Highlight:

Tips mencegah sakit setelah Lebaran

Taman Ujung Soekasada Karangasem

Lebaran adalah waktunya bersenang-senang dan bergembira bersama keluarga. Jadi, jangan sampai sakit ya.

LEBARAN sebentar lagi! Baju baru sudah dibeli, belum? Sebelum memikirkan pakaian untuk hari raya, akan jauh lebih baik kalau kamu rencanakan dulu hidangannya. Kenapa? Karena tidak sedikit lho saudara-saudara kita sesama Muslim yang justru jatuh sakit usai Lebaran. Penyebabnya? Hidangan yang tidak sehat.

Nggak seru kan kalau masih dalam suasana Lebaran, eh, kita malah terkapar tanpa daya? Karenanya, coba deh luangkan waktu sebentar untuk membaca habis tulisan ini. Saya bakal bagikan sedikit tips mencegah sakit setelah Lebaran. Simpel kok.

Bicara Lebaran, yang biasanya dipikirkan selain baju baru adalah kue lebaran. Karena Idul Fitri adalah momen saling silaturahim, berkunjung ke sanak-saudara serta tetangga kanan-kiri, maka hidangan berupa kue-mue seolah jadi kewajiban untuk disiapkan.

Pada umumnya, kue-mue yang dihidangkan saat Lebaran berupa aneka jenis kue kering dengan bahan dasar campuran tepung, gula, telur, dan margarin. Karena itu meski berbeda-beda nama dan bentuk, kesemuanya memiliki rasa nyaris sama: manis sedikit gurih. Apalagi kalau ditambahi selai, keju, atau coklat sebagai topping.

Kue-mue manis ini mengandung kalori tinggi karena bahan utamanya tepung, ditambah gula. Lalu telur membuat kue kering juga memiliki kandungan kolesterol tak kalah tinggi. Kalori dan kolesterol berpadu di dalam darah, jika tak dihabiskan dan berubah bentuk menjadi energi, maka akan mengakibatkan timbulnya lemak.

Jadi, mengerti kan kenapa sehabis Lebaran banyak orang yang berat badannya bertambah, seringkali jauh lebih berat dari sebelum puasa? Ya, salah satunya karena terlalu lahap mengonsumsi menu-menu yang rupanya bukan makanan sehat.

Baca juga:
Food combining untuk puasa lebih sehat
Tips berbuka puasa nan sehat à la food combining

Kupat glabed kuliner Tegal

Makanan bersantan kental seperti ini, ditambah daging-dagingan, memang enak disantap. Tapi, waspadalah, lemak jahat turut mengintai. FOTO: Instagram/kupat_glabed_tegal

Lemak jahat mengintai

Selain kue, Lebaran juga identik dengan ketupat dan opor ayam. Tak ketinggalan pula sayur bersantan. Jika semua makanan ini dicampur dalam satu piring, wow! Tidak terbayang berapa banyak kalori yang masuk dalam tubuh. Kalau kalori sebanyak itu tidak diubah menjadi energi, tambahan lemak lagi untuk kita. Makin gembul saja badan dibuatnya.

Oya, karena disiapkan untuk menjamu tamu yang jumlahnya tak terbatas, biasanya sayur dan opor dimasak dalam ukuran besar. Dalam jumlah banyak. Kalau tidak habis di hari pertama, sayur dan opor dihangatkan kembali agar tetap enak dikonsumsi keesokan harinya.

Nah, proses memasak ulang ini membuat lemak jenuh dalam makanan semakin meningkat. Efeknya pada tubuh sangat tidak baik. Setidak-tidaknya menambah berat badan karena timbunan lemak. Dan itu lemak jahat.

Itu baru makanan. Sebagai teman mencamil kue biasanya dihidangkan pula minuman. Dan bisa dipastikan semuanya manis-manis. Sirup, minuman kaleng bersoda, minuman ringan dalam gelas, atau sekedar teh dan kopi yang kesemuanya mengandung gula.

Gula yang masuk ke dalam tubuh menjadi glukosa. Bila ini juga tak diubah menjadi energi, dengan cara si pengonsumsinya melakukan olah raga, lagi-lagi tubuh mendapat “bonus” kandungan jahat.

Kandungan gula yang demikian mendominasi juga menjadi ancaman bagi penderita kencing manis. Hati-hati, gula darah bisa naik kalau tak mampu mengontrol nafsu makan.

Sama halnya penderita darah tinggi yang bisa jadi tidak terkontrol tekanan darahnya jika terlalu banyak mengonsumsi makanan-minuman seperti diuraikan di atas. Demikian pula penderita asam urat yang tidak boleh abai dalam memilih makanan-minuman.

Singkat cerita, makanan dan minuman yang dihidangkan saat lebaran berpotensi mengganggu kesehatan kita. Paling ringan, banyaknya makanan terlalu manis yang masuk ke dalam perut dapat menyebabkan diare.

jumlah kalori hidangan lebaran

Tips Lebaran sehat

“Tapi kalau suguhan tuan rumah tidak dimakan-minum kan ya tidak enak?”

Betul. Tapi kita harus waspada penuh dengan selalu mengontrol makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh selama Lebaran. Daripada habis lebaran malah jatuh sakit, kan lebih tidak enak lagi? Apalagi kalau masih harus kembali ke kota asal (balik) setelah berlebaran.

Banyak kasus orang masuk rumah sakit selepas Lebaran. Entah karena diare parah, bahkan penyakit kronis semacam hipertensi yang dapat menyebabkan stroke hingga serangan jantung. Tentu saja kita tidak ingin hal demikian terjadi. Oleh sebab itu, antisipasi menjadi langkah yang perlu dilakukan agar hidangan Lebaran tak membawa penyakit dan Idul Fitri terasa berkesan tanpa gangguan.

Saya bukan dokter, bukan pula tenaga kesehatan. Karenanya saya kutipkan tips sehat mengantisipasi penyakit pasca Lebaran dari praktisi klinis dan pengamat kesehatan dr. Ari Fahrial Syam. Beliau dapat diikuti di Twitter maupun Instagram dengan akun @dokterari.

Berikut tips dari dr. Ari, sebagaimana dikutip dari BeritaSatu.com:

  • Perhatikan kualitas makanan dan minuman yang hendak disantap. Meski bukan jaminan, makanan berkualitas biasanya lebih aman bagi kesehatan.
  • Perhatikan jumlah kalori dari tiap makanan dan minuman. Jangan terlalu banyak mengonsumsi asupan yang mengandung kalori. Walau berkategori camilan, kalau rasanya manis dipastikan mengandung kalori tinggi.
  • Jangan terlalu bernafsu. Usahakan hanya mengonsumsi nasi dengan satu macam lauk saja, terlebih bila lauk tersebut berupa daging atau ikan. Jika merasa sudah memakan kue terlalu banyak, kurangi nasi dalam porsi makan.
  • Sebisa mungkin hindari kue-mue yang mengandung keju, selai, cokelat, lebih-lebih yang berlemak. Lemak mempunyai kalori dua kali lebih besar dari karbohidrat. Waspadalah!
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran. Dokter Ari menyarankan, usahakan untuk mengonsumsi lima porsi buah dan atau sayur sepanjang hari di sela-sela makan makanan lebaran tadi.
  • Usahakan untuk tetap berolah raga setiap hari, atau paling tidak perbanyak bergerak. Jika rumah yang hendak dikunjungi masih terhitung dekat, datangi saja dengan berjalan kaki. Atau bisa juga bersepeda. Jangan manja dengan selalu naik kendaraan bermotor.
  • Berikan tubuh istirahat yang cukup dengan tidur minimal enam jam di waktu malam.
  • Last but not least, banyak-banyaklah minum air putih. Untuk dewasa setidaknya konsumsi 8 gelas sehari, alias kira-kira 2 liter air. Ini bukan standar baku, sebab kebutuhan tiap orang berbeda-beda. Meski demikian, terlalu banyak minum air putih masih lebih baik ketimbang kekurangan minum air putih.

Idul Fitri adalah momen bersenang-senang dan bergembira bersama keluarga besar. Jangan sampai setelah Lebaran malah jatuh sakit dan merepotkan diri sendiri juga sanak saudara. Karena itu, lebih baik berjaga-jaga ketimbang terlanjur. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Sepakat?

Semoga tips cegah sakit usai Lebaran ini bermanfaat!

Beri tip untuk blog ini
About Eko Nurhuda (374 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: