dan fleksibilitasnya. Plugin ini dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan, menyediakan opsi support, fitur extension, pembaruan secara berkala untuk penambahan fitur, serta memperbaiki error dan bug yang mungkin ada.
  3. Glue for Yoast SEO and AMP, yang dari namanya dapat ditebak merupakan plugin persembahan Yoast SEO yang telah lama kondang di kalangan pengguna WordPress.

Itulah ulasan singkat mengenai Accelerated Mobile Pages untuk meningkatkan SEO, serta beberapa plugin yang dapat digunakan untuk memaksimalkan fungsinya. Satu hal yang pasti, AMP memberikan begitu banyak keuntungan bagi situs dan blog kita agar tampil lebih baik di laman hasil pencarian mesin pencari, utamanya Google.

Semoga bermanfaat.

Beri tip untuk blog ini
About Bung Eko (44 Articles)
Let's blog with happiness :)

2 Comments on Accelerated Mobile Pages (AMP) untuk meningkatkan SEO pada blog

  1. Makasih Mas Eko atas artikelnya. Saya baru paham nih apa yang dimaksud dengan AMP.
    Entah mulai kapan saya lihat ada pilihan AMP di wordpress. Yang nongol diatas pilihan Mobile itu pada menu Appearance.

    Salam,

    Suka

    • Di WordPress.com seperti halnya web kita bersama sudah otomatis terdapat fitur AMP, Pak. Jadi tinggal diaktifkan saja, sudah otomatis tersedia versi mobile. Ya meski nggak begitu keren sih tampilannya, tapi sudah sangat membantu.

      Disukai oleh 1 orang

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: