Highlight:

Merawat Kenangan dengan Lagu-lagu Nostalgia di Langit Musik

TIGA hari lalu timeline media sosial mendadak heboh. Netizen ramai-ramai menulis status tentang Sheila On 7, sembari menceritakan kenangan mereka yang terkait dengan lagu-lagu band asal Yogyakarta tersebut. Hari itu, 24 Februari 2017, hari di mana SO7 manggung di Konser Spesial Trans TV, bolehlah disebut sebagai Hari Nostalgia Nasional.

Saya sendiri suka lagu-lagu Sheila, meski tak semuanya juga sih. Saya masih kelas tiga SMA sewaktu album pertama Duta and the Gank meluncur di tahun 1999. Album yang kemudian terjual sebanyak 1,5 juta kopi. Kalau diminta menyebut satu saja lagu yang disukai dari album tersebut, saya bakal merasa kesulitan. Sebab setidaknya ada 3-4 lagu yang sangat saya sukai. Nggak bisa kalau cuma menyebut satu.

Tentu ada alasan kenapa saya menyukai sebuah lagu. Tema dalam lagu Kita cocok sekali dengan dunia muda anak SMA, sedangkan Perhatikan Rani juga terasa pas dengan kondisi saya yang menjelang kelulusan sekolah. Masa-masa ketika segenap cita-cita diapungkan, dan saya tengah bersiap meninggalkan kampung halaman tercinta demi menggapainya.

Siapa sih yang tidak dibikin sendu oleh lagu Dan… yang mendayu-dayu dan pilu? Saya yang konon tipe manusia melankolis senang sekali dengan lagu model begini. Pengen nangis rasanya kalau dengar lagu ini. Hiks.

Rupanya bukan cuma saya lho. Lagu Dan… juga disukai banyak orang se-Indonesia dan Malaysia. Musiknya yang easy listening dan temanya yang pilu sukses mengharu biru. Wajar kalau kemudian single kedua SO7 ini menempati posisi satu di chart MTV Ampuh selama 40 pekan, lalu terpilih sebagai Song of the Year selama dua tahun berturut-turut.

Kemudian, coba jujur, siapa yang dulu nembak cewek idolanya dengan lagu J.A.P alias Jadikan Aku Pacarmu? Siapa juga yang suka gombalin pacar dengan lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki? Hayo, pada ngaku! Hehehe.

Well, 18 tahun berlalu sejak Sheila On 7 merilis album self-title itu, wajar kalau kemudian banyak bapak-bapak dan ibu-ibu usia 30-an yang mendadak bernostalgia ke masa remaja. Kejadiannya sudah berlalu lama sekali, tapi memorinya tetap tersimpan sepanjang hidup. Begitu mendengar lagu yang berhubungan dengan kenangan itu, seketika itu juga kenangannya tergambar dalam kepala.

Kenangan, Ekspresi, dan Motivasi
Bagi saya, musik adalah cara untuk mengenang sekaligus merawat masa lalu. Mirip seperti soundtrack, atau bahkan backsound, sebuah lagu dapat secara otomatis mengingatkan saya penggalan demi penggalan kehidupan.Sebaliknya, ketika berinteraksi dengan orang-orang dari masa lalu, ingatan saya bakal langsung melayang pada lagu yang tengah hits di masa kami masih bersama-sama.

Ketika berbalas komentar di Facebook dengan teman sebangku semasa kelas satu SMA, misalnya, tiba-tiba saja saya seolah mendengarkan lagu Mungkinkah (Stinky) atau Mencari Alasan (Exist). Kali lain sewaktu membaca status kawan SMP, di telinga saya terngiang-ngiang lagu Gerimis Mengundang (Slam) atau Di Sana Menanti Di Sini Menunggu (UK’s).

Saya sampai bisa merinci judul lagu dan kenangan apa yang terlintas begitu mendengarnya. Kalau penasaran mau tahu boleh intip tabelnya dalam spoiler berikut. Kalau tidak ya abaikan saja 🙂

Daftar Lagu Kenangan:
Dinding Pemisah (Merry Andani) Kelas 4-5 SD di Batumarta VIII, OKU, Sumsel.
Lelaki dan Telaga (Franky Sahilatua) Masa-masa awal pindah ke Sungai Bahar, Jambi.
Gerimis Mengundang (Slam) Kelas 3 SMP, masa-masa panen jagung di kebun belakang rumah di Sungai Bahar, Jambi.
Mungkinkah (Stinky), Mencari Alasan (Exist) Lulus SMP dan awal-awal masuk SMA Negeri 1 Muara Bulian.
Salah (Potret) Kelas 1 SMA, ikut Persami di halaman sekolah.
Jangan Lagi (Dot) Kelas 2 SMA, ikut perkemahan Saka Wanabhakti tingkat provinsi di Bukit Senami, Jambi.
Genit (Tipe-X), Sobat (Padi), Kita, Dan… (SO7) Kelas 3 SMA, menjelang kelulusan sekolah. Saya dan kawan-kawan sibuk-sibuknya berdiskusi kuliah di mana.
Californication (RHCP), Kuliah Pagi (Harapan Jaya) Masa-masa awal di Jogja, tinggal bersama induk semang di kos pertama di daerah Mantrijeron.
Mahadewi (Padi), Pelangi di Matamu (Jamrud) Pindah ke kos kedua di Suryodiningratan, jaman-jaman iseng nge-band sama teman sekos.
Stars (The Cranberries) Beli komputer pertama, PC second + monitor seharga Rp1,5 juta.
Zephyr Song (RHCP) Masa-masa kelam. Lanjut kuliah nggak bisa, cari kerja nggak dapet-dapet. Satu-satunya yang dibanggakan tulisan sering dimuat di Tabloid BOLA.
Hapus Aku (Nidji), Fix You (Coldplay) Beli komputer kedua, masih PC second. Mulai serius menulis dan membuat blog pertama.
Akhirnya Aku Menemukanmu (Naff) Melamar kekasih hati ke Pemalang 🙂

Pendek kata, musik sangat lekat dalam hidup saya. Saya merasa musik dapat mewakili ekspresi saya. Sudah saya bilang kan kalau saya tipe melankolis? Manusia tipe ini cenderung sulit mengungkapkan perasaan. Dan, “where words fail, music speaks,” kata Hans Christian Andersen.

“Musik adalah sebuah ekspresi nurani dasar yang memiliki dunianya sendiri. Layaknya sebuah dunia, dunia musik pun disertai oleh bahasa dan warna sebagai sarana ekspresi dan komunikasi.” Demikian kalimat yang tertera di halaman profil situs resmi Purwa Caraka Music Studio.

Tentu saja saya sepakat dengan definisi di atas.

Selain itu, saya selalu merasa lebih bersemangat saat mendengarkan lagu. Rupanya ini pernah diteliti lho oleh Brunel University di London, yang menyebut musik membuat semangat seseorang meningkat antara 1-2%. Hasil penelitian itu juga menunjukkan, dengan mendengar musik daya tahan tubuh seseorang dapat meningkat hingga 15%.

Biasanya saya mendengarkan musik menggunakan laptop sembari menggarap pekerjaan. Di saat bepergian, saya sering mengandalkan fitur radio yang ada di smartphone. Tapi kalau ingin mendengarkan lagu-lagu favorit dari playlist, saya tinggal buka aplikasi Langit Musik saja. Praktis!

Streaming Musik Tanpa Kuota
Langit Musik adalah aplikasi penyedia musik berlangganan persembahan Telkomsel dan PT MelOn Indonesia. Pengguna Telkomsel dapat menikmati layanan ini secara gratis tis. Jadi, kita tidak perlu kuatir kehabisan kuota saat menggunakan aplikasi Langit Musik sepanjang paket data Telkomsel kita masih aktif dan kita berada dalam jangkauan jaringan Telkomsel.

Lho, katanya berlangganan tapi kok gratis? Tidak perlu bingung, sebab Langit Musik menyediakan dua jenis layanan bagi penggunanya. Kita dapat mendaftarkan diri di layanan Freemium atau Premium.

Sesuai namanya, layanan Freemium dapat dinikmati secara gratis 100% tanpa biaya apapun termasuk untuk kuota data. Hanya saja Langit Musik akan memperdengarkan iklan saat kita memutar lagu. Sedangkan membership Premium adalah layanan yang berbayar. Berlangganan.

Layanan Premium ini pun ada dua jenis: Premium 7 Hari dengan biaya Rp6.600 (termasuk PPN 10%), dan Premium 30 Hari (Rp22.000, termasuk PPN 10%). Pembayaran biaya tersebut dilakukan dengan memotong pulsa pada nomor Telkomsel kita. Lalu, bedanya apa ya antara layanan Premium 7 Hari dan 30 Hari? Lihat tabel berikut:

Sebagai info tambahan dari tabel di atas, pengguna Freemium memiliki sejumlah keterbatasan, yakni fitur Skip Songs yang hanya bisa sebanyak 10 lagu sepekan. Tak cuma itu, lagu-lagu yang didengarkan pun bakal disisipi iklan. Serasa dengar radio dong ya?

Pengguna Freemium juga tidak dapat mendengarkan lagu secara offline. Dengan kata lain, jika kita mendaftar Freemium tidak bisa menyimpan lagu favoritmu. Padahal inilah yang membuat kita dapat streaming dan mendengarkan lagu tanpa mengurangi kuota paket data. Nggak asyik banget, kan?

Jadi, lebih baik sekalian saja mendaftar ke layanan Premium agar dapat menikmati semua fitur unggulan Langit Musik. Sebagai uji coba, daftar saja dulu di layanan Premium 7 Hari. Beli pulsa Rp10.000, untuk daftar ke Langit Musik terpotong Rp6.600. Masih ada sisa pulsa Rp3.400. Hehehe.

Kita dapat memilih tipe membership pada saat pertama kali mendaftar. Ingat, pendaftaran menggunakan nomor selular Telkomsel ya. Sebelum itu instal dulu aplikasinya di smartphone. Cari “Langit Musik” di Google PlayStore, kemudian pasang deh. Ukurannya cuma 9,34 MB kok. Enteng.

Setelah aplikasi terpasang di hape, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Tap tombol Sign Up untuk mendaftarkan diri. Atau kalau sudah pernah mendaftar sebelumnya, tap saja tombol Sign In. Saya sendiri harus mendaftarkan diri dulu, sebab terakhir kali memakai nomor Telkomsel aplikasi Langit Musik belum ada.
  2. Percantik profilmu dengan mengganti foto, data-data pribadi, dan pengaturan lainnya.
  3. Atur notifikasi akun. Kita dapat menyetel pemberitahuan atau pembaharuan apa dan dari siapa yang bakal ditampilkan aplikasi di hapemu.
  4. Ini yang terpenting, pilih jenis Subscription apakah Freemium atau Premium. Kalau ingin coba-coba dulu daftar saja Premium 7 Hari. Namun jika ingin lebih hemat, sekalian saja daftar ke layanan Premium 30 Hari. Dengan biaya Rp22.000 untuk 30 hari, berarti per hari kita cuma keluar uang Rp733,33. Jauh lebih murah dari tarif parkir!

Kita bisa mendaftar langsung melalui aplikasi, di mana sistem akan mengirimkan pesan pendaftaran secara otomatis. Tapi saya sarankan lebih baik kirim SMS sendiri saja, ketik REG NEWLM dan kirim ke 96161. Nanti akan ada SMS balasan meminta konfirmasi. Balas dengan mengetik “1” (tanpa tanda petik) untuk mengonfirmasi pendaftaran.

Setelah itu kita akan menerima SMS pemberitahuan bahwa pendaftaran membership Langit Musik telah berhasil. Saya sendiri mendaftar paket Premium 30 Hari, sehingga pulsa Simpati saya terpotong sebanyak Rp22.000. Tak apa, sebagai gantinya saya puas streaming dan download lagu secara legal selama sebulan ke depan.

Selesai! Kini saatnya mengeksplorasi aplikasi Langit Musik. Jelajahi dan temukan lagu-lagu favoritmu.

New Langit Musik
Ada lebih dari 6 juta lagu yang bebas dinikmati di Langit Musik. Jumlah ini bertambah banyak 2 juta dari yang disebutkan VP Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, Ririn Widaryani, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, 31 Oktober 2016, seperti dilansir CNN Indonesia.

Maklum, aplikasi Langit Musik sendiri telah berbenah sehingga versi yang sekarang disebut New Langit Musik. Terdapat sejumlah perubahan di aplikasi ini. Yang paling mencolok adalah perubahan logo yang kini lebih elegan dan eye-catching.

Dulu logo Langit Musik hanya berupa tulisan “Langit” berwarna putih di atas cipratan warna biru, dan tulisan “langit” berwarna merah. Tanpa bermaksud meremehkan, logo ini terlalu sederhana. Yang jelas logo seperti ini tidak ideal dijadikan sebagai ikon aplikasi di smartphone. Terlalu panjang. Umumnya ikon aplikasi berbentuk lingkaran atau kubus.

Nah, logo yang baru lebih simpel sekaligus lebih elegan. Berbentuk lingkaran, nama Langit Musik diwakili oleh huruf “L” dan “M” yang ditulis bersambung. Kemudian di atasnya terdapat headphone sebagai simbol bahwa ini adalah aplikasi musik. Lingkarannya sendiri bergaris tepi biru, dengan latar belakang berwarna biru dan ungu.

Dengan desain baru ini barulah logo Langit Musik cocok dipakai sebagai ikon aplikasi di handphone. Lebih fresh, juga lebih terkesan kekinian.

Perubahan lain adalah tampilan interface-nya lebih gelap. Pada versi lama, tampilannya terang akibat dominasi warna putih dan biru. Sekilas ini terkesan cerah ceria, namun berlama-lama menatap layar terang membuat mata kita lelah dan bahkan sakit.

Kini warna ungu tua dengan sedikit campuran navy dan magenta membuat mata lebih nyaman dan tak mudah lelah saat menelusuri fitur demi fitur. Yang oke lagi, daftar menunya juga disederhanakan sehingga lebih sedikit. Simpel.

Selain kolom Search hanya ada lima menu yang tersaji: Explore, TagStation, Trending, My Music, dan Notifications. Namun beberapa menu memiliki sub menu, contohnya Explore. Nanti kita bahas lebih lanjut di bawah.

Berikut beberapa menu andalan Langit Musik yang bakal membuat kita betah.

1. Explore
Dengan fitur inilah kita menjelajahi database Langit Musik dan mendapatkan lagu-lagu favorit. Fitur Explore memiliki dua sub, yakni For You dan Browse. Apa bedanya?

For You saya sebut fitur pintar. Sebab dengan fitur ini Langit Musik dapat memberi rekomendasi lagu atau penyanyi/band yang mungkin saja kita sukai. Rekomendasi tersebut tentu saja berdasarkan perilaku kita dalam mendengarkan musik. Btw, kenapa saya diberi rekomendasi lagu Cinta Semalam ya?

Misalnya saya pernah mendengarkan Terjebak Nostalgia-nya Raisa, maka aplikasi bakal merekomendasikan lagu-lagu Raisa yang lain. Atau saya pernah mendengarkan lagu ska, siap-siap saja mendapat rekomendasi lagu-lagu ska yang lain. Selain itu For You juga berisi popular track, playlist pilihan, dan masih banyak lagi.

Browse sendiri berisi lagu-lagu Top Hits, daftar Trending Artist, juga lagu-lagu baru. Saat saya membukanya Senin (27/2/2017) ini, di bagian New Release terlihat lagu Terima Kasih Semua milik Lefttool. Sedangkan di nomor Barat ada album The Best of Gregory Isaacs dan The Best of Judge Dread.

Kita juga dapat mengeksplorasi lagu berdsasarkan Moods dan Genres. Kalian pasti menebak orang seperti saya akan betah mendengarkan lagu-lagu dengan mood Gloomy. Tidak salah. Tapi saya lebih senang mendengarkan lagu-lagu dalam kategori mood Chill atau genre Rocks, terutama alternative rock.

2. My Music
Di fitur ini kita dapat melihat lagu apa saja yang pernah didengarkan (recently played), lagu yang sering diputar, daftar playlist yang kita buat, serta daftar lagu-lagu yang tersimpan (Saved). Dengan kata lain, fitur My Music adalah rak penyimpanan digital tempat kita menaruh lagu-lagu.

Lagu-lagu dalam daftar Saved dapat kita dengarkan dalam keadaan offline. Jadi, kalau kita sedang fakir kuota internet putar saja lagu-lagu dalam daftar ini. Kita tetap dapat mendengarkan lagu kesayangan. Asyik banget, kan?

3. Tag Station
Agak mirip Explore, namun lagu-lagu dalam fitur ini dikelompokkan berdasarkan tag yang diberikan si pengunggah atau pemilik lagu. Contoh tag-nya antara lain #hits, #oldies, #classics, #peaceandjoy, #bahagia, #cintaindonesia, #surprise, #sleep, dan lain-lain.

Iseng saya longok lagu-lagu yang diberi tag #sleep. Begitu saya tap tanda gambarnya, aplikasi langsung memutarkan lagu Pelangi (Hivi!) yang memang cocok sebagai pengantar tidur. Hehehe. Sedangkan ketika menge-tap tanda gambar #oldies, lagu Beautiful Girl-nya Jose Mari Chan yang diperdengarkan. Mantap!

4. Artist/People Page
Setiap penyanyi atau band yang lagu-lagunya tersedia di Langit Musik dibuatkan satu halaman profil khusus. Di halaman ini tersaji informasi mengenai si penyanyi/band, profil singkatnya, karier menyanyinya, dan informasi lain dilengkapi dengan foto-foto.

Lalu mengadopsi media sosial Langit Musik menyediakan fitur Follow Artist. Dengan mengikuti penyanyi/band tersebut, kita akan mendapat notifikasi setiap kali ada pemberitahun dari artis bersangkutan. Wah, bisa jadi orang pertama yang tahu kabar artis idola dong kalau begini caranya.

Eh, bukan cuma artis yang boleh di-follow. Kita juga bisa mengikuti teman kok. Untuk mengetahui siapa saja teman kita yang juga terdaftar sebagai pengguna, tinggal hubungkan akun Langit Musik dengan media sosial.

5. Trending
Ini fitur baru yang tidak terdapat di aplikasi versi lawas. Fitur Trending memungkinkan kita mengetahui lagu apa yang paling sering didengar di suatu daerah. Lagu-lagu yang tengah hits ditunjukkan sebagai titik-titik warna-warni di atas gambar peta Indonesia. Kalau salah satu titik diklik, tampillah judul lagu dan nama penyanyi beserta info daerah mana yang paling meminatinya.

Sewaktu menulis posting ini saya coba melongok lagu yang tengah trending di Kalimantan. Ini hasilnya: Surat Cinta Untuk Starla (Virgoun) trending di Kalimantan Timur, Closer-nya The Chainsmokers trending di Kalimantan Barat, Where Are U Now yang dinyanyikan Skrillex & Diplo feat. Justin Bieber trending di Kalimantan Utara, dan yang menarik lagunya Rahmat Kartolo berjudul Ku Tetap Setia banyak diputar di Kalimantan Tengah.

Seru ya? Kita jadi bisa mengintip orang di Kalimantan sukanya lagu apa. Dapat disimpulkan saat saya mengecek Trending banyak generasi tua Kalimantan Tengah yang tengah mendengarkan lagu di Langit Musik. Itu sebabnya nomor lawas milik Rahmat Kartolo yang paling banyak didengar.

Plus-Minus
Secara overall Langit Musik telah berhasil menampilkan banyak hal baru dalam versi terbarunya ini. Bukan cuma mengganti logo dan user interface, namun juga penambahan fitur baru yang sangat menarik. Lalu penambahan jumlah lagu dalam database-nya pun sangat signifikan. Enam juta lagu dan akan terus bertambah.

Dalam penilaian saya, Langit Musik mempunyai beberapa kelebihan yang layak membuatnya dijadikan sebagai aplikasi musik kesayangan. Apa saja?

  • Biaya berlangganan yang murah. Dengan Rp22.000 untuk layanan Premium 30 Hari, dapat menikmati jutaan lagu sepuasnya tanpa batasan. Apalagi ditambah tambahan fasilitas download tanpa kuota. Ajib!
  • Fitur penyimpanan offline memungkinkan pengguna tetap dapat menikmati lagu-lagu favoritnya walaupun sedang kehabisan kuota.
  • User interface sangat simpel dan mudah digunakan. Ini tentunya berkat penyederhanaan menu dalam aplikasi versi terbaru.
  • Enam juta lagu itu jumlah yang sangat banyak sekali. Jadi jangan terkejut jika menemui lagu-lagu yang bahkan mungkin sudah kita lupakan karena terlalu lama tak mendengarkannya. Bagi penyuka lagu nostalgia macam saya, ini tak ubahnya harta karun.
  • Ada lirik lagu. Ini tentu memudahkan kita untuk ikut menyanyikan lagu-lagu paling baru sekalipun belum hapal liriknya. Saya sendiri beberapa lagu favorit suka lupa liriknya, sehingga ketersediaan lirik di Langit Musik sangat membantu.

Oke, itu daftar kelebihannya berdasarkan penilaian saya. Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak, saya melihat beberapa hal yang menjadi kekurangan aplikasi New Langit Musik.

Berikut daftarnya sebagai masukan agar versi selanjutnya lebih ciamik lagi.

  • Beberapa lagu tidak tersedia liriknya. Atau ada yang liriknya tidak sesuai aslinya. Mungkin pengembang dapat memberi kesempatan pada user untuk turut menyumbang atau memperbaiki lirik.
  • Kurang memberi tempat pada band indie. Harus menjadi catatan bagi pengembang bahwa penggemar musik indie sangat banyak. Pun lagu-lagu band indie tak kalah dari band yang dipayungi major label. Ambil contoh Endank Soekamti atau Efek Rumah Kaca. Saya rasa ini hanya soal mekanisme kerja sama saja.
  • Tidak tersedia pilihan skin. Akan lebih menyenangkan kalau pengguna dapat mengubah-ubah tampilan aplikasi di smartphone mereka sesuai selera. Tak semua orang suka tampilan dark. Atau kalaupun suka, tak semua senang dengan warna ungu. Bisa jadi sukanya merah marun atau biru tua.
  • Equalizer terlalu minimalis. Tambahkan beberapa pengaturan lagi sehingga pengguna bisa memperoleh racikan suara yang pas dengan selera musiknya. Misalnya saya suka musik yang dentuman bass-nya jelas. Pengguna lain bisa jadi ingin mendengar treble yang dihasilkan oleh gitar.
  • Pada bagian TagStation, menurut saya akan lebih asyik kalau saat kita memilih salah satu tag lantas tersaji daftar lagu. Jadi pengguna dapat memilih lagu mana yang ingin diputar. Tidak seperti sekarang dimana aplikasi langsung memutar lagu secara otomatis, dan pengguna tidak tahu lagu apa yang akan diputar selanjutnya.
  • Selain Facebook dan Twitter, tidak ada salahnya jika pengguna juga dapat menghubungkan akun Langit Musik-nya dengan Instagram. Saya rasa Instagramers setuju usulan ini. Hehehe.

Akhir Kata
Sebagai manusia melankolis yang salah satu ciri utamanya adalah musikal, musik adalah bagian dari hidup saya. Keberadaan Langit Musik sangat membantu sekali bagi saya. Aplikasi ini memudahkan saya dalam mencari lagu-lagu kenangan di hape, mengunduhnya secara legal dan halal, dan menyimpannya dengan rapi.

Seperti sudah diceritakan di atas, musik adalah cara saya merawat kenangan-kenangan dalam hidup. Jauh dari kata baper, penelitian psikologi yang dilakukan Dr. Gao Dingguo malah menunjukkan bahwa bernostalgia menimbulkan rasa senang. Secara kesehatan mengenang masa lalu itu positif, demikian hasil penelitian psikolog Sun Yat Sen University tersebut.

Lebih jauh, hasil studi psikolog lain di Barat menyajikan manfaat positif berikutnya dari bernostalgia. Di antaranya melatih daya ingat, membuat mood lebih stabil, meningkatkan daya imajinasi, mempererat hubungan dengan orang lain, dan membuat kita belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

So, yuk mari bernostalgia! Putar lagu-lagu kenanganmu dengan aplikasi Langit Musik dan bergembiralah.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Review Aplikasi Langit Musik kerjasama Langit Musik dan Warung Blogger


Referensi:
http://www.langitmusik.co.id/faq
– Jurnal Psychological Science, Oktober 2011
http://www.purwacarakamusicstudio.com/about.php
https://kawaiibeautyjapan.com/article/3377/bukan-cuma-membuat-baper-mengenang-masa-lalu-ternyata-banyak-manfaatnya
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161031180323-213-169167/kembangkan-langit-musik-telkomsel-ajak-layanan-musik-digital/

Iklan

About Eko Nurhuda (354 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

13 Comments on Merawat Kenangan dengan Lagu-lagu Nostalgia di Langit Musik

  1. Lihat daftar lagu kenangannya Mas Eko, jadi bisa nebak bahwa Mas Eko adalah generasi kaset dan pensil.. Hahaha
    Btw, tulisannya keren abis.. Sekeren Langit Musik yang selalu setia menemani lika-liku hidupku.. Hehee
    Semoga menang, Mas..

  2. Hahahaha, sak umuran ki sajake 🙂
    Aku dimanjakan banget sama lagu-lagu nostalgia yang ada di database Langit Musik. Ajib banget deh.

  3. s07
    taunmu sama kek taunku kang wkwkkwk
    aku dah banyak download pakai langit musik enaknya bisa bulanan kalau pas males jadi g download lagi xD

  4. Oh, jelas. Nggak perlu ditegaskan lagi kalo itu 😀

  5. Artikel yang bagus!! Good job!!

  6. Hahahahahahaha.
    Aku speechless dibuatnya 🙂

  7. sumveeeeeh ditampilin juga lagu kenangannya dan keterangan kenangannyaaaaa

    duuuh apa nggak baper tuh nulisnya T_T

  8. Ikut dong, Mbak. Tapi pas aku bales komen ini posting belum didaftarin karena mana tahu mau diotak-atik dulu sebelum sah didaftarkan. Kalo sudah terdaftar kan nggak elok diotak-atik lagi.

    Btw, wish me luck ya 🙂

  9. Kalo aku gitu sih, jadi kalo denger lagu apa gitu langsung terkenang dengan momen atau masa-masa lagi di mana atau kapan. Begitulah, emang dasarnya aku suka mengenang. Hehehe…

  10. Hahaha, nggak selalu kok nek tipe melankolis ki mellow. Tapi kalo aku emang pancen mellow sih, tapi kan nggak lantas 24 jam sehari dalam 30 hari sebulan mellow terus. Hihihi…

  11. ikut juga nih akhirnya, aku udah banyak downlodin lagu dari Langit Musik hehe, nemenin seharian buat bermusik ria

  12. Hai mas EKo, tulisannya lengkap banget. Semoga menang ya, mas. Jadi ingat bahwa lagu tentu membawa kenangan tertentu #eaaa

  13. Aku moco manusia melankolis mikire mellow.. Kemudian langsung inget sampean jingkrak2 nyanyi sekuntum mawar merah.. Wkwkwkwk..

    Ini aplikasi dulu pernah ibstal, tp di HP baru blm ada.. Hehe..

    Jane bagus ini kalo diinstal krn resmi

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: