Iklan
Highlight:

Cara Mudah Booking Hotel Murah untuk Liburan Keluarga

Gedung Maba Kota Lama Semarang

Gedung Marba di kawasan Kota Lama Semarang pada suatu senja. Foto diambil dari balkon gedung Spiegel Bar & Distro. FOTO: bungeko.com/Eko Nurhuda

SUDAH sejak akhir tahun lalu anak-anak saya mengajak ke Semarang. Mereka ingin bermain di sebuah indoor playground tak jauh dari kawasan Simpang Lima. Tapi karena liburan akhir tahun sudah kami habiskan ke Jakarta dan Lampung, maka saya menjawab: “Nanti ya.”

Semarang merupakan tujuan liburan keluarga paling ideal bagi kami. Jarak yang dekat membuat waktu tempuh ke sana cukup singkat. Naik kereta api hanya dua jam lebih sedikit. Kalau mau membawa mobil, tol Trans Jawa yang belum lama diresmikan Presiden Jokowi juga sangat membantu memangkas tempo perjalanan.

Jarak yang pendek berarti budget ongkos tidak terlalu menguras kantong. Jika naik kereta api kami hanya perlu menyiapkan anggaran tiket pergi-pulang sebesar Rp400.000 untuk sekeluarga. Ditambah biaya-biaya angkutan dalam kota totalnya, katakanlah, Rp500.000.

Soal makanan juga tidak perlu khawatir. Sebagai orang Jawa, lidah kami tidak akan kesulitan mencicipi menu-menu kebanyakan yang dapat dijumpai di Semarang. Tambahan lain, harga makanan di Kota Atlas terhitung bersahabat. Termasuk makanan-makanan khasnya.

Saya dan istri juga sudah cukup familiar dengan kota ini. Setidaknya kami tahu musti ke arah mana kalau hendak menuju ke Lawang Sewu dari Stasiun Semarangponcol. Atau dari Sekayu ke kawasan Kota Lama. Atau dari Simpang Lima ke Pasar Semawis. Sepanjang masih daerah kota masih tahulah.

Memang sih saya masih suka bingung dengan jalur-jalur angkotnya. Untungnya penduduk Semarang terhitung ramah dan baik. Bingung arah ya tinggal tanya saja. Lagipula ada berbagai pilihan selain angkot untuk menjelalahi kota. Salah satunya bus wisata gratis yang disediakan Pemkot Semarang.

bus wisata Semarang

Bus tingkat ini dapat mengantar wisatawan keliling mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Kota Semarang, tanpa biaya alias gratis. FOTO: Tribun Jateng/Hermawan Handaka

Yang Ada Kolam Renangnya

Balik lagi ke ajakan anak-anak ke Semarang, saya coba lihat-lihat kalender. Eh, ternyata awal Februari ada Harpitnas ini. Hari Kejepit Nasional, hehehe. Tanggal 5 Februari nanti adalah libur Imlek, dan itu jatuh pada hari Selasa. Senin-nya kejepit di antara dua tanggal merah.

Artinya, dengan mengajukan ijin tidak masuk sekolah pada hari Senin, ada waktu liburan dari Sabtu (2 Februari) sore hingga Selasa sore bagi anak-anak. Baiklah, mari kita rencanakan liburan singkat ke Semarang.

Dari sekian hal, yang paling membuat saya bingung adalah urusan akomodasi alias memilih hotel. Sebab pilihan saya dan istri seringkali berseberangan dengan kemauan anak-anak. Bisa dimaklumi sih. Saya dan istri memasukkan faktor biaya dalam memilih hotel, sedangkan anak-anak tidak. Hehehe.

Setiap kali saya bertanya, “Mau menginap di hotel mana?” sembari menunjukkan aplikasi di gawai, tanpa pikir panjang mereka akan menjawab, “Yang ada kolam renangnya!” Lalu biasanya saya dan istri berpandang-pandangan sembari menahan tawa.

Agaknya anak-anak masih belum bisa melupakan momen seru sewaktu kami berlibur ke Bali, akhir 2016. Selama empat malam oleh promotor kami diinapkan di hotel berbintang, yang tentu saja dilengkapi kolam renang. Malah di Lovina kolam renangnya privat karena akomodasinya tipe vila.


Di Semarang sendiri kami belum pernah menginap di hotel dengan kolam renang. Karena nyaris selalu memutuskan pergi secara mendadak, hotel yang diincar sudah penuh atau naik tarifnya. Akhirnya ya sedapatnya saja, terpenting nyaman dan tidak terlalu jauh dari tempat-tempat yang hendak dituju.

Kalau untuk booking hotel saya tidak bingung sama sekali. Jaman now cari hotel tinggal buka aplikasi di gawai kok, mudah sekali. Kita dapat melihat-lihat hotel pada tanggal yang diinginkan kapan pun dan di mana pun, cukup dalam genggaman tangan.

Nah, kali ini saya mau mencoba aplikasi PegiPegi, ah. Saya dibuat kesengsem oleh salah satu iklannya yang sering saya lihat di YouTube. Karena sering menyaksikan video dan vlog bertema wisata, iklan online travel agency paling banyak muncul. Dan saya selalu menonton sampai habis tiap kali iklan PegiPegi tampil.

Jingle pada iklan tersebut sangat ear-catching, enak didengar, sehingga membuat siapa pun yang mendengar terpancing untuk turut berdendang. Ditambah lagi koreografi indah di sepanjang durasi iklan, saya sulit melupakan iklan satu ini.

Coba lihat sendiri deh kalau tidak percaya. Perhatikan berapa jumlah tayangan (view) video di channel YouTube resmi PegiPegi ini. Itu menandakan iklan tersebut berhasil memikat banyak orang, yang salah satu efeknya membuat penonton penasaran mencoba aplikasinya. Saya di antaranya.

Booking Hotel Murah

Karena belum menginstal aplikasinya di smartphone, saya pun mengunduh PegiPegi melalui Google PlayStore. Aplikasi ini juga tersedia di App Store bagi pengguna iOS. Begitu terinstal di hape dan saya buka, banner promo Imlek langsung menyambut pandangan mata. Salah satunya promo hotel.

Cocok sekali!

Pegipegi menawarkan diskon hingga 30% untuk pemesanan hingga 7 Februari 2019. Waktu menginap boleh kapan saja. Menariknya lagi, untuk diskon terkecil kita tidak dikenakan batas minimum transaksi.

Oya, tampilan aplikasi PegiPegi begitu simpel. Kita tidak dibingungkan dengan terlalu banyak opsi di halaman depan. Tiga menu utama yang ditampilkan pada bagian depan adalah Pesawat, Hotel, dan Kereta Api. Pada bagian bawah terdapat deretan artikel wisata, ditambah tombol untuk menghubungi Customer Service di bawahnya lagi.

Aplikasi PegiPegi

Tampilan aplikasi PegiPegi di hape bersistem Android milik saya. Terlihat bersih dan simpel. Sangat user friendly. FOTO: bungeko.com/Eko Nurhuda

Saya langsung membuka tab Hotel. Kemudian di halaman selanjutnya mengisi lokasi yang hendak dituju beserta tanggal check-in dan check out, jumlah tamu, dan jumlah kamar yang diinginkan. Selanjutnya tekan tombol “CARI KAMAR” dan biarkan algoritma PegiPegi bekerja.

Tada! Saya dibuat kaget begitu halaman hasil pencarian keluar. Salah satu hotel yang sejak lama sekali ingin saya inapi, Pesonna Hotel Semarang, tarifnya begitu rendah di aplikasi Pegipegi. Untuk tipe kamar yang tidak termasuk sarapan tarifnya di bawah Rp300.000 semalam. Belum termasuk pajak ya.

Tentu saja hotel ini memiliki kolam renang, syarat yang diwajibkan anak-anak saya. Jaringan Pesonna sendiri dikenal sebagai hotel syariah. Di tiap kamar hotel disediakan sajadah dan mushaf al-Qur’an. Bagi kami yang berusaha menanamkan nilai-nilai relijiusitas pada anak-anak, ini faktor penting.

Tapi kan tidak termasuk sarapan, Mas?

Tidak masalah. Hotel ini terletak di Jl. Depok, dekat sekali dengan Pasar Prembaen di mana bertebaran warung-warung makan dengan menu tradisional nan menggugah selera. Bahkan tepat di seberang pintu masuk hotel ada warung nasi goreng babat. Namanya, Nasi Goreng Babat Depok.

Atau kalau mau agak jauh ke Jl. Pemuda, tepat di sebelah gedung BCA ada Warung Sop Kakap Bu Ndut nan terkenal. Saya pernah mencicipi sop kakap ini dan langsung ketagihan. Mana harganya murah meriah pula. Tempat makannya juga asyik. Selain di dalam warung, kita dapat menyantap menu di bawah pohon-pohon rindang di sekitaran warung. Sedap!

Tampilan aplikasi PegiPegi

Hasil tangkapan layar tampilan aplikasi PegiPegi saat saya hendak memesan hotel di Semarang. Cukup empat langkah untuk booking hotel pilihan.

Sedikit lebih jauh lagi ke Jl. Tanjung, ada satu kuliner khas Semarang nan legendaris: Mie Kopyok Pak Dhuwur. Lokasinya persis di seberang kantor PLN Area Semarang. Warung ini juga bisa disinggahi dalam perjalanan dari hotel menuju ke Stasiun Poncol.

Alasan lain saya ingin menginap di hotel ini, salah satu manajernya mantan supervisor saya saat di Novotel Solo dulu. Mentor saya sebagai bellboy. Sudah sejak 2002 kami tidak bertemu dan selama ini hanya berkomunikasi melalui pesan LinkedIn. Mana tahu begitu ketemu beliau kasih voucher menginap, kan lumayan. Hehehe.

Setelah memastikan tanggal dan jenis kamar, lanjutkan ke proses pembayaran. PegiPegi menyediakan banyak pilihan metode pembayaran. Mulai dari transfer bank, transfer ATM, kartu kredit, virtual account (sangat disarankan), internet banking, hingga bayar di minimarket sejuta umat: Indomaret dan Alfamart.

Setelah pembayaran, bukti pemesanan hotel langsung masuk ke dalam akun saya. Sesampainya di Semarang nanti, saya tinggal menunjukkan tanda booking tersebut kepada resepsionis hotel. Mudah sekali, bukan? Terpenting lagi, saya mendapat harga termurah dari yang pernah saya lihat.

Yuk, kita bepergian dengan PegiPegi!

Iklan
About Eko Nurhuda (349 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: