Iklan
Highlight:

Ngerenehan, Teluk Cantik nan Tersembunyi di Selatan Jogja

Pantai Ngerenehan

Pantai berpasir putih di Teluk Ngerenehan, Gunung Kidul. Tampak perahu-perahu nelayan berjajar di pantai. FOTO: Harian Jogja/Eko Nurhuda

DIAM-DIAM Kabupaten Gunungkidul menyimpan banyak tempat wisata menarik. Sebut saja Ngerenehan, sebuah teluk cantik di Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan. Teluk kecil ini semakin indah dengan adanya pantai berpasir putih yang menjadi tujuan wisata alternatif warga Yogya sejak dua tahun lalu.

Sebelumnya nama Ngerenehan hanya dikenal oleh nelayan setempat. Wisatawan lebih mengenal pantai-pantai lain yang sudah familiar di Gunungkidul seperti Baron, Kukup, Krakal, dan Drini untuk rekreasi, atau Sadeng sebagai sentra ikan.

Terletak di antara dua bukit karang besar, wisata laut yang disajikan Ngerenehan tergolong lengkap. Mulai dari keindahan gugusan batu karang yang terletak di mulut teluk, hamparan pantai berpasir putih, deburan ombak laut selatan, sampai kesibukan nelayan yang hilir-mudik mencari ikan di lautan lepas.

Aman untuk Mandi

Gugusan batu karang yang terletak di mulut teluk tak hanya menyajikan keindahan panorama alam. Keberadaan karang-karang itu menghalangi kerasnya gelombang dari laut selatan yang masuk ke teluk. Dengan demikian, ombak di Pantai Ngerenehan tidak terlalu deras sehingga aman untuk mandi.

Buat yang gemar makan ikan laut, nelayan-nelayan Ngerenehan menawarkan hasil tangkapannya dengan harga cukup murah. Tak perlu menimbang ikan yang akan dibeli. Asalkan harganya cocok, ikan-ikan segar yang baru saja ditangkap dari laut tersebut dapat dibawa pulang.

Mau dimakan di tempat? Bisa. Nelayan di Ngerenehan juga bersedia menyajikan menu ikan goreng atau ikan bakar lengkap dengan sambal kecap yang lezat. Tinggal bentangkan tikar atau alas lainnya di atas pasir, dan rasakan nikmatnya makan ikan laut di tepi pantai sambil menyaksikan deburan ombak ditemani semilirnya angin laut yang sejuk.

Sewaktu mengunjungi pantai ini bersama teman-teman kos, beberapa waktu lalu, kami membeli ikan seember sedang dengan harga Rp25.000 saja. Isi ember ada beberapa ekor ikan ukuran tak terlalu besar, tapi juga tidak kecil-kecil amat.

Mahal? Tunggu dulu. Harga itu sudah termasuk jasa membersihkan ikan hingga membakarnya! Jadi kami terima beres saja. Tinggal makan. Oya, si penjual juga memberi sambal kecap nan segar, plus daun pisang sebagai alas makan. Kurang apa lagi coba?

Saat berangkat kami membekal nasi, jadi lengkap sudah semuanya. Kami makan ikan bakar ramai-ramai di atas pasir putih, sembari melihat deburan ombak di tepi pantai, sungguh sebuah pengalaman mengasyikkan.

Karang di Pantai Ngerenehan Jogja

Dinding-dinding karang seperti ini “mengurung” Teluk Ngerenehan, sehingga pantainya sangat bersahabat untuk mandi. FOTO: Harian Jogja/Eko Nurhuda

1,5 Jam dari Kota Yogya

Jalur menuju Ngerenehan tidaklah sulit, meski memang tak bisa dibilang dekat. Wisatawan dari Kota Yogya dapat memulai perjalanan melalui Jl. Imogiri Timur, kemudian dilanjutkan ke arah Panggang. Sampai di pertigaan Giriharjo, ambil ke kiri menuju Pantai Baron.

Pantai Ngerenehan terletak sebelum, atau tepatnya di sebelah barat, Pantai Baron yang sudah terkenal itu. Jadi, jalur menuju Ngerenehan sejatinya sudah ramai. Selain Baron, jalur yang sama juga dapat mengantar kita menuju Pantai Wediombo, Pantai Sepanjang, dll.

Sepanjang jalan menuju ke Ngerenehan akan terpampang pemandangan dataran tinggi Gunungkidul yang memukau. Sekitar 1 kilometer mendekati pantai, laut selatan sudah mulai terlihat meski terhalang daun-daun pepohonan. Kurang dari 100 meter dari pantai terdapat hamparan perkebunan jarak di Bukit Kapur yang membentengi jalan aspal.

Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kecepatan kendaraan yang dipacu. Namun, lamanya waktu tempuh dan lelahnya badan selama perjalanan serta-merta menguap tak terasa begitu melihat keindahan panorama alam di Ngerenehan. Dan, sekali melihat indahnya Ngerenehan Anda pasti ketagihan ingin datang lagi dan lagi.

Tak percaya? Silakan buktikan sendiri!

Catatan: Posting ini merupakan publikasi ulang dengan pengembangan dari hasil liputan saya untuk Harian Jogja yang berjudul “Pantai Ngerenehan, Teluk Cantik yang Belum Banyak Dijamah”, dimuat pada edisi Minggu, 31 Mei 2009.

Iklan
About Eko Nurhuda (352 Articles)
A happy father of three. Blogging and making video for fun. Love food, book, music, and sometime football #YNWA

Beri komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: