Iklan
Highlight:

Mimpi Punya ASUS VivoBook Flip TP410 untuk Wujudkan Grombyang TV

ASUS VivoBook Flip TP410

SUDAH sejak lama saya dibuat tertarik mendalami dunia audio visual. Terlebih setelah melihat perkembangan YouTube yang semakin lama semakin membuat ketar-ketir dunia pertelevisian. Butuh waktu lama memang untuk melawan semua keraguan, tapi saya mantap menggantungkan impian untuk menjadi content creator, dan syukur kalau bisa membangun sebuah production house meski dalam skala kecil.

Rencana ini sebenarnya sederhana saja. Saya buat video, unggah di YouTube, lalu promosikan sebanyak dan sesering mungkin di berbagai media sosial untuk menjaring penonton. Tentu saja videonya dibuat menarik, digarap dengan apik. Dari muatannya serta pengemasannya haruslah jempolan agar penonton selalu kembali ke channel yang saya bangun.

Soal pemasukan, target pertama adalah program partnership yang ditawarkan YouTube. PH rumahan saya dapat meraup pemasukan dari sharing pendapatan iklan di program ini. Jumlahnya memang berbanding lurus dengan jumlah pemirsa video. Kelak, seiring berjalannya waktu, konsistensi dan keseriusan bakal membuka jalan pemasukan lain. Saya yakin itu.

Lagipula, saya sudah melatih diri dengan pola ini selama setahun terakhir lewat channel anak-anak, Damar Dian. Pada Oktober 2016, kanal tersebut baru memiliki 100-an subscriber. Setiap kali mengunggah video baru, paling banyak ditonton 50 kali.

Dengan ketekunan dan konsistensi dalam memproduksi video-video baru, saat tulisan ini dipublikasikan channel Damar Dian sudah mencapai 73.485 subscriber. Setiap bulan, 200-an lebih video yang sudah diunggah disaksikan tak kurang dari dua juta kali secara total.

Well, padahal ini channel iseng. Awalnya saya hanya meniatkan kanal ini sebagai penyimpan video dokumentasi anak-anak. Lalu saya mencoba menjadikannya sebagai ajang latihan mengolah video, sekaligus memahami seluk-beluk YouTube.

Peralatan yang digunakan cenderung seadanya, dengan setiap pembuatan video lebih banyak spontan tanpa konsep. Bayangkan apa jadinya kalau saya membuat channel yang lebih serius. Sebuah kanal yang sudah saya gadang-gadang namanya: Grombyang TV.

Gapura Gandulan, Pemalang

Mengangkat Potensi Daerah

Apa yang akan saya angkat dalam video-video di Grombyang TV? Terdengar agak idealis, tapi saya berniat mempromosikan Kabupaten Pemalang tempat saya berdomisili saat ini.

Begitu banyak potensi yang dimiliki Pemalang, termasuk di dalamnya obyek wisata dan aneka ragam kuliner khas. Belum lagi kekayaan sejarah mengingat di kabupaten ini sempat berdiri empat pabrik gula, yang satu di antaranya merupakan salah satu terbaik se-Hindia Belanda.

Melalui konten video feature, ini yang akan saya sebar-luaskan pada masyarakat luas di luar sana melalui YouTube kelak.

Saat ini orang mungkin hanya tahu Pantai Widuri dan Widuri Waterpark sebagai obyek wisata unggulan di Pemalang. Pergilah ke bagian selatan kabupaten ini, di mana terdapat banyak obyek wisata alam yang jauh lebih menarik. Sebut saja Curug Bengkawah dan Curug Sibedil yang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Ada pula perkebunan teh Semugih di Kecamatan Moga, agrowisata di Kecamatan Belik, arung jeram dan beragam wisata alam kekinian di Pulosari, serta wisata kaki Gunung Slamet lengkap dengan gardu pandang dan camping zone.

Berbicara makanan khas, ikon kuliner nasional almarhum Bondan Winarno pernah mencicipi nasi grombyang di alun-alun Pemalang. Tapi Pemalang tak cuma punya grombyang. Masih ada sate loso, lontong dekem, kue kamir, kerupuk usek, tahu pletok, bakso daging, dan yang belakangan mulai ngetren adalah ayam gepuk.


Baca juga: Nikmatnya Bakso Tanpa Pentol Khas Pemalang

Lainnya, kawasan Pemalang selatan dikenal akan kekayaan buah-buahannya, terutama nanas batu di Kecamatan Belik. Malah kini sudah ada minuman ekstrak nanas produksi lokal Belik bermerek VitaNas. Sedangkan Desa Majalangu di Kecamatan Watukumpul terkenal sebagai produsen sapu glagah, yakni sapu dari tangkai padi.

Bergeser ke dekat kota, Desa Wanarejan di Kec. Taman adalah sentra kerajinan tenun tradisional yang masih menggunakan mesin tenun tradisional. Sementara Desa Banjardawa tempat saya tinggal kondang sebagai penghasil biting bambu dan keripik tempe.

Di Banjardawa inilah pernah berdiri pabrik gula besar nan ternama. Arsip-arsip Belanda mencatatnya sebagai Suikerfabriek Bandjardawa, salah satu pabrik gula di Hindia Timur yang jadi primadona orang Eropa dalam berkarir. Pabrik yang gula hasil produksinya diekspor ke pasar Eropa Timur.

Itu baru mengupas yang ada di Pemalang, dan sudah terlihat sangat banyak materi yang bisa diangkat. Padahal saya juga ingin mengangkat kisah inspiratif perantauan asal Pemalang yang sukses di tempat lain.

Kenal dong dengan pebulutangkis nasional Hendra Setiawan? Orang tua Hendra sampai saat ini masih tinggal di Pelutan, kampung kelahiran juara dunia tersebut. Praktisi film Torro Margens, eks Kapolri Jenderal (Purn.) Sutanto, anggota DPR RI Andriyanto Johan Syah, dan Komandan Sekolah Staf Komando Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto, semuanya adalah putra Pemalang.

Oya, jangan lupakan biduanita pelantun lagu Jatuh-Bangun, Kristina. Meski lahir di Jakarta, ia berasal-usul dari Jebed, sebuah desa yang di jaman Belanda menjadi lokasi pembangunan rumah dinas karyawan Suikerfabriek Bandjardawa.

Grombyang TV on Facebook

Grombyang TV

Untuk itu saya sudah membuatkan channel Grombyang TV di YouTube. Nama grombyang saya pakai karena boleh dibilang makanan ini adalah kuliner khas Pemalang paling populer. Tanyakan pada orang Pemalang apa makanan khas daerah ini, maka yang pertama-tama mereka sebut adalah grombyang.

Karena lekatnya grombyang dengan Pemalang itulah saya memakai nama makanan ini sebagai nama channel. Selain itu, kata “grombyang” juga hanya terdiri dari dua suku kata, grom-byang, sehingga memudahkan pengucapan sekaligus mudah diingat.

Grombyang TV. Saya rasa ini nama yang keren. Iya, kan?

Langkah-langkah persiapan lainnya adalah membeli nama domain untuk situs. Saya sudah memegang nama domain Grombyang.net yang kelak akan berisi informasi-informasi lengkap tentang aktivitas Grombyang TV. Kisah-kisah behind the scene pembuatan video saya rasa bakal menarik disimak, selain menyaksikan videonya di YouTube.

Kalau ada yang bertanya kenapa tidak membeli nama domain Grombyang.tv, itu sudah masuk dalam rencana saya. Tapi tidak sekarang, jangka panjang. Harga domain .tv tidak murah. Terlebih jika hanya dianggurkan begitu saja seperti Grombyang.net saat ini.

Lalu saya juga sudah membuatkan akun media sosial bagi Grombyang TV. Di Facebook sudah ada fanpage Grombyang TV. Saat posting ini ditulis ada 812 orang yang menyukai fanpage tersebut. Angka ini terus bertambah setiap hari.

Saya sengaja tidak membuat akun Twitter dan Instagram untuk Grombyang TV. Menurut saya masih belum perlu. Toh, pemirsa dapat berkomunikasi langsung via fanpage di Facebook.

Apalagi? Secara teknis, seperti sudah dituturkan di atas, lebih dari setahun belakangan saya rutin berlatih membuat video. Setiap pekan saya menghasilkan setidaknya empat video baru untuk diunggah di YouTube. Tiga di channel anak-anak, sisanya di channel saya.

ASUS VivoBook Flip TP410

ASUS VivoBook Flip TP410 saat dipamerkan di booth ASUS dalam sebuah eksibisi. FOTO: laptopmag.com

Terpikat ASUS VivoBook Flip TP410

Selesai? Tentu belum. Sampai saat ini kanal Grombyang TV baru ada satu video. Itu pun dibuat secara ala kadar. Kenapa tak segera diisi video secara rutin? Jawabannya bisa panjang, tapi kendala utamanya adalah saya belum punya equipment memadai untuk mengedit video secara serius.

Lho, bukannya tadi bilang sudah berlatih mengedit video? Benar. Akan tetapi saya terbilang memaksa. Ketika merintis kanal Damar Dian, saya mengedit video pakai laptop yang prosesor dan RAM-nya hanya memenuhi spesifikasi minimal untuk program olah video.

Magix Movie Edit Pro 2016 yang saya pakai sendiri menyebut RAM 2GB sebagai minimum requirement. Artinya, kalau bisa ya lebih dari 2GB agar lebih optimal. Sementara banyak yang merekomendasikan untuk memakai perangkat komputer berprosesor Intel. Setidaknya i3, tapi i5 atau i7 bakal lebih baik.

Saya sendiri setiap kali mengedit video kerap muncul pesan memori crash. Tak jarang pula tiba-tiba laptop hang di tengah-tengah mengerjakan video. Terlebih bila saya membuat video panjang, dengan footage sangat banyak, ditambah efek visual dan musik, serta layer-nya lebih dari lima.

Setahunan ini saya melirik-lirik perangkat yang lebih oke untuk edit video. Tidak mau tanggung-tanggung, saya mengincar laptop dengan prosesor Intel i7 dan paling tidak dual-core. Lalu RAM-nya minimal 4GB, serta kartu grafis yang memadai agar preview video yang tengah diedit tidak putus-putus.

Oya, kapasitas penyimpanan internal harus sangat lega karena file video berukuran besar-besar. Khusus untuk drive C saya ingin laptop yang memakai SSD agar performa komputer lebih kencang. Satu lagi, kalau bisa harganya jangan terlalu tinggi. 🙂

Memang ada laptop begitu? Tadinya saya juga bertanya begitu. Eh, ternyata ASUS mengeluarkan VivoBook Flip TP410. Semua yang saya inginkan ada di laptop keren ini.

Intel 7th generation core performance gain

Prosesor Intel Core i7-7500U

Prosesor mumpuni sangat dibutuhkan aplikasi video editing. Yang sering saya alami saat ini adalah leletnya proses ekspor video. Preview setelah papan-papan cerita disusun juga suka putus-putus. Terlebih kalau ada footage yang saya cepatkan, atau ditambah efek tertentu.

Itu semua dikarenakan prosesor laptop yang kurang memadai kemampuannya untuk pekerjaan seberat mengedit video. Namanya juga memaksa. Tak heran jika laptop sering nge-lag, hingga crash dan hang. Lebih-lebih jika melakukan multitasking.

ASUS VivoBook Flip TP410 diotaki prosesor Intel Core i7-7500U. Prosesor ini memiliki kecepatan hingga 3,5GHz. Hmm, sudah terbayang bagaimana asyiknya dipakai mengolah video. Yang jelas sih bakal sangat menghemat waktu. Saya bisa mengedit tanpa hambatan dan kemudian mengekspor video lebih cepat. Mantap!

Oya, huruf “U” pada seri prosesor ini merupakan singkatan dari “ultra low power”. Artinya, tak hanya kencang ketika sedang menjalankan program, Intel Core i7-7500U juga sangat hemat daya. ASUS mengklaim, seperti dikutip Tirto.id dari pernyataan Country Marketing Manager ASUS Indonesia Galip Fu, nilai TDP prosesor ini hanya 15 watt.

ASUS VivoBook Flip 14 TP410

Ruang Penyimpanan 1TB

Tepat seperti yang saya idam-idamkan, tipe VivoBook satu ini dibekali dua tipe storage sekaligus. ASUS membenamkan Solid State Drive (SSD) berkapasitas 128GB ditambah Hard Disk Drive (HDD) berkapasitas 1TB. Paduan keduanya membuat laptop jadi kencang dan lega.

SSD digunakan sebagai Drive C:, di mana sistem operasi berada dan semua berkas terinstal di dalamnya. Dengan demikian perangkat tidak butuh waktu booting lama. Dipadu prosesor i7 nan mumpuni, kinerja komputasi laptop secara keseluruhan bakal sangat mengesankan sekali.

Sementara itu HDD 1TB berfungsi sebagai Drive D: tempat kita menyimpan dokumen. Ruang sebesar ini bakal sangat lega sekali untuk menyimpan file video. Satu kata: cocok!

Ditambah RAM 8GB dan kartu grafis Nvidia GT 930MX 2GB, rasanya saya bakal mengucapkan selamat tinggal pada lag, crash, dan hang. Olah video tidak lagi diwarnai umpatan karena komputer tiba-tiba berhenti bekerja.

ASUS VivoBook Flip TP410

Port Konektivitas Lengkap

Sebagaimana kita tahu, rekaman-rekaman yang jadi bahan baku video diambil menggunakan kamera maupun smartphone. Sebelum dapat diolah kita musti memindahkannya ke laptop. Nah, ASUS VivoBook Flip TP410 dilengkapi berbagai port untuk koneksi dengan beragam perangkat.

Di sisi kiri ada dua port USB 3.0 dan satu slot untuk card reader. Di sisi sebelahnya terdapat masing-masing satu port USB-C dan port HDMI. Ini semua rasanya sudah lebih dari cukup untuk keperluan pemindahan data.

Tak cuma itu, ASUS VivoBook satu ini dilengkapi fitur sensor sidik jari sebagai fitur pengaman. Jadi tak ada yang bisa memakai laptop milik kita karena sistem operasinya harus di-unlock menggunakan sidik jari kita.

ASUS VivoBook Flip TP410

Laptop “Bunglon” Multifungsi

“Kreativitas membutuhkan fleksibilitas dan keterbukaan terhadap ide baru.” Sebaris kalimat ini saya dapati di web resmi ASUS Indonesia. Kontan kepala saya mengangguk begitu selesai membacanya. Benar sekali!

ASUS menunjang kreativitas penggunanya dengan menghadirkan fleksibilitas nyaris paripurna pada VivoBook Flip TP410. Kata “flip” pada namanya bukan tanpa makna. Layar laptop ini dapat diputar hingga 360°, membuatnya dapat berubah bentuk dan fungsi hingga setidaknya tiga-empat macam.

Selain fungsi konvensional sebagai laptop, VivoBook satu ini dapat berubah menjadi tablet, standing display, dan layar presentasi. Semuanya cukup dilakukan dengan melipat-lipat bagian monitornya.

Bicara monitor, ASUS VivoBook Flip TP410 sudah berteknologi touchscreen. Pengoperasian tak hanya dilakukan lewat tetikus, tapi sentuhan jari ke layar. Kita juga bisa menggunakan semacam stylus pen untuk menggambar langsung di layar.

Hmm, fitur ini bakal memudahkan saya dalam membuat thumbnail video!

Kemudian monitornya yang tajam membuat setiap detil video terlihat jelas. ASUS VivoBook ini menggunakan tampilan LED-backlit yang memungkinkan layar didesain setipis mungkin, membuat bodi laptop secara keseluruhan menjadi sangat ramping. Meski bodinya terbuat dari metal nan kokoh, bobot VivoBook Flip TP410 hanya 1,6kg.

Hampir terlupa, tentu saja monitornya mendukung resolusi Full HD 1920x1080px yang menjadi standar video YouTube saat ini. Dan setiap perangkat ASUS VivoBook Flip TP410 sudah dilengkapi sistem operasi Windows 10 asli, plus garansi resmi dua tahun.

Spesifikasi ASUS VivoBook Flip TP410
Prosesor Intel Core i3-7100U, Intel Core i5-7200U, Intel Core i7-7500U
Sistem Operasi Windows 10 Home
RAM 4GB / 8GB DDR4
Penyimpanan 500GB HDD/1TB HDD/1TB HDD + 128GB SSD
Layar 14 inci LED backlit FHD (1920 x 1080)
GPU Intel HD Graphics 620 / Nvidia GT 930MX 2GB VRAM
Konektivitas 1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down, Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Stereo 1.6 W Speakers dan Digital Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology dengan Harman/Kardon
Baterai 3 Cells 57 Whrs Polymer Battery
Dimensi 32,3 x 22,0 x 1,39 cm
Bobot 1,5Kg dengan baterai
Warna Abu-abu
Garansi 2 tahun
ASUS office Singapore

Kantor perwakilan ASUS di Singapura yang dibuka sejak Desember 2015. FOTO: thetechrevolutionist.com

Brand Terbaik

Suatu ketika saya membeli keyboard dan mouse di Mitra Mandiri Computer yang tak jauh dari rumah. Setelah dua benda didapat, saya iseng bertanya-tanya soal komputer untuk keperluan video editing. Dijelaskan panjang-lebar mengenai spek yang pas, budget-nya berapa, serta beberapa produk built in yang ada di pasaran.

Lalu saya diberi katalog produk ASUS terbaru yang ada di sudut etalase. Rupanya, Mitra Mandiri Computer merupakan salah satu mitra distribusi ASUS di Pemalang. Itu sebabnya ada beberapa notebook merek ini dipajang dalam etalase khusus di bagian dalam toko.

Saya bawa pulang katalog tersebut untuk dibaca-baca. Tak sekedar memajang produk, katalog tersebut juga memuat profil ASUS, penghargaan yang pernah didapat, serta penjelasan mengenai teknologi yang diterapkan dalam pembuatan produk.

Wuih, rupanya ASUS merupakan merek motherboard nomor satu di dunia, menguasai hampir 40% pasar motherboard dunia. Pabrikan asal Taiwan ini juga dinobatkan bebagai Best Motherboard Brand selama enam tahun berturut-turut pilihan pembaca Tom’s Hardware Guide.

Dari sekian halaman awal, saya paling tertarik pada uraian mengenai kualitas ASUS. Dengan serangkaian tes berat, setiap produk dijamin dapat tetap memberikan kinerja terbaik dalam kondisi apapun. Itu sebabnya laptop ASUS tidak mengalami kerusakan sedikit pun selama dipakai 600 hari penuh dalam misi luar angkasa di stasiun luar angkasa MIR.

Akhir 2003, dua pendaki gunung tersohor Shi Wang dan Jian Liu mendaki Gunung Vinson (4.897 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi di Antartika. Keduanya membawa laptop ASUS S200N untuk merekam dan berbagi pengalaman selama petualangan. Hebatnya, laptop tersebut tetap berfungsi dengan baik di puncak Gunung Vinson yang bersuhu -73° Celcius.

Lebih tinggi dari itu, notebook ASUS pernah sampai ke puncak Gunung Everest (8.848 mdpl). Adalah Kapten Yang Wangfong yang membawa ASUS U5 ketika mendaki puncak Everest. Ketika banyak laptop bawaan pendaki tak bisa beroperasi saat mencapai markas utama di ketinggian 5.000 mdpl, ASUS U5 milik Kapten Yang tetap menyala. Dan terus dapat beroperasi hingga mencapai puncak.

Ah, saya tidak ada rencana mendaki Gunung Vinson maupun Gunung Everest. Saya hanya mau mengedit video untuk Grombyang TV dan memperkenalkan kabupaten tempat saya tinggal ke dunia luar. Itu saja. Dan ASUS VivoBook Flip 14 TP410 akan sangat membantu misi tersebut.

Bantu saya dengan doa ya, teman-teman.

Referensi:
– asus.com/id/Laptops/VivoBook-Home/
– laptopmag.com/reviews/laptops/asus-vivobook-14-flip
– tirto.id/spesifikasi-vivobook-flip-14-tp410-perangkat-2-in-1-dari-asus-cAL4
– legitreviews.com/intel-7th-gen-kaby-lake-processor-architecture-details-released_185842
– yangcanggih.com/2017/11/27/asus-vivobook-flip-tp410-laptop-konvertibel-7-jutaan-dengan-intel-core-generasi-ketujuh-dan-windows-10

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.

Iklan
About Eko Nurhuda (358 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

14 Comments on Mimpi Punya ASUS VivoBook Flip TP410 untuk Wujudkan Grombyang TV

  1. Terima kasih Mas Eko sudah berpartisipasi dalam ASUS Laptopku Blogging Competition. Good luck.

    Suka

  2. Sukses ya buat Grombyang TV.
    Jadi penasaran pengen nyobain grombyang.

    Suka

    • Grombyang ki serupa soto, Mbak. Kalau pernah nyicipin soto (biasanya dagingnya kerbau) di kawasan utara Jawa Tengah, ya seperti itulah grombyang. Cuma di Pemalang ini ada campuran srundengnya, entah di daerah lain begitu apa nggak.

      Suka

  3. Unik ini grombyang, tapi mirip2 makanan korea namanya, samyang , hihihi
    Btw keren mas laptopnya, tambah produktif lagi dong yah pake laptop dengan spek oke kyk gtu

    Suka

  4. Dari dulu saya itu suka sekali dengan produk Asus. Karena mesinya bandel dan selalu menghadirkan inovasi baru. Semenjak mulai menekuni dunia blogging, saya pun pake Asus. Karena Asus sudah terbukti awet dan kualitasnya terjamin.

    Suka

  5. manteb yah bang speknya, bikin ngiler hehe

    Suka

  6. Saya jadi penasaran sama menu khas bernama grombyang ini. Mungkin semacam nasi boranan kalau di Lamongan, dalam hal sebagai ikon daerah. Bagus juga ini rencana untuk mengangkat potensi daerah lewat youtube, Mas. Apalagi kalau tandem sama istri bikin konten berbahasa asing, ya kan?

    Aku sendiri penasaran sama laptop Asus, belum pernah pakai. Tapi dari testimoni teman-teman, bahkan sepupu, kok pada puas gitu sama Asus. Brand Taiwan yang global ya Asus ini, harga bersaing dengan kualitas top. Kok jadi mupeng aku nyobain flibbook ini, soalnya belum pernah ngerasain gimana kencangnya prosesor core i7, selama ini mentok core i3 hehe. HDD gede bingit tuh sampe 1 TB, punyaku 500 GB ini udah mulai ngos-ngosan.

    Semoga tercapai Mas bikin Grombyang TV demi promosi wisata daerah tercinta. Didukung Asus, rasanya bakal wow nih ke depan. Sukses!

    Suka

    • Orang tuaku pas pertama kali disuguhi grombyang berkomentar, “Ooo, soto to?” Karena emang mirip banget soto sih, dan sajian macam grombyang ini khas Pantura banget. Mirip-mirip empal gentong kalau di Cirebon, atau soto Kudus. Di daerah Jawa Tengah sisi utara lainnya ada kuliner semacam grombyang ini, cuma beda nama sama variasi di apanya gitu. Tapi aslinya ini sajian khas Pantura.

      Suka

  7. core i7 dan RAM 4GB, mantep buat obrak abrik video. semoga menang mas Eko dan sukses buat Grombyang Channel.

    Suka

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: