Highlight:

Mega Mendung di Langit Ternate

foto bareng Mbak Zulfa dan Mas Rifqy di Bandara Sultan Hasanuddin

Mbak Zulfa aka Emak Mbolang dan Mas Rifqy Faiza Rahman, dua travel blogger keren yang bersama-sama saya ke Ternate dari Makassar. FOTO: Rifqy Faiza Rahman

Orang-Orang Luar Biasa

Entah berapa lama kami menunggu bagasi. Kalau setengah jam saja rasanya lebih. Yang saya ingat, belum lagi tas Mbak Zulfa muncul announcer bandara mengumumkan pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta sudah mendarat.

Dari informasi di grup WhatsApp, di pesawat ini ada rombongan Ngofa Tidore Tour & Travel. Jasa perjalanan wisata tersebut merupakan penyelenggara lomba blog Tidore Untuk Indonesia, sekaligus sponsor utama trip bertajuk Blogger Goes to Tidore selama enam hari ke depan.

Setelah beberapa kali putaran akhirnya tas yang ditunggu-tunggu muncul. Kami sama tersenyum lega. Mas Rifqy bergegas menghampiri tas gunungnya. Ia jongkok di sebelah tas tersebut, memasukkan tangannya ke sela-sela tali gendongan satu demi satu, lalu sembari berdiri dengan gerakan sedemikian rupa tas tersebut dinaikkan ke punggung dalam sekali angkat.

Kami bertiga lantas menjauh dari keramaian.

Di saat bersamaan penumpang Garuda Indonesia berdatangan masuk. Ruang pengambilan bagasi kian ramai. Para penumpang Garuda Indonesia bersicepat menuju bagagge conveyor yang kosong, sama-sama ingin mendapat posisi terdepan agar dapat dengan mudah mengenali dan mengambil tas-tas mereka.

Saya tak begitu memperhatikan, atau lebih tepatnya tak mengenali, teman-teman rombongan Ngofa Tidore yang masuk ke ruangan. Tapi begitu melihat Mbak Zulfa dan Mas Rifqy bersalaman dengan beberapa orang sembari sama-sama tersenyum-tertawa, saya tahu itu pasti mereka.

Rombongan dari Jakarta ada delapan orang, dan hanya satu yang pernah bertemu muka dengan saya: Mbak Katerina. Saya dan Mbak Rien, plus Relinda Puspita, sama-sama memenangkan lomba blog Musi Triboatton di tahun 2016.

Beruntung saya hidup di jaman internet. Sehingga sekalipun belum pernah bertemu langsung, tapi saya hapal wajah-wajah dalam rombongan tersebut. Semua berkat interaksi di media sosial.

Ci Anita Gathmir bersama Sultan Tidore

Ci Anita Gathmir bersama (kiri ke kanan) Bunda Permaisuri Ani Fabanyo, Sultan Tidore, dan Kapita Ngofa. FOTO: Ngofa Tidore

Ci Anita Gathmir tentu tak bakal saya lupa wajahnya. Sebab dengan beliaulah saya dan empat pemenang lain paling intens berkomunikasi selepas pengumuman. Wanita yang masih ada kaitan darah dengan Sultan Nuku ini didampingi suami, Kak Muhammad Gathmir, dan si bungsu Fia.

Saya juga langsung ngeh begitu melihat sosok Annie Nugraha. Pengusaha jewelery penyuka traveling ini rajin mengunggah foto di Facebook dan Instagram, hal yang sangat membantu saya menghapal sosoknya.

Senyumnya lebar sekali ketika kami bersalaman. Karena ada asal-usul Sumatera Selatan saya memanggilnya Ayuk, Yuk Annie. Kami pun bertukar sapa dalam bahasa Palembang, yang segera ditimpali oleh Kak Gathmir yang asli Sekayu. Andai Mbak Rien tidak menunggu bagasi, obrolan berbahasa Palembang ini bakal melibatkan empat orang.

Tiga anggota rombongan lagi belum saya kenal. Ci Ita langsung mengenalkan kami satu sama lain. Dimulai dari seorang ibu murah senyum mengenakan kaca mata dan topi rajut bernama Woro Mastuti. Saya menyalami beliau dengan takzim.

Dua lainnya adalah Ayu Masita yang oleh Ci Ita disebut sebagai aktivis lingkungan, dan Mas Dwi yang simply diperkenalkan kepada kami bertiga sebagai “temannya Mbak Ayu.”

Belakangan, sekembali dari Tidore sepekan berselang, baru saya tahu ketiganya adalah orang-orang luar biasa. Sudah jadi kebiasaan, saya selalu googling sosok-sosok yang baru pertama kali dikenal. Ini cara saya mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang orang tersebut, yang nantinya bakal sangat berguna ketika menyambung silaturahim via media sosial atau jalur komunikasi lainnya.

Dan, ketika mengetikkan nama ketiganya di kolom pencarian Google, apa yang ditampilkan search engine result page membuat saya terperangah.

Dwi Woro Retno Mastuti

Bu Woro, seorang pakar sekaligus sosok penting dalam pelestarian wayang potehi di Indonesia. FOTO: Kompasiana.com/Gapey Sandi

Bu Woro memiliki nama lengkap Dwi Woro Retno Mastuti, S.S., M.Hum. Lahir di Magelang, pada hari pertama zodiak Sagitarius. Beliau seorang pakar wayang potehi yang sangat concern terhadap kebudayaan lokal. Bersama Hastho Bramantyo (staf pengajar Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra, Salatiga), Bu Woro menerjemahkan kitab kuna Kakawin Sutasoma.

Mbak Ayu agak sulit dilacak, namun dari profil LinkedIn-nya saya tahu ia bergelar master. Sempat menjadi konsultan, kini lulusan Universitas Pelita Harapan tersebut mengelola Wise Steps Travel bersama suaminya, Matteo Bierschneider.

Setali tiga uang, Mas Dwi “teman Mbak Ayu” juga tak banyak memiliki rekam jejak di internet. Tapi dari yang tak banyak itu sudah cukup membuat saya berdecak kagum.

Nama lengkapnya Dwi Setijo Widodo, sarjana hukum lulusan Universitas Airlangga namun lebih akrab dengan dunia pariwisata. Mas Dwi banyak menulis artikel wisata di media cetak. Sama seperti Mbak Ayu, Mas Dwi memiliki minat mendalam pada ekowisata. Sehari-hari ia menjalankan usaha kerajinan tangan di bawah label DSW Jewellery Bali.

Anggota rombongan Blogger Goes to Tidore jadi lengkap begitu pesawat Lion Air yang membawa Deddy Huang dan Haryadi “Yayan” Yansyah mendarat. Duo travel blogger asal Palembang ini terbang bersama Tati Suherman, blogger asli Betawi yang canda-tawa dan kelucuannya kelak paling kami rindukan.

Ini kali kedua saya bertemu Yayan. Kali pertama saat event Musi Triboatton 2016 di Palembang. Waktu itu Yayan bersama Maman ikut menikmati Martabak Har dan berfoto-foto di kawasan Benteng Kuto Besak. Dari pertemuan tersebut saya dibuat terkesan oleh kerendah-hatian, sopan santun, dan tutur bahasanya yang lembut.

Sebaliknya, saya belum pernah kopi darat dengan Koh Deddy. Namun siapa sih yang tidak kenal sosok satu ini. Namanya sering muncul sebagai pemenang dalam berbagai lomba blog. Malah jelang keberangkatan ke Tidore itu namanya masuk daftar pemenang hiburan di kompetisi blog Langit Musik. Sekembali dari Tidore, ia menyabet gelar pemenang pertama lomba blog yang diadakan HOOQ.

Adapun Mpok Tati, jujur saya sama sekali buta tentangnya. Nama dan sosoknya baru saya ketahui hari itu. Ini menunjukkan betapa kurang-gaulnya saya, sebab Mpok Tati sering sekali mengikuti event blogger di Jakarta dan sekitarnya.

Maafin ane ye, Mpok πŸ˜€

Baca lanjutannya di sini…

About Eko Nurhuda (348 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

10 Comments on Mega Mendung di Langit Ternate

  1. Vlognya keren, keindahan Ternate tersaji dalam video dan kata-kata.

    Ternyata, rahasia perjalaman nyaman itu diawali dengan membenarkan celana untuk duduk pertama kali diangkutan pertama hehehe.

    Suka

  2. perjalanan yang panjang, semoga saja bisa terulang lagi buat jalan-jalan bareng.

    Suka

  3. Buahahaha, aku gak inget pakai kata, “sewenang-wenang” itu mas hahahaha, tapi emang, aku sendiri gak nyangka kalo di Ternate ada emol. “Ade alpa aja aye udah girang banget, bang!” *lol *ikut gaya mpok Tati kalo ngomong.

    Ngebenerin celana sebelum naik mobil travel itu epik muahaha, aku sampe ngakak ketawa. Dan, I really enjoy liatnya. Jadi tahu perjalanan mas Eko dari Pemalang sampe ke Yogya. Melewati berbagai macam kota, termasuk kota Benartujuh itu LOL. Cuma jujur aku agak terganggu dengan video itu pas ada yang ngomong, “aku paling cantik sendiri.” *dilempar mutton biryani sama belio.

    Ditunggu sambungannya mas. Aku suka tulisan panjang kayak gini, detil banget! πŸ™‚

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. To Ado Re, Tidore… – bungeko.com
  2. Tari Kapita di Rum Balibunga – bungeko.com

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: