Highlight:

The Pitagiri Jakarta, hotel murah meriah di kawasan Palmerah

CARI hotel murah meriah di pusat kota Jakarta yang suasananya tenang menghanyutkan? Cobalah menginap di Hotel Pitagiri alias The Pitagiri Jakarta alias RedDoorz near GBK Senayan. Ini hotel budget bertarif 200.000-an rupiah per malam di kawasan Palmerah Barat dengan nuansa retro nan menenangkan.

Suatu sore di penghujung Desember 2018. Hujan mengiringi perjalanan saya bersama anak, istri, adik, serta keponakan dari JungleLand Adventure Theme Park di Sentul, Bogor. Seharian itu kami habiskan bermain di playground seluas 35 hektar dalam Kawasan Sentul Nirwana tersebut.

Ceritanya, kanal YouTube anak-anak yang saat itu memiliki sekitar 80.000 subscriber saya daftarkan ke satu program yang diadakan JungleLand. Saya lupa nama programnya apa. Yang jelas di program tersebut siapa pun yang punya media sosial dengan jumlah follower dan subscriber lebih dari 10.000 diberi kesempatan masuk JungleLand gratis.

Kanal YouTube dengan 80.000 subscriber milik anak-anak rupanya dihadiahi 8 tiket gratis oleh JungleLand. Jadilah saya bisa mengajak adik-adik yang tinggal di Bogor dan Jakarta, serta ibu yang tengah tilik putu di Jakarta.

Saking luas serta begitu banyaknya wahana yang ada di JungleLand, kami baru pulang rembang petang. Lamat-lamat saya mendengar adzan Magrib saat mobil kami melintas di ruas tol Jakarta-Bogor. Sampai di Jakarta sudah masuk waktu salat Isya.

Waktu itu saya membawa seorang teman dari Pemalang untuk mengemudikan mobil. Kami bepergian tak cuma ke Bogor, tapi sampai ke Kota Metro di Lampung hari-hari sebelumnya. Anak seorang paman di sana menikah, jadi saya menyempatkan datang sekeluarga sekaligus membawa Ibu yang tengah berada di Jakarta.

Sekembali dari Metro, kami bertahan di Jakarta hingga pergantian tahun. Saya sekeluarga menginap di rumah adik di Palmerah, sedangkan teman tadi saya inapkan di Airy. Namun karena selalu booking mendadak, saya hanya dapat kamar untuk 1-2 malam. Teman tadi pun harus rela berpindah-pindah hotel.

Mengingat hari itu teman tadi sudah check out dari penginapan sebelumnya, yakni Airy Eco Palmerah Kemanggisan Ilir Tiga 55, saya kembali dadakan mencari penginapan baru untuknya. Bukan ide bagus memang, harus saya akui. Tapi, rupanya itu kemudian jadi berkah tersembunyi baginya.

Apa pasal? Setelah sebelum-sebelumnya menginap di kamar-kamar Airy Eco nan mungil, sejak malam itu ia dapat beristirahat di hotel bintang dua dengan kamar sangat luas. Ada balkonnya pula! Saya pun senang karena tarif hotel tersebut tak lebih dari Rp250.000 semalam.

Tua, Namun Sangat Terawat

Nama hotelnya adalah Hotel Pitagiri, terletak di Jl. Palmerah Barat No. 110. Patokannya sangat mudah, yakni tepat di samping (atau malah di belakang?) McDonald’s Palmerah. Kalau kalian datang dari arah Slipi, McDonald’s berada di sebelah kanan jalan. Dengan demikian kalau kalian datang dari arah Kemandoran, restoran cepat saji tersebut berada di sebelah kiri jalan.

Jalan masuk menuju Hotel Pitagiri berada tepat di samping pintu masuk McDonald’s. Bangunannya terletak agak di belakang, karenanya terkesan berada di belakang McDonald’s. Begitu masuk ke jalan tersebut, dari kejauhan kita dapat melihat tulisan RedDoorz besar berwarna merah di atas gedung hotel.

Hotel ini memang bekerja sama dengan RedDoorz. Kita dapat memesan kamar di hotel ini melalui aplikasi RedDoorz. Namun tentu saja bukan nama Hotel Pitagiri yang tertera, melainkan RedDoorz near GBK Senayan. Menariknya, tarifnya sebagai kamar RedDoorz lebih murah ketimbang sebagai Hotel Pitagiri di Traveloka. Waktu itu selisihnya sekitar Rp50.000-an.

Sebelum masuk ke area parkir, kita akan menemui pos jaga petugas keamanan. Wajib berhenti untuk melapor di sini. Jika kita datang sebagai pengunjung akan dikenai tarif parkir, dan harus dibayar di muka. Namun kalau datang sebagai tamu hotel, kita hanya diberi kartu parkir yang harus ditunjukkan saat keluar-masuk area hotel.

Area parkir hotel begitu luas. Sebagai gambaran, dari sisi timur ke barat parking lot Pitagiri sama panjang dengan area parkir McDonald’s dan Alfamart di depannya, ditambah sekitar semeter lebar jalan masuk menuju hotel. Sangat luas. Area parkir mobil terletak di sisi barat yang lebih panjang, sedangkan untuk sepeda motor di sisi timur.

Melihat gedung hotel ini, nuansa kuna langsung terlihat. Ini gedung lama. Dari informasi yang berceceran di Google, hotel ini dibangun sejak tahun 1980-an. Setua usia saya. Bangunannya berbentuk memanjang timur ke barat, dengan tinggi total empat lantai.

Seorang staf keamanan menyapa sembari membukakan pintu ketika kami hendak masuk ke lobi. Lobinya cukup luas, dengan beberapa set sofa dan furnitur yang terlihat tua. Meski nampak tua namun terawat baik, terlihat dari kilapnya yang memantulkan cahaya lampu. Beberapa lukisan tergantung di dinding. Auranya memang terkesan temaram, mungkin karena saat itu sudah malam sehingga beberapa lampu dipadamkan.

Proses check in berlangsung cepat. Resepsionis melayani dengan cekatan sembari menjawab pertanyaan-pertanyaan saya terkait kerja sama hotel dengan RedDoorz. Dari resepsionis tersebut–tidak saya tanyai namanya siapa–saya mendapat konfirmasi bahwa tarif RedDoorz memang jauh lebih murah dari rate standar mereka.

Oya, di sini harus menyerahkan deposit sebesar Rp100.000 pada saat check in. Tidak jadi masalah. Nanti uang tersebut akan dikembalikan pada saat check out.

Lukisan Jakarta Tempo Doeloe

Menariknya, meski memesan lewat Traveloka sebagai Hotel Pitagiri, kami mendapatkan kamar RedDoorz. Tidak seperti hotel lain yang pernah saya inapi, di mana ketika saya memesan lewat Airy atau RedDoorz akan ditempatkan di kamar yang dikhususkan untuk itu. Sedangkan jika memesan lewat Traveloka, dan bukan lewat Airy/RedDoorz, yang diberi hotel yang tidak ada asesoris dan amenities khas Airy maupun RedDoorz.

Tapi saya tak ambil pusing soal itu. Terlebih setelah melihat ukuran kamarnya yang begitu luas. Lantai kamar terasa begitu dingin, padahal AC belum dinyalankan. Memasuki kamar, saya merasakan sebuah kelegaan yang nyata. Tambah girang lagi begitu tahu ada sepetak balkon.

Teman saya yang seorang perokok senang bukan main. Ia langsung keluar ke balkon dan asyik dengan rokoknya di sana. Itu sebabnya sosoknya tak banyak terlihat dalam video ulasan yang saya buat di YouTube.

Fasilitas kamar terbilang standar. Hanya saja barang-barangnya bermerek top. AC-nya merek Panasonic. Sementara televisi layar datar yang tertempel di dinding bermerek Sharp. Bukan produk-produk China seperti banyak dipakai di kebanyakan budget hotel.

Beberapa lukisan yang menggambarkan Jakarta tempo doeloe terpacak di dinding. Yang paling saya ingat adalah lukisan rumah Raden Saleh. Di bawah lukisan tertera tulisan dalam bahasa Belanda, “Huis van Raden Saleh te Menteng.” Satu gambar lagi melukiskan suasana di tepian sungai di Jl. Pintu Kecil. Kemungkinan sungai dalam lukisan itu adalah Kali Krukut.

Selain dua tempat tidur besi, terdapat pula meja panjang di dekat tivi, sebuah almari besar di sudut ruangan, serta satu set meja bundar dengan dua kursi. Seluruh perabotan ini terlihat klasik, utamanya dua ranjang besi tersebut. Lalu keramik di lantai juga terlihat antik.

Kamar mandi Hotel Pitagiri

Masuk ke dalam kamar mandi, saya langsung disambut wastafel yang berjejer rapat dengan kloset duduk. Di atas kloset terdapat rak berisi berisi dua handuk putih. Sedangkan di atas wastafel terdapat kaca besar, yang di samping terletak dua gelas tertelungkup dan satu gulung tisu.

Ya, menurut saya kamar mandinya sempit. Namun masih terhitung nyaman untuk buang hajat maupun mandi. Poin plusnya, area kering dan basah dipisahkan dengan dinding kaca tebal. Mandinya menggunakan shower yang saat itu aliran airnya terhitung kencang. Disiapkan pula perlengkapan mandi dalam satu kantong hitam berlogo RedDoorz. Isinya sabun, sampo, sikat dan pasta gigi, serta sisir kecil.

Sayangnya saya tak ikut mencicipi makanan di restoran hotel. Namun, untuk urusan makanan tidak perlu khawatir. Selain McDonald’s, terdapat banyak sekali tempat makan dalam radius 500 meter dari hotel. Salah satu yang sempat saya cicipi adalah Ayam Keprabon (tonton videonya di sini), yang lokasinya hanya 108 meter dari hotel. Tak jauh dari McDonald’s.

Sebagai kesimpulan, saya sepakat dengan ulasan Hotel Pitagiri di Traveloka: mengesankan! Kalau nanti berlibur ke Jakarta lagi bersama keluarga, saya akan menjadikan hotel ini sebagai pilihan pertama.

Semoga bermanfaat.

Hotel Pitagiri

Jl. Palmerah Barat No. 110
Palmerah, Jakarta Barat
Indonesia 11480

Catatan: Foto-foto saya ambil dari laman profil Hotel Pitagiri di berbagai situs booking hotel, juga review di Google Maps.

About Eko Nurhuda (355 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

6 Comments on The Pitagiri Jakarta, hotel murah meriah di kawasan Palmerah

  1. Aku juga lebih cocok sama RedDoorz ketimbang merek senegaranya yang pernah kuinapi juga di Surabaya. Kesan waktu nginap di Semarang, juga di Bogor, memang memuaskan. Harga bersainglah, masuk akal bahkan terjangkau. Kapan ya bisa jalan-jalan ke Jabodetabek lagi. Ngumpulin receh dulu.

    Suka

    • Kalau kuperhatikan sekilas, dari dua kali menginap sih cuman, RedDoorz ini begitu memperhatikan properti yang dijadikan mitra. Standarnya agak lebih tinggi dari si biru. Mungkin aku mainnya kurang jauh, jadi bisa jadi penilaian ini salah.

      Suka

  2. Belakangan ini aku kalau kemana-mana sedang suka nginep di OYO Hotels.
    Pernah beberapa kali di Reddorz tapi ga memuaskan.
    Tapi hotel yang satu ini beda euy, fasilitasnya lumayan komplit.
    Tapi memang sesuai dengan harganya sih :v

    Suka

    • Aku belum pernah ke OYO. Pas ke Bogor tengah tahun lalu sempat kepincut satu properti OYO, tapi ga jadi karena keluarga besar sepakatnya di satu penginapan model rumah joglo. Padahal pas punya voucher diskon.

      Suka

  3. Wah..ikut nyatat nama hotelnya ah..boleh juga nih utk jujugan klo jalan2 rane2 ke Jakarta. TFS mas Eko..

    Suka

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: