Highlight:

Paul Wallace Beli Mobil Idaman dari Hobi Merekam Supercar

SEORANG pelajar yang masih tinggal bersama orang tuanya, mengidam-idamkan punya Audi R8. Ini mobil mewah seharga lebih dari Rp 1,5 milyar. Sungguh sebuah impian gila bagi sebagian orang. Tapi Paul Wallace, nama pelajar itu, menemukan cara untuk mewujudkan impiannya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Audi R8 merupakan mobil sport mewah produksi pabrikan Jerman, Audi AG. Pertama kali diperkenalkan pada 2006, supercar bertipe mid-engine dengan dua tempat duduk ini langsung jadi idola. Orang-orang berduit berebut memilikinya. Sementara kalangan tidak mampu menjadikannya mobil impian.

Salah satu pemimpi itu adalah Paul. Sehari-hari mengendarai Ford Focus tua milik ibunya, Paul bercita-cita membeli Audi R8. Begitu tingginya impian itu ia bentangkan.

Paul berasal dari Watford, sebuah kota kecil di timur laut London. Saya tidak tahu apakah orang tuanya penggemar Paul Wallace, pebalap kenamaan Inggris, sehingga memberi nama anaknya begitu. Yang jelas, begitu tumbuh sebagai seorang remaja, Paul sangat menggandrungi mobil mewah.

Apa yang membuat Paul tertarik pada mobil mewah antara lain karena kemampuannya melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Mobil-mobil yang mendapat julukan Supercar alias mobil super. Namun bagi seorang pelajar di kota pinggiran sepertinya, impian itu sepertinya terlalu tinggi mengingat harga sebuah supercar sangat tinggi.

Untuk memuaskan hasratnya akan supercar, Paul rajin merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Semua jenis mobil mahal yang ia lihat langsung direkam. Entah mobil itu sedang berhenti di lampu merah, diparkir, tengah melaju kencang di jalanan, atau sedang dijual pemiliknya!

Tak pandang merek tak pandang tempat, merek apapun yang ia temukan dan di mana pun mobil tersebut berada bakal direkam oleh Paul. Entah itu Lamborghini, Maserati, Aston Martin, Mercedes Benz, BMW, Porsche, Nissan, Rolls Royce, juga Audi R8 yang merupakan mobil idalamnnya, sampai merek-merek yang tidak terlalu populer di telinga awam seperti Bugatti, Pagani, Gemballa, atau Hamann.

Supercars of London
Paul kemudian membagikan vide-video hasil rekamannya di YouTube. Video pertamanya bertanggal 31 Oktober 2008, memperlihatkan sebuah Lamborghini LP640 yang tengah berhenti di lampu merah. Dalam hitungan detik mobil tersebut berakselerasi dari posisi diam hingga mencapai kecepatan 60 km/jam.

Dari sekedar iseng, Paul kemudian secara rutin meng-update kanal YouTube yang ia beri nama Supercars of London tersebut. Selama lima tahun lamanya ia konsisten mengunggah video-video mobil mewah yang berseliweran di London. Hanya video-video pendek rata-rata berdurasi puluhan detik hingga satu menit. Video-videonya yang berdurasi lebih dari satu menit bisa dihitung dengan jari.

Dari hobinya berburu mobil mewah, Paul sempat merekam beberapa public figure bersama kendaraan masing-masing. Ia pernah mengabadikan momen kebersamaan pegolf Inggris Rory McIlroy bersama Caroline Wozniacki yang turun dari dalam Lamborghini Aventador di pelataran parkir sebuah hotel mewah, akhir 2013 lalu. *McIlroy dan Caro sudah putus. Hiks.

Di lain waktu, Paul menjumpai pesepakbola Didier Drogba yang kala itu membela klub Chelsea FC di Liga Inggris. Drogba mengendarai McLaren SLR Roadster bersama seorang rekannya. Video tersebut hanya sepanjang 44 detik dan tampaknya direkam menggunakan smartphone.

Ia juga pernah memergoki Tamara Ecclestone-Rutland, putri bos besar Formula One Group Bernie Ecclestone. Tamara menunggangi Lambo Aventador yang sama seperti milik Rory, hanya saja berbeda warna. Aventador Tamara berwarna hitam, sedangkan yang ditunggangi Rory bersama Wozniacki berwarna perak.

Selain itu Paul sering melihat kejadian-kejadian menarik di jalanan. Paling banyak berupa ulah pengendara yang ugal-ugalan sehingga dihentikan polisi. Misalnya saja saat seorang Arab mengendarai Bugatti Veyron dihentikan oleh polisi bersepeda. Ada juga rekaman polisi menderek sebuah Ferrari namun tidak bisa menghidupkan mesin mobil tersebut karena tidak tahu.

Tak kalah lucu ulah pemilik Lamborghini Aventador satu ini. Entah atas alasan apa ia menjual mobil supernya dengan harga sangat murah. Caranya pun tergolong tidak lazim untuk sebuah mobil mewah. Hanya dengan menuliskan keterangan harga dan nomor telepon di secarik kertas yang ditempel di kaca belakang. Mobilnya sendiri diparkir di pinggir Sloane Street.

Menariknya, hanya dalam tempo 24 jam kemudian mobil tersebut terjual!

Impian Jadi Kenyataan
Paul mulai mengetahui peluang monetisasi video di YouTube saat kuliah di Winchester University. Ia mengambil jurusan Manajemen Bisnis di universitas yang telah ada sejak 1840 tersebut.

Hal ini membuat Paul semakin rajin mengunggah video di kanalnya. Tentu ia jadi semakin rajin pergi ke London meminjam mobil ibunya. Dari merekam menggunakan kamera smartphone, ia kemudian memiliki sebuah handycam sehingga dapat menghasilkan video berkualitas gambar lebih baik.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah view, pendapatannya ikut menanjak. Terlebih beberapa videonya jadi viral di internet sehingga ditonton jutaan orang. Sudah pasti ini mempengaruhi pendapatannya. Perlahan tapi pasti Paul mulai merasakan penghasilan memadai dari program periklanan YouTube.

Video paling ngetop di channel-nya berjudul “The dumbest rich man in the world”, yang ditonton sebanyak lebih dari 12 juta kali. Ada belasan videonya yang ditonton jutaan kali. Puluhan lainnya mencapai angka 500.000 view atau lebih. Sedangkan sisanya berada di angka puluhan ribu view.

Kini dalam kanalnya ada lebih dari 700 video, dengan total view 178.453.075. Coba kita hitung berapa yang ia dapat dari kanal tersebut.

Katakanlah tiap 1.000 penayangan iklan pada video ia mendapat bagi hasil satu pound. Lalu kita genapkan jumlah total view menjadi 178 juta saja. Maka hitungannya adalah (178.000.000 : 1.000) x £1.00 = £178.000. Sudah bisa bilang wow? Tunggu dulu.

Paul tidak akan mendapat sebesar itu karena yang dihitung adalah jumlah penayangan iklan, bukan tayangan video. Katakanlah iklan hanya tayang sebanyak 25% dari keseluruhan view, maka angka tersebut dibagi empat. Didapatlah angka £44.500 atau setara lebih dari Rp 730 juta. Wow!

Itu hitungan kasar menggunakan perkiraan rata-rata. Ada kemungkinan penghasilannya lebih besar dari itu. Kalau kita gunakan estimasi dari SocialBlade (screenshot di atas), Paul berpotensi mendapatkan penghasilan £9.000 sebulan. Dalam setahun ia diperkirakan mengumpulkan sebesar £100.000.

Itulah sebabnya Paul bisa membeli Audi R8 idamannya pada April 2014. Sebuah mobil second yang ia tebus seharga £50.000. Ini belum seberapa. Sekitar 1,5 tahun berselang, ia membeli Lamborghini Gallardo LP560-4 Bicolore seharga £160.000. Dibayar tunai!

Lambo jenis tersebut merupakan mobil eksklusif yang hanya diproduksi sebanyak 250 unit di seluruh dunia. Dan ia membelinya secara tunai. Luar biasa!

Di usianya yang ke-17, Paul hanya bisa merekam mobil-mobil mewah yang ia lihat di jalanan London. Lima tahun berselang ia membeli mobil idamannya, sebuah mobil second tapi mewah. Lalu 1,5 tahun berikutnya disusul sebuah mobil eksklusif yang di tahun-tahun sebelumnya hanya bisa ia rekam dari pinggir jalan.

Well, mungkin tulisan ini terkesan money-oriented. Materialistis. Tapi poin yang ingin saya sampaikan adalah, impian yang terus dijaga dan diiringi dengan usaha konsisten pada akhirnya akan menemukan jalannya. Pada waktunya impian yang terlihat tidak mungkin itu menjadi kenyataan.

Apapun impianmu, meskipun itu tampak tidak mungkin saat ini, terus jaga baik-baik dan jangan biarkan siapapun menghapusnya dari benakmu. Teruslah berusaha tanpa kenal lelah, dan bersiap-siaplah mendapat kejutan dari Yang Maha Kuasa.

Semoga bermanfaat!

Referensi dan Foto:
https://www.youtube.com/user/supercarsoflondon/
http://supercarmission.com/success-story-supercar-vlogger-paul-wallace/
http://www.sunmotors.co.uk/news/supercar-vlogger-buys-160k-lambo-with-youtube-cash/
http://www.autoevolution.com/news/audi-r8-what-it-costs-to-live-with-a-supercar-video-88130.html
http://www.thedailytouch.com/sean/this-student-just-bought-a-50k-car-with-money-made-from-youtube/
http://www.huffingtonpost.co.uk/2014/04/09/student-paul-wallace-dream-car-audi-r8-youtube-videos_n_5116339.html
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2599773/Petrolhead-started-filming-supercars-mobile-phone-money-YouTube-buy-50-000-Audi-R8.html

Iklan

About Eko Nurhuda (359 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

6 Comments on Paul Wallace Beli Mobil Idaman dari Hobi Merekam Supercar

  1. Amin, amin. Dekret orang tua katanya berlimpah berkah, Mas 🙂

  2. Tak ada yang tak mungkin, benar Mas. Selama ada upaya dan doa, semua bisa. Moga moga sewaktu di Lamongan aku malah dapat banyak hehe

  3. Hehehe, aku bayangin naik Lambo di Pemalang. Tapi tetap tidak ada yang tidak mungkin kan ya 🙂

  4. Terima kasih sekali, Mas. Jangan dikais, Mas. Kesannya gimanaaaa gitu. Hehehehe.

  5. Paul yang gigih. Marai ngiler. Kerja keras dan kreativitas tentu saja kuncinya. Hebat, Paul. Aku juga pengin mobil Lamborghitu ah hehe

  6. Pertamax, inspiratif sekali mas. Sepertinya aku harus mengais2 otakku, siapa tahu masih ada mimpi yg tersisa. Bahan renungan malam ini tanpa kopi

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: