Highlight:

Mudik Nyaman bersama Anak-anak dengan Pesawat Udara

mudik lebaran 2014

Mudik lintas pulau membawa dua anak kecil membuat saya lebih memilih naik pesawat. Ini foto sewaktu mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi, medio 2014 lalu.

TINGGAL hitungan hari saya dan keluarga bertolak menuju Jambi. Mudik lebaran ceritanya. Kedua orang tua saya menetap di sana, jadi saya yang selama ini tinggal di Jawa menyempatkan mudik setiap beberapa tahun sekali.

Mudik tahun ini bakal jadi lebaran ketiga bersama keluarga besar di Jambi. Kali pertama saya mengajak anak-anak berlebaran di rumah orang tua pada tahun 2011. Waktu itu mereka masih kecil-kecil sekali, masih berkategori bayi dan batita.

Tiga tahun berselang, kembali saya ajak anak-anak dan istri berlebaran ke Jambi. Dengan usia yang bertambah besar, ditambah keceriwisan mereka, kehadiran kedua anak saya membuat rumah orang tua lebih semarak.

Terlihat sekali pancaran bahagia di wajah Ibu dan Bapak melihat keceriaan cucu-cucunya ketika itu. Saya ingin sekali melihat lagi wajah-wajah bahagia kedua orang tua saya. Toh, caranya juga sangat menyenangkan: mudik ke Jambi bersama anak-anak dan istri. Anggap saja jalan-jalan, iya kan?

Apa nggak repot pergi jauh membawa dua anak kecil?

Bukan sekali-dua saya dan istri mendapat pertanyaan begitu. Terlebih ketika akan mudik tahun 2011, sewaktu anak sulung berusia 15 bulan dan adiknya masih empat bulan. Tak terbayang oleh mereka saya dan istri bepergian jauh membawa koper sembari menggendong anak.

Ditambah lagi cerita tetangga yang anak-anaknya rewel terus selama perjalanan Jakarta-Pemalang. Tak ingin kami mengalami hal sama, ibu mertua bersama kakak ipar saya dan seorang bude sampai merasa perlu mengantar hingga ke bandara. Mereka ingin memastikan kami baik-baik saja.

Damar-Diandra naik troli bandara

Ini trik andalan saya untuk menjaga agar anak-anak tidak bosan selama menunggu di bandara. Naikkan saja mereka ke troli, lalu dorong ke sana-sini. Serasa main mobil-mobilan, hehehe. INSET: Damar kecil dalam troli bandara.

Mudik Nyaman dengan Pesawat

Kenyataannya, mudik membawa dua anak kecil sama sekali tidak membuat kami repot. Justru kami merasa fun-fun saja. Yang ada malah rasa senang bisa bepergian bersama-sama. Apalagi anak-anak terlihat antusias sekali, terutama si sulung Damar.

Alhamdulillah, berulang kali diajak ke Jambi kedua anak saya tidak pernah rewel di perjalanan. Kalau ngantuk dan lelah sih pasti iya ya, orang kami yang tua saja merasa lelah sekali.

Menurut Google Maps, Pemalang-Jambi berjarak 1.211,9 km. Dulu sewaktu masih kuliah saya biasa mudik dengan bus, dan menghabiskan waktu paling cepat 36 jam. Tentu saya tidak mau mengajak anak-anak menempuh rute serupa. Pasti mereka bakal bosan luar biasa sepanjang jalan.

Karena itu sejak anak-anak lahir saya selalu mudik ke Jambi naik pesawat. Dari Pemalang, yang terdekat adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang. Kami dapat menempuhnya dengan kereta api, lalu dilanjut taksi dari stasiun. Dengan cara ini kami bisa sampai di Jambi pada hari yang sama.

Pilihan lain adalah terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. Untuk itu kami harus menempuh perjalanan darat Pemalang-Tangerang selama 6-7 jam naik travel. Lalu menyambung pesawat menuju Jambi. Menempuh rute ini, kami sudah sampai di Jambi keesokan paginya.

Meski harus bergonta-ganti moda transportasi untuk menuju bandara, tetap saja total waktu perjalanan yang dibutuhkan jauh lebih singkat. Perjalanan lintas pulau Pemalang-Jambi dapat ditempuh hanya dalam waktu antara 8-12 jam. Itu sudah termasuk istirahat di jalan dan menunggu penerbangan.

Mudik Nyaman bersama Anak

Kunci bepergian jauh bersama anak kecil adalah selalu menjaga mood mereka. Jangan sampai anak merasa jenuh dan kemudian jengkel, sehingga jadi rewel. Buat anak selalu sibuk bermain sehingga terus merasa riang hingga sampai di tujuan.

Peran orang tua sangat vital di sini. Mood anak biasanya mengikuti mood orang tua. Jadi kita sebagai orang tua harus pintar-pintar menjaga suasana hati dan perasaan. Apapun yang terjadi selalu usahakan terlihat ceria sepanjang perjalanan.

Berikut tips mudik nyaman bersama anak, terutama bagi #SobatAviasi seperti saya yang hendak bepergian menggunakan pesawat terbang. Tips dirangkum dari beberapa sumber.

mudik ke Jambi, 29 Agustus 2011

Kali pertama mudik ke Jambi membawa anak. Saya menggendong Damar (15 bulan), istri menggendong Diandra (4 bulan). Kami berfoto sebelum menaiki pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, 29 Agustus 2011.

Tips Mudik Nyaman bersama Anak

1. Persiapkan mental dan selalu berusaha tenang. Perjalanan jauh bisa jadi tidak ideal bagi anak-anak, namun kita dapat mengantisipasinya dengan persiapan matang. Termasuk dengan memastikan kondisi tubuh dan pikiran yang prima.

2. Buat daftar keperluan anak yang harus dibawa, utamanya yang sekiranya dibutuhkan selama perjalanan. Misalnya diapers, obat-obatan, minyak angin, tisu, sampai ke camilan dan minuman. Tempatkan semua keperluan anak dalam tas tersendiri yang mudah dijangkau.

3. Saat memesan tiket, pilih jam penerbangan yang tidak bertepatan dengan jadwal tidur anak. Biasanya kalau mengantuk anak-anak menjadi rewel. Ini dapat menghambat pergerakan kita saat naik/turun pesawat. Saya pernah menjumpai seorang anak mengamuk di bandara dan tidak mau naik ke pesawat, padahal sudah waktunya boarding. Tak terbayangkan betapa repot orang tuanya membujuk si anak.

4. Ketika check in mintalah kursi di deretan tengah, di bagian sayap pesawat atau sekitarnya. Posisi ini lebih nyaman saat take-off maupun landing, sehingga tidak berpotensi membuat anak-anak mabuk udara. Tempatkan anak di sisi jendela agar bebas melihat keluar.

5. Misal penerbangan delay hingga beberapa jam, ajak anak ke ruang bermain untuk mengusir kejenuhan. Hampir semua bandara memiliki kids playground. Kalau letak terminal jauh dari playground, ajak anak bermain apa saja. Yang penting jangan sampai bosan.

6. Agar anak tidak bosan, sediakan makanan kecil kesukaannya sehingga ia sibuk. Persiapkan pula mainan favoritnya. Kita juga bisa menceritakan dongeng, mengajaknya bernyanyi, atau sekedarnya mengajak berbicara sehingga perjalanan jadi tak terasa.

7. Khusus untuk minuman, bawa minuman dalam botol dan sediakan sedotan agar anak lebih mudah saat minum. Sedangkan khusus untuk makanan, hindari membawa bekal makanan yang berpotensi menyebabkan tumpahan atau berceceran ke mana-mana. Misalnya roti dengan isian atau topping krim/selai, meses, maupun gula.

8. Jangan membawa barang terlalu banyak. Lakukan packing secara efektif. Untuk dua orang dewasa dengan dua anak-anak, idealnya cukup dengan satu koper sedang. Tanpa terlalu banyak bawaan, tangan kita dapat lebih bebas menggandeng anak-anak.

Pada akhirnya, mudik adalah perjalanan menuju ke tempat di mana orang-orang yang kita cintai berada. Jadi, perjalanan ini semestinya berlangsung menyenangkan.

Agar perjalanan mudik menyenangkan, kita musti pandai-pandai memilih moda transportasi yang nyaman, aman, dan efektif. Kalau jaraknya sampai ribuan kilometer seperti saya yang mudik ke Jambi, naik pesawat udara adalah pilihan terbaik.

Semoga bermanfaat!

Referensi:
http://selamanya.id/
– idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-mempersiapkan-mudik-bersama-anak
– mommiesdaily.com/2013/07/31/persiapan-perjalanan-jauh-bersama-anak/
– keluarga.com/294/9-tips-bermanfaat-ketika-bepergian-dengan-anak-anak
– ykai.net/index.php?option=com_content&view=article&id=805:mudik-aman-bersama-anak&catid=131:tips&Itemid=201

Iklan

About Eko Nurhuda (354 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

14 Comments on Mudik Nyaman bersama Anak-anak dengan Pesawat Udara

  1. anakku mada belum pernah naik pesawat padahal ibunya ini dulu sering naik pesawat urusan dinas luar kota wkwkwk maklum banyak pantangan dari ibu mertua *lhacurcol

  2. Kids zone ini, surganya anak-anak dan pasti ditunggu-tunggu mereka. Jadi baiknya datang 3 jam sebelumnya. wkwkwk

  3. Wah asiknya perjalananya Mas Ekon, anak anak pasti senang sekali. Btw saya belum pernah naik pesawat, kayak apa ya rasanya hihihihi…

  4. Ibuku dulu malah pernah mudik ngajak adik yg masih balita ke Sumatera naik bus, 3 hari perjalanan bo!! Sekarang sih Alhamdulillah kalo mudik udah bs nai pesawat 😊😊

  5. Nathalia DP // 17 Juni 2017 pukul 05.45 // Balas

    Asal persiapan oke, anak2 jg nyaman ya

  6. Wah seru banget mudik bareng keluarga, aku gk kebayang deh kalo mudik sm anak2 agak repot sepertinya ya. Makasih mas tipsny, pasti bermanfaat buat yg mau mudik.

  7. mainan favorit itu manjur banget untuk mengalihkan anak dari kebosanan…

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: