//go.padstm.com/?id=80509&t=iframe

SIAPA tak suka mendengarkan musik? Bukan cuma musisi, abang becak pun suka. Bagi blogger dan penulis yang setiap hari stand by di depan komputer, mengetik terasa tak asyik tanpa iringan musik. Sepanjang MS Word atau OpenOffice terbuka, selama itulah alunan musik terdengar dari Winamp atau jetAudio.

Ya, musik me- mang mem- buat hidup tambah asyik. Orang cemberut bisa tersenyum karena musik, orang marah bisa mereda emosinya gara-gara musik, orang ngantuk jadi segar kembali setelah mendengarkan musik, sebaliknya orang juga bisa jadi tambah ngantuk begitu mendengar musik. Bahkan, menurut dr. Boyke, aktivitas bercinta pun bakal lebih nikmat dan bergairah bila diiringi musik.

Dilema Bernama Album
Satu-satunya yang tidak asyik dari musik adalah, untuk mendengar musik kita musti membeli album. Kok tidak asyik? Ada dua alasan kenapa membeli album musik jadi tak asyik.

Pertama, harga album baru tergolong mahal. Harga kaset saja rata-rata Rp25.000/keping, apalagi yang berbentuk CD/DVD. Ini album musisi lokal lho, harga album musisi manca lebih mahal lagi. Bagi penyuka musik dari golongan ekonomi menengah ke atas mungkin tak ada masalah. Tapi bagi masyarakat bawah uang Rp25.000 begitu berarti. Daripada untuk beli album mending untuk makan. Musisi tak bisa mengabaikan pembeli dari golongan bawah karena jumlah mereka jauh lebih banyak. Sialnya, harga album tak bisa ditekan lebih rendah karena biaya produksinya memang tinggi.

Kedua, tak semua lagu dalam album tersebut disukai pembeli. Contoh, dari 13 lagu dalam album No Baggage-nya Dolores O’Riordan (2009), saya cuma suka sekitar 5-6 lagu. Bagaimana dengan lagu-lagu lainnya yang tak saya sukai? Mau dibuang sayang, tapi disimpan terus juga percuma orang saya tak suka. Bagi pembeli tentu saja ini pemborosan.

Sulit sekali menjumpai sebuah album yang lagunya enak semua. Legenda musik dunia seperti The Beatles, The Rolling Stone, atau legenda musik lokal macam Koes Plus sekalipun tak semua lagunya enak didengar. Penyebabnya tak selalu soal kreativitas musisi, tapi juga strategi pemasaran dari label yang menaunginya. Kalau ada musisi yang bisa menciptakan 10 atau 12 lagu enak, tak mungkin produser merekam semuanya dalam satu album. Akan lebih menguntungkan jika lagu-lagu tersebut dipecah menjadi 2-3 album. Inilah sebabnya mengapa dari 10-12 lagu dalam sebuah album, pasti ada beberapa yang tidak kita sukai.

Nah, karena tak mau membeli kucing dalam karung, penikmat musik lebih memilih mengunduh lagu-lagu yang ia sukai di internet ketimbang membeli album utuh. Daripada beli album tapi ternyata lagunya banyak tak disukai, bukankah lebih baik mengunduh lagu yang disukai di internet? Apalagi kalau gratis!

Pembajak Online
Ya, saat tren berbagi via internet semakin mewabah seperti sekarang, aksi bagi-bagi file musik dapat dengan mudah dilakukan. Coba saja cari judul lagu yang Bung sukai di Google, maka halaman hasil pencarian bakal menampilkan banyak sekali situs yang menawarkan file lagu tersebut. Baik situs yang dikelola orang luar negeri, maupun situs milik webmaster lokal. Yang lebih menggiurkan, kita dapat mengunduh lagu-lagu tersebut secara gratis tis.

Ini tentu saja menguntungkan penikmat musik. Bayangkan saja, begitu sebuah lagu dirilis, ketika itu juga versi mp3-nya beredar luas di internet. Siapa saja dan di mana saja bebas mengunduhnya kapan saja. Mau pakai handphone bisa, pakai laptop atau PC apalagi. Tak heran jika pembajakan lewat internet jauh lebih mengerikan dibanding pembajakan konvensional.

Semakin mudah dan murahnya akses internet membuat aksi pembajakan online kian meluas hingga ke daerah-daerah pelosok. Tindakan yang melanggar hak cipta ini tentu saja merugikan musisi. Bila lagu sang musisi bisa diperoleh secara gratis di internet, mengapa harus membeli albumnya? Akibatnya penjualan album musisi tersebut tidak maksimal. Padahal besarnya pendapatan musisi berbanding lurus dengan jumlah penjualan albumnya di pasaran.

Win-win Solution
MelOn.co.id, salah satu pelopor layanan akses musik legal di internet.Keprihatinan akan maraknya pelanggaran hak cipta, khususnya musik, di internet inilah yang kemudian melahirkan layanan penjualan musik secara satuan. Ide ini menjadi jalan keluar yang sama-sama menguntungkan bagi musisi maupun penikmat musik. Orang Amerika bilang, win-win solution. Kalau kata orang Suriname, pada-pada batine.

Konsep menjual musik secara satuan, alias per lagu, sudah lama marak di Amerika dan Eropa. Terlebih sejak diluncurkannya iTunes oleh Apple. Dengan perangkat ini, penikmat musik tak lagi harus membeli satu album utuh. Mereka dapat membeli lagu-lagu yang disukai saja, dan bisa langsung mengunduhnya ke perangkat iTunes. Lebih praktis, lebih ekonomis. Musisi pun tak rugi karena karya mereka dihargai, dibayar.

Ketika Apple meluncurkan smartphone yang diberi nama iPhone, tren membeli musik secara ketengan via internet semakin mewabah. Apalagi vendor-vendor lain juga turut mengeluarkan smartphone. Seiring dengan itu, situs-situs yang melayani penjualan lagu secara satuan bermunculan. Bahkan Amazon.com yang selama ini terkenal sebagai toko buku online pun ikut berjualan lagu dalam format mp3.

Situs-situs begini juga bermunculan di Indonesia, salah satu contohnya MelOn.co.id. Situs yang namanya mirip nama buah ini hadir sebagai salah satu pionir dalam kepedulian terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), terutama di bidang musik. Nama MelOn sendiri merupakan singkatan dari ‘melodi online’, secara langsung mengidentifikasikan dirinya sebagai ‘tempat mencari lagu (melodi) secara online’.

Meski berstatus situs lokal, MelOn tak cuma menawarkan lagu-lagu dalam negeri. Lagu-lagu mancanegara pun ada di sini. Mulai dari lagu Barat, sampai lagu India. Sesuai tagline-nya, “Unlimited Music Download”, member MelOn dapat mengunduh atau mendengarkan lagu secara online tanpa batas. Untuk mendaftar pun syaratnya tidak sulit. Cukup masukkan alamat email dan password yang dikehendaki, selesai. Sebagai member baru Bung langsung mendapat layanan gratis selama seminggu. Jika Bung mau memasukkan nomor handphone, gratisannya jadi dua minggu.

Beragam Pilihan Paket Download
MelOn menawarkan lima paket download + streaming dengan harga ekonomis. Paket termurah adalah Paket Streaming. Bayangkan, cuma dengan Rp10.000 Bung bisa mendengarkan lagu apa saja, berapapun banyaknya, secara streaming selama 30 hari! Untuk memudahkan pengguna dalam melakukan streaming lagu, MelOn menyediakan pemutar musik khusus yang dinamai MelOn Player.


Dua dari lima paket murah yang ditawarkan MelOn.co.id.

Kalau Bung mau mengunduh lagu dalam format MP3 dan menyimpannya di handphone atau laptop/komputer selamanya, Paket MP3 Download adalah pilihannya. Karena formatnya MP3, maka lagu-lagu yang sudah diunduh bisa diputar di semua jenis alat seperti iPhone, BlackBerry, Handphone, MP3 Player, komputer, bahkan di-burn ke keping CD/DVD.

Untuk mengunduh 10 lagu berformat MP3 dengan masa aktif tujuh hari, biayanya cuma Rp14.000. Maksudnya, Bung boleh mengunduh maksimal 10 lagu dalam rentang waktu tujuh hari itu. Kalau mau yang masa aktifnya sebulan, biayanya Rp85.000. Mahal? Dengan uang sebsar ini Bung bisa mengunduh 100 lagu lho, itu atinya per lagu hanya seharga Rp850. Bandingkan dengan layanan ‘suntik hape’ yang memasang tarif Rp1.000/lagu.

Masih kurang murah? Selain paket-paket standar, ada juga semacam bundling 5 lagu MP3 yang ditawarkan dengan harga lebih murah. Jadi, Bung tinggal pilih paket-paket yang berisi 5 lagu (member tidak bisa memilih lagu-lagunya), register, dan unduh deh. Nah, dengan layanan yang sedemikian murah, rasanya kok malu ya bila masih juga mengunduh lagu gratisan yang melanggar hak cipta.

Jadi, tidak ada lagi alasan untuk membajak karya cipta musisi. Juga tak ada lagi alasan untuk tidak mendengarkan musik hanya gara-gara harga album mahal. Ya, kenapa tidak bermusik ria di MelOn saja? Mau mengunduh atau sekedar ber-streaming sambil ngeblog, suka-suka kita. Yuk, ndengerin MelOn hari ini!

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Artikel tentang MUSIK yang diadakan Sarikata.com dan MelOn.co.id.

Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

About these ads