Highlight:

Kurir-Kurir JNE dan Sepaket Kegembiraan untuk Keluarga Kami

JUMAT, 4 Maret 2011. Usai salat Magrib, saya dan istri bercengkerama di kamar bersama si sulung yang belum genap setahun. Tengah asyik mendengarkan celoteh si kecil, terdengar ketukan di pintu depan. Saya bergegas menghampiri. Seorang lelaki seumuran saya berdiri memegang sebuah paket berwarna merah.

“Pak Eko Nurhuda-nya ada?” tanya tamu tersebut begitu saya berdiri di hadapannya. Berkaos biru muda dipadu celana jins warna senada, saya tak mendapat clue sedikit pun siapa orang ini. Tapi saya selalu percaya setiap tamu adalah pembawa rejeki.

“Saya sendiri,” jawab saya. “Silakan masuk, Mas.”

Lalu kami duduk di kursi, berhadap-hadapan berbataskan meja kaca. Lelaki tersebut meletakkan paket yang dibawanya ke atas meja. Saya melongok sekilas. Ada secarik besar kertas putih dengan nama dan alamat saya di salah satu sisi paket.

“Ini ada kiriman paket dari Jakarta,” kata tamu tersebut kemudian. Ia mengeluarkan secarik kertas dan sebatang pena, lalu disodorkan ke saya. “Tolong tanda tangan di sini, Mas.”

Saya menurut. Membubuhkan tanda tangan di bagian kertas yang ditunjuk oleh tamu tadi. Lalu paket diserahkan pada saya. Cepat saya mencari tahu nama pengirim. Rupanya dari satu portal berita ternama. Saya langsung tahu paket tersebut berisi hadiah kuis yang saya menangkan beberapa waktu sebelumnya. (Baca: Ah, Ternyata Saya Pria Romantis…)

Kok antar paket malam-malam sih, Mas?” Saya tidak bisa menahan diri bertanya demikian. Pertanyaan yang langsung muncul di benak sewaktu Mas-Mas itu menyebut ada kiriman paket untuk saya.

“Iya, Mas. Bisanya nganter cuma malam sambil pulang kerja,” jawabnya sembari tersenyum. Ia mengganti panggilan pada saya dari Bapak menjadi Mas. “Maklum, tenaganya masih kurang. Jadi, harus bagi-bagi waktu untuk antar paket ke semua penerima.”

“Ooo…” Entah kenapa itu respon yang keluar dari mulut saya. “Ekspedisinya apa sih, Mas?” tanya saya lagi.

“JNE. Yang di Pelutan,” jawab Mas-Mas yang di kemudian hari saya kenal baik itu. Namanya Khunaefi, salah satu karyawan perintis di JNE Pemalang. Orang inilah yang kelak banyak membantu saya ketika mendapat masalah dengan paket-paket yang saya kirim ke pelanggan melalui JNE.

“Dipaksa” Pakai JNE
Kejadian lima tahun lalu tersebut merupakan kali pertama saya bersentuhan dengan JNE. Pertama kali mendapat kiriman barang melalui JNE. Sebelum-sebelumnya saya lebih akrab dengan TIKI, perusahaan ekspedisi yang didirikan oleh Soeprapto Soeparno ayah Presdir JNE saat ini, Mohamad Feriadi.

Sewaktu merintis usaha online di Jogja pada medio 2009, saya memakai TIKI sebagai jasa pengiriman andalan. Alasannya cuma satu: konternya terletak tepat di sebelah kos saya! Jadi tak heran begitu pindah ke Pemalang pada Mei 2010 yang pertama kali saya cari adalah konter TIKI terdekat.

Lalu datanglah paket yang diantar Mas Khunaefi tadi. Tapi saya sempat lupa dengan JNE karena tidak pernah mengirim barang menggunakan perusahaan tersebut. Juga tidak pernah lagi menerima paket yang diantar JNE. Setiap kali ada pesanan saya selalu menawarkan TIKI dan perusahaan pengiriman plat merah. Dan pembeli biasanya lebih memilih TIKI.

Sampai kemudian ada pesanan dari seseorang di Kepulauan Riau. Masih tercatat jelas dalam dokumen penjualan yang saya simpan, nama pembeli itu Trisdiandi. Nilai ordernya total cuma Rp47.000, tapi ia mengirim uang sebanyak Rp100.000 dengan satu pesan tegas: “Tolong dikirim dengan JNE ya, Mas. Jangan pakai yang lain.”

Pembeli adalah raja. Jadi, saya harus mengirim pesanan tersebut lewat JNE. Tidak boleh ditawar.

Momen inilah yang kemudian mengingatkan saya pada Mas Khunaefi. Dua kejadian tersebut terbentang nyaris setahun lamanya. Tapi saya masih ingat betul Mas Khunaefi menyebut nama Pelutan, sebuah kampung di utara alun-alun Pemalang, sebagai kantor JNE. Saya pun mengarahkan sepeda motor ke sana.

Sempat celingak-celinguk, akhirnya sampailah saya di JNE Pemalang. Konternya masih menumpang di teras dan sebagian ruang depan rumah tua milik keluarga besar Pak Agus, owner JNE Pemalang. Di konter ada dua perempuan yang kemudian saya kenal sebagai Mbak Ade dan Mbak Aci. Nama kedua masih kerabat dekat Pak Agus, tugas utamanya sebagai admin namun juga merangkap resepsionis.

Sembari menunggu Mbak Ade menulis resi, saya bertanya-tanya mengenai sistem tarif JNE. Di luar dugaan Mbak Aci malah menyodorkan katalog tarif terbaru. Pucuk dicinta ulam tiba! Sejak hari itu (Rabu, 8 Februari 2012) saya jadi sering ke JNE.

Jasa Kurir Andalan
Dalam perjalanannya, pembeli-pembeli saya yang kebanyakan berasal dari kawasan Jabodetabek ternyata lebih prefer memakai JNE. Masa itu tarif reguler Pemalang-Jakarta masih Rp11.000, dan kiriman sampai dalam waktu hanya satu hari kerja. JNE Express bukan cuma sekedar slogan, tapi memang benar-benar cepat!

So, tak heran kalau dalam catatan pengiriman saya paket-paket via JNE selalu mendominasi. Contohnya kiriman pada Februari 2013 di atas.

Lihat, dari total 191 pesanan di bulan tersebut sebanyak 153 di antaranya dikirim lewat JNE. Itu berarti 80% pesanan saya kirim lewat JNE. Dominan!

Alhamdulillah, berkat bantuan JNE usaha online saya berkembang. Dirintis pertama kali medio 2009, lalu sempat mati suri sepanjang 2010-2011, saya kembali fokus menekuni usaha tersebut pada awal 2012.

Bermodal uang cash tak sampai Rp250.000, sebuah web yang memang terus saya rawat, serta bantuan seorang kenalan di Jogja dan juga layanan oke dari JNE, usaha saya terus menanjak pendapatannya. Hanya berjualan di rumah, usaha ini sempat mencapai omset Rp 25 juta sebulan di masa-masa keemasannya.

Berkat bantuan JNE pula saya membantu pelanggan di seluruh Indonesia mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Testimoni demi testimoni saya dapatkan begitu paket yang saya kirim sampai ke tangan pemesan.

Sampai sekarang saya masih menyimpan capture testimoni pembeli. Di bawah ini beberapa di antaranya.

Dari awalnya “dipaksa” pembeli, kini saya malah begitu mengandalkan JNE untuk urusan kirim-mengirim paket. Bukannya tanpa alasan, sebab JNE sendiri semakin menunjukkan diri sebagai perusahaan ekspedisi terdepan. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

Penghargaan demi penghargaan mulai berdatangan sebagai bentuk pengakuan atas prestasi yang dicapai JNE. Bahkan tahun 2015 lalu JNE pernah meraih tiga award hanya dalam waktu dua bulan. Dan ketiganya merupakan penghargaan bergengsi.

Dalam ajang Indonesia Original Brand Awards yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Business Digest di Intercontinental Hotel Jakarta, 26 Agustus 2015, JNE mendapat predikat The 1st Champion of Indonesia Original Brand 2015 untuk kategori Express Courier.

Bulan berikutnya, September 2015, dua penghargaan sekaligus disabet JNE. Yang pertama adalah Indonesia WOW Brand 2015 kategori Logistics Industry yang trofinya diserahkan langsung Hermawan Kertajaya, Founder & CEO MarkPlus Inc. Lalu award kedua adalah Indonesia Best eMark Award 2015 kategori Transportation and Logistics dari Telkom University Bandung.

Tahun ini, JNE kembali dianugerahi penghargaan dari iDEA (Indonesian E-Commerce Association) yang bekerjasama dengan MARS Indonesia serta majalah SWA. Dalam ajang Indonesia E-Commerce Award 2016, JNE dinobatkan sebagai peraih penghargaan tertinggi pilihan konsumen Indonesia yaitu Platinum Winner kategori Jasa Pengiriman.

Belum lama ini, tepatnya pada 17 Desember 2016 lalu, JNE Depok mendapat award dari Departemen Komunikasi dan Informatika.

//platform.twitter.com/widgets.js

Terus Berbenah
Seiring dengan itu, terobosan demi terobosan terus diluncurkan oleh JNE. Mulai dari layanan JNE Dropbox di beberapa titik strategis bagi pelanggan yang jarang berada di rumah. Ada juga JNE Trucking yang semakin diperkuat awareness-nya. Dan diantara semua itu yang paling fungsional bagi pedagang online seperti saya adalah aplikasi MyJNE.

Aplikasi MyJNE diluncurkan pada Februari 2016. Kita bisa mengunduhnya di Google PlayStore secara gratis. Manfaatnya sangat banyak. Mengecek tarif pengiriman (MyTariff), melacak perjalanan paket (MyShipment), mencari lokasi agen JNE terdekat (Nearby) kalau kebetulan sedang berada di luar kota, dan bagi saya jagoannya adalah fitur MyCOD.

Kalau istilah “COD” yang biasa dipakai dalam transaksi online adalah akronim dari cash on delivery atau bayar di tempat, kepanjangan “COD” dalam MyCOD adalah cash on digital. Maksudnya? Fitur ini semacam rekening bersama (rekber). Jadi, MyCOD menjembatani pembayaran dari pembeli kepada penjual untuk meningkatkan kenyamanan bagi kedua belah pihak.

Dengan MyCOD, alur transaksi penjualan sedikit berubah. Jika biasanya saya memberi nomor rekening ke pembeli, sekarang saya tinggal minta bantuan MyCOD untuk ‘menagih’ pembayaran. Pembeli akan mendapat notifikasi dari aplikasi. Dalam invoice yang dikirim MyCOD tertera jumlah yang harus dibayar beserta nomor rekening tujuan pembayaran. Dan itu bukan rekening saya sebagai penjual.

Setelah pembeli melakukan pembayaran, gantian penjual yang mendapat notifikasi. Selanjutnya tinggal kirim paket sesuai pesanan pembeli. Kemudian masukkan nomor resi pengiriman ke dalam akun MyCOD. Pembeli sekali lagi akan mendapat notifikasi begitu nomor resi diinput. Praktis.

Fitur MyCOD pada aplikasi MyJNE membuat transaksi lebih simpel. Saya tidak perlu meminta pembeli mengirim foto atau sreenshot bukti transfer. Sebaliknya, saya juga tidak perlu mengirim nomor resi pengiriman paket sebagai bukti pesanan benar-benar dikirim. Aplikasi MyJNE-lah yang akan melakukan itu semua.

Baca lebih lengkap mengenai fitur MyCOD di posting Layanan MyCOD JNE Bikin Penjual Nyaman Pembeli Tenang.

Promosi demi promosi juga dilancarkan untuk semakin mengenalkan JNE secara lebih luas. Memperingati HUT Kemerdekaan RI pada Agustus lalu, misalnya, JNE menggelar pawai motor dan mobil di 20 kota se-Indonesia. Hari itu juga diperkenalkan seragam baru bagi kurir-kurir JNE.

Lalu saat memperingati hari ulang tahunnya yang ke-26, JNE menggelar Hari Bebas Ongkos Kirim (HARBOKIR) pada 26-27 November 2016. Selama dua hari tersebut pelanggan bebas mengirim paket tanpa dipungut ongkos kirim sepeserpun. Mantap! Sayangnya saya kok ya pas tidak ada yang mau dikirim dua hari itu. Hiks.

Di Pemalang sendiri JNE sudah banyak berbenah. Dulu karyawannya di kantor agen hanya dua orang, Mbak Ade dan Mbak Aci, serta beberapa orang kurir. Dua diantaranya kemudian sering berhubungan dengan saya karena kerap datang ke rumah mengantar paket,yakni Mas Khunaefi dan Pak Aji. Lalu personil di bagian resepsionis bertambah dengan masuknya Deffi Winda Elisa.

Seiring berjalannya waktu, JNE pindah ke dari Pelutan ke Jl. Jenderal Sudirman Timur di daerah Wanarejan. Menyewa sebuah ruko megah dua lantai, sembari membangun gedung sendiri di seberang kantor lama. Jumlah karyawannya bertambah lagi, baik di bagian resepsionis maupun kurir. Demikian pula dengan jumlah mitranya.

Oya, yang tak kalah menarik bagi saya adalah dipakainya surat resi elektronik sejak awal 2014. Sebelum itu JNE Pemalang menggunakan resi manual yang ditulis tangan. Bisa dibayangkan betapa capeknya Mbak Ade dan Mbak Aci menulis resi demi resi setiap hari. Padahal saya saja sekali kirim antara 5-10 paket. Pernah sampai lebih dari 20 paket.

Makanya setiap hari saya bisa nongkrong di JNE antara 30 menit sampai satu jam untuk menunggu antrian, lalu menunggu resi selesai ditulis semua. Karena tak mau menunggu lama, saya memberanikan diri meminta resi untuk diisi sendiri di rumah. Jadi saya datang ke JNE Pemalang membawa paket lengkap dengan resinya. Mbak Ade atau Mbak Aci tinggal cross check nominal ongkos kirim, lalu teken. Menurut saya ini win-win solution bagi kedua belah pihak.

Ide saya disetujui. Mula-mula saya diberi 10 lembar resi kosong, dan setiap kali habis kembali diberi 10 lembar lagi. Tugas menulis resi berpindah ke istri yang dengan senang hati membolak-balik katalog untuk melihat tarif sesuai kota tujuan. Kesibukan ini dilakukan istri selama beberapa bulan, sampai kemudian JNE Pemalang memakai resi elektronik.

Kurir-Kurir Pengantar Kegembiraan
Selain menjadi mitra dalam usaha online saya, JNE melalui kurir-kurirnya juga merupakan pengantar kegembiraan bagi kami sekeluarga. Tinggal di kota kecil seperti Pemalang, saya sering berbelanja berbagai barang di toko-toko online yang berbasis di luar daerah. Mulai dari mainan anak-anak, pakaian, sampai gadget dan alat eletronik.

Ada beberapa alasan kenapa saya lebih sering berbelanja online. Yang terutama sih karena barang incaran saya tidak bisa saya temukan di Pemalang. Misalnya sewaktu saya membeli kamera Canon Powershot SX610 HS beberapa bulan lalu.

Kamera tersebut tidak dijual di Pemalang, bahkan di toko elektronik terbesar di kota ini sekalipun. Mungkin saya bisa saja membelinya di Pekalongan atau Tegal, dua kota terdekat yang lebih maju. Tapi itu hanya sebatas kemungkinan. Yang jelas agen resmi Canon terdekat ada di Semarang, 4 jam perjalanan darat dari Pemalang.

Cari punya cari di berbagai toko online dan marketplace, dapatlah satu penjual yang menawarkan harga terbaik di Bukalapak. Bungkus! Untuk pengiriman tentu saja saya memilih JNE. Ini buktinya πŸ™‚

Saya tak fanatik dengan satu toko online atau marketplace tertentu. Saya punya akun di mana-mana, jadi saya bisa berbelanja di manapun tergantung situs mana yang menyediakan barang incaran saya dengan harga terbaik.

Kamera tadi misalnya. Kameranya saya beli di Bukalapak. Tapi ketika saya tidak menemukan baterai cadangan yang pas di marketplace tersebut, saya cari di Tokopedia. Voila! Bertemulah saya dengan satu pedagang yang menyediakan apa yang saya cari. Harganya pun pas di kantong.

Tempat belinya boleh pindah, tapi untuk jasa pengiriman tetap pakai JNE dong. Kebetulan saya sedang berada di Jakarta, jadi saya pakai alamat kantor adik untuk pengiriman paket.

Belum lama ini saya butuh external harddisk drive. Laptop sudah begitu penuh oleh file video, sedangkan saya akan terus menghasilkan video-video baru untuk channel YouTube. Jadi saya butuh space ekstra sebagai tempat penyimpanan.

Lagi-lagi saya melakukan penelusuran ke berbagai toko online dan martketplace. Kali ini rejeki saya di Lazada. Di sana ada satu penjual yang menawarkan external HDD merek Western Digital berkapasitas 1 TB seharga kurang dari Rp800.000, sudah termasuk ongkos kirim JNE reguler.

Wah, rejeki mana boleh ditolak! Langsung saja saya ambil barang tersebut, dan diantar oleh kurir JNE dua hari setelah dikirim seller dari Jakarta.

Untuk mainan anak-anak sama saja. Saya akan mencari di semua toko online dan marketplace sampai dapat mainan yang pas di hati, juga harganya pas di kantong. Kalau lihat satu mainan bagus, saya akan banding-bandingkan harganya antara satu toko dengan toko lain. Begitu dapat harga terbaik, bungkus deh.

Salah satu mainan anak yang saya beli secara online adalah PlayPad buatan China. Dapatnya di Elevenia, sedangkan lokasi seller berada di Surabaya. Saya sendiri sewaktu melakukan pemesanan sedang menghabiskan libur lebaran di Jambi bersama anak-istri.

Tidak masalah. Berkat bantuan JNE paket tersebut dapat dikirim ke Pemalang tepat waktu. Sewaktu kami sampai di Pemalang, paket-paket dari Surabaya itu sudah lebih dulu diantar oleh kurir JNE.

Alangkah senangnya anak-anak saya sewaktu mereka membuka paket berisi PlayPad itu.

Begitulah. Sejak pertama kali menerima paket yang diantar Mas Khunaefi lima tahun lalu, kegembiraan selalu saya rasakan setiap kali mendapat paket dari JNE. Kegembiraan yang selalu sama. Tak pernah berubah apapun isi paketnya dan dari siapapun pengirimnya.

Entah itu barang belanjaan saya sendiri, kiriman produk untuk diulas di blog, maupun hadiah-hadiah lomba, semuanya selalu membuat wajah kami berseri-seri saat menerimanya. Anak-anak biasanya bakal berlari-lari girang ke halaman rumah begitu melihat kurir JNE datang. Lalu dengan penuh penasaran mereka bertanya apa isi paket yang saya terima.

Pernah saya mendapat kiriman paket dalam packing kayu. Paket itu sebenarnya tidak terlalu besar, namun packing kayunya membuat paket tersebut terlihat begitu mencolok. Anak-anak bukan main penasarannya ingin cepat-cepat membuka paket dan mengetahui apa isinya sampai-sampai harus dikemas sedemikian rupa.

Dan, lihatlah di video ini betapa antusiasnya mereka sewaktu membongkar paket tersebut.

SELAMAT ULANG TAHUN, JNE!

*****
Referensi:
http://www.destinasibandung.co.id/jne-raih-3-penghargaan-dalam-waktu-2-minggu.html
http://www.jne.co.id/id/berita/berita-detail/jne-perusahaan-jasa-pengiriman-terbaik-pilihan-konsumen
http://www.jne.co.id/id/berita/event-and-promo/promosi/harbokir-hari-bebas-ongkos-kirim
http://us.news.detik.com/adv-nhl-detikcom/3287283/jne-gelar-parade-motor-dan-mobil-di-20-kota-dalam-rangka-memeriahkan-kemerdekaan-ri
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kisah-mohammad-feriadi-merintis-karir-di-jne-1

Foto & Ilustrasi:
Foto 1: http://www.jne.co.id
Foto 2-4: Dokumentasi pribadi
Ilustrasi 5: Screenshot laman Bukalapak
Ilustrasi 6: Screenshot laman Tokopedia
Ilustrasi 7: Screenshot laman Lazada Indonesia
Ilustrasi 8: Screenshot laman Elevenia

Iklan

About Eko Nurhuda (359 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

8 Comments on Kurir-Kurir JNE dan Sepaket Kegembiraan untuk Keluarga Kami

  1. Makasih banyak, Mbak Pungky.
    Wish me luck πŸ™‚

  2. Halo,

    Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung πŸ˜€

    Salam bahagia,
    Pungky Prayitno

  3. Hihihi, kalo yang namanya Mas Khunaefi sama Pak Aji itu tiap pekan datang ke rumah ngantar paket, Mbak. Kan aku kulakan barang juga beli online. Sampe hapal ya karena bertahun-tahun mereka yang ngantar ke rumah. Tapi sekarang banyak banget kurir baru, aku belum kenal πŸ™‚

  4. Juara di hatimu ya, Koh? πŸ˜€

  5. Mmm, boleh dibilang aku mengikuti banget perkembangan JNE Pemalang. Pas aku mulai pake jasa mereka, mereka juga baru ngerintis. Kantor masih pake teras rumah, karyawan baru dua, kurir juga beberapa. Dulu owner-nya sering ikut nulis resi atau ngambilin paket. Sekarang sudah berkembang banget JNE Pemalang. Owner-nya sekarang naik Nissan X-Trail, padahal dulu mobil nggak punya πŸ™‚

  6. Paket dg bungkus khusus slalu menarik perhatian….
    Mase sampai hapal nama2 petugas JNE

  7. Wah tulisan juara ini. Mantep.

  8. Waah…lengkapnya artikel mas Eko.
    Teryata sudah lama jadi pelanggan setia JNE ya. Gud lak ya, mas

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: