Highlight:

Keunggulan Menggunakan Top Level Domain .net/.com sebagai Identitas Blog

PERNAH lihat tawaran content placement dengan fee menggiurkan, tapi tidak bisa ikut daftar karena kepentok syarat blog harus top level domain? Jangan habiskan waktu untuk menyesali diri. Segera ambil tindakan: beli nama domain! Sebab ada banyak sekali keunggulan menggunakan top level domain untuk blogmu.

“Halo. Saya sedang membutuhkan banyak blog untuk campaign sebuah situs belanja online. Artikel disediakan, blogger tinggal publish. Fee Rp1.000.000,- dipotong pajak. Syarat: top level domain, DA minimal 35.
Pendaftaran: https://goo.gl/S3ND1R1″

Saya termasuk beruntung. Ketika pertama kali mencoba mencari uang dengan blog pada akhir 2007, top level domain tak menjadi isu penting. Saya tetap bisa mendapat job dan menghasilkan fee yang lumayan dalam bentuk dolar meski mengandalkan blog di Blogger.com. Ya, blog-blog gratis dengan nama domain berakhirkan .blogspot.com itu.

Masa itu parameternya hanya pagerank. Semakin tinggi pagerank suatu blog, semakin mudah mendapatkan tawaran sponsored post atau sponsored review. Dan berkat kerajinan saya β€” atau malah karena kurang kerjaan ya? πŸ™‚ β€” meng-update blog dan blogwalking setiap hari, blog-blog yang saya kelola pagerank-nya bagus-bagus. Job demi job pun mengalir. Alhamdulillah.

Cerita lebih lengkap mengenai pengalaman pertama saya menghasilkan dolar dari internet bisa dibaca di sini.

Sampai suatu ketika ada satu kejadian yang membuat saya berubah pikiran dan merasa perlu mempunyai nama domain sendiri. Kejadian remeh sebenarnya. Seorang kawan lama yang saya ceritai tentang aktivitas saya ngeblog dan meraup dolar secara online merasa tertarik. Maklum, dua tahun lulus kuliah kawan saya ini menganggur.

Kira-kira begini percakapan kami waktu itu:

Kawan Lama: Jadi kamu nulis di blog terus dapet uang dari tulisan berbayar, gitu?
Saya: Yo’i.
Kawan Lama: Emang bisa nyampe berapa dapetnya sebulan?
Saya: Nggak banyak sih. Kisaran 200-300 dolar sebulan. Jelek-jeleknya 150 dolar.
Kawan Lama: Wuih, banyak itu! UMP sini aja nggak sampe sejuta.
Saya: Alhamdulillah. Lumayan untuk tambah-tambah jatah beli buku.
Kawan Lama: Ajarin dong. Aku juga maulah gitu. Nama blogmu apa?
Saya: (Nyebutin alamat blog pribadi yang masih berbuntut .blogspot.com)
Kawan Lama: Oke, nanti kalo pas ke warnet aku lihat-lihat blog.

Kira-kira sepekan berselang kami bertemu lagi. Saya dengan semangat bertanya apakah si kawan lama sudah berkunjung ke blog atau belum. Eh, jawabannya benar-benar membuat saya melongo macam kebo.

Sorry, aku lupa alamat blogmu. Yang kuingat cuma blogspot-blogspot itu aja,” jawabnya sambil cengengesan.

OMG!

Nama Domain sebagai Identitas Blog
Sejak itu saya berpikiran blog harus memakai nama domain sendiri. Ya, saya tidak memakai kata “seharusnya” melainkan “harus” di sini untuk menekankan bahwa ini penting bagi blogger. Terutama yang ingin karirnya di blogosphere awet.

Alasannya? Ada ratusan juta β€” bahkan mungkin menyentuh angka milyaran β€” situs dan blog di jagat internet saat ini. Menurut data Domain Name Industry Brief (DNIB) yang dilansir Verisign.com, pada Kuartal II tahun 2016 ini saja ada 334,6 juta registrasi nama domain baru di seluruh dunia meliputi seluruh TLD.

Angka tersebut naik 2,4% dari kuartal pertama. Dari jumlah sebanyak itu, 8,6 juta di antaranya merupakan registrasi .com dan .net sebagai dua TLD global terpopuler.

Oya, itu belum ditambah dengan blog yang masih menggunakan nama domain gratisan seperti .blogspot.com atau .wordpress.com. Kalau semuanya di-grand total bisa jadi jumlahnya sebanyak bintang di langit dan pasir di pantai. Tak terhitung!

Bagaimana membuat orang dengan mudah mengenali blog kita? Jawabannya, nama domain.

Apa yang dialami kawan lama saya sebenarnya pernah saya alami juga di awal-awal belajar ngeblog. Thanks to Google dulu saya banyak menemui blog-blog bagus yang isinya sangat membantu saya dalam mengembangkan blog. Sayang, karena kebanyakan blog tersebut menggunakan alamat asli dari Blogger saya kesulitan mengingatnya satu demi satu. Tak ingat maka tak bisa berkunjung lagi.

Hal seperti ini tidak akan terjadi seandainya blog-blog itu menggunakan nama domain sendiri. Alamat URL asli dari Blogger.com maupun WordPress.com tidak ideal. Terlalu panjang. Kebanyakan orang bakal sulit mengingat alamat URL yang panjang. Sementara embel-embel .blogspot.com dan .wordpress.com juga digunakan oleh puluhan juta pengguna lain. Ini semakin mempersulit orang untuk mengingat alamat blog kita karena mirip dengan alamat banyak blog lain.

Nah, di sinilah kita membutuhkan nama domain sendiri. Sebuah top level domain (TLD). Nama domain yang paling sesuai dengan kita juga blog kita, dan dengan nama domain itulah pembaca mengenali serta mengingatnya. Dengan kata lain, nama domain berfungsi sebagai identitas blog sehingga hanya dengan mendengar namanya saja orang langsung teringat pada kita.

“Bungeko.com? Oh, itu Eko Nurhuda!” Kira-kira begitu.

Sebagai sebuah identitas nama domain membedakan blog kita dari sekian banyak blog sejenis yang ada di jagat maya, sehingga memudahkan pembaca mengingatnya. Dengan demikian kita tidak perlu takut kehilangan pembaca setia hanya gara-gara mereka lupa alamat URL blog.

Inilah keunggulan menggunakan top level domain yang paling utama: sebagai identitas blog. Karena berfungsi sebagai identitas blog, maka nama domain yang baik adalah yang langsung melekat di ingatan pengunjung sejak pertama kali mereka mendengarnya. Ini bisa didapat dengan memilih nama domain yang setidaknya memenuhi unsur: 1) pendek, 2) mewakili isi blog.

Google.com dan detik.com adalah contoh nama domain yang pendek. Hanya terdiri dari 5-6 huruf dan dua suku kata. Cukup sekali saja mendengar namanya, kita langsung mengingat situs-situs tersebut dengan mudah sehingga dapat berkunjung kembali. Memori manusia terbatas, sehingga orang cenderung lebih mudah mengingat nama yang pendek.

Lalu mengenai keterkaitan dengan konten blog, ini mutlak jika kita ingin menjadikan nama domain sebagai identitas blog. Bakalan tidak lucu kalau ada blog bertema parenting tapi nama domainnya GemarIkan.com. Dengan memilih nama domain yang sesuai dengan tema blog, kita dapat memperkuat branding blog di antara blog-blog sejenis. Branding yang kuat adalah kunci memenangkan persaingan ketat dalam meraih pengunjung.

Nama Domain untuk Blog
Saya pernah menulis tips memilih nama domain di posting sebelumnya, juga kiat memilih nama domain untuk blog personal. Silakan dibaca-baca sebagai referensi tambahan.

Mengapa Harus .com/.net?
Ini pertanyaan penting. Sebab tak jarang blogger lebih mementingkan nama domain tertentu dan mengesampingkan ekstensinya. Jadi begitu .com dan .net tidak tersedia, blogger ini pilih ekstensi lain yang terkadang tidak populer. Prinsipnya, yang penting nama domain idamannya bisa dipakai sebagai nama blog.

Kalau saya malah berprinsip sebaliknya. Prioritas saya adalah mendapatkan ekstensi .com, baru beralih ke .net jika tidak ada. Kalau masih juga tidak tersedia atau incaran saya itu tergolong domain premium, saya akan mengubah nama domainnya. Membuat variasi lain sampai saya dapatkan Dotcom atau setidak-tidaknya DotNet. Bukan memilih ekstensi lain.

Mengapa? Cukup dua saja pertimbangan saya.

1. TLD Paling Populer
TLD .com dan .net merupakan ekstensi paling populer di dunia. Paling banyak digunakan. Per 30 Juni 2016, DNIB mencatat jumlah pengguna .com sebanyak 127,5 juta dan pengguna .net sebanyak 15,8 juta. Selama kuartal II tahun 2016, terjadi penambahan registrasi domain .com dan .net sekitar 8,6 juta nama.

Bagi orang Indonesia sendiri, terutama pengguna awam, sudah tertanam dalam benak mereka kalau yang namanya situs itu pastilah berakhiran .com. Mereka sulit mengingat nama situs yang berakhiran selain .com. Itulah sebabnya setiap kali mencari nama domain baru prioritas saya adalah .com. #DotComForBlogging πŸ™‚

Kalau benar-benar mentok tidak ada pilihan bagus dengan ekstensi .com, barulah saya beralih ke pilihan kedua: .net. Kembali mengutip data DNIB, tanpa memperhitungkan Country Code TLD atau TLD berbasis negara, ekstensi Dotnet merupakan TLD populer kedua di dunia.

Jadi, menggunakan nama domain berekstensi .com atau .net membuat blog kita lebih mudah diingat oleh banyak pengguna. Sedangkan dari sisi komersial, banyak agency lebih suka bekerja sama dengan blogger yang blognya memakai dua TLD populer ini.

2. Harga Lebih Murah
Sekalipun merupakan dua TLD paling populer, harga .com dan .net justru lebih murah dibanding ekstensi lain. Ini tentu jadi kabar baik bagi teman-teman yang belum memakai nama domain sendiri. Tidak perlu khawatir habis uang banyak untuk mengganti nama domain blog biar tambah keren.

Tak percaya? Coba saja intip harga domain .com dan .net di sejumlah registrar. Rata-rata hanya kisaran Rp100.000 per tahun, kalaupun lebih tak akan sampai Rp150.000/tahun. Kalau dalam setahun ada 365 hari, kita hanya perlu membayar Rp273,97 sehari. Dikalikan 30 hari, angkanya jadi Rp8.219,17 sebulan. Murah sekali!

Beli paket internet Rp100.000 sebulan untuk eksis di sosmed bisa, masa iya bayar Rp100.000 setahun untuk nama domain tidak bisa sih?

Keunggulan Menggunakan Top Level Domain .net/.com
Seperti saya singgung di awal, saya beruntung dulu tak perlu dipusingkan dengan nama domain dan TLD saat menjajaki dunia blogging. Januari 2008, bulan pertama mendapat penghasilan online dari blog, saya meraup total sebesar $165,5. Dolar setara Rp9.000 ketika itu, jadi uang tersebut bernilai Rp1.489.500. Lebih besar dari upah minimum provinsi DI Yogyakarta yang tidak sampai Rp 1 juta.

Dan semua itu saya hasilkan dengan blog gratis! Blog yang alamatnya masih berbuntut .blogspot.com. Tapi setelah banyak teman lupa alamat blog saya, tanpa pikir panjang saya kemudian mendaftarkan nama domain sendiri. TLD pilihan saya tentu saja .com, sebab itulah yang paling familiar bagi saya.

Tak lama setelah menggunakan nama domain sendiri, saya rasakan ada beberapa perubahan yang terjadi. Bagi saya ini adalah keunggulan menggunakan top level domain .net/.com yang sangat menguntungkan. Apa saja?

1. Alamat Blog Lebih Mudah Diingat
Ini perubahan yang paling terlihat. Memakai nama domain baru yang disesuaikan dengan nama saya, teman-teman jadi lebih mudah mengingat blog saya. Mereka pun dapat dengan mudah mengunjungi blog tersebut secara berkala. Ini artinya, saya punya pembaca setia yang datang berkunjung tiap kali ada posting baru.

2. Blog Terlihat Lebih Keren
Parameter keren memang berbeda-beda. Tapi untuk blog personal, memakai nama domain sendiri itu keren sekali. Bayangkan, seorang yang bukan siapa-siapa seperti saya bisa punya blog beralamat .com seperti halnya korporasi besar semisal Amazon.com atau eBay.com. Keren, bukan? Hihihihi.

3. Lebih Dilirik Pengiklan
Dulu, blog saya sempat dilirik sejumlah pengiklan. Nilainya hanya US$2 sebulan per banner iklan sih, tapi itu menunjukkan kalau dengan TLD blog saya lebih dilirik untuk kerja sama. Kini, alhamdulillah, sudah banyak brand besar yang mempercayai bungeko.com untuk keperluan promosi.

Kalau kamu berniat menjadikan blog sebagai personal branding, atau membuat portofolio online, memakai TLD adalah pilihan wajib. Tak bisa ditawar. Buat calon mitra dan calon pemberi proyek terkesan dengan blogmu. Kesan pertama yang menggoda bakal menghadirkan kegembiraan bagimu.

4. Lebih Diakui sebagai Blogger
Hanya selisih Rp100.000 setahun, status seorang blogger bisa berbeda jauh antara yang memakai domain gratis dengan TLD berbayar. Kenapa? Sebab dengan menggunakan top level domain kita terlihat lebih serius sebagai seorang blogger. Kita akan lebih diakui dalam komunitas blogger.

Lagipula bukankah mengatakan “blog saya bungeko.com, silakan berkunjung ya!” terasa lebih enak ketimbang “blog saya bungeko.blogspot.co.id, silakan berkunjung ya!”? πŸ™‚

*****
Kalau blogmu masih memakai subdomain .blogspot.com, .blogspot.co.id, maupun .wordpress.com, segeralah beli nama domain sendiri. Jangan khawatir bakal keluar uang banyak, domain itu nggak mahal kok. Cukup Rp100.000 setahun, lalu lakukan custom domain di Blogger.com yang gratis tis atau manfaatkan fitur mapping domain di WordPress.com.

Jangan lupa, ketika mencari nama domain prioritaskan ekstensi .com. Kalau nama idamanmu tidak tersedia, jadilah kreatif dengan mengotak-atik berbagai kata sampai mendapatkan .com yang sebisa mungkin pendek dan berkaitan dengan tema blog. Pokoknya harus dapat .com dulu.

Kalau sudah benar-benar mentok, barulah alihkan pencarian ke .net. Dengan hanya memilih dua ini, rasakan berbagai keunggulan menggunakan top level domain .net/.com bagi blogmu.

Semoga bermanfaat!

Ilustrasi:
Gambar 1: https://blog.verisign.com/domain-names/top-10-trending-keywords-in-com-net-registrations-in-september-2/
Gambar 2: http://jhrees.com/?p=352
Gambar 3: Screenshot https://www.verisign.com/en_US/domain-names/dnib/index.xhtml
Gambar 4: http://indianexpress.com/article/business/companies/google-nears-tax-settlement-with-indonesian-government-sources-4391399/
Gambar 5: Screenshot https://www.verisign.com/en_US/domain-names/dnib/index.xhtml
Gambar 6: Screenshot mailbox saya πŸ™‚

Iklan

About Eko Nurhuda (357 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

36 Comments on Keunggulan Menggunakan Top Level Domain .net/.com sebagai Identitas Blog

  1. Terima kasih πŸ™‚

  2. Banyak yang saya dapatkan ketika migrasi ke domain DotCom ..

    Nice Artikel πŸ™‚

  3. Hehehe, lagi semangat ngeblog nih ceritanya? Selamat ya. Susah lho jaga semangat ngeblog. Kadang kalo nggak ada job review atau kontes suka kesulitan mau nulis apa. hehehehe.

  4. Kalo cewek nyebutnya Mbaktah ya, Mbak? Hihihi.
    Makasih doanya. Ikhtiar sudah, kini saatnya menyerahkan soal hasil pada Sang Pemberi Rejeki πŸ™‚

  5. Aku baru 2 bulan nih pake TLD dan emang bener banget udah mulai terasa bedanya. Dari pengunjung mulai naik, kemudian semangat bloging juga lebih gede. Biasanya kalo udh capek ya batal blogging, tapi sekarang lebih seneng blogging daripada tiduran.

  6. Mastah bangeet bung ekoo maah. Sayaa banyaak belajarr nih 😁 Suksesss lombanyaa ya bung, semogaa menang. Aamiin. .

  7. Wah, komersil iki. Hahaha…
    Nek aku dulu ikut-ikutan aja awalnya, biar kaya keren gitu namaku jadi nama blog. Hihihi. Sayang, nama domain yang pertama sampe sekarang masih dimiliki orang. Hiks.

  8. Karena tergiur supaya blog bisa menghasilkan makanya aku akhirnya sewa domain, padahal waktu itu masih culun banget soal ngeblog, hihi
    Tapi sekarang akhirnya ngerasain sendiri hasilnya

  9. Yoi, Bro.
    Kita kudu sadar kalau nama domain adalah merek kita, jadi kudu mudah diingat. Makanya sebisa mungkin singkat/pendek, ingatan orang terbatas banget.

  10. Betul bang…

    Asal dalam memilih domain kudu ngerti tipsnya. Jamgan malah alay dan terbelit belit malah jdu susah keingat

    Iya ga bung eko

  11. Betul. Jaman itu cuma pagerank sih, Alexa masih baru-baru muncul jadi belum terlalu dijadiin patokan. Sekarang udah komplit ya.

  12. Iya, dulu ukurannya pagerank. Kalau sekarang lbh beragam, DA, PA, Alexa

  13. Ayo, cepetan beli. Bakal ngerasain deh banyak keunggulannya.

  14. Wah jadi pengen segera beralih ke tld nih bung…

  15. Blog mana yang di-custom domain, Mas? Wah, tambah keren dong ya sekarang? Tambah pede mustinya. Hahahaha.

  16. Aku juga baru kemaren ganti domain, berkesan jadi proffesional gitu, emang penting banget untuk custom domain bagi seorang blogger

  17. Hihihi, duluuuu sih nggak masalah pake subdomain gratisan juga. Tapi semakin ke sini cuma mau kerja sama dengan blog TLD. Tapi sebelum itu juga udah mikir sih, “kerenan pake .com deh.” Hehehehe…

    Makasih doanya, Kakak. πŸ™‚

  18. Alamak, cerita hidup kita hampir sama yaa. Kudu TLD biar bisa dapat gawe. Hehehe.

    Kebetulan di keluarga besar baru aku yang tertarik dunia blogging, jadi pas berbagi dan cerita punya TLD, banyak keponakan yang takjub, uhuk!

    Duh, keren nih tante Anna punya situs sendiri. Lalu *kibasponi. Hihihi…

    Memang lebih familiar di telinga dan di ingatan ya, Mas.

    Sukses ya lombanya, Mau buat draft dulu ahh…

  19. Lebih merasa bertanggung jawab ya sama blognya, jadi pengen update terus. Hihihi. Pejwan? Siapa? Maksudnya blognya terus jadi pejwan kalo pake TLD? Nah, kayanya sih itu juga keunggulan menggunakan top level domain .net/.com kali ya?

  20. lebih greget ngeblognya kalo sudah ganti pake .com

    wah pajwan google search nih… bagi tips dong bung eko..

  21. Ah, aku pernah tuh blogwalking ke bebekbulat.com. Udah nggak dipake ya? Pake .net juga gpp kok, Mbak. Sama-sama populer meski .com lebih dikenal awam.

  22. Dulu blog saya aku kasih domain bebekbulat.com, terus kuganti jadi wulansari.net waktu itu belum ada yang bahas namanya DA/PA jadi sante aja gantinya wkwk.

  23. Keliatan prof? Profesor maksudnya? Hihihihi

  24. lengkaplah ini, aku berasa banget kok pakai TLD, sekarang memang dituntut TLD karena lebih keliatan prof nya

  25. Hihihi, berarti pas Mbak lagi baca ini aku lagi asyik di Facebook komen sana-sini, add fulan-fulanah. Makasih banyak ya, Mbak πŸ™‚

  26. Nggak perlu disesali, Mas. Yang penting udah upgrade, hehehe. Rendah DA dan PA juga nggak masalah, kan masih bisa menang lomba? Hihihihi…

    Btw, namanya aku sebutin buat contoh di posting sebelumnya. Gpp kan ya?

  27. Nah, betul banget. Terutama buat pengunjung nonblogger dan yang nggak begitu akrab dengan dunia blog-blogan, .com yang paling familiar. Kalau istilahku di posting ini, pengguna awam internet.

  28. Makasih banyak, Mbak Mei πŸ™‚

  29. Bisa banget, Mbak. Just info, blog ini alamat URl aslinya http://www.akungeblogmakaakuada.blogspot.co.id lho. Terus aku custom domain jadi deh bungeko.com. Coba aja Mbak googling “panduan custom domain Blogger” ada banyak kok tutorialnya. Saya dulu sempat bikin ebook panduannya juga, tapi ada beberapa bagian yang sudah nggak relevan lagi, tar malah jadi bingung sendiri.

  30. Iya, Mbak. Alamat blognya kepanjangan. Awal-awal kita kenal dulu aku susah nginget, suka salah tulis juga. Akhirnya di-bookmark deh. Hahaha…

    Sejak awal mikir ngeblog buat cari duit, aku selalu berusaha bikin blog dengan ekstensi .com, kalo nggak dapet baru beli yang .net. Dulu malah sempat sampe punya 20-an nama domain, kebanyakan nganggur sampai akhirnya expired sebelum kepake. Karena ngincer namanya sih, hahaha.

  31. Kok bisa pas mas, lagi baca artikel ini terus ada notif facebook..hehe
    Wah ulasannya mantep πŸ™‚ good luck yaa..

  32. Betul banget, Mas. Saya juga nyesel kenapa baru terakhir beli .com. Memang lebih ramah di Google juga. Tapi belum banyak tawaran karena masih rendah DA dan PA-nya. Sukses Mas!

  33. Dot com emang yang biasa paling diingat oleh teman2 pembaca non blogger πŸ˜€

  34. Keren nih ilmunya. Pertanyaanku: bisa gak misalnya blog yang menggunakan akhiran blogspotdotcodotid itu langsung dialihkan ke top domain tanpa membuat blog baru?

  35. Iyaa bung. Anda benar. Dulu aku malah ceritanya krn ga tahu mau pake nama cahkesesiayutea.com dan alay banget yak
    Tapi yaa skrg tetep wae karena nama domainku panjang banget pake nama asli. Aku ga rela aja sih awalnya kalo namaku disingkat2. Skrg lagi pengen sewa TLD lagi buat blog ku yg lain

    Cuma blm bisa konsistemln ngopeni.. Jadi tak pending dulu.

    Itu hasil risetnya wow banget yak.
    Secara orang punya blog skrg sudah banyak.yang lebih dari 1. Wajar kalo pengguna .com melonjak tinggi.
    Smartphone saja mereka punya minimal 2. Padahal harganya berjuta2. Apalagi untuk.beli domain yang harganya 100rb pertahun. Enteng lah. Hehehe

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: