Highlight:

Genjer, sayuran murah meriah yang (ternyata) kaya gizi

Aneka manfaat genjer

MESKI terbilang aktif di Quora, tapi saya jarang sekali menjawab pertanyaan. Saya lebih suka membaca jawaban-jawaban keren dari beberapa Quorawan/Quorawati papan atas. Saya hanya menjawab beberapa saja yang betul-betul menarik minat. Salah satunya pertanyaan ini:

Apa makanan yang kamu sukai sewaktu kecil yang akhirnya kamu sadari saat dewasa bahwa orang tuamu membuatkan makanan itu karena tidak memiliki uang?

Membaca pertanyaan tersebut, memori saya langsung terlempar ke masa kecil. Masa-masa yang akan terus saya, juga Bapak-Ibu dan adik-adik, ingat sebagai masa prihatin. Masa ketika kami tidak dapat bebas memenuhi berbagai kebutuhan, apatah lagi keinginan. Termasuk soal menu makanan yang harus disesuaikan dengan isi kantong, yang sepertinya lebih sering kosong.

Untungnya kami punya sosok ibu yang sangat kreatif. Menyiasati kondisi serba minim, serta melihat melimpahnya bahan pangan alternatif di sekitar, Ibu dapat memanfaatkan apa saja yang tersedia di alam untuk diolah sebagai sajian lezat. Tumis genjer yang kemudian saya ceritakan sebagai jawaban atas pertanyaan di Quora tadi adalah salah satu hasil kreasi Ibu.

Ada dua cara ibu mengolah genjer:

  1. Ditumis seperti pada foto, dan inilah favorit saya dan seisi rumah,
  2. Direbus begitu saja lalu dimakan dengan campuran sambal atau urapan.

Karena tahu kami semua lebih suka olahan pertama, juga karena lebih mudah membuatnya–untuk membuat urapan harus mengupas dan memarut kelapa lagi, Ibu lebih sering memasak tumis genjer.

Sayur tumis genjer

Sayur Favorit

Ibu punya trik agar rasa genjer yang getir menjadi lebih netral sehingga lebih sedap disantap. Caranya mudah saja. Pertama-tama, cuci bersih batang dan daun genjer yang akan dimasak. Kemudian tempatkan pada wadah lebar, lanjutkan dengan meremas-remas batang dan daun genjer dengan tangan.

Sambil meremas-remas, sesekali taburkan garam dapur secara merata. Jangan keras-keras meremasnya, cukup sampai batang dan daun genjer berubah jadi layu dan warnanya menjadi lebih gelap. Biasanya ada sedikit cairan yang keluar, sehingga genjer menjadi basah.

Setelah itu barulah genjer ditumis. Tentu dicuci dulu sebelumnya ya. Berikutnya tinggal masukkan saja ke dalam penggorengan begitu bumbu-bumbu tumisan yang sudah terlebih dahulu dimasukkan layu dan menguarkan bau harum. Tumis hingga matang.

Saya akan makan dengan lahap setiap kali Ibu masak tumis genjer begini. Dan bisa dipastikan selalu tambah porsi. Luar biasa enak! Apalagi kalau Ibu mencampurkan tauco atau teri yang dibelah-belah. Duh, saya pengen jadi makan!

Setelah masuk SMA dan merantau ke ibukota kabupaten, barulah saya tahu Ibu sering masak tumis genjer untuk menyiasati kondisi finansial. Pasalnya, gulma tersebut bisa didapat dengan gratis. Ibu tinggal memetik saja di rawa-rawa milik tetangga.

Ketika kemudian sawit di kebun-kebun mulai bisa dipanen dan ekonomi keluarga membaik, Ibu tidak pernah lagi memasak genjer. Kalau tak salah ingat, saya terakhir kali makan tumis genjer masakan Ibu pada 2001. Itu saat saya pertama kali mudik setelah tahun sebelumnya merantau ke Jogja.

Ketika mudik ke Jambi begitu saya biasanya meminta dimasakkan tumis genjer. Tapi Ibu selalu menjawab, “Masa mau makan genjer terus?” Selain itu, rawa-rawa di halaman belakang tetangga juga sudah lama dikeringkan. Tidak ada lagi genjer.

Jual genjer di Bukalapak

Kaya Gizi dan Bermanfaat

Belakangan, saya baru tahu kalau ternyata genjer jadi salah satu sayuran favorit para vegetarian. Sebab tanaman bernama latin Limnocharis flava ini sangat kaya serat sehingga baik bagi sistem pencernaan.

Tak cuma itu. Mengutip laman Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta (sumber), batang dan daun genjer juga kaya akan kandungan berbagai mineral, kalori, protein, karbohidrat, serta lemak. Dalam setiap 100 gram genjer, terkandung kalori sebesar 399 kkal, protein 1,7 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 7,7 gram, dan serat 0,95 gram.

Adapun kandungan mineralnya meliputi zat besi 17.97 mg, kalsium 62 mg, natrium 3,13 mg, kalium 300,46 mg, magnesium 2,81 mg, fosfor 33 mg, seng 1,28 mg, dan tembaga 0,613 mg. Sedangkan bunga genjer mengandung zat polifenol, kardenolin, dan flavonoida.

Wah, nggak nyangka kan kalau genjer yang selama ini dikategorikan gulma, rupanya tergolong makanan sehat. Dengan kandungan gizi dan mineral seperti ini, tak heran bila genjer dapat memberi manfaat positif bagi pengonsumsinya.

Di antara manfaat positif genjer adalah:

  • Kandungan proteinnya dapat membantu meremajakan sel-sel tubuh.
  • Kandungan lemak dan karbohidrat membuat genjer dapat memberi cadangan energi bagi tubuh.
  • Serat genjer yang tinggi dapat mencegah sembelit, sehingga membantu melancarkan pencernaan. Khasiat lain sehubungan ini adalah kita jadi terhindar dari kanker colon.
  • Zat polifenol yang terkandung dalam genjer dapat berperan sebagai antioksidan.
  • Karena mengandung kalsium, genjer dapat pula membantu pembentukan tulang pada anak-anak. Sementara pada orang dewasa, kalsium pada genjer berfungsi untuk memperkuat tulang sehingga mengurangi resiko osteoporosis.
  • Aneka kandungan mineral lain pada genjer sangat penting bagi proses metabolisme tubuh, keseimbangan kadar air, serta berperan dalam ratusan fungsi lainnya untuk mendukung kesehatan tubuh.

Wah, tak mengherankan jadinya kalau genjer kini digemari. Dari awalnya hanya sayuran favorit bagi kaum papa seperti keluarga kami dulu, sekarang orang-orang dengan kemampuan finansial lebih baik pun tak segan-segan mengonsumsinya. Termasuk kaum mapan di perkotaan.

Ini dibuktikan dengan banyaknya toko-toko online berjualan genjer di sejumlah marketplace. Di Bukalapak, misalnya, jika kita masukkan kata kunci “genjer” pada kolom pencarian, maka akan bermunculan banyak sekali toko yang menawarkan genjer.

Harga genjer yang dijual di Bukalapak bervariasi, namun rata-rata dihitung per 100 atau 500 gram. Asal penjualnya juga bermacam-macam. Ada yang dari Jakarta, Depok, Bandung, Pangandaran, hingga Lampung. Demikian pula di Tokopedia.

Hmmm, jadi makin rindu sama tumis genjer masakan Ibu 🙂

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (379 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

4 Comments on Genjer, sayuran murah meriah yang (ternyata) kaya gizi

  1. sudah murah meriah, enak pula.. aku suka bangett genjerrrr 😀

    Suka

  2. iya, genjer ini enaknya ditumis
    tapi entah Ibuku lagi jarang beli genjer akhir2 ini

    Suka

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: