Highlight:

Benarkah Bumi Ini Datar?

firmament

JELANG lebaran timeline Facebook saya dipenuhi dengan status tentang Bumi datar, flat earth. Mulai dari status serius, sampai yang bernada guyon, “Enakan mana, tahu bulat apa tahu datar?” Ada juga yang membagikan video-video dari kanal Flat Earth 101 di YouTube. Jadi penasaran, benarkah Bumi ini datar?

Selama ini kita diajarkan bahwa Bumi berbentuk bulat, kurang-lebih seperti bola. Kepercayaan ini sudah ada sejak setidaknya 500 tahun terakhir, diawali dari teori heliosentris yang dikemukakan Nicolaus Copernicus. Kemudian diikuti oleh Galileo Galilei dan Johannes Kepler. Sebelum itu, manusia percaya bahwa Bumi adalah pusat alam semesta (geosentris) dan bentuknya datar. Ya, Bumi berbentuk datar adalah kepercayaan awal manusia.

Gerakan Bumi datar, atau flat earth movement dalam bahas Inggris, sebenarnya bukan barang baru. Keraguan akan bentuk Bumi bulat yang ditanamkan oleh sains modern sudah didengungkan sejak awal abad ke-19. Penulis Inggris Samuel Rowbotham (1816-1884) disebut-sebut sebagai pencetus awal teori Bumi datar di era modern.

Rowbotham menulis sebuah selebaran setebal 16 halaman yang diberi judul Zetetic Astronomy untuk menyebarkan pandangannya. Ia kemudian menerbitkan buku setebal 430 halaman berjudul Earth Not A Globe, Bumi Tidak Bulat. Dalam buku ini Rowbotham menyatakan bahwa Bumi berbentuk seperti piringan, dengan kutub utara sebagai pusat Bumi dan dinding es Antartika sebagai tembok Bumi. Lalu di bagian atas Bumi ada sebuah kubah di mana Matahari, Bulan, serta benda-benda langit lainnya berputar mengelilingi Bumi.

Dalam buku tersebut Rowbotham menyebut Bulan dan Matahari terletak 4.800 km di atas Bumi, dan kosmos (bintang-bintang serta benda lain bergerak lainnya) berjarak 200 km lebih jauh. Ini jauh lebih dekat dari yang diajarkan astronomi masa kini, di mana konon jarak Matahari ke Bumi sejauh 149,6 juta km dan Bulan ke Bumi berjarak antara 147-152 juta km.

Menurut kepercayaan Rowbotham, Bulan dan Matahari beserta seluruh kosmos berpendar mengelilingi Bumi di bawah sebuah kubah Bumi yang oleh Alkitab disebut sebagai firmament. Masih menurut Alkitab, firmament adalah lapisan solid yang berfungsi memisahkan dunia manusia dengan surga yang menjadi Kerajaan Allah. Di atas firmament ada air atau lautan, karena itulah langit berwarna biru.

Keterkaitan antara teori Bumi datar dengan Alkitab ditegaskan Rowbotham dalam sebuah leaflet berjudul The Inconsistency of Modern Astronomy and Its Opposition To The Scriptures!! yang diterbitkannya belakangan. Dalam leaflet itu ia berpendapat, “Alkitab, bersama-sama dengan indra kita, mendukung ide bahwa Bumi berbentuk datar dan tidak bergerak, dan inilah kebenaran sejati yang tidak bisa disingkirkan oleh sebuah sistem yang semata-mata berdasarkan pada dugaan manusia.”

Paham Bumi datar terus memiliki pengusung hingga ke abad 20. Tahun 1956, seorang flatter asal Inggris bernama Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Research Society (IFERS), organisasi komunitas flat earth pertama di dunia. Sepeninggal Samuel Shenton ada Charles K. Johnson yang memindahkan pusat IFERS ke Lancaster, California.

Kematian Johnson pada tahun 2001 sempat membuat kalangan Bumi datar kehilangan sosok berpengaruh, sampai kemunculan seorang pria yang mengaku bernama Daniel Shenton tiga tahun berselang. Di YouTube, ada nama Eric Dubay yang secara konsisten mengunggah video-video mengenai teori Bumi datar.

flat earth

Bumi Datar dalam Kitab Suci

Komunitas penganut teori Bumi datar memang menyandarkan kepercayaan mereka pada kitab-kitab suci. Flatter dari kalangan Kristen dan Katolik, misalnya, menemukan beberapa ayat dalam Alkitab yang menyebutkan tentang firmament, serta Bumi yang tidak bisa bergerak melainkan Bulan dan Matahari.

Ambil contoh kisah Joshua yang meminta Allah untuk menghentikan Matahari dan Bulan. Saat itu Joshua tengah memimpin pasukan Bani Israel berperang melawan tentara Amorites di Kanaan, Palestina-Israel masa kini. Dalam perang tersebut Joshua memohon pada Allah untuk menghentikan Matahari dan Bulan, sehingga siang berjalan lebih lama dan Bani Israel dapat mengalahkan Amorites.

Kisah ini menyiratkan bahwa Matahari dan Bulan-lah yang mengelilingi Bumi, bukan sebaliknya. Sebab, jika memang benar Bumi mengelilingi Matahari sehingga terjadi siang dan malam, mengapa tidak Bumi-nya saja yang dminta berhenti berputar? Oh, mungkin karena Joshua belum tahu kalau Bumi mengelilingi Matahari. Bisa jadi, tapi bukankah Allah Maha Tahu?

Mengenai firmament, istilah ini merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani raqia, atau raqiya` (רקיע), yang terdapat dalam Taurat (Perjanjian Lama). Akar kata ini adalah raqa (רקע), berarti “memukul atau menyebarkan keluar” seperti halnya pembuatan senjata tajam yang dibuat dengan cara memukul besi panas menjadi tipis dan kuat. Jadi, firmament adalah selubung tipis nan kuat.

Dalam kepercayaan Israel Kuno, alam semesta terdiri dari Bumi (eres) yang berbentuk datar dan mengambang di air, dengan surga (shamayim) di atas langit manusia, dan alam lain (sheol) terletak di bawah Bumi. Kaum Yahudi masa itu juga percaya bahwa langit adalah sebuah kubah dari bahan solid di mana Matahari, Bulan dan bintang-bintang tergantung.

Berikut gambaran kosmologi dalam kepercayaan orang Israel Kuno. Mereka yakin Yerusalem terletak persis di tengah-tengah Bumi, pusat dunia.

cosmography of Ancient Israel

Bagaimana dengan al-Qur’an? Ada beberapa ayat yang menyiratkan Bumi berbentuk datar, yakni frasa “Bumi dihamparkan” yang dalam terjemahan bahasa Inggris diberi tambahan keterangan “like a carpet,” seperti karpet. Karpet yang dihamparkan bentuknya datar, tidak bulat. Namun kita tidak menemukan tambahan keterangan seperti itu dalam al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia.

Demikian pula soal Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi. Contohnya Surat Yasin ayat 38, yang artinya, “Matahari berjalan di tempat peredarannya, demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Di ayat-ayat berikutnya dijelaskan lagi tentang garis edar Matahari dan Bulan.

Lalu dalam Surat al-Anbiyaa’ ayat 23 dikatakan, “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” Pertanyaannya, Matahari beredar mengelilingi apa? Mengelilingi Bumi seperti halnya Bulan, atau mengelilingi bintang Vega dalam Galaksi Bima Sakti seperti diajarkan sains modern?

Kutipan pendapat cendekiawan Muslim Ibnu Sina soal tujuh lapis langit, di mana lapisan kedelapan berupa lapisan solid tempat bintang-bintang dan benda langit lainnya berada, jadi salah satu pendukung argumen kalangan flatter. Soal tujuh lapis langit ini disebutkan pula dalam beberapa ayat al-Qur’an.

Selain ketiga agama samawi di atas, kepercayaan bahwa Bumi berbentuk datar dengan langit berupa kubah (dome) dianut agama-agama besar lain. Termasuk di antaranya kepercayaan Taoisme, yang menggambarkan alam semesta sebagai sebuah keseimbangan Yin dan Yang. Logo Taoisme, menurut video-video komunitas flat earth, adalah gambaran bentuk Bumi datar dengan Matahari dan Bulan yang menyebabkan terjadinya siang dan malam.

Sebuah peta Bumi berusia ribuan tahun pernah diketemukan di satu kuil Buddha di Jepang. Dalam peta kuno itu Bumi digambarkan berbentuk datar, bundar, dengan kutub utara sebagai pusat Bumi, dan dinding es mengelilingi sebagai pembatas. Hal sama dapat ditemui dalam kepercayaan Hindu, di mana tradisi Hindu, Buddha, dan Jain mempercayai Gunung Mahameru sebagai pusat Bumi.

Sekali lagi, kepercayaan bahwa Bumi berbentuk datar sudah dianut manusia sejak dahulu kala. Sampai kemudian sains modern mengubah pendapat ini melalui serangkaian pembuktian ilmiah.

Rowbotham pamphlet Bedford River

Teori Tanpa Bukti?

Kalangan flat earth pun punya sederet argumen yang tak hanya bersandarkan pada agama dan kitab suci. Sejak abad ke-19 berbagai percobaan untuk menguji kebenaran teori Bumi bulat sudah dilakukan. Satu yang paling terkenal adalah Eksperimen Sungai Bedford yang dilakukan di Norfolk, Inggris, pada tahun 1838.

Dalam percobaan ini sebuah perahu dilajukan menyusuri Sungai Bedford yang bentuknya lurus sepanjang 9,7 km. Menurut teori, jika benar Bumi berbentuk bulat, maka saat perahu mencapai ujung sungai semua benda setinggi kurang dari 4 km di tempat perahu berangkat tak akan terlihat. Sekalipun menggunakan teleskop. Ini karena lengkungan Bumi “menyembunyikan” benda-benda tersebut dari pandangan.

Hasilnya tidak begitu. Orang di dalam perahu masih dapat menyaksikan semua benda di tempat keberangkatan. Ini dipercaya sebagai bukti bahwa Bumi tidaklah berbentuk bulat, melainkan lurus mendatar.

Percobaan berbeda dengan tujuan sama dapat dilakukan dengan cara naik ke dataran tertinggi di satu tempat, lalu layangkan pandangan ke sekeliling. Terlihat bahwa horizon tetap berbentuk lurus, tidak melengkung. Demikian pula horizon lautan yang berbentuk lurus. Jika benar Bumi bulat, maka seharusnya terlihat lengkungan di sana.

Selama ini contoh paling mudah yang biasa dipakai untuk menjelaskan bahwa Bumi bulat adalah horizon laut. Siswa Sekolah Dasar dijelaskan, kapal yang berlayar ke laut semakin lama semakin menghilang disebabkan oleh lengkungan Bumi. Untuk membantah ini, komunitas flat earth naik ke bukit tinggi di tepi laut, lalu mengamati horizon menggunakan teleskop. Hasilnya, semua benda yang awalnya tak tampak oleh mata telanjang dapat terlihat jelas. Hal ini tak mungkin terjadi jika Bumi bulat.

Menurut flatter, penyebab hal tersebut adalah keterbatasan jarak pandang mata manusia. Sama seperti kita menyaksikan sebuah rel panjang yang lurus, akan ada satu titik di mana bagian rel tak terlihat. Ini soal perspektif, bukan lengkungan bumi.

Flatter juga punya argumen yang didasarkan pada sumber-sumber kredibel. Soal peta dunia dalam globe, beberapa referensi terpercaya menyebut pembuatannya didasarkan pada peta Bumi datar. New Standar Map of the World, contohnya, masih disimpan dengan baik oleh Boston Public Library. Peta inilah yang dijadikan patokan pembuatan tiruan bola Bumi.

Bagaimana dengan Galileo, yang dalam sekolah-sekolah dikatakan membuktikan teori heliosentris Copernicus? Flatter punya pendapat sendiri soal ini. Menurut mereka, Galileo diminta Gereja untuk membuktikan teori tersebut. Galileo menyampaikan konsep stellar parallax sebagai pembuktian, namun dinilai gagal. Observasi menunjukkan tidak ada stellar parallax.


Galileo tidak terima dan menerbitkan buku berjudul Dialogo Sopra i Due Massimi Sistemi del Mondo (Dialogue Concerning the Two Chief World Systems) pada 1632. Isinya membandingkan sistem kosmos versi Ptolemy yang beraliran geosentris dengan sistem kosmos Copernicus yang berpaham heliosentris. Buku ini dilarang Gereja, Galileo ditangkap dan dipenjara.

Sejak itulah teori heliosentris diajarkan di sekolah-sekolah, sekalipun belum ada yang dapat membuktikannya. Masih menurut pendapat flatter, bahkan NASA dan Harvard University yang didukung perangkat teleskop canggih tak dapat membuktikan stellar parallax-nya Galileo. Yang ada malah negative parallax, sesuatu yang hanya mungkin terjadi jika bintang-bintang mengitari Bumi.

Konspirasi NASA

Terkait NASA, flatter beranggapan badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini dibentuk untuk menguatkan paham heliosentris yang belum terbukti. Serangkaian penjelajahan luar angkasa dimulai dari mendaratkan manusia di Bulan, teleskop Hubble, eksplorasi Planet Mars, penemuan planet-planet baru serupa Bumi, disebut hanya rekayasa belaka.

Soal pendaratan manusia di Bulan, misalnya, sampai sekarang pun banyak yang meragukan kebenarannya. Termasuk di luar penganut paham flat earth. Jangankan mengirim manusia sampai ke Bulan, melewati Sabuk Van Hallen saja belum bisa dilakukan sampai kini. Terlebih tiga astronot yang sukses sampai ke Bulan terlihat sangat tertekan saat menjalani konferensi pers sepulangnya ke Bumi.

Coba saksikan serial video NASA Astronauts Going Crazy!! di YouTube. Di sana terlihat astronot-astronot yang dikatakan pernah mendarat di Bulan menolak menanggapi pertanyaan seputar misi mereka. Kalaupun ada yang mau bercerita panjang-lebar, kebanyakan dari mereka menolak saat diminta bersumpah di atas Bible bahwa cerita mereka benar.

Lalu bagaimana dengan foto-foto luar angkasa itu? Flatter menyebut semua foto-foto keluaran NASA adalah hasil rekayasa, demikian pula video-videonya. Banyak video di YouTube yang menunjukkan bagaimana foto-foto dan video luar angkasa yang dirilis NASA merupakan rekayasa komputer. Mulai dari kejanggalan kasar yang terlihat mata telanjang, sampai yang baru tampak setelah dilihat menggunakan program pengolah gambar dan video.


Untuk apa NASA melakukan pemalsuan dokumentasi? Untuk menutupi fakta sebenarnya soal Bumi dan alam semesta, sekaligus menutupi kebohongan soal pendaratan manusia ke Bulan. Manusia tidak mungkin pergi terlalu jauh ke luar angkasa karena langit merupakan lapisan solid yang tak mampu ditembus oleh apapun. Demikian ujar flatter.

Yang menarik, nisan eks direktur pertama NASA Wernher von Braun hanya bertuliskan namanya, tahun lahir dan tahun meninggal, serta tulisan Psalms 19:1. Tulisan terakhir adalah nama ayat Bible, yang dalam Bible bahasa Indonesia bernama Mazmur. Jadi, Psalms 19:1 adalah surat Mazmur ayat 19 pasal 1.

Apa bunyinya?

Dalam Bible versi American Standard, Psalms 19:1 berbunyi, “{To the chief Musician. A Psalm of David.} The heavens declare the glory of God; And the firmament showeth his handiwork.” Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi, “Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.

Apakah diam-diam Von Braun percaya tentang keberadaan firmament? Wallahu a’lam bishshawwab…

About Eko Nurhuda (353 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

50 Comments on Benarkah Bumi Ini Datar?

  1. Mas Eko keren… Tulisnya tidak menimbulkan perdebatan.. Saya ingin belajar menulis seperti Anda..

    Suka

  2. Beberapa tahun yg lalu saya sering sekali mengamati bulan saat bulan purnama. kadang saya melihat seperti ada awan dibelakang bulan, disitu saya sempat berfikir. Kalau bulan itu jaraknya sangat jauh seperti yg kita dapat dari ilmu2 saat ini kenapa seperti ada awan dibelakangnya. berarti asumsi saya saat itu, bulan jaraknya tidak jauh bahkan dekat, dan ukurannya juga tidak sebesar yang saya dapatkan di bangku sekolah..

    Di Al Quran surah An Nabaa' surah ke 78 ayat 1-13
    1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
    2. Tentang berita yg besar
    3. yang mereka berselisih tentangnya
    4. sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui
    5. kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui
    6. bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?
    7. dan gunung-gunung sebagai pasak?
    8. dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan
    9. dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat
    10. dan kami jadikan malam sebagai pakian
    11. dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan
    12. dan kami bina diatas kamu tujuh buah langit yang kokoh
    13. dan kami jadikan pelita yang amat terang(matahari)

    Qur'an Surah Al Infithaar surah ke 82, ayat 1-3
    1. Apabila langit terbelah,
    2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
    3. dan apabila lautan dijadikan meluap

    bintang jatuh berserakan? kemana?
    jatuh ke bumi, berarti langit itu diatas. dan bumi ini adalah alas atau dasar nya, maka bumi ini adalah suatu hamparan yang datar tidak berbentuk seperti bola, maka ayat ini menjadi relevan dan bisa diterima oleh logika manusia.

    Bintang? berarti tidak sebesar yg digembor gemborkan oleh ilmuan saat ini, karena di hari kiamat nanti bintang-bintang itu akan jatuh ke bumi..

    Suka

  3. Menurut saya flat earth masih belum bisa diterima akal, terutama di peristiwa yang terjadi akibat Rotasi Bumi, jelas kalo flat earth semua kejadian akibat Rotasi Bumi TIDAK akan terjadi di kehidupan manusia

    Tergantung nih, mas eko pake yg mana flat earth ? omong2 itu teori flat earth sudah ada sejak zaman mesir, coba mas nonton film God of Egypt, disitu ada scene menggambarkan bumi itu flat, dan itu sangat tidak masuk akal.

    Suka

  4. Halo Mas Fatur, maaf sekali ya di artikel di atas sama sekali gak ada opini saya maupun pernyataan persetujuan terhadap teori Bumi datar. Namun saya belajar banyak tentang teori ini.

    Yang jelas, dari pertanyaan Mas Fatur saya tangkap njenengan masih harus banyak baca-baca lagi soal teori Bumi datar, sebab gambar di atas (yang njenengan maksud) hanya ilustrasi yang tidak menggambarkan keseluruhan konsepnya.

    Anyway, terima kasih sudah berkunjung.

    Suka

  5. Mas Eko, pake kitab suci yang mana nih ? Al-Quran atau Injil atau lainnya ? Kalo pke Al-Quran, anda tau Isra Mi'raj pasti kan ? Kalo anda percaya Bumi itu Datar dengan gambar seperti di gambar yg pertama anda lihat di blog ini, Bagaimana Nabi Muhammad SAW tidak kebasahan ketika Isra Mi'raj ? Bukankah dengan Bumi berbentuk seperti gambar di atas yang air diatas langit kita, Nabi harus kebasahan terlebih dahulu sebelum sampai di surga ? Mohon penjelasannya

    Suka

  6. Maaf, ini blog pribadi. Gak ada admin-adminan.
    Eniwei, makasih ya udah berkunjung.

    Suka

  7. coba admin liat video ini, dan mengenai chanel youtube flat earth 101 saya sudah tonton semua termasuk yang episode 8 yang baru muncul beberapa jam yang lalu. memang beberapa dan banyak yang masuk logika mengenai kebohongan NASA, namun saya tidak setuju dengan pendapat bumi itu datar karena dalam Al-Qur'an tertulis dalam Q.S An Naziyat 70:30(Liat Video ini):

    Semoga bermanfaat 🙂

    Suka

  8. Terima kasih sudah berkomentar panjang-lebar. Seperti yang lain-lain, saya tangkap Anda (entah siapa nama Anda sebenarnya) merasa artikel ini merupakan pernyataan bahwa saya si pemilik blog percaya bahwa Bumi datar. Anda lupa kalau saya letakkan tanda tanya dan tidak ada secuil pun opini saya di sana, hehehe…

    Oke, soal surat ar-Rahman 33 saya cuma bisa bilang, yang diartikan “keahlian (ilmu)” dalam ayat tersebut kata aslinya “sulthon” yang arti aslinya adalah “kekuasaan” dan tentunya itu merujuk pada kekuasaan Allah SWT. Saya belum dapat referensi kenapa kata “sulthon” (yang kemudian diadopsi untuk menyebut gelar raja, Sultan – yang berkuasa, sebagai perwakilan/khilafah Allah di muka Bumi) tersebut bisa diterjemahkan pengetahuan/ilmu.

    Suka

  9. Hahaha, kok malah guru agamanya yang bingung ya? Berarti ada yang mengira aliran tertentu percaya Bumi datar, dan aliran itu dicap sesat, gitu ya?

    Suka

  10. Nah ini saya kurang setuju jikalau bumi itu datar, apalagi punya kanopi di atas nya yang tidak bisa ditembus. di al quran ada koq dalilnya.

    surah Ar-Rahmaan ayat 33 yang berbunyi :

    [55:33] Hai jama”ah jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru (aqthar) langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kewenangan (keahlian / kekuasaan)

    Allah sendiri saja “mempersilahkan” kita untuk menembus langit (perjalanan luar angkasa), Dia memberitahu kita hanya dengan keahlian (ilmu) kita bisa koq pergi keluar angkasa.

    Dan saya punya pendapat tentang pertanyaan diatas mengapa sungai atau air tidak turun ke bawah (kutub selatan) jika bumi bulat? logikanya air selalu turun ke bawah bukan?

    jawaban saya cuman satu:
    lalu mengapa kamu ga terjun bebas ke kutub selatan juga? jika air saja bisa mengalir ke selatan lalu mengapa kita manusia serta hewan juga tidak jatuh ke selatan? itu semua karena gravitasi bumi serta rotasi bumi yang cepat, sehingga semua benda dan zat di permukaanya tetap tertarik.

    maaf saya bukanya sok pintar tetapi ilmu seharusnya semakin maju bukan semakin mundur.

    Suka

  11. 13 tahun yang lalu saat masih kelas 2 smp saya sudah merasa ada yang janggal tentang tentang bumi bulat hingga Guru Agama saya memanggil ortu takut saya terkena aliran sesat, hehehe, magelhains berlayar menuju ke barat membuktikan bumi bulat memang terbukti, tapi belum ada yang bisa membuktikan pelayaran menuju arah utara ke selatan apakah sampai dititik awal seperti yang dialami oleh meglhains, jika ada tolong kasih info siap[a penjelajah yang telah mengarungi bumi dari arah utara menuju sekatan atau sebaliknya oke, maaf

    Suka

  12. Maaf, kenapa Anda berkesimpulan begitu? Bukankah ada tanda tanya pada judul artikel ini, dan isinya hanyalah rangkuman berbagai teori dan pendapat mengenai Bumi datar, sama sekali tidak ada pendapat pribadi saya.

    So, lain kali belajar membaca lebih cermat sebelum mengambil kesimpulan. Tuduhan maupun ucapan yang sudah keluar susah sekali ditarik kembali, atau bahkan tidak bisa. Juga, mulai sekarang belajar mengemukakan pendapat dengan menunjukkan identitas diri secara terang.

    Terima kasih.

    Suka

  13. maaf , knp anda prcaya lagi pada jaman dahulu, dimana quran blm d turunkan orang2 dahulu mengira bumi ini datar, akan tetapi stelah turunnya al-quram banyak ilmuan dan ulama yg mengkaji dan memahami isi al-quran bahwa bumi itu bulat, bulan itu memantulkan cahaya dr matahari, tapi di video trsebut bulan memancarkan cahhayanya sndiri? ini sangat brtentangan ,, saya sarankan masyarakat n publik memakai akalnya dan jgn mau d racuni otaknya dgn berita seperti ini, saya tau maksud dr tujuan berita ini, akhir dr tujuan yg membuat berita ini saya pun tahu, jika anda tidak memahami atau melihat tanda2 kebesaran Allah Swt, karena bumi ini di hamparkan lalu anda menyebutkan bumi ini datar bgitu saja? sudah jelas pd Al-Quran bumi sprti telur burung unta, “dahaha” mungkin jika anda terjemahkan maka akan dapat terjemahan yg sama yaitu “terhampar” akn tetapi anda tdk memahami bahasa dari arabicnya “dahaha” yaitu sprti telur burung unta.. dan banyak astronom yg sudah pergi ke bulan dan melihat bumi pada satu titik yg terang, yaitu”mekah” dan mendgar adzhan yg tdk pernah brhenti terdengar dari bulan, mengapa anda tidak menyadari suatu tanda2 kebesaran Allah Swt, jika buminya bulat maka air laut akan tumpah? mengapa anda tidak menyadari suatu tanda2 kebesaran Allah Swt… di jadikan bumi ini hamparan yg luas, seakan2 qta berjalan seperti berjalan tiada hentinya, namun dgn bgitu bumi ini tidak datar tapi berbentuuk geosperical atau seperti telur burung unta, …

    Terima Kasih.. Wassalamualaikum…

    Suka

  14. Antartika dijaga ketat oleh militer anggota Antarctica Treaty, Bro. Dan sudah ada kesepakatan bahwa wisata ke Antartika bakal lebih diperketat lagi. So, kayanya misi mengungkap Antartika bakal jadi lebih sulit dilakukan.

    Suka

  15. Cita-cita harus terus dipelihara, meskipun banyak yang percaya kalau NASA banyak melakukan manipulasi terkait ekspedisi luar angkasa, misalnya pendaratan ke Bulan di tahun 1969 lalu.

    Suka

  16. Iya ya, pake logika sederhana harusnya begitu ya? Pantesan banyak meme yang mempertanyakan kenapa sungai-sungai terpanjang di dunia malah ngalirnya ke arah utara.

    Suka

  17. Masih harus dibuktikan, Mas Indra. Tapi kalau dari video-video pembuktian yang dilakukan kalangan flat-earther sih terlihat meyakinkan ya? 🙂

    Suka

  18. Hahaha, iya ya, Mbak. Tapi kalo Bumi berbentuk datar, langit itu jadi kanopinya, jadi gak bakalan jatuh ke tepinya, Mbak. 🙂

    Suka

  19. Sepertinya harus ada yg berani melintasi antartika nih …kalo bumi bulat artinya akan datang dari utara . Kalo datar akan ketemu ujung dunia .. ntah itu ruang hampa atau ada tempat lain untuk mahluk lain … a don now .

    Suka

  20. Padahal cita” saya astrounot hahaha😂 apakah nasa banyak menyimpan kebohongan?

    Suka

  21. ada satu hal lagi yang membuat saya yakin bahwa bumi itu datar. yaitu pada dasarnya air itu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. jika bumi bulat maka seharusnya semua air mengalir ke kutub selatan.

    Suka

  22. pantesan jogja jakarta dan jogja bali sama sama 1 jam padahal jarak +-sama. dan salah1nya melawan rotasi bumi harusnya bakal lebih lama. ah mungkin perasaanku aja kali ya hahahaha. earth is flat, but life must never flat

    Suka

  23. Tulisannya berat. Ha..ha… dan aku senantiasa puyeng kalau memperbandingkan berbagai teori dsb. Wis pokok e masio toh bumi itu datar, semoga tdk terjatuh saat aku tanpa sadar memijak tepinya. Ha..ha…

    Suka

  24. Istilahnya jadi menjejalahi dunia, Mbak.
    Anyway, rata-rata orang meyakini flat earth setelah melihat al-Qur'an gak sekalipun menyebut Bumi berbentuk bulat. Sebaliknya, banyak ayat yang mengindikasikan kalau Bumi itu berupa hamparan/dataran alias datar.

    Suka

  25. Iya, kalangan flat earth percaya Bumi itu berwujud dua dimensi alias bulat berupa circle bukan bola atau pentol bakso. 🙂

    Suka

  26. Pertanyaan itu timbul karena kurang memahami teori Bumi datar secara lebih mendalam saja. 🙂

    Suka

  27. KOmentar panjang-panjang gak masalah, Mas. Hehehe…
    Admiral Byrd namanya, setelah tiga kali mengeksplorasi Antartika kemudian mendirikan Atarctica Treaty selang setahun dari ekspedisi terakhir. Entahlah apa yang mereka jaga di sana, hanya mereka-mereka itu yang lebih tahu.

    Ada berita terbaru malah, kalau tour ke Antartika bakal semakin dibatasi dan diperketat. Alasannya sih menjaga agar kawasan Antartika tidak mengalami kerusakan akibat terlalu banyaknya turis. Lagi-lagi, hanya mereka-mereka yang tahu alasan sebenarnya.

    Suka

  28. Soal mendarat ke Bulan sudah banyak yg melakukan investigasi untuk membuktikan apakah cerita tersebut valid atau sekedar statement, dan ternyata terindikasi hoax. Sumber-sumber dan data yang dipakai investigasi saat itu justru dokumentasi yang dikeluarkan sendiri oleh NASA.

    Tahun 2005 Penerbit Grasindo pernah menerbitkan buku berjudul “Benarkah Manusia Pernah Mendarat ke Bulan?”

    Suka

  29. Benar, Mas. Contohnya rasi bintang dan astrologi, itukan hasil hitung-hitungannya orang jaman kuno sekali. Sampai sekarang masih dipakai terus.

    Suka

  30. seru ya ngikuti perdebatan ini. suka aja sih baca pendapat orang beda2 tapi tetep rujukan utamanya kembali ke Qur'an meskipun belum nemu juga ayat yg secara gamblang menyebut bumi itu bulat. eh tapi kalo bumi itu datar ga ada lagi istilah keliling dunia ya kan lempeng aja gitu 😛

    Suka

  31. bumi itu bulat, iya mungkin yang dimaksud bulat itu dalam bentuk 2 dimensi bukan 3 dimensi seperti bola.
    menurutku emang sepertinya bumi itu Flat namun bentuknya bulat (bukan bola)

    Suka

  32. Perbedaan adalah rahmat..

    Suka

  33. Kalau bumi itu datar, bagaimana bisa manusia menjelajahi bumi secara horizontal? Kalau bulat kan sudah jelas, misal dari indonesia balik lagi ke indonesia muterin bumi. Kalau datar pun mana ujung buminya

    Suka

  34. Salam kenal mas Eko,,,

    Saya juga barusan lihat mengenai video bumi itu flat. Karena penasaran, akhirnya saya mencoba mengawali browsing dangkal mengenai perbedaan pendapat keduanya.

    Memang menjadi suatu hal yang menarik ketika orang awam seperti saya disuguhkan 'hal baru' yang bisa jadi saya anggap sebagai wawasan baru.

    Yang saya tangkap dari perdebatan-perdebatan yang terjadi adalah, kedua pihak masih kekeuh dengan keyakinannya masing-masing. Sama-sama 'nggandoli' (mempertahankan) teori -atau sebagian dianggap sudah dibuktikan- padahal yang bersangkutan (yang sama-sama kekeuh) tidak membuktikannya sendiri.

    Namun hal baru yang membangun di video itu adalah, mengenai 'pendanaan dari rakyat' yang tercetus dari pengurasan dana untuk proyek yang -disebut sebut- fiktif, dalam hal ini adalah NASA.

    Dalam cuplikan video, terdapat sosok Admiral siapa gitu -saya lupa- yang menyatakan bahwa ada hal baru dibalik antartika. Lalu mengapa harus ada pangkalan militer di antartika -alasan bahwa itu hal yang membahayakan, menurut saya kurang masuk akal, karena ini demi pembuktian sains, dan kenapa harus dimonopoli negara2 tertentu-.

    Jika ada pihak yang mengaku “Ini semua demi umat manusia”, kemukakan kebenarannya. Semua manusia bisa menilai dan memikir. Jika ada pihak yang 'merasa' takut untuk membuka itu semua, berarti mereka tahu kalau orang-orang bakal menilai itu tidak benar.

    Maaf terlalu panjang. Akan saya sambung di komen berikutnya. Jika sempat. Terima kasih informasinya mas Eko. Wallahu a'lam. Semoga ada barokah dibalik semua ini. 🙂

    Suka

  35. saya malah percaya kang. belajar dari peristiwa Isra Mi'raz ketika Rasullallah Muhammad SAW diijinkan untuk menembus langit ke tujuh dan sampai ke sidratul muntaha.

    saya, bukan ahli agama kang cuman saya lihat di surat Al-Mulk ayat 3

    Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”

    NASA tidak bisa menembus kubah itu, dari mana Mereka bisa mengatakan planet2, mendarat di bulan dan hasil eksplorasi yang lain2 kalau mereka TIDAK bisa menembus kubah/ firmanen/ langit tujuh lapis.

    sebagai pencari kebenaran kita layak terus mencari data-data dan tentu tetap berpegang teguh pada Allah SWT. :)) sekian kang..

    Suka

  36. Nah ini nih teori yg saya tunggu2, dari dulu saya bertanya2 kenapa orang2 jaman dulu yg teknologinya sudah sangat maju bahkan dalam menentukan rasi bintang bisa akurat tapi mereka beranggapan bumi itu datar. Gak mungkin mereka yg mempunyai ilmu astronomi semaju itu bisa salah menentukan bentuk bumi

    Suka

  37. Saya malah jadi fifty-fifty, Mas. Dalam artian, teori Bumi datar masih punya banyak hal untuk dijelaskan, sementara teori Bumi bulat yang selama ini diajarkan juga kok sepertinya tak 100% masuk akal 😀

    Suka

  38. Benar sekali. Banyak fenomena alam yang lebih masuk akal dengan teori Bumi datar, terutama soal horizon dan lengkungan Bumi. Tapi flatter butuh kerja ekstra keras untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lain, seperti terjadinya gerhana Bulan, tidak adanya gravitasi, tembok es yang katanya mengelilingi Bumi, dll.

    Suka

  39. Haha, makasih, Kakak. Ini sih sebenarnya mau nyari trafik aja dengan ramenya pembahasan Bumi datar. Eh, kok, malah ranking Alexa jadi korbannya. Duh! 😀

    Suka

  40. Yang benar cuma satu: Allah itu esa dan Maha Kuasa 😀

    Suka

  41. Betul sekali, Mbak. Zakir Naik berpendapat Bumi itu bulat, sebab ada tafsir yang mengatakan kata “dahaha” bermakna “telur burung unta” yang sesuai dengan deskripsi NASA mengenai bentuk Bumi, yakni bulat pepat. Sayangnya, foto-foto yang dirilis NASA malah menunjukkan bentuk Bumi bulat sempurna seperti bola.

    Saya dan istri juga kerap berdiskusi tentang ini, jadi lebih mengamati fenomena alam di sekitar. Sewaktu Matahari terbenam kami perhatikan, apakah perubahan dari terang ke gelap lebih sesuai dengan konsep Bumi bulat atau Bumi datar. Jadi lebih sibuk jadi pengamat, hahahaha…

    Anyway, terima kasih sudah mampir, Mbak 🙂

    Suka

  42. Sampai saat ini sih saya masih meyakini bumi bulet hehee.
    salam sehat dan semangat mas

    Suka

  43. Saya baru liat videonya kemarin.. Kaget juga dengan fakta masuk akal ini..
    Setelah saya kilas balik ternyata banyak hal yg perlu pembuktian dari manusia sendiri.. Sejauh ini hati saya lebih ke yang flat 🙂

    Suka

  44. Seperti biasa, tulisan mas Eko selalu dalem dan 'berat' 🙂

    Suka

  45. Wow, yang benar mana nih? Penasaran

    Suka

  46. Satu lagi yang sudah yakin Bumi itu datar. 🙂
    Tapi layak dikaji juga pendapat ulama yang mengatakan bahwa Bumi berbentuk bulat, sebagian menyebut bentuknya seperti telur unta. Wallahu a'lam bishshawab.

    Suka

  47. Hahaha, suka sama istilahnya itu: “nendangnya gak kentang”

    Suka

  48. Betul sekali, yang selama ini diminta oleh yang percaya Bumi bulat adalah pembuktian ilmiah. Ada juga yang referensi pun maunya cuma baca yang ilmiah.

    Suka

  49. Iya, saya juga menunggu episode yang membahas mengapa banyak negara punya space program.

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Eko Nurhuda Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: