Iklan
Highlight:

Serunya naik kereta api Jakarta-Yogyakarta dengan KA Taksaka

JKT48 naik KA Taksaka

Member JKT48 naik KA Taksaka untuk menuju Yogyakarta ketika menghadiri satu event pada November 2018. FOTO: Twitter/S_SiscaJKT48

KETIKA tiket pesawat melambung tinggi seperti saat ini, ada pilihan moda transportasi lain yang sangat direkomendasikan. Tak kalah nyaman, tak kalah bersih, bahkan nyaris tak pernah ada cerita delay. Ya, itulah dia kereta api dengan segala fasilitasnya yang kini tidak kalah dari pesawat.

Sejak PT Kereta Api Indonesia dipimpin Ignasius Jonan (25 Februari 2009–27 Oktober 2014) banyak sekali terjadi perubahan dalam BUMN satu ini. Kereta api yang kita naiki sejak saat itu benar-benar berbeda dari kereta api di masa-masa sebelumnya.

Saya masih ingat betul pernah naik KA Gaya Baru Malam Utara (kini KA Kertajaya) dari Pasar Turi ke Pasar Senen di tahun 2004. Sungguh sebuah pengalaman luar biasa mengesankan, kesan buruk tentunya, terlebih jika dibandingkan dengan kondisi kereta api saat ini.

Ketika itu, sesaat setelah menaiki gerbong hidung kita akan segera disergap bau pesing. Ya, bau tak sedap dari toilet yang terletak di dekat pintu gerbong. Setelahnya, kita harus berebut tempat duduk dengan penumpang lain. PT KAI masih menggunakan tiket model Edmondson ketika itu, jadi tidak ada nomor tempat duduk di tiket. Nama kita sebagai pemegang tiket pun tidak ada dalam tiket tersebut.

Bagaimana kalau tidak kebagian tempat duduk? Jangan salah, ini hal lumrah di masa lalu. Terlebih siapapun dapat dengan leluasa masuk stasiun dan naik ke gerbong kereta. Pilihannya: menggelar koran di lantai (baik di lorong maupun di antara kursi penumpang), tidur di bawah kursi, naik ke tempat menaruh tas dan barang (seperti pernah saya lihat dilakukan serombongan Bonek), di bordes, bahkan masuk WC.

Lalu sebelum kereta api berjalan, serombongan pedagang asongan akan hilir-mudik bergantian menjajakan dagangannya. Jumlahnya berkurang saat kereta mulai berjalan, tapi tetap saja membuat suasana gerbong bising. Bisa dibayangkan bagaimana suasananya. Gerbong yang sudah padat karena (biasanya) kelebihan penumpang, lorong dan ruang antara kursi dipenuhi orang menggelar koran, pedagang asongan hilir-mudik tak kenal waktu, dan asap rokok.

Kini, semuanya berubah. Tidak ada lagi sampah berserakan, tidak ada lagi penumpang gelap yang membuat keadaan di dalam kereta api menjadi penuh sesak, dengan demikian juga tidak ada lagi tangan-tangan jahil pencopet yang dahulu menjadi salah satu hal yang sangat  diwaspadai saat naik kereta api.

Fasilitas yang ada di kereta api saat ini sudah sekelas fasilitas pesawat. Semua gerbong dari segala jenis kelas dipastikan berpendingin udara (AC). Setiap penumpang dipastikan mendapat tempat duduk. Juga ada pramuniaga yang membawa kereta dorong berisi makanan dan minuman, berkeliling sepanjang gerbong dengan perlahan dan sopan.

Di masa lalu memang ada sih kereta yang oke punya. Nyaman, bersih, tenang, dan pelayanannya tidak kalah dari pesawat terbang. Namun, untuk itu kita musti mengeluarkan uang banyak. Sebab kereta-kereta terbaik jaman itu adalah kereta eksekutif, alias premium, yang harga tiketnya menyaingi harga tiket pesawat.

Saya pernah naik KA Argo Dwipangga dari Stasiun Yogyakarta (Tugu) ke Gambir, Jakarta, bersama ibu dan seorang adik. Sungguh pengalaman luar biasa bagi kami. Sampai sekarang adik saya yang saat itu berusia 8 tahun masih ingat betul pengalamannya naik kereta api eksekutif.

KA Taksaka menikung di Kalimenur

KA Taksaka tengah melewati tikungan di dekat Stasiun Kalimenur, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. FOTO: Flickr/aristantoaw

Nyaman Naik KA Taksaka

Ketika itu saya dan ibu naik KA Argo Dwipangga yang sebetulnya memiliki relasi Solobalapan-Gambir karena mengejar keberangkatan pagi. Karena tidak terbiasa naik kereta eksekutif, saya tidak hapal apa saja kereta Yogyakarta-Jakarta dan jadwalnya. Padahal, ada pilihan lain untuk berangkat pagi. Salah satunya adalah KA Taksaka.

Kereta Api Taksaka yang berjenis kelas eksekutif dioperasikan oleh Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Beroperasi sejak 19 September 1999, relasi utamanya adalah Yogyakarta-Gambir. Tersedia dua kali perjalanan dalam sehari, baik dari Yogyakarta maupun Gambir, yang terbagi menjadi KA Taksaka Pagi dan KA Taksaka Malam.

KA Taksaka Pagi berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada pukul 08.30 WIB. Sedangkan yang dari Yogyakarta (Stasiun Tugu) berangkat pukul 08.00 WIB. Sementara KA Taksaka Malam berangkat dari Gambir pukul 20.45 WIB, dan dari Yogyakarta pukul 20.00 WIB.

Perjalanan Yogyakarta-Jakarta sejauh 517 km biasa ditempuh selama 7,5 jam. Dalam perjalanannya, KA Taksaka berhenti di beberapa stasiun lain untuk menaik-turunkan penumpang. KA Taksaka dari Gambir secara berturut-turut akan berhenti di Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Kebumen (khusus pagi), dan Stasiun Kutoarjo. Sedangkan KA Taksaka dari Yogyakarta akan berhenti di Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kebumen, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon, dan Stasiun Jatinegara.

Kereta kelas eksekutif dibatasi jumlah penumpangnya, hanya kisaran 50-52 orang tiap gerbong. Karenanya suasana di dalam gerbong benar-benar terasa lega. Selain jumlah penumpang yang tak banyak, jarak antar kursi penumpang juga sangat lebar. Kaki bisa selonjor dengan bebas.

Lalu kursi penumpang bertipe reclining seat, yang sandarannya dapat diturun-naikkan. Kalau mau berbaring, tinggal turunkan saja sandaran kursi ke belakang. Kursi juga dapat diputar menghadap ke belakang. Jadi, kalau bepergian dalam rombongan dan ingin berhadap-hadapan, tinggal putar saja kursinya ke belakang.

Sekarang, di beberapa kereta terbaru setiap kursi sudah dilengkapi meja lipat. Persis seperti di pesawat. Fasilitas lain adalah colokan listrik, lampu baca, dan pijakan kaki agar posisi duduk lebih nyaman.

Pendek kata, perjalanan yang nyaman dan menyenangkan membuat kereta api ini menjadi pilihan banyak orang. Apalagi harga tiketnya sangat bersaing, yakni mulai dari Rp260.000-Rp350.000 tergantung subkelas. Dibandingkan pesawat terbang tentu jauh lebih murah.

JKT48 menggelar mini perform di Stasiun Yogyakarta pada 16 November 2018.

Girlband JKT48 menggelar mini perform di Stasiun Yogyakarta usai menempuh perjalanan Jakarta-Yogyakarta dengan KA Taksaka, 16 November 2018. FOTO: Twitter/OfficialJKT48

JKT48 Naik Kereta

Tapi kan perjalanannya 7,5 jam, sedangkan pesawat terbang Jogja-Jakarta hanya satu jam 15 menit?

Ya, tapi itu tidak termasuk waktu untuk bersiap-siap, perjalanan menuju bandara, check in yang paling lambat 90 menit sebelum keberangkatan, boarding, antri landing, perjalanan keluar bandara, dll. Kalau ditotal-total sebetulnya selisih waktunya tidak sejomplang itu.

Lagipula naik kereta api lebih menyenangkan karena pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan jauh lebih berwarna. Tidak seperti pemandangan dari dalam kabin pesawat yang hanya berupa awan, dari balik jendela kereta api kita dapat menyaksikan suasana perkotaan, pedesaan, persawahan, hutan, laut, juga sungai.

Naik kereta api jadi semakin seru kalau kita pergi dalam rombongan. Seperti yang ditunjukkan idol group popular JKT48 akhir tahun lalu. Ketika itu, JKT48 dijadwalkan menghadiri press conference Pengumuman Hasil Pemilihan Member Single ke-20 di Atrium Jogja City Mall, Yogyakarta. Ini adalah event penting bagi grup dan penggemarnya karena menentukan oshimen yang berhak ikut serta dalam rekaman single terbaru.

Tahu nggak para member JKT48 naik apa ke Yogyakarta? Yap, alih-alih naik pesawat terbang mereka lebih memilih naik kereta api!

Tampaknya JKT48 sedang menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia. Sebab sepanjang perjalanan member-member JKT48 sangat aktif meng-update akun media sosial mereka, termasuk akun resmi JKT48. Dalam setiap status/unggahan, mereka selalu menggunakan hashtag #JKT48OnTrain.

Melihat waktu keberangkatan dari Gambir dan kedatangan di Yogyakarta, rombongan JKT48 diduga menggunakan KA Taksaka. Dan ini dikonfirmasi oleh web resmi PT KAI yang memberitakan kedatangan girlband tersebut di Kota Gudeg. Setibanya di Stasiun Yogyakarta pada sore hari, JKT48 langsung menggelar flashmob di depan pintu timur stasiun.

Well, ini menunjukkan betapa nyaman dan aman KA Taksaka sebagai moda transportasi darat untuk bepergian Jakarta-Yogyakarta maupun sebaliknya.

Iklan
About bungeko.com (36 Articles)
Let's blog with happiness :)

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: