Iklan
Highlight:

Pilihan transportasi nyaman ke bandara untuk orang tua tercinta

Bapak-Ibu di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta

Bapak-Ibu di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, diantar adik dan keponakan saya. FOTO: adik saya yang lain

TRANSPORTASI bandara kini semakin beragam pilihannya. Satu yang ingin–karena belum pernah–saya coba adalah Golden Bird, sebuah layanan taksi mewah dari Blue Bird Group. Berita gembiranya, kita bisa beli tiket Golden Bird lebih mudah via Traveloka. Cukup dalam genggaman!

Jadi ceritanya Jumat (19/7/2019) lalu orang tua saya kembali ke Jambi. Beliau berdua ke Jawa untuk menghadiri wisuda adik di Institut Pertanian Bogor. Berangkat dari Jambi akhir Juni, kemudian kami anak-anaknya yang terpisah di Pagaralam-Jakarta-Pemalang menyusul ke Bogor untuk berkumpul bersama turut menyaksikan prosesi wisuda adik.

Setelah menghabiskan beberapa hari untuk berwisata keluarga murah meriah di Bogor dan sekitarnya, kami kembali berpencar. Orang tua saya ikut ke Pemalang. Setelah tepat dua pekan di tempat saya, lalu ditambah sepekan lagi di tempat adik di Jakarta, beliau berdua pun pulang ke Sumatera.

Karena bertolak dari Pemalang, rute kepulangan Bapak-Ibu jadi lumayan panjang. Diawali dengan naik kereta api (KA Menoreh) dari Stasiun Pemalang menuju Stasiun Pasarsenen, dilanjut taksi dan taksi online plus sedikit jalan kaki, dan dipungkasi terbang ke Jambi menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Seluruh rangkaian perjalanan Bapak-Ibu saya rancang menggunakan Traveloka. Tiket kereta api Pemalang-Jakarta dan tiket pesawat Jakarta-Jambi, semuanya dipesan melalui aplikasi ini. Sayangnya, saya kok tidak kepikiran untuk sekalian memesankan transportasi ke bandara ya?

Hmmm, gimana sih?

Sewaktu kecil, meski laki-laki saya dibiasakan mencuci piring (pekerjaan rumah yang diidentikkan dengan perempuan) oleh Ibu di rumah. Yuk, cari tahu Tips Cuci Piring Lebih Bersih, Lebih Cepat à la Ibu Saya.

rute perjalanan pemalang-jakarta-jambi

Rute perjalanan dan moda transportasi dari Pemalang menuju Jakarta, dilanjut Jakarta menuju Jambi.

Sebenarnya ada alasan sih kenapa kok saya sampai terlupa memesankan transportasi bandara. Seperti dapat dilihat pada gambar di atas, orang tua saya bertolak dari Pemalang menuju Jakarta menggunakan KA Menoreh pada 12 Juli 2019. Baru pada 19 Juli 2019 beliau berdua melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Jambi.

Ada jeda sepekan di sana. Di mana orang tua singgah (lagi) di tempat adik di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Agaknya Bapak-Ibu masih merasa berat meninggalkan cucu lelakinya di sana. Tambahan lagi, dari informasi adik saya diberitahu bahwa Ibu dalam kondisi kurang sehat.

Pada saat itu, pikir saya biarlah soal transportasi bandara menjadi urusan adik. Toh, mereka juga yang bakal mengantar. Yang penting sih bisa sampai ke bandara tepat waktu sehingga tidak tertinggal jadwal penerbangan. Padahal kalau ada pilihan yang mudah, nyaman, dan nggak terlalu menguras kantong, kenapa nggak ya?

Pada saat memesan tiket pesawat terbang di aplikasi Traveloka, sebenarnya sistem sudah mengingatkan. “Nggak sekalian pesan transportasi bandara nih, Bos? Biar gampang. Nggak ribet kok.” Kira-kira begitu bunyi pesan yang muncul ketika itu.

Saya sempat tertarik dengan tawaran itu. Sempat pula melihat-lihat jenis-jenis transportasi yang ditawarkan. Tarifnya bikin kaget sih. Sebab seingat saya tarif taksi yang sebelum-sebelumnya pernah saya naiki untuk ke dan dari bandara, baik taksi konvensional maupun taksi online, lebih tinggi dari ini.

Satu hal lagi, kalau naik taksi kita masih harus keluar uang tambahan untuk membayar tol. Sopir taksi mana mau bayarin tol untuk penumpangnya. Setidaknya saya belum pernah menemukan yang seperti itu. Sedangkan layanan transportasi bandara di Traveloka sudah mencakup semuanya. Tinggal naik, terus turun di tujuan.

Jalan tol bandara Soekarno-Hatta

Jalan tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta. FOTO:

Pengen Coba Golden Bird

Dari semua layanan transfer bandara yang tersedia di Soekarno-Hatta, sejauh ini saya pernah mencoba bus Damri dan taksi. Kalau bepergian sendiri, saya pilih naik bus Damri. Sedangkan kalau bersama keluarga, pilihan lebih hemat secara matematis tentu saja naik taksi.

Tapi ketika layanan transportasi bandara di Traveloka diluncurkan beberapa tahun lalu, hitung-hitungan saya kemudian berubah drastis. Bayangkan saja, untuk tujuan Palmerah (jika hendak singgah dulu ke tempat adik) atau Stasiun Pasarsenen (jika mau langsung ke Pemalang) hanya dibebankan tarif sebesar Rp299.000 all in untuk Golden Bird.

Sekali lagi, ini Golden Bird. Di mana pilihan armadanya adalah kendaraan menengah ke atas yang dijamin nyaman dan lega. Untuk tarif termurah ada Toyota Avanza, disusul Toyota Kijang Innova dengan sedikit tambahan biaya. Kalau kamu tipe orang yang mementingkan kenyamanan, mobil lebih berkelas seperti Toyota Alphard, Toyota Camry, bahkan Mercedes Benz E200 ada dalam daftar pilihan.

Bagi yang suka merencanakan perjalanannya secara detail, memesan layanan airport transfer via Traveloka sangat direkomendasikan. Bagi saya sendiri sudah terbayang praktisnya. Di mana sekeluar dari terminal kedatangan, saya tinggal mendatangi loket Golden Bird dan menaiki kendaraan yang sudah dipesan.

Kembali ke orang tua saya yang kembali ke Jambi beberapa hari lalu. Andai saja saya sekalian memesan layanan transportasi bandara, seturun dari kereta api di Stasiun Pasarsenen beliau tinggal menelepon driver. Atau mungkin malah driver-nya sudah menunggu sembari membawa kertas bertuliskan nama Bapak-Ibu?

Berangkat dari Palmerah pun tidak ada masalah. Kalau dulu hanya melayani transfer dari atau ke stasiun dan tempat-tempat yang telah ditentukan, kini layanan transportasi bandara di Traveloka dapat menjemput ke banyak tempat di Jakarta. Cukup masukkan nama jalan di aplikasi, sama seperti kita memesan taksi online.

Jelang jam keberangkatan yang telah kita tentukan pada saat memesan, sistem akan memberitahukan nama dan nomor telepon driver. Tinggal telepon deh untuk menyepakati tempat termudah dijangkau sebagai titik penjemputan.

Sebagai anak, tentu sudah menjadi kewajiban kita untuk menyenangkan orang tua. Dan hal itu bisa dimulai dari hal kecil seperti memesankan transportasi bandara yang nyaman, Golden Bird. Orang tua senang, kita juga senang karena dapat memberikan yang terbaik untuk beliau berdua nan tercinta.

Semoga pada kesempatan berikutnya saya bisa mengajak Bapak-Ibu mencicipi armada Golden Bird. Saat mudik Lebaran mendatang, mungkin? Bantu bilang “Amin!” ya, teman-teman.

Oya, hampir lupa, berikut dokumentasi wisuda adik saya di IPB. Jangan lupa subscribe ya! 😀

Iklan
About Eko Nurhuda (352 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

1 Trackback / Pingback

  1. Pergi-pulang Soekarno-Hatta jadi mudah dengan layanan bus bandara – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: