Highlight:

Liverpool Tanpa Anggur

“European football without Liverpool is like a banquet without wine.”

PENGGEMAR Liverpool mana yang lupa dengan kalimat legendaris ini? Adalah Roy Evans, mantan bek (Oktober 1965-1970) dan manajer (Januari 1994-November 1998, sejak Juli 1998 menjadi joint-manager bersama Gerrard Houlier) The Reds, si pelontar kata-kata tersebut.

Meski sepanjang karirnya sebagai gaffer di Anfield tak menorehkan prestasi fenomenal—kecuali mengorbitkan Robbie Fowler dan Steve McManaman mungkin, ucapan Evans tetap pantas dikenang kubu Merseyside Merah. Ya, secara tradisional tempat Liverpool adalah 4 besar klasemen akhir Liga Inggris dan berlaga di kompetisi Eropa.

Kenny Dalglish tentu paham benar makna ucapan eks anak buahnya ini. Sebagai eks pemain, player-manager (Mei 1985-Februari 1991), dan kini manajer Liverpool, ia tahu ada sesuatu yang hilang kala pemegang 5 trofi Liga Champions, 3 tofi Piala UEFA (kini Europa League), dan 3 trofi Piala Super Eropa ini tak mengikuti kompetisi Eropa.

Baca artikel lebih lengkapnya di iniLiverpool.com

Iklan

About Eko Nurhuda (360 Articles)
A happy father of two. Blogging and making video for fun. Love food, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: