Iklan
Highlight:

Tips memilih nama domain untuk upgrade blogmu

top level domain

MASIH pakai blog gratisan yang berembel-embel .blogspot.com atau .wordpress.com? Mau beli nama domain sendiri biar blog lebih terlihat oke dan semakin gampang dapat job? Berikut tips memilih nama domain berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini.

Meski bukan tolok ukur utama, memakai nama domain berekstensi .com atau .net adalah bukti keseriusan seorang blogger. Disebut serius karena si blogger sudah mau menginvestasikan uangnya dalam membangun blog. Tak lagi sekedar memakai fasilitas gratisan.

Baca juga: Akankah Google hentikan layanan blog gratis Blogger/Blogspot?

Membeli dan memakai nama domain sendiri adalah cara paling mudah untuk meng-upgrade blog. Juga paling murah. Yang dibutuhkan hanyalah membayar sekitar Rp120.000 setahun, serta agak repot dengan pengaturan custom domain di dashboard Blogger.com. Berita baiknya, layanan custom domain ini dapat dinikmati gratis.

Bagi pemakai WordPress.com, dulu ada fitur domain mapping dengan tarif US $18.00 setahun. Teknisnya kurang lebih sama seperti custom domain di Blogger.com. Hanya saja sekarang mapping domain hanya dapat dilakukan dengan sekaligus membeli paket berbayar. Tarif terkini (saat posting ini ditulis) adalah US$ 5.00/bulan untuk yang paling rendah. Kalau bayar sekaligus dua tahun dapat diskon 10% sehingga menjadi $4.50 sebulan.

Tapi, kamu dapat mengakalinya dengan membeli nama domain di beberapa registrar yang menyediakan fitur Connect Your Domain. Ini layanan untuk menghubungkan nama domain dengan blog di WordPress.com secara praktis. Cukup satu kali klik saja, maka konfigurasi yang dibutuhkan akan secara otomatis dilakukan.

Baik custom domain di Blogger.com maupun mapping domain di WordPress.com adalah cara paling mudah untuk membuat blog bernama domain TLD. Bagi yang tidak mau direpotkan dengan tetek-bengek hosting, ini pilihan paling ideal. Kalau kamu sudah komitmen ingin belajar, self-hosting adalah opsi yang umum dipakai banyak blogger profesional.

Baca juga: 5 Cara cari uang dengan blog WordPress gratisan

Apapun pilihannya, intinya kita berupaya meningkatkan level blog dengan memakai nama domain sendiri. Dengan demikian diharapkan kita dapat lebih mudah mendapat tawaran komersial yang seringkali memberi syarat “blog harus top level domain.” Lagipula, dengan nama domain sendiri kita dapat bebas memilih nama bagi blog agar lebih sesuai dengan kepribadian juga konten/tema blog.

dekstop computer

Ekstensi .com dan .net masih menjadi pilihan paling populer, dengan total keduanya dicatatkan sebanyak 154,8 juta buah hingga Maret 2019 lalu.

Tips memilih nama domain

Oke, jadi sudah mantap nih mau memakai nama domain sendiri untuk blog? Biar makin keren gitu, dan juga lebih mudah diingat. Sebagai panduan bagi teman-teman yang sedang mempertimbangkan nama domain, berikut sedikit tips dari saya.

1. Utamakan ekstensi .com atau .net

Ekstensi .com adalah TLD paling populer hingga kini. Menggunakan nama domain berekstensi .com akan membuat blog kita jadi lebih mudah diingat oleh pengguna awam. Sudah tertanam dalam benak orang kalau alamat situs itu pastilah berakhiran .com. Mereka akan sulit mengingat nama domain yang berakhiran selain .com. Karena itu, pilihlah nama domain berekstensi .com terlebih dahulu.

Kalau tidak pilihan bagus dengan ekstensi .com, barulah kita beralih ke pilihan terpopuler kedua: .net. Mengutip data Domain Names Industry Brief yang dilansir Verisign, per 31 Maret 2019, .net merupakan ekstensi TLD kedua terbanyak diregistrasikan. Jumlahnya adalah 13,8 juta.

Baca juga: Keunggulan menggunakan Top Level Domain .net/.com sebagai identitas blog

Dibandingkan .com yang sebanyak 141 juta buah tentu jauh sekali selisihnya, tapi ekstensi .net merupakan yang terpopuler kedua di dunia. Jadi, andaikan tak mendapat nama domain incaran dengan .com, sangat direkomendasikan untuk memilih .net.

Ekstensi .net juga sudah diambil? Maka berpalinglah ke TLD lokal Indonesia, yakni .id. Selain sangat Indonesia sekali, ekstensi satu ini semakin populer karena dipakai sejumlah brand besar. Misalnya saja outlet berita nasional Tirto.id, DailySocial.id, atau Youngster.id. Persaingan mendapatkannya juga tak seramai .com maupun .net, sehingga besar peluangmu mendapatkan nama domain impian dengan ekstensi ini.

Saya sendiri menyimpan sejumlah nama domain .id untuk beberapa project ke depan. Soal harga? Tenang saja, ekstensi .id masih dapat dikategorikan domain murah kok. Punya saya sendiri hanya berbanderol Rp165.000,- per tahun.

2. Merepresentasikan isi blog

Nama domain yang berhubungan dengan isi blog lebih mudah diingat ketimbang yang tidak. Karena itu, usahakanlah mencari nama domain yang merepresentasikan konten dan tema blog. Sebisa mungkin masukkan kata kunci yang mewakili tema blog di dalamnya.

Sedangkan untuk blog personal, saya sangat menyarankan memakai nama kita sendiri. Bisa nama lengkap atau nama panggilan yang biasanya lebih pendek. Kalau ternyata nama domain, sebagai contoh, namasaya.com atau namasaya.net sudah ada yang memiliki — seperti saya, buat kreasi lain yang masih berhubungan dengan nama kita.

Baca juga: Kiat Memilih Nama Domain untuk Blog Personal

Google logo

Semakin singkat sebuah nama domain, serta mudah dilafalkan, akan semakin baik. Google.com contohnya.

3. Mudah diingat

Karena nama domain adalah identitas blog sekaligus identitas kita di dunia maya, maka nama domain harus mudah diingat. Semakin mudah orang mengingatnya, semakin baik. Nama domain pendek cenderung lebih mudah diingat. Tapi kalau kita tidak punya pilihan, gunakan kreativitas untuk memperoleh nama domain yang unik.

4. Mudah dieja atau dilafalkan

Ini ada kaitannya dengan poin ketiga. Sekalipun nama domain berhubungan dengan blog dan internet, namun akan ada saat di mana kita harus memnyebutkannya secara lisan. Entah ketika sedang bercakap-cakap dengan teman, lewat telepon, atau ketika bertemu orang lain di suatu event.

Ketika itulah nama domain yang lafal atau pengucapannya mirip-mirip dapat membingungkan lawan bicara sehingga membuatnya kesulitan mengingat. Maka dari itu cari kata atau frasa yang mudah dilafalkan serta jelas terdengar saat diucapkan.

5. Hindari penggunaan tanda hubung (-)

Ini ada kaitannya dengan poin empat. Nama domain dengan tanda hubung sukar dilafalkan oleh lidah orang Indonesia. Bagaimana caramu mengejanya coba? “Alamat blogku wewewe dot bung tanda hubung eko dot com?” Nggak banget deh.

Keberadaan tanda hubung (dash) pada nama domain begini juga berpotensi membuat calon pengunjung kesulitan mengingat alamat blogmu. Coba deh lafalkan “www.uang-lama.com”, maka yang akan diingat hanyalah frasa “uang lama” saja. Tanda hubungnya terlupakan. Begitu hendak berkunjung, yang diketik di browser justru “www.uanglama.com”.

Karenanya lebih baik hindari penggunaan tanda hubung pada nama domain blog.

6. Gunakan huruf saja, hindari angka

Memang tidak ada larangan menggunakan angka pada nama domain. Namun penggunaan angka membuat nama domain lebih sulit diingat, selain tidak lazim. Ketika dilafalkan, nama domain dengan angka juga bisa disalah-artikan. Coba, bagaimana caranya mengingat bung3k0.com? Bukankah akan lebih mudah diingat jika nama domainnya bungeko.com?

Pengecualian bila yang digunakan sebagai domain adalah nama yang sudah terlebih dahulu populer. Misalnya Liputan6.com, yang merupakan konvergensi dari siaran berita Liputan 6 di SCTV. Karenanya tidak ada masalah dengan Liputan6.com. Tapi kalau belum banyak dikenal, orang bisa saja keliru menulis Warta9.com menjadi WartaSembilan.com.

Baca juga: Panen uang dari blog tanpa iklan

7. Jangan gunakan singkatan, kecuali…

Nama domain hp.com bisa jadi merupakan nama domain paling pendek di dunia. Namun tidak disarankan menggunakan singkatan sebagai nama domain, kecuali kamu orang yang sangat terkenal dan singkatan tersebut sudah dikenal luas sebagai branding-mu. Contohnya ya hp.com itu, yang tak lain adalah situsnya Hewlett-Packard atau lebih dikenal dengan singkatan HP.

Hindari pula singkatan-singkatan gaul seperti “q” untuk menyingkat “ku” atau “u” untuk menyingkat “you”. Coba, mana yang lebih mudah diingat, blogq.com atau blogku.com? Saya yakin jawabannya yang kedua.

8. Perhatikan hak cipta

Meskipun sebagian perusahaan tidak secara tegas melarang penggunaan hak cipta atau merek dagang mereka pada nama domain, sebaiknya jangan coba-coba melakukannya. Selain alasan etika, bila suatu saat diperkarakan ke meja hijau sudah bisa dipastikan kita bakal kalah. Sudah banyak contohnya.

9. Tidak mengandung unsur-unsur pornografi dan SARA

Rasanya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung jika berani coba-coba menggunakan hal-hal yang berbau pornografi dan menyinggung SARA untuk nama domain. Pemerintah punya UU Anti Pornografi ditambah UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Patuhilah.

Demikian tips memilih nama domain dari saya. Kalau ada yang ingin menambahkan, feel free untuk menuliskannya di kolom komentar. Semoga bermanfaat!

Iklan
About Eko Nurhuda (350 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tiga Hal Penting Diperhatikan sebelum Membangun Blog – bungeko.com
  2. Tips memilih web hosting terbaik untuk bisnis – bungeko.com
  3. Keunggulan menggunakan Top Level Domain .net/.com sebagai identitas blog – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: