Highlight:

Tiga Tahun bersama Acer Aspire E1-422

JANUARI 2017 ini tepat tiga tahun kebersamaan saya dengan laptop Acer Aspire E1-442. Laptop berwarna hitam yang telah banyak membantu saya dalam mengelola blog, menulis ratusan artikel ketika saya bekerja sebagai content writer, dan belakangan memproduksi seratusan lebih video untuk channel YouTube saya.

Saya membeli laptop ini setelah laptop lama tak karuan bentuknya. Masih bisa dipakai sih, tapi engsel monitornya copot satu. Tuts keyboard-nya juga banyak rusak, demikian pula dengan trackpad yang fungsi klik kanan-kirinya benar-benar mati total. Saya harus menggunakan keyboard dan mouse agar tetap bisa memakainya, sedangkan monitor disandarkan ke dinding.

Nggak banget deh!

Awal Januari 2014 saya diajak seorang teman ke Jogja. Bersama satu orang lagi, kami bertiga menginap tiga mmalam di sebuah penginapan di kawasan Condongcatur, Sleman. Saya dimintai tolong menggarap blog untuk akun Twitter Kabupaten Pemalang milik teman tersebut. Saya kebagian mengurus konten, sedangkan yang satu lagi mengurus teknis pembuatan blog.

Mumpung di Jogja, kesempatan ini saya manfaatkan untuk mencari laptop. Kami bertiga pun menuju ke Jogjatronik di Jl. Brigjen Katamso, dari area parkir naik ke Lantai 1. Waktu itu sudah hampir jam 9 malam, konter-konter mulai mengemasi dagangan masing-masing. Beberapa lainnya malah sudah tutup.

Saya lihat hanya satu konter yang masih terlihat santai-santai saja di lantai tersebut. Konter dengan signboard bertuliskan Notebook 77, dengan tiga orang penjaga duduk-duduk di dalamnya. Ke sana saya menuju. Ketika ditanya budget, saya sebut Rp 3,5 juta. Saya memang mencari komputer standar untuk mengetik dan surfing saja.

Dari sederet laptop yang kemudian ditunjukkan penjaga perempuan berjilbab – saya tidak menanyakan namanya, pilihan jatuh pada laptop hitam bermerek Acer. Alasannya, ini yang paling murah dari laptop lain dengan spesifikasi setara. Lalu kapasitas harddisk-nya 500GB, dua kali lipat dari satu laptop merek lain yang juga saya minati saat itu.

Oke, saya sudah menjatuhkan pilihan. Penjaga konter yang melayani saya menyebut angka Rp 4 juta alias setengah juta lebih banyak dari budget saya. Ditawar dulu dong, mana tahu bisa kurang banyak. Alhamdulillah, penjaga baik hati yang melayani saya menurunkan harganya meski hanya Rp50.000.

Deal! Saya pun menggesek kartu Paspor BCA ke mesin EDC. Saldo di Tahapan BCA berkurang Rp3.950.000, berganti laptop Acer Aspire E1-422 plus bonus paket pembersih senilai Rp20.000.

Saya dan laptop Acer Aspire E1-442 hitam yang setia menemani sejak Januari 2014.

Partner Mengelola Blog
Tak menunggu lama, begitu sampai di penginapan laptop tersebut langsung saya ajak bekerja. Blog teman sudah siap dan bisa diakses, jadi saya harus menulis konten untuknya.

Laptop baru ini jadi makin sibuk sepulang saya ke Pemalang. Ketika itu saya tengah mengelola blog tentang Liverpool FC, merangkap content writer sebuah blog lain. Dalam sehari setidaknya saya menghasilkan 10 posting untuk kedua blog tersebut.

Setahun sejak dibeli laptop ini hanya saya pakai untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ringan. Aktivitas paling dominan browsing dan mengetik menggunakan Open Office. Lalu sisanya untuk menonton YouTube dan live streaming pertandingan Liverpool FC.

Maret 2015, saya mulai tertarik untuk lebih serius di YouTube. Itu artinya saya musti bisa mengedit video. Tapi dengan apa? Dari berbagai referensi yang saya baca, program-program video editing rata-rata menyaratkan prosesor sekelas Intel i3. Sedangkan Acer Aspire E1-422 hanya dibekali prosesor AMD APU E1-2500.

Kalau untuk gaming dan menjalankan program grafis ringan, AMD APU E1-2500 sudah lebih dari cukup. Tapi tidak dengan video editing. Beberapa situs komparasi kinerja komputer bahkan menyejajarkan kemampuan AMD E1-2500 dengan Intel Celeron dual-core. Dengan kata lain masih kalah jauh dari Intel i3.

Pernah suatu ketika saya coba pasang Camtasia Studio. Saya ingin membuat video-video tutorial. Untuk itu saya butuh aplikasi perekam tampilan layar (screen recorder) dan pilihan jatuh pada Camtasia. Eh, program tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. Lebih sering hang atau crash.

Kalau lihat system requirement Camtasia yang tertera di web TechSmith.com, pengguna disarankan mempunyai prosesor dual-core dengan minimal clockspeed 2,0 GHz. Sama-sama dual-core, tapi prosesor AMD APU E1-2500 dalam Acer Aspire E1-422 clockspeed-nya hanya 1,4 GHz. Kurang 0,6 GHz lagi!

Lalu ganjalan juga datang dari sektor RAM. Camtasia meminta RAM minimal 4GB, sedangkan laptop saya hanya punya RAM 2GB alias hanya separuhnya. Masuk akal kalau kemudian laptop kerap hang dan crash.

Senjata Membuat Video YouTube
Kontan saja Camtasia langsung saya uninstall ketimbang membuat laptop lama-lama rusak. Untuk sementara saya mengedit video di rumah teman, meminjam komputernya yang mempunyai prosesor Intel i3 dan RAM 4GB. Satu atau dua kali sepekan saya ke rumahnya. Menghabiskan 2-3 jam untuk membuat satu video sederhana.

Namanya saja menumpang, tentu saya tak bisa sering-sering merepoti teman tadi. Sampai kapan saya harus merepoti orang? Karenanya saya pun kembali mencari-cari cara agar dapat memakai Aspire E1-442 punya saya bisa dipakai mengedit video.

“Coba cari program video editing yang ringan-ringan, Mas,” saran teman saya tadi ketika saya berterus terang tak enak merepoti dirinya.

Saya pun googling, mencari program video editing yang sekiranya cocok dengan kemampuan Acer saya. Setelah membaca referensi sana-sini, membandingkan satu dan lain software, ditambah melihat-lihat video review dan tutorial di YouTube, pilihan jatuh pada Magix Movie Edit Pro. Alasannya, tampilan program ini sekilas mirip dengan Adobe Premier Pro yang biasa saya pakai di komputer teman tadi.

Well, sebenarnya Movie Edit Pro menyaratkan prosesor dual-core 2,4 GHz alias malah 0,4 GHz lebih cepat dari yang diminta Camtasia. Cuma Magix Movie hanya meminta RAM 2GB, jadi saya berani menginstalnya.

Di luar dugaan ternyata program ini berjalan tanpa masalah. Awalnya agak takut-takut, teringat Camtasia yang selalu membuat laptop hang dan crash. Tapi rupanya Magix Movie Edit bisa dijalankan dengan lancar. Memang terkadang agak tersendat-sendat, tapi itu bisa diatasi dengan mudah. Caranya, kalau sedang menjalankan Magix Movie tutup semua aplikasi lain termasuk membuka folder berkas.

Sejak mengakrabi Magix Movie pada akhir 2015 hingga saat artikel ini ditulis, lebih dari 100 video sudah saya hasilkan berkat bantuan Acer Aspire E1-422. Salah satunya video di atas. Video yang mengantar saya sekeluarga liburan 5 hari 4 malam di Bali sebagai pemenang lomba video Tantangan Joget Cokelat pada Oktober lalu.

Kini, Aspire E1-422 berperan besar dalam menghasilkan video-video untuk kanal YouTube saya. Setidaknya 3-4 kali dalam sepekan saya ajak laptop ini memproduksi satu video. Terus diajak bekerja keras, hidup selama berjam-jam sampai video selesai diekspor dan pada akhirnya tayang di YouTube. Sejauh ini belum ada masalah berarti yang timbul.

Nggak mau coba laptop lain nih ceritanya?

Kalau ada yang bertanya begitu, tentu saja saya jawab mau sekali. Tapi pilihan saya akan tetap Acer, tepatnya Acer Switch Alpha 12 (yang jadi background video di atas) agar saya bisa jadi Super Blogger. Cuma mengingat harganya yang terbilang wow, untuk saat ini saya sudah puas mengedit video menggunakan Acer Aspire E1-442. Beda cerita kalau ada yang kasih gratis. Hehehe.

Semoga bermanfaat!

Beli laptop Acer dengan harga spesial di sini

SPESIFIKASI Acer Aspire E1-422
Prosesor AMD Dual-Core E1-2500 1.4 GHz
RAM 2 GB DDR3 L
Chipset AMD A55/A60M
Kartu grafis AMD Radeon HD 8240
Kartu Suara Realtek
Hard disk Hard disk 500GB
Optical drive DVD-Super Multi DL
Fasilitas Wi-Fi 802.11 b/g/n + BT, Bluetooth, slot SD card, 2 port USB 2.0 +,
1 port USB 3.0, webcam HD, HDMI, port VGA, port Gigabit Ethernet,
speaker stereo, jack audio combo (mikrofon/speaker).
Layar 14 inci, resolusi 1366 x 768 (HD)
Sistem operasi Windows 7
Baterai 4-cell Li-Ion 2500 mAh
Dimensi 34,4 x 24,5 x 2,8 cm
Bobot 1,976 kg

Referensi:
http://acer.com/ac/en/PH/content/model/NX.MDDSP.001
https://www.cpubenchmark.net/cpu.php?cpu=AMD+E1-2500+APU
http://www.game-debate.com/cpu/index.php?pid=1940&pid2=1104&compare=apu-e1-2500-dual-core-vs-celeron-dual-core-877-1-4ghz

Iklan

About Eko Nurhuda (354 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

15 Comments on Tiga Tahun bersama Acer Aspire E1-422

  1. Iya, Kak. Itu katanya program video editing paling mudah dan murah juga harganya. Yang versi aku pake kalo nggak salah sekarang sekitar 800-900rb kalo dirupiahkan. Dibanding Final Cut Pro yang 4 jutaan, hihihi. Kalo biasa pake Adobe Premier Pro nggak akan kesulitan make Magix Movie Edit.

    Btw, makasih banget pujiannya. Hidung jadi kembang-kempis nih 😀

  2. Magix Movie Edit Pro, catat!

    Suka banget sama video susunya. Ekspresif!

    Melewati usia 3 tahun untuk ukuran laptop, itu luarbiasa! Apalgi mengingat sepak terjangnyanya yang 'tidak biasa'.

    Setiap baca postingan Mas Eko, aku seperti terlecut agar selalu memberikan yang optimal, apapun itu!

    Terima kasih telah menginspirasi.

  3. Patak eta teh naon, Kang? Hahaha.

  4. Iya, Mbak, Acer salah satu merek Taiwan yang dipertimbangkan dalam jagad per-notebook-an, sebelas-duabelas sama Snsv. Hehehe. Ini dah tiga tahun dan alhamdulillah masih bandel aja.

  5. Waaah, patak juga ya, udah 3 tahun. Meluncur ke youtube ah …
    makasih infonya Mas

  6. ACER ini termasuk kompetitor kuat di dunia per laptopan ya. Ayahku sendiri dulu pas jaman awal2 keluar PC belinya juga ACER sih, dan waktu itu termasuk paling bandel di kelasnya acer ini. Makanya tempo hari pas notebook adek rusak juga aku sarankan untuk mempertimbangkan ACER ini

  7. Aku dulu sempat pake hapenya juga, Mas. Acer Liquid. Malah pas unboxing aku buatin video di salah satu channel-ku 🙂

  8. Memang acer udah kesohor mas.zaman masih kerja,teman teman punya laptop acer kabeh.pokoknya hits banget dah.moga tetap awet

  9. Kayaknya mbak myra juga dapat hadiah dari srikandi blogger laptop acer yg ini deh hehe

  10. Alhamdulillah, Mbak. Sepanjang 2016 kemarin aja udah luar biasa banget yang bisa didapat berkat bantuan Acer Aspire E1-442 ini 🙂

  11. Ini dulu belinya di Jogja, dibawa balik ke Pemalang pake mobil bareng temen. Mobilnya Feroza dan ini laptop ditaruh di belakang. Jalanan kadang bikin mobil goncang-goncang gitu, sempat kuatir banget kebanting-banting laptopnya rusak sampe Pemalang. Alhamdulillah, sampe sekarang masih awet 🙂

  12. Alhamdulillah. Hihihi. Dulu belinya agak maksa sih, tapi ya namanya peralatan tempur harus yang terbaik yang bisa kita punya 🙂

  13. 3 tahun punya laptop ini pastinya udah banyak sejarah yang bikin bahagia ya, Mas 🙂

  14. selamat 3 tahunan…. punya bung eko awet ya. punyaku dulu baru beberapa bulan sempat mati. bawa servis sana sini gak ketauan apa rusaknya dan gak mau hidup. tak diemin 2 tahun kemarin dicoba, eehhh… hidup lagi. ajaib!

  15. Aih senangnya yaa..laptop yang selama ini menemani berkarya sampai akhirnya memenangkan sejumlah lomba.

    ^_^

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: