Iklan
Highlight:

Benarkah Bumi Ini Datar?

firmament

JELANG lebaran timeline Facebook saya dipenuhi dengan status tentang Bumi datar, flat earth. Mulai dari status serius, sampai yang bernada guyon, “Enakan mana, tahu bulat apa tahu datar?” Ada juga yang membagikan video-video dari kanal Flat Earth 101 di YouTube. Jadi penasaran, benarkah Bumi ini datar?

Selama ini kita diajarkan bahwa Bumi berbentuk bulat, kurang-lebih seperti bola. Kepercayaan ini sudah ada sejak setidaknya 500 tahun terakhir, diawali dari teori heliosentris yang dikemukakan Nicolaus Copernicus. Kemudian diikuti oleh Galileo Galilei dan Johannes Kepler. Sebelum itu, manusia percaya bahwa Bumi adalah pusat alam semesta (geosentris) dan bentuknya datar. Ya, Bumi berbentuk datar adalah kepercayaan awal manusia.

Gerakan Bumi datar, atau flat earth movement dalam bahas Inggris, sebenarnya bukan barang baru. Keraguan akan bentuk Bumi bulat yang ditanamkan oleh sains modern sudah didengungkan sejak awal abad ke-19. Penulis Inggris Samuel Rowbotham (1816-1884) disebut-sebut sebagai pencetus awal teori Bumi datar di era modern.

Rowbotham menulis sebuah selebaran setebal 16 halaman yang diberi judul Zetetic Astronomy untuk menyebarkan pandangannya. Ia kemudian menerbitkan buku setebal 430 halaman berjudul Earth Not A Globe, Bumi Tidak Bulat. Dalam buku ini Rowbotham menyatakan bahwa Bumi berbentuk seperti piringan, dengan kutub utara sebagai pusat Bumi dan dinding es Antartika sebagai tembok Bumi. Lalu di bagian atas Bumi ada sebuah kubah di mana Matahari, Bulan, serta benda-benda langit lainnya berputar mengelilingi Bumi.

Dalam buku tersebut Rowbotham menyebut Bulan dan Matahari terletak 4.800 km di atas Bumi, dan kosmos (bintang-bintang serta benda lain bergerak lainnya) berjarak 200 km lebih jauh. Ini jauh lebih dekat dari yang diajarkan astronomi masa kini, di mana konon jarak Matahari ke Bumi sejauh 149,6 juta km dan Bulan ke Bumi berjarak antara 147-152 juta km.

Menurut kepercayaan Rowbotham, Bulan dan Matahari beserta seluruh kosmos berpendar mengelilingi Bumi di bawah sebuah kubah Bumi yang oleh Alkitab disebut sebagai firmament. Masih menurut Alkitab, firmament adalah lapisan solid yang berfungsi memisahkan dunia manusia dengan surga yang menjadi Kerajaan Allah. Di atas firmament ada air atau lautan, karena itulah langit berwarna biru.

Keterkaitan antara teori Bumi datar dengan Alkitab ditegaskan Rowbotham dalam sebuah leaflet berjudul The Inconsistency of Modern Astronomy and Its Opposition To The Scriptures!! yang diterbitkannya belakangan. Dalam leaflet itu ia berpendapat, “Alkitab, bersama-sama dengan indra kita, mendukung ide bahwa Bumi berbentuk datar dan tidak bergerak, dan inilah kebenaran sejati yang tidak bisa disingkirkan oleh sebuah sistem yang semata-mata berdasarkan pada dugaan manusia.”

Paham Bumi datar terus memiliki pengusung hingga ke abad 20. Tahun 1956, seorang flatter asal Inggris bernama Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Research Society (IFERS), organisasi komunitas flat earth pertama di dunia. Sepeninggal Samuel Shenton ada Charles K. Johnson yang memindahkan pusat IFERS ke Lancaster, California.

Kematian Johnson pada tahun 2001 sempat membuat kalangan Bumi datar kehilangan sosok berpengaruh, sampai kemunculan seorang pria yang mengaku bernama Daniel Shenton tiga tahun berselang. Di YouTube, ada nama Eric Dubay yang secara konsisten mengunggah video-video mengenai teori Bumi datar.

flat earth

Bumi Datar dalam Kitab Suci

Komunitas penganut teori Bumi datar memang menyandarkan kepercayaan mereka pada kitab-kitab suci. Flatter dari kalangan Kristen dan Katolik, misalnya, menemukan beberapa ayat dalam Alkitab yang menyebutkan tentang firmament, serta Bumi yang tidak bisa bergerak melainkan Bulan dan Matahari.

Ambil contoh kisah Joshua yang meminta Allah untuk menghentikan Matahari dan Bulan. Saat itu Joshua tengah memimpin pasukan Bani Israel berperang melawan tentara Amorites di Kanaan, Palestina-Israel masa kini. Dalam perang tersebut Joshua memohon pada Allah untuk menghentikan Matahari dan Bulan, sehingga siang berjalan lebih lama dan Bani Israel dapat mengalahkan Amorites.

Kisah ini menyiratkan bahwa Matahari dan Bulan-lah yang mengelilingi Bumi, bukan sebaliknya. Sebab, jika memang benar Bumi mengelilingi Matahari sehingga terjadi siang dan malam, mengapa tidak Bumi-nya saja yang dminta berhenti berputar? Oh, mungkin karena Joshua belum tahu kalau Bumi mengelilingi Matahari. Bisa jadi, tapi bukankah Allah Maha Tahu?

Mengenai firmament, istilah ini merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani raqia, atau raqiya` (רקיע), yang terdapat dalam Taurat (Perjanjian Lama). Akar kata ini adalah raqa (רקע), berarti “memukul atau menyebarkan keluar” seperti halnya pembuatan senjata tajam yang dibuat dengan cara memukul besi panas menjadi tipis dan kuat. Jadi, firmament adalah selubung tipis nan kuat.

Dalam kepercayaan Israel Kuno, alam semesta terdiri dari Bumi (eres) yang berbentuk datar dan mengambang di air, dengan surga (shamayim) di atas langit manusia, dan alam lain (sheol) terletak di bawah Bumi. Kaum Yahudi masa itu juga percaya bahwa langit adalah sebuah kubah dari bahan solid di mana Matahari, Bulan dan bintang-bintang tergantung.

Berikut gambaran kosmologi dalam kepercayaan orang Israel Kuno. Mereka yakin Yerusalem terletak persis di tengah-tengah Bumi, pusat dunia.

cosmography of Ancient Israel

Bagaimana dengan al-Qur’an? Ada beberapa ayat yang menyiratkan Bumi berbentuk datar, yakni frasa “Bumi dihamparkan” yang dalam terjemahan bahasa Inggris diberi tambahan keterangan “like a carpet,” seperti karpet. Karpet yang dihamparkan bentuknya datar, tidak bulat. Namun kita tidak menemukan tambahan keterangan seperti itu dalam al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia.

Demikian pula soal Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi. Contohnya Surat Yasin ayat 38, yang artinya, “Matahari berjalan di tempat peredarannya, demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Di ayat-ayat berikutnya dijelaskan lagi tentang garis edar Matahari dan Bulan.

Lalu dalam Surat al-Anbiyaa’ ayat 23 dikatakan, “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” Pertanyaannya, Matahari beredar mengelilingi apa? Mengelilingi Bumi seperti halnya Bulan, atau mengelilingi bintang Vega dalam Galaksi Bima Sakti seperti diajarkan sains modern?

Kutipan pendapat cendekiawan Muslim Ibnu Sina soal tujuh lapis langit, di mana lapisan kedelapan berupa lapisan solid tempat bintang-bintang dan benda langit lainnya berada, jadi salah satu pendukung argumen kalangan flatter. Soal tujuh lapis langit ini disebutkan pula dalam beberapa ayat al-Qur’an.

Selain ketiga agama samawi di atas, kepercayaan bahwa Bumi berbentuk datar dengan langit berupa kubah (dome) dianut agama-agama besar lain. Termasuk di antaranya kepercayaan Taoisme, yang menggambarkan alam semesta sebagai sebuah keseimbangan Yin dan Yang. Logo Taoisme, menurut video-video komunitas flat earth, adalah gambaran bentuk Bumi datar dengan Matahari dan Bulan yang menyebabkan terjadinya siang dan malam.

Sebuah peta Bumi berusia ribuan tahun pernah diketemukan di satu kuil Buddha di Jepang. Dalam peta kuno itu Bumi digambarkan berbentuk datar, bundar, dengan kutub utara sebagai pusat Bumi, dan dinding es mengelilingi sebagai pembatas. Hal sama dapat ditemui dalam kepercayaan Hindu, di mana tradisi Hindu, Buddha, dan Jain mempercayai Gunung Mahameru sebagai pusat Bumi.

Sekali lagi, kepercayaan bahwa Bumi berbentuk datar sudah dianut manusia sejak dahulu kala. Sampai kemudian sains modern mengubah pendapat ini melalui serangkaian pembuktian ilmiah.

Rowbotham pamphlet Bedford River

Teori Tanpa Bukti?

Kalangan flat earth pun punya sederet argumen yang tak hanya bersandarkan pada agama dan kitab suci. Sejak abad ke-19 berbagai percobaan untuk menguji kebenaran teori Bumi bulat sudah dilakukan. Satu yang paling terkenal adalah Eksperimen Sungai Bedford yang dilakukan di Norfolk, Inggris, pada tahun 1838.

Dalam percobaan ini sebuah perahu dilajukan menyusuri Sungai Bedford yang bentuknya lurus sepanjang 9,7 km. Menurut teori, jika benar Bumi berbentuk bulat, maka saat perahu mencapai ujung sungai semua benda setinggi kurang dari 4 km di tempat perahu berangkat tak akan terlihat. Sekalipun menggunakan teleskop. Ini karena lengkungan Bumi “menyembunyikan” benda-benda tersebut dari pandangan.

Hasilnya tidak begitu. Orang di dalam perahu masih dapat menyaksikan semua benda di tempat keberangkatan. Ini dipercaya sebagai bukti bahwa Bumi tidaklah berbentuk bulat, melainkan lurus mendatar.

Percobaan berbeda dengan tujuan sama dapat dilakukan dengan cara naik ke dataran tertinggi di satu tempat, lalu layangkan pandangan ke sekeliling. Terlihat bahwa horizon tetap berbentuk lurus, tidak melengkung. Demikian pula horizon lautan yang berbentuk lurus. Jika benar Bumi bulat, maka seharusnya terlihat lengkungan di sana.

Selama ini contoh paling mudah yang biasa dipakai untuk menjelaskan bahwa Bumi bulat adalah horizon laut. Siswa Sekolah Dasar dijelaskan, kapal yang berlayar ke laut semakin lama semakin menghilang disebabkan oleh lengkungan Bumi. Untuk membantah ini, komunitas flat earth naik ke bukit tinggi di tepi laut, lalu mengamati horizon menggunakan teleskop. Hasilnya, semua benda yang awalnya tak tampak oleh mata telanjang dapat terlihat jelas. Hal ini tak mungkin terjadi jika Bumi bulat.

Menurut flatter, penyebab hal tersebut adalah keterbatasan jarak pandang mata manusia. Sama seperti kita menyaksikan sebuah rel panjang yang lurus, akan ada satu titik di mana bagian rel tak terlihat. Ini soal perspektif, bukan lengkungan bumi.

Flatter juga punya argumen yang didasarkan pada sumber-sumber kredibel. Soal peta dunia dalam globe, beberapa referensi terpercaya menyebut pembuatannya didasarkan pada peta Bumi datar. New Standar Map of the World, contohnya, masih disimpan dengan baik oleh Boston Public Library. Peta inilah yang dijadikan patokan pembuatan tiruan bola Bumi.

Bagaimana dengan Galileo, yang dalam sekolah-sekolah dikatakan membuktikan teori heliosentris Copernicus? Flatter punya pendapat sendiri soal ini. Menurut mereka, Galileo diminta Gereja untuk membuktikan teori tersebut. Galileo menyampaikan konsep stellar parallax sebagai pembuktian, namun dinilai gagal. Observasi menunjukkan tidak ada stellar parallax.


Galileo tidak terima dan menerbitkan buku berjudul Dialogo Sopra i Due Massimi Sistemi del Mondo (Dialogue Concerning the Two Chief World Systems) pada 1632. Isinya membandingkan sistem kosmos versi Ptolemy yang beraliran geosentris dengan sistem kosmos Copernicus yang berpaham heliosentris. Buku ini dilarang Gereja, Galileo ditangkap dan dipenjara.

Sejak itulah teori heliosentris diajarkan di sekolah-sekolah, sekalipun belum ada yang dapat membuktikannya. Masih menurut pendapat flatter, bahkan NASA dan Harvard University yang didukung perangkat teleskop canggih tak dapat membuktikan stellar parallax-nya Galileo. Yang ada malah negative parallax, sesuatu yang hanya mungkin terjadi jika bintang-bintang mengitari Bumi.

Konspirasi NASA

Terkait NASA, flatter beranggapan badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini dibentuk untuk menguatkan paham heliosentris yang belum terbukti. Serangkaian penjelajahan luar angkasa dimulai dari mendaratkan manusia di Bulan, teleskop Hubble, eksplorasi Planet Mars, penemuan planet-planet baru serupa Bumi, disebut hanya rekayasa belaka.

Soal pendaratan manusia di Bulan, misalnya, sampai sekarang pun banyak yang meragukan kebenarannya. Termasuk di luar penganut paham flat earth. Jangankan mengirim manusia sampai ke Bulan, melewati Sabuk Van Hallen saja belum bisa dilakukan sampai kini. Terlebih tiga astronot yang sukses sampai ke Bulan terlihat sangat tertekan saat menjalani konferensi pers sepulangnya ke Bumi.

Coba saksikan serial video NASA Astronauts Going Crazy!! di YouTube. Di sana terlihat astronot-astronot yang dikatakan pernah mendarat di Bulan menolak menanggapi pertanyaan seputar misi mereka. Kalaupun ada yang mau bercerita panjang-lebar, kebanyakan dari mereka menolak saat diminta bersumpah di atas Bible bahwa cerita mereka benar.

Lalu bagaimana dengan foto-foto luar angkasa itu? Flatter menyebut semua foto-foto keluaran NASA adalah hasil rekayasa, demikian pula video-videonya. Banyak video di YouTube yang menunjukkan bagaimana foto-foto dan video luar angkasa yang dirilis NASA merupakan rekayasa komputer. Mulai dari kejanggalan kasar yang terlihat mata telanjang, sampai yang baru tampak setelah dilihat menggunakan program pengolah gambar dan video.


Untuk apa NASA melakukan pemalsuan dokumentasi? Untuk menutupi fakta sebenarnya soal Bumi dan alam semesta, sekaligus menutupi kebohongan soal pendaratan manusia ke Bulan. Manusia tidak mungkin pergi terlalu jauh ke luar angkasa karena langit merupakan lapisan solid yang tak mampu ditembus oleh apapun. Demikian ujar flatter.

Yang menarik, nisan eks direktur pertama NASA Wernher von Braun hanya bertuliskan namanya, tahun lahir dan tahun meninggal, serta tulisan Psalms 19:1. Tulisan terakhir adalah nama ayat Bible, yang dalam Bible bahasa Indonesia bernama Mazmur. Jadi, Psalms 19:1 adalah surat Mazmur ayat 19 pasal 1.

Apa bunyinya?

Dalam Bible versi American Standard, Psalms 19:1 berbunyi, “{To the chief Musician. A Psalm of David.} The heavens declare the glory of God; And the firmament showeth his handiwork.” Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi, “Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.

Apakah diam-diam Von Braun percaya tentang keberadaan firmament? Wallahu a’lam bishshawwab…

Iklan
About Eko Nurhuda (352 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

50 Comments on Benarkah Bumi Ini Datar?

  1. Kita telusuri bareng yuk…
    Antara kutub utara dan kutub selatan.
    Misal si A berjalan mengitari kutub utara dan si B mengitari kutub selatan yang sebelumnya posisi keduanya sudah diatur sama berdasarkan globe dan nantinya akan kembali ke tempat semula. Kalau jarak keduanya sama atau beda dikit, maka bumi itu Bulat.
    Kalau jarak putar kutub utara lebih dekat dibanding jarak kutub selatan, bahkan malah lebih jauh berkali xxxx lipat, maka jawabannya bumi cakram datar.

    Suka

  2. Yahudi dikisahkan dalam kitab2 suci. Bukanlah bani israel.
    Tapi kaum yang selalu meminta lebih.
    Ketika nabi diturunkan. Mereka bunuh. Mereka siksa. Namun ketika Tuhan memberi mukzizat seperti tahan api (ibrahim) membelah laut (musa) menghidupkan orang mati (jesus) dll. Mereka menganggapnya sihir.

    Mereka selalu menyuruh musa agar tuhan menunjukkan penampakkannya. Namun di semua kitab (tuhan tidak bisa dilihat manusia hidup/manusia akan mati jik melihat tuhan).

    Namun mereka selalu menolaknya.

    Hingga di turunkn Muhammad. Yang tidak memiliki mukzizat seperti sebelumnya (agar tidak dikira sihir). Tidak dari keturunan nabi lain. Dan di wahyukan kepadanya AlQuran. Dan hadist2 adalah mukzizat (ilmu pengetahuan yang akan terbuka sesuai perkembangan teknologi).

    Namun mereka masih menolaknya.

    Seperti anda. Tidak cukupkah kebenaran nubuat2 Muhammad?

    Apakah kalian harus mati dulu baru percaya Tuhan?

    Begitulah yahudi yg saya simpulkan dari kitab2 yg ada.

    Suka

  3. Salam.
    Flat earth memang tema menarik, karena punya jalinan luas pada berbagai hal yang kita kenal saat ini, satelit, keuangan dll. Flat earth dalah cari pandang yang berbeda dari mainstream, think out box, mungkin cari yang lebih bijak dalam menanggapi flat earth ini, sebenarnya ada banyak hal yang kita terima sebagai kebenaran tanpa mempertanyakannya, dan flat earth ini seakan membangunkan kesadaran asali kita tentang bagaimana seharusnya kita menerima informasi dan memprosesnya sebagai kebenaran tak terbantahkan.
    Jadi debat kusir mungkin tak di butuhkan menanggapi flat earth ini, tapi mari riset masing2 untuk menemukan apa yang sebenarnya ada disekitar kita dan diluar sana 🙂
    salam

    Suka

  4. Mas Yuge banyak baca sama nanya ke ulama aja ya, jangan nanya ke saya kalo begitu. Hehehe…

    Suka

  5. kalau bumi datar berarti arah kiblat shalat untuk indonesia salah.

    Suka

  6. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” Qs: Al-Anbiya-30

    Suka

  7. “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya“ (Qs. Hud : 7)

    Suka

  8. Izin berpendapat, sebelumnya saya ucapkan selamat malam

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    وَبَرَكَاتُهُ

    “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”,

    “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”
    Aamiin Ya Allah

    Menurut pendapat aku, sebenarnya logiknya sederhana saja kenapa amerika tidak terlihat di indonesia jika menggunakan teleskop….itu karena terhalang gunung ….jd masalahny hnya perspektif yg terhalang saja, teleskop bsa menjangkau bulan ya karna dr bawah ke atas kan ga ada yg menghalangi

    وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الأرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا (٤٧) وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ
    47. [1]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung[2] dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

    Suka

  9. Sebenernya logikanya masuk bumi datar kalo bicara soal sejajarnya Baitul makmur dgn Kakbah.

    Dan masuk akal juga kalo iblis (Illuminati) selalu ingin menembus langit.

    Karena iblis(Illuminati) adalah satu2 nya mahluk Allah yang masih hidup di bumi dan tahu bagaimana langit itu.

    Iblis pernah turun dari surga, dan ingin menantang Tuhan dengan menembus langit beserta bala tentaranya.

    Banyak video2 klip Illuminati yang menggambarkan spt itu.
    Dibangun nya menara Babel dan piramid juga bertujuan menembus kubah langit. Logikanya memang apa langit sedekat itu??? Ya… Iblislah yang dimaksudkan tujuannya itu.

    Lalu ada hadist ttg yakjuj dan makjuj. Yang dikurung di tembok raksasa oleh Iskandar Zulkarnain.
    Logika bumi bulat itu sempit dan ga mungkin bangsa yakjuj makjuj yang jumlahnya 1000x penduduk bumi bisa masuk ke lorong gua.
    Pasti bumi itu lebih luas dari yang di gambarkan NASA. Dan lebih istimewa.
    Bumi masih menyimpan banyak rahasia.

    Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: “Kita telah membantai penduduk bumi, mari kita membantai penduduk langit.” Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak mereka ke langit. Maka Allah subhanahuwata’ala kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam keadaan berlumuran darah.” (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa’ah)

    Dr hadis tsb yakjuj makjuj ingin memanah langit. Dan logis jika disambungkan dgn teori bumi datar.

    Wallahualam

    Suka

  10. duh jangan asal Tafsir Al-Quran deh, situ belajar berapa tahun jadi ahli Tafsir, yang ahli tafsir aja takut2 dalam melakukan tafsir lah ente tafsir tanpa ilmu yang mumpuni, ulama2 terdahulu sampai jaga sikap dan yang lain, emang ente paham arti “firasy” sebenernya selain hamparan?

    Suka

  11. Datar atau bulat memang hanya Allah yg tahu.

    Tapi ada kejanggalan di video FE101, salah satunya saja:

    Nasa dikatakan berbohong telah mendarat di bulan. Dikatakan juga manusia tidak akan pernah sampai di bulan atau menjelajahi luar angkasa karena dibatasi oleh kubah. Roket atau bom nuklit sekalipun tidak bisa menembus kubah.

    Nah, menurut model bumi datar, bulan, matahari dan bintang itu letaknya di dalam kubah.

    Kalau begitu, tetap saja bisa mencapai bulan tanpa harus menabrak kubah. Hehe.

    Jadi menurut saya, FE tidak konsisten dengan teorinya sendiri. Trims.

    Suka

  12. Saya sedikit setuju dengan flatter,namun yang saya bingung bagaimana cara untuk menghitung jumlah hari dalam setahun,kalender islam dan masehi yang mengacu pada evolusi bumi terhadap bulan ataupun matahari.
    Namun kalau iya ujung dunia adalah kutub selatan dan bentuknya seperti 2 gunung yg saling menutupi maka alquran surar al-kahfi ayat 83-101 dapat sebagai penjelasannya.
    Waallahualam

    Suka

  13. Tolong jangan hanya berpedoman dgn video saja, kalau ilmu pengetahuan rendah, pastu mudah terpengaruh dengan hanya menonton video. Jangan cuma belajar pada teori bumi datar, belajarlah juga dengan teori2 pembuktian bumi bulat, maka anda bisa menyimpulkan yg mana yg benar. Klw hanya belajar pada video konspirasi bumi datar, ya wasalam. Saya awalnya terpengaruh dgn video youtube, tetapi sya blm puas dengan video, karena ternyata satu persatu kebohongan sudah terungkap dalam video tersebut. Banyak manipulasi data disana, jdi berfikirlah secara cerdas 🙂 CMIIW

    Suka

  14. Menurut saya sangat masuk akal bumi datar karena untuk shalat kita disuruh menghadap kiblat. Kalo bulat, kita menghadap arah timur pun akan tetap menghadap ke kiblat, namun jaraknya lebih jauh. Sedangkan kalo datar dan kita menghadap timur, sudah pasti kita membelakangi kiblat

    Suka

  15. http://www.enigmablogger.com/2009/07/apakah-nasa-memalsukan-pendaratan-di.html?m=1

    Untuk masalah pemalsuan pendaratam bulan bisa check di link. Sangat jelas. Salam damai

    Suka

  16. Menanggapi soal bumi datar di alquran, ayatnya yg jelas mas, jgn cuma hamparan saja. Krna ayat al quran tdk bs diartikan secara tekstual, hrs org yg bnr2 ngerti tata bhasa al quran dan sebab2 turun nya ayat. Krn bisa jadi 1 kata banyak arti.klo bs jelas ayat mana dan sumber tafsirnya dr ulama siapa. Hanya brpendapat

    Suka

  17. Apa yg bisa dihasilkan atau manfaat dari teory bumi itu datar sampai sejauh ini?
    Kalo dari teori bumi itu bulat sdh bnyk manfaat yg bisa diambil manusia seperti terbitnya tanggal/tahun masehi dan hijriyah.

    Mohon pencerahaan.

    Suka

  18. Terima kasih mas Eko postingan nya sangan bermanfaat
    Saya juga baru baru ini mempelajari tentang flat earth, dari channel youtube “Flat Earth 101”
    Dari penjelasan2 nya sih sangat masuk akal

    Tapi saya juga harus banyak belajar dari segi Agama, karena dalam islam semua sudah di jelaskan dalam Al-Quran

    Suka

  19. ayo yg ke 9 udah rilis.. silakan ditonton 🙂 hehe

    Suka

  20. Semua bantahan mengenai flat earth berhasil di jawab oleh komunitas flat earth,hampir semua. Cm yg saya ragu ko blm pernah ada orang yg berhasil menemukan ujung dunia,dibalik dinding es itu ada apa sbnarnya. Lalu sy iseng tanya pilot dan ternyata kalo pesawat lewat kutub akan ngaco krna dya tarik magnetis. Brarti blm pernah ada pesawat kesana…

    Suka

  21. Bukan salah, tapi itu cuma gambaran mudahnya aja. Gambaran simpel kosmologi menurut teori Bumi datar. Itu yang saya pahami.

    Suka

  22. Fatur Rahman “Mas Eko, pake kitab suci yang mana nih ? Al-Quran atau Injil atau lainnya ? Kalo pke Al-Quran, anda tau Isra Mi'raj pasti kan ? Kalo anda percaya Bumi itu Datar dengan gambar seperti di gambar yg pertama anda lihat di blog ini, Bagaimana Nabi Muhammad SAW tidak kebasahan ketika Isra Mi'raj ? Bukankah dengan Bumi berbentuk seperti gambar di atas yang air diatas langit kita, Nabi harus kebasahan terlebih dahulu sebelum sampai di surga ? Mohon penjelasannya” saya akan menjawabnya : “Ilustrasi di atas itu salah mas, yang diatas bumi datar itu bukan air tapi semacam pelindung tranparan, disebut kubah bumi atau kubah selestial. Seperti kata Ibnu sina, ilmuwan islam yang terkenal “Kuat, tapi transparana”.

    Suka

  23. Maaf Mas Supandi Aja, dalam Al Quran surah ke 70 itu bukan surah An Naazi'aat, tapi Surah Al Ma'aarij. Mohon bisa lebih teliti lagi. Kalau surah An Naazi'aat itu surah ke 79. Tks

    Suka

  24. Mohon referensi nya om surah dan ayat yg menyatakan bumi seperti telur burung unta?? Dan tafsir nya.. Tks

    Suka

  25. Terima kasih.
    Ayo, siapa yang mau atau berani? 🙂

    Suka

  26. Thanks untuk sharing sumber referensi lain.

    Suka

  27. Tapi dalam al-Qur'an sendiri disebutkan kalau kitab suci ini disampaikan dengan bahasa yang mudah agar gampang dipahami 🙂

    Suka

  28. Saya cuma bisa menanggapi soal video Felix Baumgartner. Video tersebut pake kamera berlensa lebar, atau malah sangat lebar. Kamera dengan lensa begitu membuat hasil rekaman terdistorsi. Kalau bagian Bumi yang tampak di video itu adalah Bumi yang bulat, lalu di mana lautannya? Itu saja sih kalo saya.

    Lain-lainnya, wallahu a'lam 🙂

    Suka

  29. Dengan cara apa, hayo? 🙂

    Suka

  30. saya sangat menyukai blog ini
    dan saya sangat setuju kalau bumi ini tidak lah globe
    tapi dataran dan hamparan
    alquran tidak mungkin salah
    semuanya akan terbukti dengan sendirinya
    kepada yang belum mengerti coba aja tutor untuk membuktikan bahwa bumi itu datar
    coba saja kalau mau atau berani
    trimakasih

    Suka

  31. “This high-altitude EMP occurs between 30 and 50 kilometers (18 and 31 miles) above the Earth's surface.”
    amerika dan soviet sudah mencobanya kalau bumi ini ada pelindungnya.
    https://en.wikipedia.org/wiki/High-altitude_nuclear_explosion

    Suka

  32. coba deh mas Anonim..hehe liat videonya lagi dari awal sampai akhir smpai khatam..hehe
    kenapa gk bisa dilakukan kalo bumi itu datar, toh semua itu krna adanya elektromagnetik,jadi kalo kita ke suatu tempat pasti kompas mengarah ke arah utara, misal kita mau pergi ke arah timur, arah utara psti di sebelah kiri kita kann,, dan itu seterusnya smpai kita balik ke titik semula kita pergi tadi,, yaa silakan kalau mau muterin bumi,, hehehe

    jujur saya tertarik banget dengan teori ini, apalagi bisa buktiin sendiri,hehehe

    Suka

  33. menanggapi komentar anonim diatas..hehe

    mungkin anda melihat videonya tidak tuntas, divideo kan sudah dijelaskan bahwa ada elektromagnetic yg menyebabkan benda-benda sekitar tertarik, jadi yaa otomatis matahari juga ikut tertarik beserta bintang-bintang lain, dan juga pergerakannya berputar, bukan stay disitu aja, klw matahari stay disitu aja mati dong kita kepanasan, mikir kesitu juga dong mas,, ibarat mas berdiri dibawah lampu, trus lampu itu diputer puter diatas kepala mas Anonim, pasti kadang posisinya dibelakang, kadang didepan, kadang disamping mas kann… sama kya matahari gitu juga,,, kenapa yaa saya baru tau ada teori ini, klw dari jaman sekolah udh tau kan bisa bantah omongan guru yg ngasih pelajaran IPA..hahahahaha

    Suka

  34. itulah kenapa bahasa Allah swt sangat rumit, agar manusia banyak mikir….
    nice share mas eko

    Suka

  35. Sangat menarik,, awalna emang dibuat pusing dgn adanya 2 pendapat berbeda. Tapi setelah saya menonton felix baumgartner yg melompat dari ketinggian angkasa,, saya yakin bumi itu bulat.

    https://m.youtube.com/watch?v=ZyIVaZXDhho

    Plus pendapat para ulama ttg ayat alquran mengenai bumi bulat.
    http://www.lampuislam.org/2013/09/menjawab-tuduhan-bahwa-al-quran.html?m=1

    Maka saya berkesimpulan, bumi bulat(globe earth), bulan dan matahari berjalan pada garis edarnya.
    Bisa jadi matahari mengelilingi bumi, atau bisa jadi bumi dan planet lainnya mengelilingi matahari yg berjalan terus sampai ke arsy dan kembali lagi ketempat titik awal sesuai dengan jalur edarnya yg ditetap kan ALLAH.

    Thanks

    Suka

  36. saya perca dengan Allah dan kekuasaanNYA serta bersaksi Muhammad saw adalah utusan Allah, dengan cara apa?

    Suka

  37. aku bantu jawab ya, untuk “kenapa gunung himalaya gak kelihatan dari lembang walaupun pake teleskop” itu semua kembali pada kapasitas dari teleskop tersebut, seberapa jauh teleskop itu mampu untuk melihat..

    Suka

  38. Hahha GOT fans detected

    Suka

  39. Welcome, Mas.
    Saya sepakat dengan poin-poinnya. Bumi datar adalah kepercayaan seluruh peradaban sejak dahulu kala, sebelum saintis modern memperkenalkan teori Bumi bulat. Semuanya masih butuh pembuktian saya rasa, dan sebagai Muslim tentu patokannya al-Qur'an dan Hadits. Kalau bertentangan pilihlah panduan hidup kita.

    Soal tafsir, ya gitu deh. Namanya juga tafsir, wajar aja kalau bisa beda-beda. Yang terpenting jangan sampai perbedaan itu membuat kita tercerai-berai dan saling membenci.

    Suka

  40. Anomin (28072016)
    Salam semuanya …
    Yambung tulisan saya sebelumnya Mas Eko, tertanggal 28072016, dalam kesempatan ini saya menambahkan saja :
    1. Untuk rekan2 yang masih bersikukuh bentuk bumi bulat telor unta dengan
    menukil pendapat Ulama yang ada di video (Youtube), siapapun ulama
    yang meyampaikan, saya sarankan juga bijaksana mau menukil pendapat
    atau minimal mau mendengarkan apa yang disampaikan ulama yang
    menyampaikan bahwa bumi kita datar,
    Sehingga kita tidak berpendapat atau meng-iyakan salah satu pendapat
    ulama saja, yang sesaui dengan logika kita, kemampuan kita memahami,
    kalau yang terjadi demikian saya kuatirkan jika ada ulama yang kita
    percaya menyampaikan bahwa 2 + 2 = 5 maka kita akan ikut tanpa mene
    laah terlebih dahulu… sebaiknya kita jangan denikian, kita sebaiknya
    mau menerima sebuah kebenaran … yang mungkin sebelumnya kita anggap
    salah …
    2. Kalau bicara Al-Quran dan Hadist jelas tidak ada yang keliru.. itu
    kenyakinan saya selaku muslim, yang jadi persoalan adalah Al-Quran dan
    Hadist menjadi pemahaman yang berbeda akibat peran Ahli tafsir,
    Apapun faktanya tidak jarang saya juga bingung terhadap kajian para
    ahli tafsir yang menafsirkan Al-Quran dan Hadist sehingga membuahkan
    pemahaman yang berbeda di tingkat orang awam seperti saya,
    3. Kadang juga ada ayat yang sudah cukup jelas … gara-2 ditafsirkan
    malah jadi membingungkan, nah … dengan menelaah hal ini saya mengajak
    rekan2 kalau mau berpendapat jangan memakai / atau menukil hanya salah
    satu dari pendapat Tokoh Agama, tapi belajar dan pejalari pendapat
    mereka, di sertai dengan bukti-bukti yang nyata (dalil Akli)
    4. Kalaupun kita memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain saran
    saya janganlah kita langsung membodohkan orang yang tidak sependapat
    dengan kita,
    5. sebagai referensi tambahan klik URL dibawah ini :
    (https://www.youtube.com/watch?v=6o56_z9oKto)

    Bersambung lain hari …

    Suka

  41. Saya sepakat di poin ini. Masalahnya, teori Bumi datar belum bisa diterima secara luas karena butuh pembuktian lebih meyakinkan dari sekedar ayat-ayat kitab suci (al-Qur'an, Injil dan Zabur) yang kita percayai. Terlebih jaman sekarang orang lebih percaya sains ketimbang agama.

    Suka

  42. Bisa kok. Silakan aja…

    Suka

  43. Saya sepakat, Mas. Kalo poinnya mencocokkan dengan al-Qur'an, saya sepakat kalau teori Bumi datar lebih relevan. Termasuk juga dengan petunjuk-petunjuk lain, seperti tanda-tanda kiamat yang kalau diaplikasikan dengan teori Bumi bulat nggak masuk. Cuma memang teori ini butuh pembuktian yang lebih ilmiah sehingga dapat diterima semua kalangan.

    Tambahan, saya juga tidak sepakat dengan sains modern yang meniadakan peran Allah SWT dalam proses penciptaan alam semesta.

    Suka

  44. Benar apa yg bang Eko katakan, dalam memahami Al Qur'an tidak semudah yg dibayangkan. Harus menggunakan tafsir tafsir seperti jalalain dsb. Namun ada juga ayat yg sangat jelas diungkapkan walaupun tanpa menggunakan tafsir. Karena melihat sebab musabab dan terhadap kejadian apa ayat tersebut disampaikan kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Zibril.

    Terhadap ayat yg mengisyaratkan bumi seperti telur unta, harus dipahami dulu konteks kata, dan kalimat serta ayat sebelum dan sesudahnya. Dan para ulama pun mengalami perbedaan ijma akan hal ini, seperti ada yg mengungkapkan bahwa bukan bentuk kasar atau luar dari telur burung unta tersebut namun seperti telur burung unta yg dipecahkan cangkangnya atau bagian dalamnya bagaiman telur burung unta itu dihamparkan..

    Begitu kalau menurut saya bang.. Perbedaan bukanlah akhir dari segalanya, namun indah untuk dikaji bersama sama.. Wallahualam bisshawab

    Suka

  45. Salam semuanya …
    Setelah saya baca tulisan Mas Eko, yang sebelumnya saya telah browsing tentang bahwa bumi datar … yang telah dijelaskan begitu jelas, logis secara ilmiah diserta bukti – bukti yang logis serta juga telah di jelaskan di Al-Qur'an, maka saya tidak ada alasan untuk menolak bahwa bumi kita datar, bagi rekan2 yang menyangkalnya saya sarankan pelajari dan ikuti kajian2 yang ada tentang bumi adalah datar, janganlah kita menyangkalnya tanpa … belajar, atau tanpa bahan dan kajian yang jelas dan logis, kalaupun kita tidak bisa membuktikan bahwa bumi BULAT TELOR spt telur unta, dengan fakta yang ada … ya kita harus bijaksana … menerima kebenaran … dan jangan kita berpendapat berdasarkan dengan pijakan yang kurang jelas … kesimpulan saya bahwa bumi datar sangat bisa diterima dengan bukti yang telah dipaparkan dan Al-Quran menyebukan demikian, masalah Surat dan ayat berapa rekan2 bisa baca sendiri …

    Suka

  46. Ga bisa di share ke fb atau WA ya mas?

    Suka

  47. Hehehe, terima kasih banyak, Mas Rizki. Senang sekali Mas Rizki mau ikut baca dan meninggalkan komentar 🙂

    Suka

  48. Hehehe, iya ya kalo dipahami secara harfiah seharusnya seperti itu. Cuma banyak yg berpendapat al-Qur'an terlalu berat untuk dipahami tanpa ilmu-ilmu yang memadai, seprti nahwu shorof, dll. Intinya, kita tidak boleh sembarangan menafsirkan isi al-Qur'an tanpa pengetahuan cukup.

    Jujur saja, di poin tersebut saya kurang setuju. Sebab al-Qur'an sendiri menyebut bahwa kitab suci ini mudah dipahami. Ini juga panduan. Lha kalo panduannya njelimet, kapan kita menerapkan panduan tersebut? Habis waktu cuma untuk menafsirkan. CMIIW

    Suka

  49. Hmmm, tampaknya Mas Fatur ini cuma mau berdebat tanpa mau tahu posisi orang yang mau dia ajak debat.

    Gini, gini. Judul artikel ini ada tanda tanya, jadi ini sebuah pertanyaan, bukan pernyataan sikap. Lagipula coba baca habis dan baca baik-baik seluruh tulisan ini, maka Anda nggak akan menemukan secuil pun opini pribadi saya. Sebab di sini saya cuma merangkai teori-teori flat earth yang saya baca sebelumnya.

    Nah, kalau Anda mengajark saya berdebat soal flat earth dengan beranggapan saya penganut teori ini, Anda salah alamat. Maaf ya…

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Teguh umara Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: